Indonesia
NovelToon NovelToon
Skandal Jus Jeruk: Istri Sang CEO

Skandal Jus Jeruk: Istri Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Sekuel ketiga dari buku sebelumnya: 'Cinderella Ubi Rebus dan Kutukan Mbah Golok Sakti'

Niatnya kuliah desain di Paris, Sella (19 tahun) malah terjebak skandal gara-gara nekat meminum setengah gelas jus jeruk sisa milik Raditama Abraham (25 tahun), seorang CEO muda yang kaku sekaku robot.

Siapa sangka, jus itu ternyata sudah dicampur obat halusinasi oleh musuh bisnis Adit!

Akibat salah kamar dan kehilangan kendali, malam itu berubah jadi bencana. Bukannya romantis, Sella yang berhalusinasi malah menjadikan Adit kuda tunggangan dan mengakhirinya dengan tendangan maut ke area vital Adit sampai sang CEO pingsan!

Kiamat tiba esok paginya. Papa Kaizen, mantan komandan militer yang galak, mendobrak pintu hotel. Melihat kamar berantakan dan bercak merah misterius di seprai, vonis mati langsung dijatuhkan: PULANG KE JAKARTA DAN NIKAH BESOK PAGI!

Bagaimana nasib rumah tangga paksa antara CEO Robot Kaku dan Istri Bar-bar ini? Apalagi, rahasia malam itu sebenarnya murni salah paham.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Petaka Lantai Licik dan Gaun Tidur yang Salah

Duh, kenapa pas basah begini gantengnya drakula kaku ini makin kelihatan ilegal sih? batin Sella mulai tidak fokus, meratapi detak jantung mahasiswanya yang mendadak berantakan.

"Udah bersih belum?" tanya Adit sambil mencoba membuka matanya perlahan, mengedipkan mata berkali-kali ke arah Sella yang berdiri sangat dekat di depannya di dalam shower box.

Sella tidak menjawab. Ia justru terpaku kaku, matanya terkunci pada pahatan wajah Adit yang basah—bulu mata yang lentik karena sisa air dan rahang tegas yang tampak semakin maskulin.

Sella mendadak kehilangan fungsi logis otaknya, terpesona pada sosok drakula kaku yang biasanya ia maki-maki dari pagi sampai malam.

"Woy! Udah bersih belum?!"

Adit sedikit meninggikan suaranya karena tak kunjung mendapat respons, suaranya menggema di dinding marmer kamar mandi.

"Eh!"

Sella terlonjak kaget. Refleks karena tersentak dari lamunannya, botol mineral besar di tangannya terlepas begitu saja dari genggaman.

DUK!

Botol besar penuh air itu jatuh tepat mengenai sasaran yang sangat fatal: jempol kaki kiri Adit.

"Adawww! Sakit! Kaki gue!" teriak Adit seketika. Ia meringis hebat, seluruh wajah tampannya memerah menahan rasa sakit luar biasa yang berdenyut dari ujung kaki hingga ke ubun-ubun kepala.

"Aduh! Maaf, Om! Sumpah nggak sengaja!"

Sella panik setengah mati, tangannya bergerak liar ingin membantu tetapi malah bingung harus memegang bagian apa.

Adit refleks mengangkat kaki kirinya yang tertimpa botol, mencoba memegangi jempolnya yang malang. Namun, karena lantai kamar mandi yang sangat licin akibat sisa busa sabun dan air, Adit kehilangan keseimbangan tubuhnya.

Tubuhnya yang besar dan atletis oleng ke belakang. Dalam kepanikan karena nyaris terjungkal, tangan Adit dengan sigap menyambar apa saja yang ada di depannya untuk dijadikan pegangan darurat.

Sial bagi Sella, dialah satu-satunya objek yang bisa dijadikan pegangan di sana. Adit menarik lengan Sella dengan kekuatan penuh.

BRUKKK!

