Indonesia
NovelToon NovelToon
Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Keluarga / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Sejak kecil, Keira hidup jauh dari keluarganya. Ketika akhirnya mereka kembali dan ia berharap menemukan kehangatan yang selama ini dirindukannya, kenyataan justru menghancurkan harapannya.

Di rumah itu, ada seorang anak yang diperlakukan bak permata, sementara Keira hanya dianggap sebagai seseorang yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Arya yang mendengar kegaduhan itu pun segera keluar dari kamarnya. Ia melihat ayahnya yang berlari tergesa-gesa penuh cemas.

"Ada apa, Ayah?" tanyanya bingung.

"Adikmu hilang," jawab Bara singkat tanpa berhenti melangkah.

"Bagaimana bisa?" Arya terkejut bukan kepalang.

"Keira yang menjaganya," ucap Bara singkat seakan nama itu saja sudah cukup untuk menjelaskan segala malapetaka yang terjadi.

"Keira!"

Suara teriakan Arya bergema di sepanjang lorong. Keira yang kebetulan melintas di sana memejamkan mata sejenak, berusaha menahan rasa takut yang kembali menyergap dadanya. Ia tahu siapa yang datang. Dan ia tahu pula, dirinyalah yang akan disalahkan atas segala hal yang terjadi.

Arya pun berdiri tepat di hadapannya dengan wajah yang memerah menahan amarah. Tanpa sepatah kata pun, ia mendorong tubuh Keira hingga punggungnya membentur dinding. Tangannya mencengkeram rahang adiknya dengan kuat.

"Dengar baik-baik! Kau tak berhak sedikit pun bermain bersama adikku! Siapa yang menyuruhmu mendekatinya?!" bentak Arya tajam.

"Tidak ada yang menyuruhku. Keyna sendiri yang datang kepadaku," jawab Keira berusaha tetap tenang meski rasa sakit di rahangnya semakin menjadi-jadi.

"Berani sekali kau membantah!" Amarah Arya meledak semakin hebat. "Kau tak pantas berada di dekatnya! Kau bukan saudaranya!"

"Aku kembarannya!" balas Keira dengan berani meski tubuhnya terguncang menahan rasa sakit yang luar biasa. "Kalau saja kau semua tidak memanjakannya begitu, ia tak akan pergi begitu saja tanpa pamit!"

"Kau seharusnya sadar diri! Diam saja di tempatmu dan jangan pernah mendekatinya!" Arya melepaskan cengkeramannya dengan kasar, meninggalkan bekas merah yang menyakitkan di wajah Keira. "Dengan segala keburukan yang kau miliki, kau tak akan pernah bisa menyamai kebaikan Keyna. Tak akan pernah!"

Keira hanya menunduk dalam. Ucapan itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada pukulan yang ia terima.

Suara langkah kaki terdengar mendekat. Gina pulang dan mendengar kabar putri kesayangannya hilang. Wajahnya seketika berubah pucat dan matanya basah oleh air mata yang tak henti menetes. Tatapannya jatuh tepat kepada Keira yang berdiri sendirian di sudut lorong itu.

Bukannya bertanya atau memastikan keadaan putrinya yang terluka, tangan Gina justru melayang menampar pipi Keira sekali lagi. Bunyi tamparan itu terdengar begitu nyaring hingga ke segenap penjuru rumah.

"Karena kau, putriku hilang! Dan kau justru berdiri di sini dengan tenang tanpa merasa bersalah sedikit pun!" tuduhnya dengan mata yang memandangnya seakan ia adalah sumber segala malapetaka.

"Menjauhlah dari Keyna! Jangan pernah mendekatinya lagi! Kehadiranmu selalu saja mendatangkan masalah! Aku muak melihatmu!"

Keira hanya diam menunduk dalam. Lebih menyakitkan daripada tamparan itu adalah kenyataan bahwa ibunya sendiri tak pernah sekalipun memandangnya dengan kasih sayang. Seluruh perhatian dan kasih sayang itu seakan hanya diciptakan untuk Keyna seorang diri.

Di tengah keheningan yang menyakitkan itu, terdengar suara riang dari arah gerbang. "Ibu! Ayah!"

Semua orang menoleh seketika. Keyna berdiri di sana dengan wajah yang segar dan tak kurang satu pun. Ia tersenyum melihat mereka yang tampak cemas.

"Keyna!" seru Gina tak percaya, lalu berlari mendekat dan mendekap putrinya erat di pelukan.

"Ada apa, Ayah? Mengapa semua orang tampak begitu cemas?" tanya Keyna bingung melihat wajah-wajah yang penuh kekhawatiran itu.

"Ke mana saja kau, Nak?" tanya Bara napasnya memburu namun lega tak terlukiskan.

"Tadi Kakak Segar mengajakku pergi ke pusat perbelanjaan. Aku lupa memberi tahu. Maafkan aku, Ayah," jelas Keyna polos.

Bara menghela napas panjang lega. "Lain kali beri tahu Ayah, agar kami tidak cemas seperti ini. Dan kau juga, Segar..."

"Maafkan aku, Ayah," sahut Segar yang muncul di belakangnya dengan santai.

Keira berdiri jauh di sana, menyaksikan semuanya dalam diam. Tak ada satu pun yang menoleh ke arahnya untuk meminta maaf. Tak ada yang merasa bersalah karena telah menuduh dan menyiksanya tanpa alasan yang benar. Mungkin baginya, keberadaannya memang tak pernah berarti.

Keira pun melangkah pergi menuju kamarnya. Ia membasuh luka di wajahnya dan merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lemah.

Rasa sakit di pipi dan rahangnya tak sebanding dengan rasa perih yang kini merembes di hatinya. Sudah berapa kali ia disakiti dan disalahkan atas kesalahan yang tak pernah ia perbuat?

1
Sulati Cus
g usah berharap py temen klu semua palsu, mending sendiri apapun akan aman jika sendiri🤔
Sulati Cus
km nya aneh msh bertahan dg keluarga toxic😔 mending pergi kerja sambil sekolah, ku dulu kg kek gitu pdhl jmn dulu tu susah nyari duit g kek sekarang dg ngoten, nulis online apapun keknya menghasilkan uang😅
Herlina Susanty
buat Keira pergi thor
Herlina Susanty: pergi ke mana aj lah thor yg penting gag kecewa trus 🤣🤣💪
total 2 replies
Cty Badria
karena kamu bodoh 1000% bodoh
Cty Badria
kok cmn 1 up nya
lily
masih membaca kpn bangkitnya ni si keira...
Murni Dewita
ya udah gak usah aja gabung sama orang2 yg spt t
Cty Badria
lupakan saja mereka dari pd sakit hati. buat hekulah hatimu tuk mereka
Cty Badria
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Cty Badria
kenapa g keluar Dr rmh itu setiap hr dipukuli...aj rasanya bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!