Indonesia
NovelToon NovelToon
Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bonggiw01

Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!

Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.

ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

“Dengarkan dulu Luna,” lanjut Puan. “Bukan hanya itu, Kalian juga bukan saudara kandung.”

Luna menggeleng cepat, matanya berkaca-kaca. “Bu… Ibu jangan bercanda. Aku mohon… katakan yang sebenarnya…”

“Luna, tenangkan dirimu. Kita harus mendengar ucapan Ibu,” Ryan berkata tenang, meski ia mulai penasaran.

Luna menggigit bibirnya, menunduk, dan memilih diam.

Puan menatap Ryan. “Ryan… Ibumu bernama Zenith Aurelia. Ayahmu… Kyros Foster. Ayah mu adalah ketua Clan Awan Petir dan sekarang beliau sudah menjadi pemimpin Aliansi Pedang Tujuh Langit.”

Ryan terbelalak . 'Ayahku Ketua Clan dan juga pemimpin aliansi?! Apa ini nyata?! Benar-benar tidak terduga! Tenyata bocah ini keturunan dari pria kuat!'

Puan melanjutkan, “Ibumu adalah putri dari Clan Kabut Dingin. Mereka saling mencintai, tapi hubungan mereka harus dirahasiakan karena tidak di restui. Dan aku hanyalah seorang pelayan yang diminta membesarkanmu dan membawamu jauh dari bahaya.”

Ryan menarik napas dalam-dalam. 'Jadi tubuh anak ini memang darah bangsawan dari dua klan besar. Wajar saja bakatnya sangat luar biasa. Aku sudah curiga dari awal. Semua yang aku lakukan, tubuh anak ini bisa memahami nya dengan mudah'

Puan menoleh pada Luna. “Dan kamu, Luna… Ayahmu bernama Tomy, anggota inti Clan Kabut Dingin. Ibumu, Mella, hanyalah seorang pelayan. Karena takut hubungan mereka diketahui, Tomy meminta Ibu membesarkanmu bersama Ryan.”

Luna terpaku. Matanya mulai basah. “Jadi… aku dan kak Ryan… bukan saudara?”

Puan mengangguk pelan. “Ibu harus memberitahu kalian karena itu janji Ibu kepada orang tua kalian. Setelah kalian dewasa, kalian berhak tahu.”

Air mata mengalir di pipi Luna. Ia lalu memeluk Puan erat-erat. “Meski begitu… Ibu tetaplah ibu kami.”

Puan tersenyum, menahan air mata. “Terima kasih, Luna.”

Sementara itu, Ryan hanya berdiri sambil menatap keluar jendela kecil gubuk itu. 

'jika semua ini benar… maka ini akan merepotkan. Aku sekarang anggota Kultus Iblis, dan mendekati keluarga besar seperti mereka akan sangat berbahaya untuk ku'

---------

Keesokan paginya, sinar matahari menembus celah dinding gubuk. 

Hari ini, mereka akan meninggalkan Desa Binhar untuk menemui orang tua kandung sesungguhnya.

Puan berdiri di depan mereka, tangannya memegang sebuah kotak kayu kecil. 

Wajahnya berusaha tersenyum. “Ryan… bawa ini bersamamu. Ini adalah bukti bahwa kau keturunan Clan Kabut Dingin” ujarnya sambil membuka kotak itu. 

Di dalamnya ada sebuah kalung emas yang berkilau, dengan lambang awan putih.

Ryan menerimanya dengan kedua tangan. “Aku akan menjaganya.”

Puan kemudian mantap Luna, membelai rambutnya. “Luna, kau harus menemui orang tuamu. Mereka pasti sudah lama merindukanmu.”

Luna menggigit bibir, menahan tangis. “Ibu… terima kasih telah merawatku selama ini. Meski kau bukan ibu kandungku, bagiku… Ibu tetaplah ibuku.”

Puan memeluknya erat. “Baiklah… cepatlah berangkat, Nak. Ibu akan baik-baik saja di sini.”

Ryan menunduk memberi hormat. “Kami pergi dulu, Bu.”

Mereka melangkah meninggalkan desa. 

Ryan menoleh sebentar, melihat sosok Puan yang berdiri di depan gubuk.

'Aku sudah meninggalkan satu kantong emas di meja. Itu seharusnya cukup untuk membuat nya hidup tenang di masa tuanya.'

Beberapa waktu kemudian, Luna menoleh ke arah Ryan. “Kak… apa kita akan langsung ke Kota Zhaon untuk pergi ke Clan Kabut Dingin?”

Ryan melirik adiknya. 

Penampilannya lusuh, pakaian kumal, dan debu menempel di rambutnya. “Tidak. Kita mampir ke Kota Thora dulu. Kakak ingin membelikanmu hadiah.”

“Ah… tidak perlu, Kak! Lebih baik Kak Ryan simpan uangnya,” ujar Luna sambil menggeleng.

“Luna, kamu adikku. Sudah sepantasnya seorang kakak memberikan hadiah.” Ryan tersenyum tipis. 