Mereka berdua ambruk bersama-sama ke atas lantai marmer yang basah. Sella memejamkan mata bulatnya rapat-rapat, mengira kepalanya akan menghantam lantai dengan keras. Namun, yang ia rasakan justru sepasang lengan kokoh Adit yang mendekap erat punggungnya dan dada bidang pria itu yang keras sebagai tumpuan wajahnya.

Saat Sella membuka mata, jantungnya seolah-olah berhenti berdetak di tempat. Ia terjatuh tepat di atas tubuh tegap Adit. Posisi mereka menjadi sangat intim dengan wajah yang hanya terpaut beberapa sentimeter saja. Aroma harum sabun mawar dari tubuh Sella dan aroma aftershave maskulin dari tubuh Adit bercampur menjadi satu dalam uap air yang hangat di kamar mandi.

Adit meringis kecil menahan nyeri di punggung, namun matanya yang masih sedikit memerah akibat efek sampo menatap tepat ke manik mata Sella. Napas mereka memburu pendek, menciptakan suasana canggung yang mendadak terasa sangat panas di tengah dinginnya lantai marmer.

"Lo... lo sengaja ya mau bikin gue cacat permanen di Paris?" bisik Adit, nada suaranya terdengar rendah, serak, dan berat, sukses membuat seluruh bulu kuduk gadis itu meremang seketika.

Sella menelan ludah paksa untuk menenangkan diri, kedua telapak tangannya bertumpu pasrah di atas bahu tegap Adit yang basah dan licin.

"I-itu... siapa suruh lo narik-narik lengan gue!" cicit Sella dengan wajah yang kini sudah berubah warna menjadi semerah kepiting rebus karena salah tingkah.

"Lo bisa aja kalau ngeles! Bangun, Sella! Badan lo berat, tahu nggak?!" ucap Adit dengan suara serak yang tertahan di tenggorokan.

Napas hangatnya memburu tepat di depan wajah Sella, sementara tangannya masih mencengkeram erat bahu gadis itu agar posisinya tidak semakin merosot ke bawah.

"Iya, bawel! Sabar napa, lantai apartemen lo tuh licin banget kayak belut sawah!" balas Sella ketus, meski di dalam dadanya jantung Sella sudah berdisko tidak karuan.

Sella berusaha sekuat tenaga mengumpulkan sisa kekuatan fisiknya untuk bangkit berdiri. Ia bertumpu pada kedua tangannya di lantai marmer yang masih tergenang sisa air sabun. Namun, nasib sial sepertinya belum mau beranjak dari pihak Sella malam ini. Baru saja ia berhasil mengangkat tubuhnya setengah jalan, kaki kanannya kembali terpeleset genangan busa yang sangat licin.

GUBRAK!

"Aaakh!"

Sella memekik kencang saat tubuh cantiknya kembali menghantam dada bidang Adit untuk kedua kalinya tanpa ampun.

Benturan itu begitu keras hingga membuat sang CEO muda mengerang tertahan. Namun, bencana yang sebenarnya baru saja dimulai. Dalam gerakan refleks saat mencari tumpuan darurat agar tubuhnya tidak terjungkal lebih parah, telapak tangan kanan Sella mendarat telak di sebuah area yang sangat... terlarang.

Hening seketika merayap di dalam kamar mandi. Mata Sella membulat sempurna layaknya telur ceplok. Ia membeku kaku di posisinya, merasakan telapak tangannya menekan sesuatu yang padat dan hangat di balik lilitan handuk putih Adit. Otaknya butuh waktu tiga detik penuh untuk memproses benda apa yang sedang ia genggam secara tidak sengaja itu.

"S-Sella..." suara Adit mendadak naik beberapa oktav, terdengar melengking tinggi sekaligus penuh dengan penderitaan batin yang luar biasa.

Wajah tampannya yang tadi memerah karena kesal, kini berubah menjadi merah padam sampai ke batas telinga.

"Lo... tangan lo..."

Sella mengerjap-ngerjapkan matanya dengan polos, namun jemarinya justru meremas pelan karena rasa penasaran yang murni tidak sengaja akibat kehilangan kompas logika.

