Indonesia
NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:52.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 35

Bau harum semerbak saat Alensky keluar, nampak wajahnya yang segar dan mata birunya menyala ketika mencari sosok yang tidak ada.

"Dimana dia?" Lirih Alensky berkata saat tak melihat Tranaka di dalam kamar.

Tubuhnya terasa segar, sedikit skincare ikut melengkapi keharuman tubuhnya, saat akan melangkah keluar dari kamar, terlihat Tranaka sedang berada di balkon kamar.

Mengurungkan niatnya, Alensky lalu berbalik dan kini ikut bergabung di keheningan malam.

"Kau disini?" Tanya Alensky.

"Hem, sudah mandi?"

Alensky mengangguk, lalu berdiri tepat disamping Tranaka, dilihatnya hamparan malam yang pekat, dan diatas sana ada sedikit bintang yang menerangi.

Sebelum Tranaka berkata, Ponsel milik Alensky berbunyi.

"Aku ambilkan" Tranaka hendak pergi namun tangannya segera di tahan.

"Aku bisa ambil sendiri" lalu Alensky masuk kembali.

Di raihnya benda pipih itu, dan ternyata ada pesan dari Draja untuk nya, menanyakan tentang keadaannya, lalu kemudian kabar keberadaan Murni yang saat ini bersamanya.

Ada rasa lega di tengah luka hatinya saat teringat akan kematian ibu Murni, setidaknya temannya itu kini berada di tempat aman bersama Draja.

Kembali melangkahkan kaki menuju ke Balkon, disana Tranaka sudah duduk di kursi sambil menikmati secangkir kopi yang sudah mulai dingin.

"Mau coklat hangat?" Tanya Tranaka saat Alensky baru saja tiba dan duduk di sampingnya.

"Tidak, aku sudah cukup minum air putih tadi" Jawab Alensky dan kemudian terdiam memikirkan sesuatu yang baru disadari nya.

"Ada apa?" Tanya Tranaka.

"Sejak kapan kamu tau minuman kesukaan ku?" Tanya nya.

Tranaka tersenyum sebentar, lalu kembali menyeruput sisa kopinya, dan menjawab, "saat kau protes pada Draja soal menu yang ada di kantin belakang, kebetulan aku lewat dan mendengar mu saat itu"

"Oh_" Alensky mengangguk pelan, lalu memeriksa ponselnya sekali lagi sebelum meletakkannya.

"Ada pesan dari seseorang?" Tanya Tranaka sambil sebentar melihat ponsel yang ada dalam genggaman Alensky.

"Hem, Draja"

"Soal apa?" Tentu saja Tranaka ingin tau.

"Murni, dia tidak lagi tinggal di Keluarga Mawardi, Draja mengambilnya dan membawa semua milik Murni untuk di bawa pergi dari sana"

"Lalu sekarang Murni ada di mana?" Tanya Tranaka.

"Bersama Draja"

Tranaka mengangguk pelan, perkara bagaimana tempat tinggal Draja, itu urusan nanti, setidaknya Murni saat ini sudah aman, batin Tranaka.

"Bagaimana kabar Vito dan Galen?" Tanya Alensky, dan Tranaka tau kemana arah tujuannya.

"Kepolisian dan medis belum menemukan sesuatu yang mencurigakan, sampai hari ini" jawab Tranaka.

"Hem, tentu saja, mereka bukan orang bodoh dan sangat berkuasa, uang dan kekuasaan akan memudahkan jalan mereka untuk lepas dari tanggung jawabnya" ucap Alensky.

"Tapi aku masih belum menyerah, begitu juga dengan Vito dan Galen, mungkin Draja juga"

Alensky tersenyum, menatap Tranaka sejenak lalu menghirup udara dengan sangat pelan, seolah ingin melepaskan beban.

Di otaknya banyak sekali kata-kata, banyak juga rencana, tapi semua itu harus menunggu satu Minggu lagi, dan Alensky bisa melakukan satu persatu untuk mencapai tujuan.

"Menurut mu, apa kasus ini masih ada harapan?" Tanya Alensky.

"Aku harap begitu" jawab Tranaka.

"Seandainya tidak, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Alensky lagi.

"Meminta bantuan" jawab Tranaka cepat.

"Ke _?"

"Jujur aku masih belum tau siapa, tapi aku pasti akan menemukan orang nya" jawab Tranaka.

Diam, keduanya saling bicara pada diri masing-masing, lalu Tranaka penasaran apa jawaban Alensky dengan pertanyaan yang sama, "lalu apa yang kamu lakukan jika hal itu terjadi?" Tanya Tranaka.

Hanya ada senyuman sesat, lalu mata biru itu seolah menatap tajam di keheningan malam, ada sesuatu yang kuat, mungkin sebuah tekad.

"Nanti, aku mungkin akan menunjukkan padamu, setelah satu Minggu" ucap Alensky.

Tidak akan mungkin Tranaka memaksa wanita di sebelahnya untuk mengatakan rencana yang sudah ada di dalam kepala nya, Alensky bukan tipe wanita yang suka di paksa, hanya ada harapan semoga Alensky tidak melakukan hal yang akan membuat repot nanti.

"Sebaiknya kita istirahat, besok kita harus ke kampus" ucap Tranaka.

Alensky mengangguk, lalu kemudian ikut beranjak dari tempatnya dan masuk ke dalam kamar.

Tranaka bersiap pergi, membuka pintu kamar, dan Alensky melihat nya_

"Kita tidur disini, berbagi tempat tidur tidak masalah" ucapnya.

"Di luar ada kamar tamu, aku tidak mau ada yang merasa tidak nyaman"

"Kalau ada yang harus keluar dari kamar ini, harusnya aku"

"Okey, kita berbagi" akhirnya Tranaka memutuskan hal ini, dari pada Alensky yang harus pergi.

