Indonesia
NovelToon NovelToon
Tak Perlu Ada Cinta

Tak Perlu Ada Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:162.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Syamsuddahri Pulungan

Haris jatuh cinta pada seorang wanita bernama Natalia yang ditemui di lapangan bola, dengan berbagai macam cara Haris akhirnya dapat memikat hati sang gadis, walau pada awalnya Haris juga sedikit resah karena menemukan belahan jiwanya memiliki pendangan yang beda dengannya, walau tahu kisah miris tentang hubungan ayah dan ibunya yang menikah beda agama tidak membuat Haris Haris surut, keduanya terus melanjutkan hubungan hingga ke jenjang pernikahan, disinilah petaka awal muncul, kehadiran Paman Haris membuyarkan semua impian yang dia bangun bersama Natalia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syamsuddahri Pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Debar Dada Yang Luar Biasa

Risda terus menyebar senyum. Kini Risda tampak sangat gembira, ia banyak tertawa kecil sembari sesekali melirik Haris. Sejujurnya Risda merasa punya perasaan yang agak lain setelah berbincang dengan Haris.

Perasaan gembira yang ditunjukkan Risda membuat Haris justru makin tak tenang, hati Haris benar benar gundah gulana, wajah itu sangat memukul jantungnya, senyuman Risda seperti pisau yang siap merobek jantungnya.

“Kalau boleh tahu nama Mamanya siapa ?”. Haris tampak agak ragu.

Risda kembali tersenyum. “Lia.. Natalia”.

Dug…. Kali ini jantung Haris betul betul hampir berhenti. Haris memilih mengalihkan pandangan, ia tak berani lagi menatap wajah Risda lama lama. Kali ini Haris yakin betul dengan apa yang menjadi isi kepalanya, benar sekali kalau guru muda ini punya kaitan kuat dengannya, dengan Natalia.

Haris tak jadi bicara saat Buang dan Asrul muncul. Asrul tak lagi duduk seperti Buang, ia langsung mengajak Risda pulang, Risda anggukkan kepala dan berdua mereka berpamitan dan menghilang dibalik kerumunan pengunjung upacara yang masih menyuguhkan permainan dan lomba yang cukup banyak.

Buang ternyata sama dengan Risda dan Asrul, ia memilih pulang juga karena anak anaknya sudah meminta pulang. Haris hanya anggukkan kepala dan mempersilahkan Buang dan keluarganya pulang.

Haris kini menutup kedua wajahnya dengan tangan. Tak ada keraguan kali ini jika guru muda itu memang benar benar anak Natalia yang sangat dikenalnya, mereka bahkan seperti photocopy dan aslinya.

Pertanyaan pertanyaan yang silih berganti masih membekap dada Haris, mungkin Natalia sudah menikah, tapi kok anaknya sudah selesai kuliah, Haris benar benar seperti orang linglung.

Pertanyaan yang paling memburunya adalah kenapa Risda mengaku bermarga Nasution, bukankah Natalia juga Nasution sama dengannya, sedangkan seorang anak semestinya mengikuti marga Ayahnya, bukan marga Ibunya.

Haris kembali terbeliak. Jangan jangan itu… Haris kembali tutup wajahnya dengan kedua tangannya dan membuang nafas berat berulang kali. Haris ingat betul tadi Risda mengatakan sudah kehilangan Ayahnya sejak lahir.

Jelas tadi Risda mengatakan kalau mereka sudah berada disini sejak Januari lalu atau sejak mereka selesai diwisuda. Jika Risda masuk SD diusia 7 tahun, maka itu artinya Risda lahir tak sampai setahun sejak ia meninggalkan Natalia dan Jakarta. Ada apa ini ?, Haris mengurut kepalanya yang berdenyut.

Haris meremas rambutnya cukup kuat. Bayangan 22 tahun lalu kini mengejarnya. Tadipun sebenarnya Haris ingin sekali mengatakan kalau dia kenal Ibunya Risda, sangat kenal malah.

Tapi Haris tak punya keberanian yang cukup untuk melakukannya, entah kenapa. Haris urung mengatakannya karena banyak hal yang membuatnya perlu melakukan pertimbangan, walau Haris yakin akan apa yang menjadi penguasa kepalanya, tapi Haris belum mau mengambil keputusan sedini itu, Haris masih ingin lebih memastikan lagi posisinya bagi Risda.

Dengan langkah gontai Haris melangkah menuju dermaga, speat boad langsung melaju saat Haris naik, Haris menuju hanggar di perkebunan dan meminta heli membawanya ke Kotawaringin Timur.

Saat turun dari heli seharusnya Haris berjalan lurus menuju kantor, tapi ia malah berbelok menuju perumahan tempatnya tinggal. Haris masuk dan duduk di kursi sambil merokok perlahan, bayangan wajah Risda dan Natalia silih berganti menguasai kepalanya.