"Ini... kok ada yang kenyal-kenyal keras gitu, Om? Kayak gagang pintu tapi kok—"

"LEPASIN NGGAK, MAHASISWI MESUM!" teriak Adit dengan sisa tenaga terakhir yang ia punya.

Ia secepat kilat menyentakkan pergelangan tangan Sella menjauh seolah tangan gadis itu adalah bara api yang siap membakar aset masa depannya.

Sella langsung menarik tangannya dengan wajah yang kini sudah semerah kepiting rebus yang baru matang sempurna.

"A-aduuh! Maaf! Sumpah, Om! Gue nggak sengaja! Gue kira itu tadi pegangan besi buat bangun!"

Adit meringis hebat menahan ngilu, ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat sambil memejamkan mata rapat-rapat, mencoba meredam sensasi setruman aneh yang mendadak menyerang sistem saraf bawah tubuhnya.

"Pegangan mata lo soak! Itu aset masa depan keluarga Abraham, Sella! Lo mau bikin gue pensiun dini sebelum punya keturunan, hah?!"

Sella buru-buru merangkak mundur ke belakang dengan gerakan grasak-grusuk, tidak peduli lagi kalau dia bakal terpeleset untuk ketiga kalinya di lantai. Ia segera berdiri tegak di ambang pintu kamar mandi dengan napas tersengal-sengal dan telapak tangan kanan yang masih terasa panas.

"Habisnya lantai lo licin banget, Om! Salahin lantai apartemen lo yang terlalu mewah dan banyak busanya itu!" teriak Sella membela diri dengan suara melengking, meski hati kecilnya dag-dig-dug tidak keruan karena baru saja melakukan kontak fisik paling ekstrem seumur hidupnya.

Adit masih terduduk lemas di atas lantai marmer, memegangi area sensitifnya dengan ekspresi wajah yang benar-benar menderita menahan linu.

"Keluar! Keluar lo sekarang dari kamar mandi sebelum gue khilaf menerkam lo di sini!"

"Iya, iya! Dasar drakula kaku yang sensitif!"

Sella lari tunggang-langgang keluar dan membanting pintu kamar mandi dengan kekuatan penuh.

JEGLEG!

Di balik pintu kamar mandi yang tertutup rapat, Sella memegangi dadanya yang berdegup kencang sambil menatap telapak tangan kanannya dengan tatapan mata kosong penuh syok.

"Gila... gue baru aja pegang... ahhh! Mama, Sella mau pindah planet saja malam ini!"

****

Setelah kekacauan dramatis di dalam kamar mandi mereda, Adit akhirnya keluar melangkah menuju kamar tidur dengan langkah kaki yang tertatih-tatih kaku. Pria itu sudah mengenakan piyama tidur sutra berwarna abu-abu gelap, namun jempol kakinya yang bengkak dan asetnya yang masih trauma membuatnya berjalan lambat seperti seorang kakek-kakek jompo.

CEKLEK!

Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka dari arah lorong, Sella yang saat itu sedang bergelut dengan pakaian tidur di depan lemari langsung dilanda kepanikan tingkat dewa. Sial baginya, piyama stroberi kesayangannya sudah basah kuyup terkena tsunami air mineral dan luapan busa sabun tadi.

Karena salah strategi saat packing di Jakarta kemarin—mengira dirinya akan mendapatkan kamar tidur sendiri yang privat di Paris—Sella malah lebih banyak membawa sleepwear dress yang kainnya tipis dan agak terbuka.

Sella dengan terburu-buru menyambar satu-satunya dress tidur kain satin berwarna maroon yang tersisa di dalam koper. Gaun tidur bertali tipis itu panjang bawahnya hanya sebatas paha, sangat jauh dari kata aman untuk digunakan tidur seranjang bersama drakula kaku di depannya ini.

"Mampus! Kenapa gue cuma membawa baju tidur ginian sih ke Paris?!"

1
Wien Ibunya Fathur
lanjut
Wien Ibunya Fathur
ceritanya lumayan seru
Soobin Chan: makasih/Smile/
total 1 replies
meimei
lanjut😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!