Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15 Muntah-muntah
Dari lantai 2 Kyarra hanya bisa melihat bagaimana Kelly menikmati donat yang penuh dengan tepung dan gula dimakan bukan hanya satu dua saja.
Kyarra tetap hanya diam, takut, tetapi juga tidak mungkin kembali bertengkar dengan Lina.
"Opa sudah pulang kerja?" sapa Kelly ketika melihat Heri baru saja memasuki area ruang tamu.
"Sudah Kelly. Kelly sedang makan apa sepertinya sangat lezat?" tanya Heri tampak penasaran.
"Donat besar-besar yang telah dibelikan Oma," jawabnya dengan mengunyah makanan itu tanpa henti.
"Wau, besar-besar sekali donatnya, Kelly menyukai donatnya?" tanya Heri.
"Benar Opa, Kelly bahkan sudah habis 3," jawabnya terlihat begitu semangat dengan makanan yang masih penuh di dalam mulutnya.
"Lina apa Kyarra mengetahui hal ini? Apa kamu sudah bertanya terlebih dahulu kepadanya?" tanya Heri terlihat was-was karena menurutnya sedikit berlebihan anak sekecil Kelly harus memakan makanan seperti itu.
"Kelly ini adalah cucu kita, jadi mau dimakan berapapun dan donat atau makanan apapun lagi itu sehat dan tidak bermasalah, maka tidak apa-apa, Papa jangan terlalu berlebihan Kyarra bukan siapa-siapa," jawab Lina sudah pasti menurutnya tidak perlu meminta izin kepada Kyarra.
"Bukan begitu, tetapi kita juga tidak tahu apakah makanan itu cocok apa tidak dan bagaimana jika dokter gigi Kelly melarang untuk memakan hal itu dan akhirnya akan menimbulkan masalah," sahut Heri.
"Pa, setiap makanan yang Mama berikan kepada Kelly itu terlebih dahulu sudah ditanya kepada dokter gizi anak, cocok apa tidak dimakan bagaimana kadar gulanya dan lain sebagainya. Mamanya juga pernah membesarkan anak dan tidak memberi makan sembarangan, wanita itu saja terlalu lebay apa-apa harus dilarang, harus makan ini dan itu, memang dia pikir siapa dirinya, diceraikan saja sudah langsung terhampar dari rumah ini," sahut Lina semakin kesal.
Heri juga hanya menghela nafas yang tidak bisa melakukan apapun. Sementara Kyarra hanya menonton saja.
*****
Kyarra saat ini berada di dalam kamar Alvino yang mana dirinya duduk di atas lantai terlihat berada di dalam laptop yang mengerjakan sesuatu dan sementara Alvino berada di atas ranjang.
Kyarra tiba-tiba saja tidak tenang, merasa ada sesuatu yang membuat pikirannya terganggu dan melihat ke arah Alvino yang tetap fokus pada tablet tersebut.
"Kak!" ucapnya memberanikan diri untuk menegur.
"Hmmmm," Alvino hanya menjawab deheman.
"Hmmm, ini sudah hampir satu minggu kampus kami memberikan beberapa naskah ke perusahaan Kakak, tetapi belum ada balasan sama sekali," ucap Kyarra bertanya secara hati-hati.
"Lalu kamu berharap apa? jika tidak ada kabar yang artinya tidak satupun naskah yang dikirimkan ke perusahaan saya itu bagus," jawab Alvino
"Tetapi bukankah seharusnya kami mendapat jawaban dan alasan yang tepat, agar bisa diperbaiki!" tanya Kyarra.
"Sebaiknya kirim saja naskah kalian untuk perusahaan lain, jika tidak sabar menunggu balasan dari perusahaan saya, meski kamu sudah menikah dengan saya dan bukan berarti ada hal spesial yang harus saya berikan kepada kamu!" tegas Alvino
Kyarra diam dengan menghela nafas.
"Oh iya kak, bagaimana dengan Kelly? Apa Kelly tidak seharusnya disuruh untuk beristirahat?" tanya Kyarra.
"Memang kenapa, kalau Kelly masih bermain bersama dengan Mama dan Papa, itu cucu mereka, lagi pula kamu dan ibu kamu sudah memisahkan Kelly dengan orang tua saya begitu lama, wajar saja jika Mereka ingin menghabiskan waktu," sahut Alvino.
