Indonesia
NovelToon NovelToon
Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:88.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Tap tap tap.

Siska berlari terengah-engah menyusuri lorong mall menuju toilet wanita.

Wajahnya merah padam menahan tangis dan rasa malu yang luar biasa akibat dipermalukan di depan teman-temannya.

Brak.

Ia membanting pintu toilet dan langsung menangis tersedu-sedu.

"Hiks hiks, berani-beraninya gembel sialan itu mempermalukanku di tempat umum."

Siska mengusap air matanya yang mulai merusak riasan mahalnya.

Ia segera merogoh tasnya mengambil ponsel dan menelepon Kevin untuk mencari pelampiasan.

Tuuuut, tuuuut, klik.

"Halo sayang, ada apa telepon aku siang-siang begini, aku sedang pusing mengurus proyek."

Suara Kevin terdengar dari seberang telepon dengan nada yang sedikit kesal dan terburu-buru.

"Kevin sayang, hiks hiks, aku baru saja dihina habis-habisan oleh mantan suamiku yang miskin itu."

Siska merengek dengan nada paling manja yang bisa ia buat.

"Dia berlagak sombong menyewa Mercy G-Class dan membeberkan kalau aku menjual kalung lamaku untuk makan."

Siska membalikkan fakta seolah Amir yang mencari masalah duluan dengannya.

Terdengar suara hembusan nafas kasar dari Kevin di seberang sana.

"Astaga Siska, aku kan sudah bilang sabar sedikit bulan ini."

"Urusan audit ayahku ini sangat rumit, tapi tenang saja bulan depan proyek ini cair ratusan miliar."

Kevin meyakinkan Siska dengan janji manis yang selalu berhasil menipu ego wanita itu.

"Kalau uangnya sudah cair, jangankan mobil G-Class sewaan, aku belikan kau Lamborghini keluaran terbaru biar gembel itu menangis darah."

Kevin membual dengan sangat meyakinkan tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Siska seketika tersenyum lebar mendengar janji Lamborghini tersebut.

"Benar ya sayang, aku pegang janjimu bulan depan."

"Tentu saja sayang, sudah dulu ya aku mau lanjut rapat penting dengan dewan direksi."

Klik.

Sambungan telepon diputus cepat oleh Kevin yang beralasan sibuk.

Siska merapikan riasannya di depan cermin dengan senyum angkuh yang kembali terpasang kokoh.

"Tunggu saja pembalasanku bulan depan, Amir."

"Aku akan menggilas kesombongan palsumu itu dengan Lamborghini dari tunangan konglomeratku."

Siska bergumam penuh kebencian tanpa tahu bahwa Kevin sebenarnya sedang dikejar debt collector dan dikejar cicilan mobilnya sendiri.

Sementara itu, di dalam restoran fine dining.

Cling.

Suara pisau dan garpu bergesekan memotong daging steak wagyu A5 yang sangat empuk di piring Amir.

Amir menikmati setiap gigitan makan siangnya dengan sangat tenang dan elegan.

Ini adalah pertama kalinya ia merasakan daging seharga jutaan rupiah yang langsung lumer di dalam mulutnya.

"Rasanya memang luar biasa, kualitas daging ini sepadan dengan harganya."

Amir mengelap mulutnya dengan serbet putih dan memanggil pelayan untuk meminta tagihan.

Total makan siangnya menghabiskan lima juta rupiah dan ia membayarnya tanpa berkedip sama sekali.

Setelah keluar dari restoran dan mengambil kunci dari petugas valet, Amir kembali masuk ke dalam mobil G-Class miliknya.

Brmmm.

Mesin mobil menyala memberikan getaran halus namun bertenaga yang sangat menenangkan.

Amir bersandar di kursi kemudi yang dingin sambil memikirkan langkah selanjutnya.

"Uang tunai di rekeningku sekarang tersisa sekitar dua miliar rupiah."

"Apartemen mewah memang nyaman, tapi aku butuh sebuah rumah besar tapak bumi sebagai istana pribadiku."

Amir menyadari bahwa aset properti adalah simbol kekayaan mutlak yang tidak bisa dibantah di mata masyarakat kelas atas.

Ia mengambil ponselnya dan mencari informasi tentang penjualan rumah mewah di kota ini.

Matanya langsung tertuju pada sebuah iklan lelang properti sitaan bank yang sedang berlangsung siang ini.

Sebuah rumah gedongan di kawasan elite Bukit Permata sedang dilelang terbuka karena pemilik lamanya bangkrut terlilit hutang.

"Bukit Permata adalah kawasan perumahan paling mahal dan teraman di kota ini."

"Hanya para pejabat negara dan pengusaha kelas kakap yang mampu tinggal di sana."

Amir tersenyum tipis melihat alamat balai lelang tersebut yang tidak jauh dari posisinya sekarang.

"Aku akan membeli rumah itu secara tunai dan menjadikannya markas utamaku."

Mobil SUV hitam legam milik Amir langsung melaju membelah jalan raya menuju gedung balai lelang di kawasan pusat bisnis.

Tiga puluh menit kemudian, ia memarkirkan mobilnya di antara deretan mobil mewah sedan Eropa lainnya.

Amir turun dan berjalan masuk ke dalam gedung megah itu dengan langkah tegap.

