Indonesia
NovelToon NovelToon
The Shadow'S Sanctuary

The Shadow'S Sanctuary

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Iblis / Akademi Sihir
Popularitas:994
Nilai: 5
Nama Author: Lucius Aurelius

Di tengah cemoohan keluarga dan stigma sebagai produk gagal bangsawan Pendragon, Wiliam Pendragon menyembunyikan kenyataan bahwa dirinya adalah seorang jenius Level 12 pencipta Pernapasan Pedang Kegelapan sekaligus pemilik Domain Expansion yang ditakuti. Menjalani kehidupan ganda sebagai murid biasa demi menjaga kedamaian ibunya, Wiliam berubah menjadi "Hantu Topeng" saat malam tiba—sosok vigilante bertopeng bertanduk dan berjubah gelap yang membantai kejahatan tak tersentuh hukum secara dingin tanpa memedulikan pahlawan atau villain. Namun, aksinya yang menyisakan jejak sihir unik mulai mengguncang tatanan politik benua, memicu perburuan massal dan menarik perhatian empat entitas Level 20 terkuat di dunia yang mempertanyakan apakah Hantu Topeng adalah pelindung atau justru bom waktu yang siap membumihanguskan tatanan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lucius Aurelius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32

Bab 32: Wujud Sang Iblis Sejati, Gelak Tawa di Medan Pembantaian, dan Bayangan Kejayaan Kaisar Lucifer

​Darah segar berwarna merah pekat terus menetes dari luka menganga di dada kanan Ren, membasahi pasir arena Koloseum Aethelgard yang mulai menghitam. Di hadapannya, Vorgath berdiri menatapnya dengan seringai lebar, mengangkat kedua kapak raksasanya yang dialiri sihir kegelapan pekat. Wajah asli Ren yang tampan tanpa Topeng Bertanduk kini terekspos sepenuhnya, namun tatapan matanya tidak lagi memancarkan ketenangan seorang pendekar pedang.

​Di dalam kedalaman jiwa Ren, Demon Heart berdenyut dengan frekuensi yang teramat sangat gila! Darah Purba Dewi Rubah yang baru saja menyatu di dalam tubuhnya memberikan nutrisi tak terbatas yang memicu evolusi dan amarah liar dari organ iblis tersebut.

​THUMP! THUMP! THUMP!

​Suara detak jantung iblis itu menggelegar dahsyat, hanya dapat didengar oleh Ren di dalam kesadarannya. Dan seketika itu juga... segel wujud iblis murni yang telah lama terlelap di dalam tubuhnya mendadak meledak hancur!

​BOOM—!

​Api Iblis berwarna ungu-hitam yang teramat sangat panas menyembur keluar secara masif dari pilar-pilar pembuluh darah Ren! Hentakan gelombang energi kegelapan itu membumbung tinggi menembus atap Koloseum, membakar jubah hitam dan Baju pelindung yang dikenakan Ren hingga hancur menjadi abu! Ren kini berdiri bertelanjang dada, memamerkan tubuh tegapnya yang dipenuhi pendar urat-urat sihir ungu-hitam yang berdenyut liar!

​CRACK! CRACK!

​Dari dahi kepala Ren, dua tanduk iblis berwarna hitam pekat tumbuh melengkung anggun dan tajam menembus udara! Guratan-guratan pola purba berbentuk kilat hitam muncul mengukir wajah tampannya, membentang tepat di bawah sepasang mata kelabunya yang kini berubah warna menjadi merah darah menyala!

​SWOOSH!

​Dari punggung telanjang Ren, daging dan tulang fisiknya terbelah pelan. Empat sayap iblis berlapis bulu hitam legam yang telah sekian lama tertutup dan tak pernah terbuka, kini membentang raksasa ke udara! Setiap kepakan sayap tersebut memercikkan petir ungu yang merobek kestabilan ruang!

​Tidak berhenti di situ, jemari tangan kanan dan kiri Ren memanjang, tulang-tulangnya berevolusi membentuk tangan iblis bersisik hitam dengan cakar-cakar tajam yang sanggup meremukkan baja murni. Pedang Pandora’s Eclipse di tangan kanannya bergetar hebat, bilahnya memanjang dan meliuk, diselimuti oleh cairan api iblis yang memancarkan mata-mata merah purba di sepanjang gagangnya—berubah wujud secara mutlak menjadi Pedang Iblis Sejati (True Demon Blade)!

​"HAHAHAHAHAHAHAHA!"

​Sebuah tawa jahat, dingin, dan sarat akan kegilaan murni meletus dari tenggorokan Ren! Suara tawa itu bergema bagaikan gema raungan dari kedalaman neraka terdalam!

​HUMMMMMMM—!

​Aura intimidasi absolut dari Wujud Iblis Murni Ren menyebar luas ke seluruh penjuru Koloseum Aethelgard! Hawa dingin yang mematikan menusuk tulang puluhan ribu penonton. Para penonton bertingkat rendah dan rakyat biasa di tribun bawah seketika memegang leher mereka, kesusahan bernapas dan tercekik oleh pekatnya tekanan energi iblis yang mengepul di udara! Banyak di antara mereka yang pingsan berbusa dan jatuh tersungkur di kursi tribun!