"Tetapi di jam seperti ini sudah seharusnya Kelly beristirahat," sahut Kyarra.
"Kyarra stop, kamu bisa tidak berhenti untuk mengatur, saya ayahnya dan saya lebih tahu bagaimana gimana yang terbaik untuk putri saya. Kamu sebaiknya hentikan semua ini dan kamu lakukan saja sesuai dengan kemauan kamu dan jangan membuat suasana semakin ribet!" tegas Alvino
Kyarra kesulitan menelan ludah, seperti apapun dia berbicara dan tetap saja dia yang disalahkan. Apa yang bisa dilakukan Kyarra.
*******
Pagi-pagi Kyarra sudah menyiapkan sarapan dan kemudian mengetuk pintu kamar Kelly dibantu siap-siap berangkat ke sekolah.
"Kelly, ayo bangun Kelly!"
"Kelly!" Kyarra memasuki kamar itu dan tidak lupa membuka gorden agar sinar matahari memasuki kamar itu dan bisa membangunkan Kyarra.
"Kelly...."
"Sayang bangun!"
Kyarra membantu dengan membuka selimut, tidak sengaja tangan Kyarra memegang Kelly yang terasa begitu hangat.
"Astagfirullah, Kelly kamu sakit!" Kyarra seketika menjadi panik.
"Tante....." Kelly tiba-tiba saja merengek dengan menggaruk-garuk tubuhnya.
Kyarra melihat bagaimana keponakannya itu yang timbul bintik-bintik merah.
"Ya Allah Kelly kamu kenapa?" Kyarra semakin panik melihat keponakannya itu.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
Kelly batuk-batuk sampai muntah yang mengeluarkan darah. Kyarra semakin panik dengan mata melotot.
"Kak!"
"Kak!"
Kyarra teriak begitu kencang sampai terdengar ke dalam kamar Alvino.
"Ada apa lagi sih," ucap Alvino dengan kesal yang kemudian langsung keluar dari kamar dan ternyata bukan hanya Alvin yang mendengar suara teriakan itu kedua orang tuanya dan nenek juga sama-sama memasuki kamar Kelly.
"Ada apa ini, pagi-pagi berisik tidak jelas seperti ini?" tanya Lina dengan wajahnya sudah terlihat marah.
"Kelly!"
Semua orang melihat keadaan Kelly yang membuat mereka kaget.
"Kelly!" Alvino kemudian mendekati putrinya yang terus batuk-batuk dengan mengeluarkan darah dan tubuhnya semakin lemas.
"Apa yang terjadi pada cucu saya? kamu apakan cucu saya bisa sampai seperti ini?" tanyanya dengan amarah yang menggebu-gebu.
"Saya juga tidak tahu Tante apa yang terjadi, Kelly tiba-tiba saja panas batuk-batuk dan muntah darah seperti ini," jawab Kyarra.
"Jika bukan kamu lalu siapa yang tahu hah! Kamu yang selalu memberikan ini dan itu kepadanya sesuai dengan kemauan kamu," Lina berhenti memarahi Kyarra.
"Sudah stop! ini bukan waktunya untuk bertengkar, lihat keadaan Kelly yang seperti ini dan sebaiknya sekarang kita bawa Kelly ke rumah sakit!" tegas Heri.
Alvino kemudian langsung menggendong putrinya itu dan membawanya buru-buru keluar yang diikuti oleh semua orang yang ada di rumah termasuk Kyarra.
"Masuk cepat!" titah Alvino membuka pintu mobil untuk Kyarra membuat karya menganggukkan kepala dan langsung menggendong Kelly untuk duduk di pangkuannya.
Alvino juga buru-buru memasuki mobil dengan duduk di kursi pengemudi dan tanpa banyak berbicara langsung melajukan mobil tersebut dengan kecepatan tinggi ketika melihat putrinya sudah tidak sadarkan diri.
Lina, Heri bersama dengan nenek menyusul dari belakang yang memasuki mobil lain, mereka juga tidak tahu apa yang terjadi dan terlihat begitu panik, termasuk Kyarra benar-benar tidak mengerti mengapa tiba-tiba keponakannya bisa seperti itu dan hal ini baru pertama kali terjadi.
Bersambung....