Indonesia
NovelToon NovelToon
Desa Kemomong

Desa Kemomong

Status: tamat
Genre:Spiritual / Horor / Tamat
Popularitas:84.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Meylani Putri Putti

Kepercayaan sebuah desa yang dilanggar oleh sebagian kontraktor sebuah perkebunan yang berniat membuka lahan membawa mereka ke dalam masalah besar.

Sejumlah kecelakaan kerja terus terjadi dan menghilangkan banyak nyawa.

Peringatan warga desa di anggap sepele.
Hingga satu-persatu para pekerja meregang nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan sembarang di hutan

Sesampainya di mes, Adit langsung mengambil sesuatu di dalam tasnya kembali. 

Ia mengeluarkan sebuah garam kasar.

Adit menaburkan garam kasar itu di sekeliling tempat tidur, hal itu membuat Rian terbangun dari tidur lalu menegur Adit.

“Kamu ngapain Dit?” tanya Rian.

“Ini naburin uyah grasak,” ujar Adit.

“Apa itu dan untuk apa?” sahut Rian yang binggung.

“Uyah grasak itu adalah garam asli dari air pantai tanpa di proses di pabrik. Konon uyah ini bisa penghalau makhluk halus biar aku tidur bisa tenang gak di gangguin,” sahut Adit yang masih sibuk menaburkan garam kasar di sekeliling tempat tidurnya.

“Udahlah aku mau lanjut tidur saja, aku pusing liat tingkah laku kamu,” ucap Rian.

‘Uh dasar, sontoloyo tadi ningalin aku, gara-gara kamu ningalin aku jadi aku ketemu sama itu poci,' guman Adit yang kesal.

‘Udah jangan si omongin lagi Dit, entar dia datang lagi,' gumam Adit kembali teringat sosok pocong yang ia lihat.

Adit melihat di sekelingnya semua temannya sedang tertidur dengan pulas. 

Sesudah selesai Adit pun kembali ke tempat tidurnya, merebahkan kembali tubuhnya. Sayup-sayup mata Adit mulai mengantuk beberapa kali pun ia mulai menguap.

Namun di saat Adit mulai memejamkan matanya, ia mendengar kembali suara aneh.

Adit mendengar suara tawa yang cekikikan.

Mendengar suara tawa yang melengking dan cekikikan, mata Adit pun langsung terbuka rasa merinding mulai ia rasakan kembali.

Adit yang mencoba memberanikan diri melihat di sekelilingnya dan benar saja di saat ia melihat di atas langit-langit mes tanpa plafon hanya tiang-tiang langit saja.

Di sana terlihat dengan jelas sesosok makhluk dengan rambut panjang terurai hingga menutupi wajahnya di tambah lagi mengenakan pakaian putih yang lusuh sedang duduk di tiang-tiang plafon sambil tertawa cekikikan.

Melihat fenomena yang seram kembali Adit pun menarik selimutnya sampai menutupi seluruh badannya.

‘Gusti Allah, lindungi Adit,' gumamnya di balik selimut sambil berdoa.

Adit memejamkan matanya ia tidak berani untuk membuka matanya, dan hanya bisa berdoa sampai akhirnya Adit pun mulai tertidur.  

Keesokan paginya Adit dan rekan timnya sedang mengopi santai sambil menikmati singkong rebus yang ia buat.

“Ini singkongnya ayo semua pada kumpul mumpung masih panas,” Adit yang menawarkan singkong rebus.

Adit mencerita kejadian yang ia alami kepada rekan satu timnya namun semuanya tidak ada yang percaya dengan ucapan Adit.

Jam sudah menunjukkan 09.00 pagi mereka semua mulai bekerja dengan memegang peran masing-masing.  

Tidak lama kemudian Kuncoro di bonceng oleh salah satu warganya.

“Permisi, pimpinannya mana?” tanya Kuncoro kepada Edwin yang ingin menaiki mobil alat beratnya. 

“Ada Pak, sebentar saya panggilkan terlebih dahulu. Ini dengan Bapak siapa?” tanya Edwin.

“Saya Kuncoro, kepala desa di desa Kemomong,” jelaskan Kuncoro.

“Oh iya Pak, tunggu sebentar,” ucap Edwin yang bergegas mendatangi Bagas.

Sesampainya di tempat Bagas Edwin menceritakan ada yang mencarinya.

“Bang di cari kepala desa tuh,” ucap Edwin.

“Kepala desa? Ada apa memangnya Win?” tanya Bagas yang bingung.

“Entah lah Bang, tadi bapak Kuncoro gak ngasih tahu apa-apa,” ujar Edwin.

“Ya sudah nanti aku ke sana, bilangin dulu suruh nunggu,” sahut Bagas.

Edwin pun mendatangi Kuncoro kembali dan memberitahunya untuk menunggu.

Selang beberapa menit Bagas pun tiba di tempat Kuncoro menunggu.

“Permisi Pak, ada apa yah?” tanya Bagas dengan sopan.

“Kenalkan saya Kuncoro kepala desa di sini,” sapa Kuncoro.

“Iya Pak Kuncoro, saya Bagas kepala kerja di sini,” sahut Bagas.

“Begini Nak Bagas, maksud kedatangan Bapak ke sini untuk memberitahukan sesuatu. Seminggu lagi akan ada acara adat desa Kemomong sudi kiranya Nak Bagas beserta yang lain datang ke acara tersebut. Jika Nak Bagas beserta yang lain ini kerja dengan selamat dan lancar harus mengikuti ritual adat desa kami,” pesan Kuncoro.

“Acara Adat?” baik Pak saya beserta tim akan mengusahakan untuk hadir. Kira-kira kapan acaranya Pak?” tanya Bagas.