​"A-Aura apa ini?!"

"Sesak sekali... Aku tidak bisa menghirup udara!"

"Monster! Pemuda itu bukanlah Manusia biasa... Dia adalah seekor Iblis Sejati!"

​Vorgath sang Ksatria Iblis Tanduk Merah yang berada di hadapan Ren bukannya merasa takut, ia justru membelalakkan matanya yang merah seraya meletupkan tawa liar yang tak kalah menggelegar!

​"BHAHAHAHAHAHA! Luar biasa! Luar biasa sekali, Darkness!" teriak Vorgath dengan otot-otot tubuhnya yang mengembang raksasa. "Ternyata kau menapaki jalan seorang Iblis Murni! Kau menyembunyikan wujud agung ini di balik wajah tampanmu itu?! HAHAHA! Ini baru yang dinamakan pertandingan semifinal yang sesungguhnya! Darahku membara!"

​Di tribun VIP, Hephaestus yang menyaksikan transformasi sempurna Ren seketika menghentikan botol anggurnya di depan mulut. Matanya yang tua membelalak tajam, terpana menatap empat sayap hitam, api ungu, dan tawa gila yang dipancarkan oleh muridnya.

​Ingatan purba puluhan ribu tahun lalu mendadak berputar liar di dalam kepala sang Dewa Pengrajin!

​'Tawa gila itu... Kegilaan aura itu...' batin Hephaestus berguncang hebat hingga tangannya gemetar. 'Sensasi ini... sama persis dengan aura milik Lucifer sang Kaisar Iblis (Demon Emperor Lucifer)!'

​Hephaestus teringat kembali pada masa-masa Perang Agung Multi-Dimensi. Lucifer—eksistensi tertinggi yang kekuatannya berada jauh di atas para dewa Olympus dan panteon mana pun—berada di puncak kekuatan Ranah Supreme Being (Ranah ke-18 dari 21 Ranah Kekuatan Kosmik)! Hephaestus mengingat betul bagaimana Lucifer bertarung sendirian melawan belasan Pimpinan Dewa Panteon sekaligus; mengayunkan pedangnya seraya tertawa gila di atas tumpukan bangkai para dewa!

​'Aku melihat wujud dan jiwa Lucifer di dalam diri anak ini...' bisik Hephaestus dalam hatinya seraya menatap Ren dengan rasa takjub yang tak terlukiskan. 'William Pendragon... kau benar-benar mewarisi kegilaan pangeran neraka yang paling ditakuti oleh seluruh Panteon!'

​"Ayo, Ksatria Iblis! Tunjukkan padaku seberapa keras lehermu saat dipotong oleh pedangku!" teriak Ren seraya melontarkan provokasi dengan tawa gilanya yang menggelegar!

​"Jangan menyombongkan tanduk barumu, Bocah Iblis!" balas Vorgath seraya membenturkan kedua kapak raksasanya hingga memercikkan kilat hitam. "Aku akan memotong empat sayapmu itu dan menjadikannya hiasan di dindat rumahku!"

​BOOM—!

​Keduanya melompat saling menerjang di udara arena dengan kecepatan yang melampaui batas penglihatan mata biasa!

​BAM! BAM! BANG! BANG!

​Bentrokan antara Pedang Iblis Ren dan Sepasang Kapak Raksasa Vorgath meletus secara brutal di udara! Setiap kali benturan senjata terjadi, gelombang api ungu-hitam dan tebasan kilat gelap meledak menghancurkan pasir arena di bawah mereka!

​"HAHAHAHA! Kurang kuat! Kapakmu terasa bagaikan kayu lapuk, Vorgath!" ejek Ren seraya mengepakkan empat sayap hitamnya, meliuk cepat di udara dan melancarkan serangkaian tebasan beruntun yang merobek zirah dada Vorgath!

​SLASH! SLASH! SLASH!

​Darah hitam menyembur dari dada Vorgath! Namun, Ksatria Iblis itu bukannya mengaduh kesakitan, ia justru tertawa semakin keras dan liar!

​"BHAHAHAHA! Bagus! Tebasan yang sangat manis, darkness!" teriak Vorgath seraya memutar tubuhnya di udara, mengayunkan kapak kanannya menghantam bahu kiri Ren hingga sayap iblis Ren terkoyak!

​BANG!

​Ren terlempar menghantam lantai arena, menembus lapisan batu hingga berlubang belasan meter! Namun dalam hitungan milidetik, Ren meloncat keluar dari lubang batu dengan tawa gila yang makin memuncak, cakar iblis di tangan kirinya menyambar wajah Vorgath dan mencakar pipinya hingga terkoyak berdarah!

​"HAHAHAHA! Merasakan rasanya dicakar, Vorgath?!" gelak Ren dengan mata merah menyala.

​"GWAHAHAHA! Lucu sekali! Sekarang giliranku!" balas Vorgath seraya meremas leher Ren dengan tangan kekarnya, lalu menghempaskan tubuh bertelanjang dada Ren ke lantai pasir dan menancapkan kapaknya tepat di dada Ren!