'Setidaknya itu yang pernah aku dengar dari seseorang pada adik nya' pikirnya.

Luna menunduk, wajahnya memerah. “Baiklah… terima kasih, Kak.”

Perjalanan mereka memakan waktu setengah hari. 

Dari kejauhan, tembok tinggi Kota Thora mulai terlihat. 

Saat mereka masuk melalui gerbang kota, keramaian langsung menyambut mereka. 

Pedagang berteriak menawarkan barang dagangan, aroma roti panggang bercampur dengan bau rempah, dan derap langkah kuda memenuhi udara.

“Ini pertama kalinya aku ke kota,” gumam Luna kagum. 

Matanya berbinar melihat bangunan-bangunan batu yang kokoh, dan pakaian mewah yang dikenakan para penduduk.

“Luna, ayo ikut aku,” Ryan menggiringnya menuju sebuah toko pakaian mewah di sudut jalan. 

“Berikan beberapa pakaian bangsawan untuk gadis ini,” kata Ryan sambil meletakkan satu koin emas di meja.

“Baik, Tuan,” jawab pelayan itu cepat, suaranya penuh hormat.

Luna dibawa ke ruang ganti. 

Sesaat kemudian, ia keluar mengenakan gaun bermotif bunga berwarna merah muda. “Kak, bagaimana dengan ini? Cocok untukku?”

“Hmm... Kurasa itu cocok,” jawab Ryan, matanya menilai dengan tenang.

Luna tersenyum, lalu kembali berganti. 

Kali ini ia keluar mengenakan pakaian anggun berwarna biru langit, dengan hiasan bordir awan di bagian lengan. 

Rambutnya disisir rapi, membuatnya terlihat anggun.

"Bagaimana dengan ini kak?"

“Cantik… kamu terlihat sangat cantik, Luna,” jawab Ryan tulus.

Pipi Luna memerah, hatinya berdegup kencang. 'Kak Ryan… dia bukan saudara kandungku. Apa artinya aku… bisa menikah dengannya?' pikirnya, lalu buru-buru menunduk agar Ryan tak melihat wajahnya yang memanas.

Setelah selesai berbelanja, Luna kini tampil bak putri bangsawan. 

Mereka berjalan di jalan kota, dan Luna terlihat sangat senang dengan pakai baru nya.

Namun, langkah mereka terhenti saat sekelompok pendekar berjalan dari arah berlawanan. 

Salah satunya, menatap Luna tajam.

“Luar biasa… aku tak pernah melihatmu di sini, cantik. Apa kau datang dari luar kota? Bagaimana kalo kita main sebentar?” tanyanya, suaranya licik.

Luna mundur setapak, lalu bersembunyi di belakang Ryan.

Ryan menatapnya dingin. “Minggir Tolol" ucap nya datar.

Pria itu marah lalu menghunus pedangnya. “Bajingan! Apa yang kau katakan barusan?! Aku tolol?! Beraninya kau mengatakan itu! dari mana kau berasal, Heh? Kau pikir sedang bicara dengan siapa? Atau kau Mau kupotong tanganmu?”

Keributan itu menarik perhatian banyak orang. Bisik-bisik terdengar dari segala arah.

'Terlalu Banyak orang di sini. Kalau aku membunuh mereka sekarang, aku juga harus menghabisi semua saksi yang melihat kami. Tidak… itu terlalu berlebihan' pikir Ryan.

Ia menoleh sebentar pada Luna, “Ayo kita pergi dari kota ini, Luna.”

Pria itu tertawa keras. “Hahaha! Lihat Dia! Sepertinya dia yang mencoba terlihat keren di depan gadis cantik itu?! Padahal aku sangat tahu! dia pasti sebenarnya sangat ketakutan oleh ku!”

“Benar boss, dia pasti sangat ketakutan! Sebaik nya kita ikuti dia ke luar kota,” sahut temannya. “Dan malam ini… kita dapatkan gadis cantik itu untuk di tiduri!.”

Ryan melangkah pelan, diikuti Luna. 

Di belakang, kelompok pendekar itu mengikuti sambil menertawakan mereka. 

Namun, di mata Ryan, ini adalah undangan menuju kematian mereka sendiri.

'Sepertinya mereka ingin mati hari ini' pikir Ryan.

1
Endi Tu Endy
dari awal lagi kah
Terserah
gass thor 🍻
V.MaryGrace
lanjut thorr
Terserah
ninggalin jejak dulu
Ed Troivan
update terus💪👍
The Rizki: kenalan yuk
total 1 replies
Ed Troivan
Lumayan ceritanya thorku 💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
xebeck D ron
awal lagi nih?
ZAHRANI
keren mantap jiwa thor👍👍
Heroik gg
katanya season 2 bang kok balik season 1
Anonim
👍
Betesyon Betesyon
ini cerita nya di mulai dari awal lagi kah?
RR
lagi pindahan atau lagi tes ombak nih bang😁, semangat terus pokonya dahh
ZAHRANI: bang jangan sampek hiatus😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!