“Malam jumat depan, pas di malam jumat keliwon,” sahut Kuncoro.

“Baik Pak saya usahakan, terima Kasih atas undangan Bapak Kuncoro.”

“Sama-sama Nak Bagas, ingat harus datang jika kalian semua ingin selamat,” ucap Kuncoro lalu pergi meninggalkan Bagas.

Kuncoro naik ke sepeda motor milik warganya dengan di bonceng lalu pergi meninggalkan mereka semua.

Di tengah perjalanan Kuncoro beserta warganya berbincang santai.

“Apa Kuncoro! Kira-kira mereka semua bakal datang tidak?” tanya Udin yang mengemudikan motornya.

“Biar saja Din, aku sudah berniat baik memperingati mereka. Tapi jika mereka tidak datang acara itu mereka semua akan bernasib sama dengan para pekerja yang terdahulu,” sahut Kuncoro di belang Udin.

“Iya benar yang bapak ucapkan, kita sudah memberita peringatan mereka jadi sekarang terserah mereka saja,” ujar Udin.

Udin beserta Kuncoro pun telah keluar dari hutan itu.

Di sisi lain Rian yang tengah sibuk mengoperasikan mobil  buldosernya untuk merubuhkan  pohon-pohon yang tidak terlalu besar. Di saat sedang asyik bekerja Rian ingin sekali buang air kecil, ia pun memanggil Adit untuk menggantikan pekerjaannya sebentar. 

“Adit!” teriak Rian memanggil Adit.

Adit pun menoleh ke asal suara yang memanggilnya, terlihat Rian yang sedang mengawai-ngawainya dari dalam mobil. Adit pun menghampiri Rian.

“Ada opo to, Rian?” tanya Adit.

Rian mematikan mobil alat beratnya lalu turun.

“Gantin aku sebentar,” ujar Adit.

“Kamu mau ke mana?” tanya Adit.

“Aku kebelet pipis! Gantin aku sebentar,” sahut Rian yang berlari meninggalkan Adit.

Adit pun mulai naik ke mobil alat untuk menggantikan Rian.

Sementara Rian telah tiba di sebuah pohon besar yang usianya sudah tua terlihat dari batang pohon tersebut yang besar.

Rian membuka resleting 

‘Ah ... Lega!,' gumam Rian yang sedari telah menahannya.

Rian pun menutup kembali resletingnya dan bergegas menghampiri Adit.

Sesampainya di tempat Adit, Rian kembali mengoperasikan mobil alat beratnya yang di pengang oleh Adit.  

“Sudah. Ayo turun!” ucap Rian.

“Kok cepet banget. Kamu pipis dimana?” tanya Adit.

“Ya dimana lagi kalo nggak di pohon besar itu.”

“Gila kamu berani banget pipis sembarangan! Ini hutan lho Rian!” ucap Adit.

“Alah! Apaan sih Dit jangan suka percaya sama takhayul!” 

“Kamu itu kalau di bilangin gak pernah percaya, entar kesambet baru tahu rasa,” sahut Adit yang kesal dengan Rian.

Rian pun tidak memperdulikan ucapan Adit ia kembali menaiki mobil alat beratnya lalu melanjutkan kerjanya kembali. Begitu pun dengan Adit yang pergi meninggalkan Rian dan melanjutkan pekerjaannya kembali.

‘Orang kok, kalau diomongin gak pernah percaya. Aku sumpahi kesambet baru tahu rasa!' Adit bermonolog dengan kesal.

 Sesampainya di mobil alat beratnya, Adit mulai menaikinya lalu mengoperasikan mobil itu melanjutkan pekerjaannya yang tertunda oleh Rian. 

1
Ulun Jhava
waduh sekar gemoy banget
Fatimah Ziyadatul Khair
Luar biasa
Nur Bahagia
Alhamdulillah happy ending 🥰
Nur Bahagia
bukannya jari kelingking warga yg di potong, di suruh ditanem di depan rumah masing2 ya? kok bisa ada di kotak di rumah mba seno? 🤔
Nur Bahagia
apes bemer bagas 😁
Nur Bahagia
berarti biar terbebas dari pengaruh pelet, harus di bogem dulu.. bisa di uji coba di dunia nyata ga yaa 😁
Nur Bahagia
lhah gimana sih mbah.. Kan bagas sama Adit udah ikut upacara ritual,yg katanya bisa bikin selamat..tapi masa mati juga
Nur Bahagia
👍
Bagus Prakoso
amis kah thor?
AMANG TAHE!! ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
ternyata kuncennya yang menjadi dalang semua peristiwa yang terjadi...
estycatwoman
nice
Kustri
harus'a ada acara "permisi" dl,
Kustri
klu qu baca novel sebelah makhluk gaib yg makan anggota tubuh manusia atau darah msh ada wujud'a wlu sdh hbs dimakan'a
estycatwoman
Alhamdulillah happy ending . makin kesini penulisanya libih baek dri karya awal gak terlalu byk typo lagi 👍

Semngat & sukses
Thanks 🙏
Nm@
Akhir cerita yang bagus mengandung pesan moral yang baik
Nm@
Nama Desa yang Bagus.
"Sido Makmur" dan Akhir cerita yg juga sangat menarik
Nm@
Mantap Bang Bagas
Nm@
Semoga Bagas dan Adit bisa merubah Adat n Kebiasaan sesat Desa Kemomong
Nm@
Semoga pocong si kembar terus mengganggu sampai Seni sadar akan perbuatan sesatnya
MasWan
war biasa, bnyk hikmah yg bisa diambil dari cerita ini, terima kasih thor
👑Meylani Putri Putti: sama-sama kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!