Indonesia
NovelToon NovelToon
Nadhila Story

Nadhila Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / CEO / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yuliani Rismaya

Nadhila Sahila Puteri ialah Gadis yang terlahir dari keluarga yang sederhana. setiap harinya ia sibukan untuk bekerja. Hanya dia Setiap masuk kerja selalu sering terlambat, sampai atasan nya bosan memperingatkan.
Karena kinerjanya yang bagus, ia masih di pertahankan oleh perusahaannya.

Suatu hari ia akan di pertemukan dengan atasan baru yang melainkan Anak Pewaris perusahaan nya yang bernama Hessel Wiliam Jaya.
Ia merupakan Sosok Pemuda tampan yang berwajah dingin, namun berhati baik.
ia sangat di siplin dalam segala hal.


Mampir yaa readers ini merupakan karya ke dua aku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliani Rismaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Aneh.

Nadhila kini tengah duduk di kursi meja makan yang panjang nan megah, namun yang duduk hanya ada tiga orang saja, yaitu Hessel, Oma Hessel, dan Nadhila.

Oma Hessel terus tersenyum menatap Nadhila yang sangat cantik dengan mengenakan gaun merah namun sangat sopan penampilan nya.

"Hessel, kenapa kamu menyembunyikan ini dari oma?" Tanya Oma Hessel.

Hessel mengerutkan dahi nya.

"Menyembunyikan soal apa Oma?."

Hessel belum mengerti akan pertanyaan Oma nya.

Sedangkan Nadhila mendengarkan di sela suapan nya. Dengan Hati cemas, takut ibunya mengkhawatirkan dirinya yang sudah malam namun juga belum pulang.

"Menyembunyikan Kekasih mu yang cantik." Ucap Oma menuturkan dengan tersenyum menatap Nadhila.

Nadhila seketika langsung tersedak, mendengar penuturan Oma yang memuji dirinya.

Hessel pun dengan cepat menyerahkan segelas air minum yang sudah berada di depan nya.

"Pelan-pelan..." Hessel dengan memegang gelas itu, meminumkan kepada Nadhila.

Nadhila pun pasrah menurut, apalagi ini di depan Oma nya.

Oma Hessel tersenyum, menatap Hessel yang begitu manis memperlakukan Nadhila.

"So Sweet juga kamu." Tutur Oma kepada Hessel.

Hessel pun menjawab dengan tersenyum.

"Kapan kamu akan mengikat Nadhila.?"

Oma Hessel menatap Hessel dengan serius.

Nadhila yang mendengarkan semakin gelisah, Oma nya terus membicarakan tentang nya.

Hessel mengerutkan dahi nya kembali atas pertanyaan Oma yang selalu tidak di mengerti nya.

"Mengikat?." Hessel malah berucap kembali apa yang Oma nya tanyakan.

Oma nya pun mengangguk.

"Hessel tidak mengerti Oma." Akhirnya Hessel mengatakan kalau dirinya memang tidak mengerti.

"Mengikat, masa kamu tidak tahu?. Bertunangan maksud Oma." Oma menuturkan apa maksudnya.

Nadhila pun melotot, tak di sangka Oma Hessel semakin berbincang tentang hal yang serius. Nadhila pun melirik ke arah Hessel, ingin tahu apa jawaban Hessel kepada Oma nya.

"Hessel akan mempertimbangkan nya Oma." Hessel menatap lurus, ia memberikan jawaban itu memang benar adanya, karena Nadhila saat ini hanya menjadi kekasih pura-pura Hessel di depan Oma.

"Loh koq di pertimbangkan?. Apa yang harus di pertimbangkan nya Hessel?. Nadhila menurut Oma pantas menjadi pendamping hidup kamu. Kamu mau nyari yang bagaimana lagi?." Oma Memang Setuju dengan Nadhila yang menjadi pendamping Hessel.

Hessel meneguk air minum yang di depan nya, ia telah selesai dengan makan nya.

Lalu kemudian Hessel menatap ke arah Nadhila yang sedari menunduk, bahkan selera makan Nadhila hilang ketika Oma Hessel menanyakan perihal Pertunangan nya Hessel dengan dirinya.

