Alena tidak pernah menyangka akan dinikahi oleh Aditya Pradana, CEO dingin yang juga mantan kakak iparnya.
Tujuannya satu: menjadi ibu untuk Sean, anak tiri berandal yang membencinya setengah mati.
Sean melakukan segala cara untuk mengusir Alena.
Balapan liar, berkelahi, membolos.
Tapi Alena yang berjilbab ini tidak takut.
Ia lawan balik Sean di arena balap dan di lapangan futsal.
Hingga Sean diam-diam kagum dan berbisik, "Siapa sebenarnya kamu, Bunda?"
Di sisi lain, Aditya Pradana yang dibantu Rendra, mulai menyadari...
Adik iparnya yang dulu pendiam itu, kini menjadi wanita yang tidak bisa ia lepaskan.
Pernikahan kontrak ini, apakah akan berakhir dengan cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
1 bulan setelah drama kontraksi palsu Braxton Hicks yang bikin orang 1 rumah heboh dan harus ronda malam kini kandungan Alena sudah memasuki usia 36 minggu 1 hari.
Keluarga Pradana kini sudah hampir berada diujung penatian.
Perut Alena sudah tampak semakin besar,hasil USG dengan dokter Tania menunjukkan berat badan baby girl sudah mencapai 2,7 kilo dan panjang sekitar 47 cm kata Dokter.Pertumbuhan baby girl sudah sempurna ,semuanya tampak lengkap dan juga sehat. Paru-parunya sudah matang, kapanpun dia lahir semuanya sudah aman.Bagian kepala sudah masuk pinggul sehingga menyebabkan Alena sering bolak balik kamar kecil untuk buang air kecil.
Bersamaan dengan itu Sean juga sudah memasuki libur kuliah semester 1,kini sean lebih punya banyak waktu dirumah dan fokus menjaga Bundanya. Naya sudah hampir 1 bulan menginap dirumah Alena,dia tidur dikamar tamu lantai satu.Seskali Naya menemani Alena saat malam,karna memang Alena yang meminta Naya untuk tetap tinggal.
Aditya?CEO yang biasanya super sibuk kini memutuskan tidak kerja sama sekali ,dia lebih memilih cuti 1 bulan full demi menjadi suami siaga,demi sang baby girl balon pink.
Pagi ini aditya membuat kehbohan baru,jam 05.00 Aditya sudah membongkar isi lemari dan mengeluarkan 3 koper besar Rimowa mewah.
Alena bangun jam 08.30, lihat 3 koper besar di tengah kamar pink, kaget.
" Astaga mas,Mas mau kemana sepagi ini udah nyiapin 3 koper,mas mau ada perjalanan bisnis,atau mas ada rencana liburan? aku kan lagi hamil besar mas,balon pink kita hampir launching loh!"
ucap Alena yang memang terkejut dengan kegaduhan yang Aditya buat.
" Gak ada perjalanan bisnis atau pun rencana liburan sayang,mas cuman mau jadi ayah siaga.Doktet Tania kan bilang diusia kandungan kamu yang sudah masuk 36 Minggu kita harus menyiapkan perlengkapan kamu dan baby pink kita.Ini sudah waktunya mendekati HPL dan baby pink bisa saja sewaktu-waktu minta keluar.Itu saja sayang!" papar Aditya sembari mengusap keningnya yang berkeringat.
Sean dan Naya yangnnaik ke lantai 2 ,juga terkejut melihat aditya sudah siap dengan 3 koper besarnya,"Ayah mau pindahan kemana yah?" tanya Sean penuh selidik.
Bukannya menjawab Aditya malah menarik 1 koper besar berwarna pink bertuliskan koper bunda.
Dia keluarin isinya satu persatu kaya orang lagi live jualan di aplikasi tok tok
"Daster menyusui 10 biji, bra menyusui 10 biji, celana dalam sekali pakai 20 biji, pembalut bersalin 3 pack besar, kacamata hitam Bunda, skincare Bunda yang pastinya aman buat ibu menyusui.
Koper 2, koper putih besar harga 30 juta bertuliskan koper baby girl.
"Baju newborn serba pink 20 stel, bedong pink 10 biji, topi bayi pink 10 biji, kaos kaki pink 20 pasang, popok newborn 2 pack besar, tisu basah 5 pack, minyak telon, bedak, selimut pink 3 biji dan aneka perlengkapan mandi baby pink.
Koper 3, koper hitam besar harga 40 juta bertuliskan koper ayah.
"Powerbank 5 biji, kamera, charger, laptop, dompet, KTP Bunda, KK, BPJS, buku nikah, uang cash 50 juta, kartu kredit black dan satu stel baju ayah.