Dua wanita itu terlalu mirip untuk tidak saling berhubungan. Haris tersadar dan langsung membuka komputer dimeja kerjanya, membuka link media sosial, Haris yakin kalau Risda pasti punya akun, dan benar, tak mencari cukup lama Haris sudah menemukan dan membukanya.

Satu demi satu photo yang ada di Facebook itu diperhatikan Haris. Benar benar memang, Risda si guru muda itu memang anaknya Natalia, bahkan disana ia kembali menemukan wajah Ibunya, Ayahnya, bahkan Pamannya Jamil.

Jari tangan Haris berhitung begitu melihat tanggal lahir Risda. Benar, tanggal itu hanya terpaut delapan setengah bulan dari kepergiaannya. Haris terus membuka satu demi satu photo yang kini sudah ia copy dari laman facebook Risda. Ada puluhan photo yang diambil Haris dan menyimpannya dari satu folder dengan nama Natalia.

Terus menerus membolak balik photo seperti tampa letih, akhirnya Haris memprint tiga photo, Risda dengan Natalia, Risda dengan Ayah dan Ibunya, dan yang terakhir Risda dengan Pamannya Jamil. Haris menutup laptopnya dan menuju kamar tidur.

Haris rebahan dan kembali memandangi tiga photo yang ada ditangannya secara bergantian. Entah kenapa Haris kali ini terisak, entah kenapa Haris menjadi sangat begitu yakin kalau Risda adalah buah perkawinan yang pernah ia rajut bersama Natalia.

Ini benar benar diluar dugaan Haris, ini semua diluar perkiraan yang ada dikepala Haris. Akan tetapi, dalam hati yang paling dalam Haris berharap apa yang ada dikepalanya tidak begitu yang sebenarnya, Haris kini sangat berharap kalau Risda adalah keponakannya, bukan anaknya.

Rasa menyesal yang sangat dalam juga menghinggapi Haris, seharusnya ia tidak seegois ini, puluhan tahun menghilang dari pandangan keluarganya, seandainya ia mampu mengalahkan egonya dan sesekali pulang ke Bandar Lampung atau mengunjungi ibunya dan Natalia di Jakarta ia tak akan sebingung ini.

Tak mampu bertahan, Haris akhirnya takluk dalam kesedihan, air matanya mengalir sangat deras, kembali Haris meraih photo photo yang tadi ia ambil dari akun FB Risda, satu demi satu wajah di photo itu dielusnya, ternyata sudah begitu banyak orang yang disayangnya bahkan sudah tiada.

Haris tak sabar lagi, ia langsung bergegas memuat tas dengan beberapa baju, menuju kantor dan ambil cuti. Kelakuan Haris yang mengambil cuti bahkan membuat kening pimpinannya berkerut tajam, sudah lebih dua puluh tahun Haris bekerja baru kali ini ambil cuti.

Tapi melihat kerut wajah Haris yang menggambarkan keresahan sang pimpinan hanya berani menebak tentang apa yang sedang terjadi dan menandatangani saja permohonan cuti Haris yang menunjukkan angka 15 hari.

Haris juga tampak buru buru karena jam sudah menunjukkan pukul 15.00 padahal ia harus sampai ke Sampit jangan sampai lewat dari pukul 16.00 agar dapat pesawat menuju Palangkaraya atau langsung ke Surabaya dan kemudian terbang menuju Jakarta.

... Bersambung ...

1
Yeni Yeni
saya suka novel ini, ceritanya bagus
Yeni Yeni
sy meneteskan air mata baca bab ini 😭😭
Yayoek Rahayu
keluarga yang penuh kasih sayang
Yayoek Rahayu
bener kata Risda....anak2 negeri khususnya anak Tapanuli harus harus negetinya....2.jempol buat Othor...
🌻Ruby Kejora
Salam kenal & sukses bwt kk 🌼🌼❤️
Yayoek Rahayu
cantiknya...
Yayoek Rahayu
bagus
Yayoek Rahayu
ceritanya bagus
Yayoek Rahayu
ssuukaà
Yayoek Rahayu
ooo.....jadi tambah ilmu
Yayoek Rahayu
ayo semangat tom....biar bisa kuliah di jkt
Yayoek Rahayu
Aamiin
Yayoek Rahayu
farhan jalan2
Yayoek Rahayu
😃😃😃
Yayoek Rahayu
suukaa
Yayoek Rahayu
asyikknya
Yayoek Rahayu
kira2 s/d jarak jkt -sby itu....800 an km
Yayoek Rahayu
bener....
Yayoek Rahayu
suuka...terharu,sedih,seneng
Yayoek Rahayu
seperrtinya harus tggl di rmh sendiri nih...agar mandiri.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!