Suasana menjadi sedikit canggung, Tranaka berusaha memejamkan matanya tapi tidak bisa, lalu kemudian mengatur posisinya untuk telentang dan melihat langit-langit.

"Alen, kau sudah tidur?" Ucapnya pelan.

"Hem, belum, ada apa?"

"Soal kak Sera, aku boleh bertanya?"

"Tentu saja, Kenapa?" Tanya Alensky yang kemudian juga merubah posisinya.

"Kau tau kak Sera adalah tunangan Graven Rudolf?"

"Hem"

"Dan kau sadar nama belakang kami sama?"

"Hem"

"Lalu?"

Tanya Tranaka kali ini ingin mendengar pendapat Alensky, bukan hanya jawaban pendek yang makin membuatnya penasaran.

"Lalu apa?, nama belakang Rudolf banyak selain kalian, tapi aku sempat berpikir kalian memang satu marga, ada hubungan keluarga, tapi bagiku itu tidak masalah karena kita awalnya hanya berteman saja, sampai akhirnya _"

"Kita menikah" jawab Tranaka.

"Hem"

"Jadi kau menyesal?"

"Apa yang perlu aku sesali?"

"Menikah dengan ku" sahut Tranaka.

Alensky merubah posisinya lagi, miring dan melihat Tranaka dari samping.

"Menurut mu jika aku menyesal kau akan memutuskan ikatan ini? Menceraikan ku?"

"Hem, tentu saja tidak"

"Kenapa?" Tanya Alensky lagi.

"Kau mau berstatus janda?" Tanya Tranaka.

"Dan jika kau berani membuat statusku seperti itu, bukan hanya aku yang akan menghajar mu, mungkin keluargaku akan turun tangan juga"

Tranaka tertawa, untung sekali dia menjawab dengan tepat, kalau tidak mungkin sedetik lagi dia akan adu gulat.

"Kak Sera bisa mengeluarkan sesuatu dari tangannya, dan hal itu yamg membuatmu pingsan, bisa jelaskan padaku Alen?" Tanya Tranaka tiba-tiba, setelah dia berhenti tertawa.

Tentu saja Alensky sedikit terkejut dan melihat kearahnya.

"Apa kamu tidak salah lihat?"

"Tentu saja tidak, bukan hanya aku, tapi juga Draja yang menyaksikannya" kini Tranaka ikut mengganti posisinya.

Kedua mata mereka saling beradu, bahkan jarak wajah keduanya hanya beberapa centi saja.

"Bisa tolong mulai dijelaskan Nyonya Rudolf?" Ucap Tranaka sengaja.

"Aneh sekali panggilan mu"

"Dan nanti kamu harus terbiasa dengan hal itu"

"Okey, aku akan menjelaskannya, tapi kau harus menentang pikiran waras mu untuk sementara"

"Hem, siap"

"Kak Sera punya kekuatan Supranatural"

Hanya satu kalimat, singkat, namun membuat Tranaka diam untuk beberapa saat.

Dan saat Tranaka akan melanjutkan pertanyaannya, mata biru itu mulai tertutup perlahan, akhirnya Tranaka hanya bisa memberikan senyuman.

"Tidurlah" ucapnya pelan.

Hayo mana VOTE nya..waktunya kasih VOTE VOTE VOTE VOTE.

1
Siti Aisah
apakah deddy naka akan marah pada alensky ?? semoga naka tidak kenapa" ya thor🤭
Dwi Setyaningrum
ini namanya perjuangan Alen dan dlm bertarung pasti ada yg terluka kalian adalah pasangan saling melindungi itu juga kewajiban jd jgn menyalahkan diri sndr ya Alen..
Susy Ariyani
sabar ale
Susy Ariyani
sabar ale
Mundri Astuti
namanya juga bertarung ale...
Dwi Diana
harus selamat naka nya thor
Titik Subekti
pertempuran yg dahsyat
jgn ada yg meninggalkan ya thor
Mety Haula
oma cpt yolong tanaka jgn sampai ale menyedalinya
Dwi Setyaningrum
duh kirain didetik2 krusial kyk td Oma Alena muncul ternyata tdk dan untungnya kekuatan Alen malah dahsyat..gmn ya tranaka kira2 bisa disembuhkan ga ya🤔
Siti Aisah
thor naka bakal selamat kan, ada keluarga nugraha yg bisa menyembuhkan walaupun terluka seberat apapun..
Susy Ariyani
seru Kak
Kaa
meskipun Alen bisa selesaikan pertarungan itu tapi ko aku ikutan cemas dengan ke adaan tranaka apalagi Alen lanjut Thor yaah jangan lama deg degkan ini
Mundri Astuti
Alhamdulillah Ale bisa ngatasin sendiri...
Kaylaa
oma Alina datang gak ya🤔
Nurhartiningsih
kalau sudah bener2 terdesak ortunya Ale pasti bantuin.
Titik Subekti
.makin deg deg an
lanjut...
Mundri Astuti
tuh kan ..keturunan Rudolf juga punya...tapi klo ngadepin ketuanya mah kudu ada bantuan juga ngga si berdua
Arw
ini baru awal kekuatan Tranaka....saat nanti puncaknya tiba wooowww....seperti apa kekuatan itu.....d tunggu up-nya kak....
Siti Aisah: kekuatan naka dan alensky pasti bisa mengalahkan klan hitam Valencia... lanjut di tunggu besok thor😜
total 1 replies
Rita Susanti
Wiiih seru banget ini thor
Dwi Setyaningrum
tambah deg degan deh seru seru..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!