"Nanti lagi saja bahas nya. Sekarang Hessel mau mengantarkan Nadhila pulang. Ayo Nadhila!." Hessel bangkit seraya mengajak Nadhila untuk pulang.

Nadhila pun mengangguk, sebelum bangkit dari duduk nya Nadhila berpamitan terlebih dahulu kepada Oma Hessel yang masih duduk di tempatnya.

"Oma, Nadhila pamit pulang ya. Selamat malam Oma." Nadhila seraya menyalami tangan Oma Hessel.

Oma Hessel pun tersenyum dan mengangguk.

Nadhila pun melangkah ke arah pintu luar, namun ia ingat bahwa Tas milik nya masih berada di dalam kamar Hessel.

Tapi ketika Nadhila mau melangkah ke arah dalam kembali, Hessel sudah mencegahnya.

"Tas kamu sudah Saya bawa. Sekarang cepat masuk ke dalam mobil." Hessel ternyata sudah menunggu di dalam mobil, dan mengatakan kalau tas milik Nadhila sudah di bawa nya.

Nadhila pun melangkah kembali ke arah luar, dan bergegas masuk ke dalam mobil yang terdapat Hessel di dalam nya.

Ketika Nadhila ingin membuka handle pintu belakang mobil Suara Hessel kembali terdengar.

"Siapa suruh kamu duduk di belakang. Saya bukan sopir kamu." Ucap Hessel yang memang ia duduk di balik kemudi.

Nadhila pun menurut, ia kini membuka handle pintu depan mobil, Nadhila pun duduk.

Namun Nadhila ke susahan untuk memakaikan Seatbelt nya, dengan tanpa di duga Hessel mendekat dan memasangkan Seatbelt untuk Nadhila.

Nadhila deg-degan di buat nya. Karena selama ini Nadhila tidak pernah dekat dengan lawan jenis sedekat sekarang ia bersama Hessel. Tercium aroma khas Maskulin dari tubuh Hessel menyeruak ke indra penciuman Nadhila. Detak jantung Nadhila seakan ingin melompat dari tempatnya.

Oh Tuhan.... Ada apa dengan jantung ku?

Ini Aneh sekali Rasa nya.

Nadhila berbicara dalam hati nya, dan terlihat Hessel telah selesai memasangkan seatbelt nya untuk Nadhila.

Hessel pun kembali duduk tegak di balik kemudi nya, ia langsung menancapkan gas mulai melajukan mobil nya.

Hessel melirik ke arah Nadhila.

"Sebutkan alamat rumah mu." Hessel meminta Nadhila menyebutkan alamat rumahnya.

"Jalan M blok 3 Pak." Nadhila mengatakan alamat nya.

Hessel pun tidak berbicara lagi ia fokus pada setir nya, membelah jalanan yang begitu padat malam ini.

Begitupun dengan Nadhila ia terdiam dengan sesekali melirik jalanan lewat jendela mobil.

Tak terasa, Hessel pun menghentikan mobil nya sesuai alamat yang Nadhila tadi ucapkan. Nadhila melirik ternyata ia sudah sampai.

"Terima kasih Pak. Bapak telah mengantarkan Saya. Apa bapak mau singgah dahulu?."

Nadhila dengan membuka seatbelt nya.

Hessel hanya menggelengkan kepala nya tanda ia tidak akan singgah.

"Nadhila, terima kasih kamu sudah mau membantu saya hari ini."

Hessel walau pun dingin orang nya, namun tetap ia jika merasa orang lain telah membantu nya ia akan mengucapkan terima kasih.

"Ah i iya pak sama-sama." Ucap Nadhila, dan mulai mau membuka pintu mobil.

"Saya pamit ya pak." Nadhila tersenyum dan keluar mobil Hessel.

Hessel seakan membeku, melihat senyuman Nadhila yang begitu cantik. Jantung nya kini berdebar, Hessel pun meraba dadanya merasakan irama detak jantung nya yang sedari tadi berdetak kencang.

Ah ada apa dengan jantung ku?

Apa aku harus periksa jantung ku?

Ini aneh sekali.

Perasaan apa ini?

Hessel pun mulai melajukan mobil nya kembali, untuk kembali pulang ke kediaman nya.

Nadhila yang sudah sampai, membuka sepatu kerja nya dan menaruhnya di rak sepatu yang berada di luar.