Alena yang melihat tingkah suaminya tertawa karna kesigapan suaminya menyambut baby girl si balon pink sampai harus menyiapkan 3 koper seperti akan liburan ke luar negri.
"Mas serius itu kita mau bawa 3 koper? Orang-orang 1 koper kecil juga cukup mas, kita ko malah 3 koper besar Mas? Lagian kamu ini mas mau lahiran aja pake beli 3 koper baru,itu 3 koper udah 100 juta loh mas! Suka banget kamu menghamburkan uang, mentang-mentang CEO." kekeh Alena.
" Yaa mau bagaimana lagi,saya memang orang kaya,100 juta untuk 3 koper tidak masalah." ucapnya penuh kesombongan membuat Alena memutarkan bola matanya dengan malas.
Sean berbisik ke Naya," Sayang kamu jangan kaget ya,ayahe memang kadang sombong,dia tuh punya kebiasaan unik.Kalau panik malah boros." kekeh Sean.
Jam 12.00 siang Aditya meminta Sean membantunya membawa koper turun ke bawah, Aditya memutuskan 3 koper itu harus sudah sudah siap di garasi dan dimasukan di bagasi Alphardny, bahkan mobil itu harus standby, tidak boleh dikeluarkan dari garasi dan saat keluar rumah Aditya atau Sean menggunakan mobilnya yang lain.Selain mobil dirumah itu juga ada 3 sepeda motor sport 2 speda motor metik ada juga motor bebek tua.
" Semuanya udah siap yah,ayah hebat ayah selalu jadi suami siaga.Em,yah apa dulu saat Sean mau lahir ayah juga sesiaga ini?" tanya Sean dengan suara bergetar.
Puk
Aditya menepuk pundak Sean,meraih tangannya.Menatap Sean sedikit lebih lama
" Sean,dulu ayah lebih panik dari ini karna ayah belum berpengalaman,itu pertama kalinya ayah mengurus wanita hamil.Tapi ibumu selalu saja membuat ayah tenang.Ayah diarahkan dengan baik meskipun itu juga pengalaman pertama untuknya.Kami sama-sama belajar Sean." kini wajah Aditya yang mendadak berubah sedih.
dia teringat kenangan bersama istri pertamanya,sesaat Aditya mengenang momen itu,momen dimana Riana kontraksi tengah malam dan Aditya panik setengah mati karna saat itu hujan besar dan listrik juga padam.
Ditengah lemunanya tiba-tiba dokter Tania datang untuk home visit terakhir sebelum lahiran, dia juga membawa CTG portable ke kamar pink.
Setelah menyelesaikan pemeriksaan dokter tania memberi pengertian"Bu Alena ini kehamilan ibu sudah masuk 36 minggu 1 hari, sudah usia kehamilan yang matang Bu, kapanpun bisa lahir ini Bu, kalau tiba-tiba ketuban pecah, pendarahan, kontraksi 5 menit sekali langsung pergi ke RS ya Bu, jangan menunda.
Aditya dengan sigap langsung mencatat di ponselnya " Apabila tiba-tiba Ketuban pecah, pendarahan, kontraksi selang 5 menit hilang timbul langsung dibawa ke RS."
" Baik dok, trimakasih atas penjelasannya."
" Sama-sama,kalau begitu Bu Alena,pak Aditya saya permisi dulu.Ingat ya Bu,jika terjadi kontraksi jangan panik,ibu atur nafas dan tetap tenang."
Setelah berpamitan dokter Tania pulang dan sean mengantar dokter sampai gerbang.
Jam 19.30 semua keluarga Pradana berkumpul untuk makan malam,namun tiba-tiba Alena memegangi perutnya dan hal itu membuat semua orang panik.
"Mas..." ucap Alena.
"Kenapa sayang? Perut kamu sakit atau kenapa sayang jangan bikin mas panik!"
Alena tertawa melihat Aditya panik," tidak Mas, baby girl gerak kenceng banget mas." ucap Alena sembari menunjukkan perutnya yang bergelombang.
Aditya menghela nafas," sayang kamu bikin mas panik.Ya sudah sekarang kamu makan setelah makan kita istrahat ya sayang."
" iya iya mas."
Setelah makan mereka memutuskan untuk istirahat namun sampai jam 21.00, Alena belum juga bisa memejamkan matanya,dia selalu kesulitan untuk tidur.pingganya sakit dan karna kakinya yang bengkak Alena juga susah bergerak.
" Padahal kamu sudah pakai bantal hamil loh sayang." ucap Aditya sembari mengambil 5 bantal untuk mengganjel bagian belakang tubuh Alena ,mengganjal perut besarnya dan mengganjel kaki Alena yang bengkak,saking banyaknya bantal sampai membuat Alena kayak tidur di atas gunung bantal.
Bersambung