Ia mendaftar di meja resepsionis dan membayar uang jaminan lima ratus juta rupiah dari ponselnya untuk mendapatkan hak ikut penawaran.

Seorang staf memberikan sebuah pelat bernomor 08 kepadanya.

Ceklek.

Amir membuka pintu ruang lelang yang didesain terlihat seperti teater kecil berlapis karpet merah tebal.

Ruangan itu sudah diisi oleh puluhan pria dan wanita berpakaian jas formal dan gaun mewah.

Amir yang hanya memakai kemeja kargo biru dongker dan celana panjang terlihat sangat mencolok di antara kerumunan elit tersebut.

Beberapa orang langsung menatapnya dengan pandangan meremehkan dari atas sampai bawah.

Amir sama sekali tidak peduli dan memilih duduk di kursi baris tengah yang masih kosong.

"Hei anak muda, kau yakin tidak salah masuk ruangan?"

Seorang pria gendut berkumis tebal yang duduk di sebelah Amir tiba-tiba membuka suara.

Pria itu memutar-mutar cincin batu giok besar di jarinya dengan gaya yang sangat arogan.

"Ini bukan tempat untuk pelelangan motor bekas tarikan leasing yang harganya jutaan."

"Rumah yang dilelang hari ini harga bukaan awalnya saja mencapai sepuluh miliar rupiah murni."

Pria gendut itu terkekeh meremehkan penampilan kasual Amir yang dianggapnya seperti anak magang.

Amir menoleh pelan menatap wajah berlemak pria gendut tersebut.

Aura intimidasi dari Keris Naga Darah Majapahit yang bersemayam di dalam inventarisnya perlahan menguar keluar.

Mata Amir menyorot tajam menembus bola mata pria itu bagaikan tatapan raja iblis pembawa maut.

"Urus saja urusanmu sendiri Paman, atau kau mau kulempar keluar dari ruangan ini lewat jendela?"

Amir menjawab dengan nada yang sangat pelan namun berat dan sangat mengancam nyawa.

Glek.

Pria gendut itu mendadak menelan ludah dengan susah payah hingga tenggorokannya sakit.

Keringat dingin sebesar biji jagung tiba-tiba menetes deras dari dahinya tanpa bisa ia kendalikan.

Ia merasakan hawa dingin yang mencekik paru-parunya hanya karena ditatap sekilas oleh pemuda di sebelahnya itu.

"Ba... baik, maafkan saya, saya tidak bermaksud menyinggung Anda."

Pria gendut itu langsung menundukkan kepalanya ketakutan dan menggeser duduknya menjauhi Amir secara perlahan.

Amir kembali menatap ke depan podium dengan tenang seolah tidak terjadi ancaman apa-apa.

1
VirgoRaurus 31Smile
ceritanya makin lama membosankan... khayalan dewa level tinggi dan kecongkaan super dewa... lihat aja yg like merosot tajam....
kiyoe: hehehe iyaa kak maaf yaa
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
debu air.... 🤣🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
lama lama sistem kok seperti babunya MC ya... kok aneh.
VirgoRaurus 31Smile
melarikan diri dg nyawa yg tersisa... emang dia punya berapa nyawa Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
pembunuh memanjat dinding dan ditendang punggungnya ditendang MC hingga terlempar kedepan... kedepan mana Thor... kan dia sedang memanjat dinding, emang kalau manjat dinding posisinya gimana Thor... kok dia bisa terlempar ke depan. 🤭🤭🤭
VirgoRaurus 31Smile
kok bisa... MC melelang pedang tsb untuk mendapatkan uang, tapi MC sendiri yg memenangkan lelang itu, uang darimana...?
VirgoRaurus 31Smile
pulau benua.... pulau ya pulau, benua ya benua... kok dicampur aduk.
VirgoRaurus 31Smile
MC lupa dg kota Atlantis yg hilang... tempo hari MC gak bisa buka gerbang dg trisulanya...
VirgoRaurus 31Smile
hmm... Palung Mariana... segitiga Formosa selat Madagaskar, sumur Siberia... laut selatan...
VirgoRaurus 31Smile
makanan ala kerajaan eropa... ternyata cuma telur dadar gulung... hadeh... 🤣🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
gimana lambung kapal bisa tergores... kan yg ditembak 10m didepan kapal...
VirgoRaurus 31Smile
pemakaian terakhir terus... katanya waktu mancing di danau hitam itu yg terakhir...
VirgoRaurus 31Smile
seluruh sistem elektronik hangus terbakar... tapi di robot Sebastian gak ikut terbakar... aneh kau Thor...
VirgoRaurus 31Smile
arogansi super dewa...
VirgoRaurus 31Smile
MC mulai sombong... super sombong.
VirgoRaurus 31Smile
kompasnya punya mulut dan bisa berenang... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
rupanya ruangan Viktor gak pernah dibersihin... debunya tebal sekali... 🤣
VirgoRaurus 31Smile
membangunkan naga iblis yang sangat salah... apa dengan sangat salah, Thor...
kiyoe: aduh othor pusing kak 😭
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
cerutu mahal kuba itu di produksi di Sumatra yang di impor oleh kuba... 👍
kiyoe: wah gitu yaa kak othor baru tau hehe makasih infonya yaa kak
total 1 replies
VirgoRaurus 31Smile
segitiga Formosa belum di rambah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!