​CRACK-BOOM!

​Pertarungan di antara keduanya tidak lagi menyerupai pertandingan turnamen yang teratur, melainkan pembantaian gila dan saling menghancurkan secara sadis! Keduanya saling menebas, saling memukul, saling mencakar, dan saling mengejek di tengah kepulan debu dan ledakan sihir yang meluas!

​CRACKKKKK—!

​Gelombang kejut dari pertempuran gila itu kian tidak terkendali! Barrier pelindung sihir yang dipasang oleh panitia Koloseum di sekeliling arena mulai mendesis hebat, retakan-retakan raksasa menjalar di sepanjang kaca sihir pelindung!

​"Awas! Pelindung sihirnya tidak kuat menahan pertempuran mereka!"

"Lari! Pelindungnya akan pecah!"

"Energi iblis itu akan membakar kita hidup-hidup!"

​Panitia arena panik setengah mati seraya mencoba menyalurkan mana untuk memperkuat barrier, namun energi bentrokan Ren dan Vorgath terlalu dahsyat!

​Melihat situasi kritis tersebut, Nona Kitsune yang duduk di tribun VIP melangkah maju ke tepi pembatas.

​"Tikus-tikus tak berguna..." gumam Kitsune dingin melihat panitia yang panik.

​Kitsune mengangkat tangan kirinya yang mulus. Tujuh ekor peraknya mengembang raksasa, dan dari ujung jemarinya menyembur pendar sihir perak murni tingkat Mythic!

​HUMMMMMMM—SWOOSH!

​Pendar sihir perak milik Kitsune menyelimuti seluruh arena pertarungan, melapisinya dengan Barrier Sihir Es Purba (Ancient Ice Domain Barrier) yang puluhan kali lebih kokoh dan tebal! Hentakan ledakan api iblis Ren dan kapak Vorgath menghantam barrier baru buatan Kitsune, namun barrier perak itu berdiri kokoh tanpa bergetar sedikit pun!

​Kitsune menyandarkan tangannya di pembatas, menatap Ren yang sedang bertarung gila di bawah sana dengan binar mata cemas yang bercampur dengan kebanggaan mendalam.

​"Mengamuklah sepuasmu, Suamiku..." bisik Kitsune lembut. "Aku yang akan menjaga panggung pertarunganmu."

​Di tengah arena yang kini terbungkus kubah perak Kitsune, pertempuran mencapai puncak kekacauan terkeliar!

​Vorgath melepaskan seluruh simpanan energi Archmages-nya, tubuhnya membesar dua kali lipat menjadi raksasa iblis berotot merah! "TERIMA INI, DARKNESS! TEBASAN PEMBAIK DUNIA!"

​BOOM!

​Sebuah gelombang tebasan kapak raksasa berwarna merah darah berukuran lima puluh meter melesat menghancurkan apa pun di jalurnya lurus ke arah Ren!

​Ren berdiri tegap di atas pasir arena. Empat sayap hitamnya mengembang luas, gabungan energi Demon Heart, Darah Rubah, dan Konsepsi Diri Tekad Pelindung Kosmik meledak menyatu di sepanjang bilah Pedang Iblis Sejati-nya!

​"KAU TIDAK AKAN BISA MENAHAN KEBANGKITANKU, VORGATH! TEBASAN BINTANG IBLIS GUGUR!" teriak Ren dengan tawa gila yang membelah angkasa!

​SWOOSH—BANGGGGGGGGG!

​Ren melompat menembus tebasan kapak Vorgath, membelah gelombang merah darah itu menjadi dua bagian! Dalam sekejap mata, Ren memutar tubuhnya di udara dan menebaskan Pandora’s Eclipse lurus melintasi dada raksasa Vorgath!

​SLASH—CRACK!

​Kedua kapak raksasa milik Vorgath terpotong hancur menjadi dua bagian! Garis tebasan api ungu-hitam menyilang di sepanjang dada Vorgath, menyemburkan darah hitam yang teramat sangat banyak!

​"GHAHK...!" Vorgath tertegun diam, menatap dua gagang kapaknya yang hancur, lalu menatap Ren yang mendarat anggun di belakang tubuhnya seraya mengepalkan empat sayap hitamnya.

​Vorgath menyunggingkan senyuman lebar penuh rasa hormat, lalu tubuh raksasanya rubuh tersungkur menghantam pasir arena! Vorgath tumbang!

​"P-PEMENANG BABAK SEMIFINAL ADALAH... DARKNESS!" seru panitia arena dengan suara gemetar tak percaya.

​Gemuruh sorak-sorai dan teriakan heboh meletus menggelegar menembus seluruh tribun Koloseum Aethelgard! Ren berdiri bertelanjang dada di tengah pasir arena yang hancur, mengangkat Pedang Iblisnya ke udara seraya melontarkan raungan kemenangan yang menggetarkan jiwa seluruh penonton!

1
Ed Troivan
lnjt👍
Ed Troivan
👍👍👍💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!