"Assalamualaikum... Nadhila pulang." Ucap Nadhila dengan melangkah masuk ke dalam rumah.

"Wa'alaikum salam... Kamu baru pulang nak?. Ibu cemas sekali. Biasa nya kamu pulang paling lambat jam 6."

Ibu Nadhila mencemaskan ke adaan Nadhila.

"Ah iya maaf bu. Nadhila tadi lupa tidak memberi tahu ibu, kalau Nadhila Lembur lebih lama." Nadhila berbohong, tidak mungkin mengatakan ia telah dinner terlebih dahulu bersama direktur nya.

Namun Ibu Nadhila menyelidik baju dan penampilan Nadhila. Nadhila memakai Gaun berlengan panjang, dan menjuntai ke bawah kaki nya, dengan terlihat bahan dan motifnya itu bukan harga yang murah.

Kemudian ibu Nadhila melirik wajah Nadhila yang begitu cantik memakai make-up, walaupun Nadhila tadi hanya ber make-up tipis, namun Terlihat sangat Cantik.

"Dhila, kamu tadi berangkat kerja bukan memakai baju ini?." Tanya Ibu Nadhila yang telah selesai menyelidik.

"Ehmm.... Itu di kasih pinjam sama Rere bu. Tadi baju Nadhila ke basahan . Dhila, pamit ke kamar ya bu." Nadhila buru-buru menuju kamar nya, Ia tidak mau di tanya lebih banyak lagi oleh Ibu nya.

Nadhila pun dengan cepat mengunci pintu kamar nya, takut sang Ibu menerobos masuk.

Nadhila pun merebahkan tubuhnya di atas kasur milik nya yang berukuran standar, tidak seperti kasur milik Direkturnya yang Besar dan Luas.

Nadhila langsung mengingat kejadian tadi yang membuat jantung nya terus bergemuruh, bahkan detakan nya kencang ketika selalu berdekatan dengan Hessel sang direktur.

Nadhila menggelengkan kepala dengan cepat, ketika sadar mengingat wajah Bos nya yang tampan. Nadhila menepis rasa yang aneh menghampiri nya, Nadhila tidak mau itu terjadi. Nadhila berpikir itu hanya kebetulan jantung nya berdetak kencang saja.

Nadhila pun menguap, ia mulai menutup ke dua matanya dan terlelap tidur.

Bersambung.

1
Mi Yati
bagus
Yuli Ana
bagus aku suka..
Dietji Ndaomanu
lnjt kk...bgaimana nasib dila
HotCupid
SERUU.....BUET CERITANYA
TexasTiger
sukses selalu authorr 、歴洟 aku selalu mendukung mu
JellyCuddles
Karakternya jangan dibikin yang sedih sedih gitu dong thor.. aku jadi ikut sedih
Intan Haryanti
Apa kak author ga denger jeritan hatiku buat kk lanjut bab baru?
Atas Untuk Diikuti
wahhh..bagus banget ceritanya,q suka banget.....cepat lanjutin ceritanya yha mbm.q tunggu kelanjutan ceritanya,seru banget.....
Windy Miller
aaa d tunggu eps selanjutnya *baru kali ini ninggalin jejak hhwhw:窶コ semangat ya author
enjouecollectif
Seperti mati lampu, ya author‾ hariku tanpa kelanjutaaan ceritamu‾
margoandme
Aku pengen bisa buat cerita kaya kamu Thor. Kamu selalu bikin orang-orang bahagia karena karyamu dibaca orang lain :)
theseafiles
Aku galau karenamu Thor! Mana lanjutannya Thor huhuhu
alchemyworks
alurnya jelas ceritanya menarik.. semangat buatmu thoor.. 5 star n like buatmu!!!! 
ForGoodluck
Aku suka sama cara penulisannya kak author! Gampang dipahami buat para pembaca
SecretFruity
Aku setia rebahan disini menunggu cerita kakak hihi
Mrextinct Hashtag
Ceritanya makin seruuuu! Semangat Thor!
Ika Luie Luii
nexs. thoor
Cakrabirawa Tarihoran
Panggilan kepada author, segera up bab selanjutnya!!
Mata Diam
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini‾
Batik Al Mia
semangat 46 Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!