Indonesia
NovelToon NovelToon
Membawa Lari Benih Sang Mafia

Membawa Lari Benih Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 5
Nama Author: Senja

🏆 JUARA YAAW PERIODE 3 2025 🏆

Elise, seorang gadis keturunan bangsawan kaya, hidupnya terikat pada aturan keluarga. Untuk mendapatkan harta warisan, ia diwajibkan menikah dan segera melahirkan keturunan. Namun Elise menolak. Baginya, pernikahan hanyalah belenggu, dan ia ingin memiliki seorang anak tanpa harus menyerahkan diri pada suami yang dipaksakan.
Keputusan nekat membawanya ke luar negeri, ke sebuah laboratorium ternama yang menawarkan program bayi tabung. Ia pikir segalanya akan berjalan sesuai rencana—hingga sebuah kesalahan fatal terjadi. Benih yang dimasukkan ke rahimnya ternyata bukan milik donor anonim, melainkan milik Diego Frederick, mafia paling berkuasa dan kejam di Italia.
Ketika Diego mengetahui benihnya dicuri dan kini tengah berkembang dalam tubuh seorang wanita misterius, murka pun meledak. Baginya, tak ada yang boleh menyentuh atau memiliki warisannya.

Apakah Elise berhasil melarikan diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

Seperti biasa, Elise memulai pagi dengan membersihkan ruangan demi ruangan. Aroma cairan pembersih bercampur kopi memenuhi lantai dua puluh.

Saat ia sedang mengepel lantai dekat ruang rapat, seorang wanita berpakaian formal datang menghampirinya.

“Elise,” panggil wanita itu. “Kau diminta membersihkan ruang CEO hari ini. Biasanya Bianca yang melakukannya, tapi dia sedang sakit.”

Elise berhenti sejenak, menatap wanita itu bingung. “Ruang CEO? Saya belum pernah ke sana.”

“Justru itu,” jawab wanita itu sambil menatap jam tangannya. “Ceo akan kembali dari meeting di luar setengah jam lagi. Ruangannya harus sempurna, tidak boleh ada satu debu pun. Dia sangat perfeksionis soal kebersihan.”

Elise mengangguk pelan. “Baik, saya mengerti.”

“Dan satu lagi, jangan menyentuh barang pribadinya. Tidak satu pun. Paham?!” Wanita itu menambahkan dengan nada serius.

“Ya, tentu,” jawab Elise cepat.

Wanita itu pun pergi, meninggalkan Elise sendirian di depan pintu besar bertuliskan DIEGO FREDERICK.

***

“Wah ternyata seperti ini ruangan Ceo?” gumamnya.

Ruangan itu ternyata jauh lebih besar dari bayangan Elise. Langit-langit tinggi, jendela kaca menjulang menampakkan pemandangan kota, dan aroma parfum maskulin samar memenuhi udara.

Sebuah meja kerja besar berdiri di tengah ruangan, tertata rapi tapi penuh berkas terbuka.

Elise menatapnya sekilas, lalu segera membenarkan kacamata dan memastikan tompel kecil di pipinya masih menempel sempurna.

Ia mulai bekerja, mengelap meja, menyapu debu di sudut, menata buku di rak.

Tapi matanya sempat tertumbuk pada satu bingkai foto di meja. Seorang pria berjas hitam berdiri tegap, menatap tajam ke kamera.

Elise menelan ludah. Wajah itu tampak dingin namun entah kenapa, terasa familiar.

“Kenapa aku merasa pernah melihatnya? Tapi dimana?”

Ia buru-buru mengalihkan pandangan.

“Tidak boleh menyentuh barang pribadi,” gumamnya pelan, mengingat pesan wanita tadi.

Tapi rasa penasaran kecil tetap mengusik pikirannya.

***

Sementara di luar ruangan itu, suara langkah sepatu terdengar.

Diego baru saja kembali dari pertemuan. Wajahnya tetap dingin seperti biasa. Di sebelahnya, Jimmy berjalan sambil membawa tablet.

“Peretas itu masih tidak bisa dilacak, Sir,” lapor Jimmy cepat. “Koneksi terakhir terputus tepat sebelum kami bisa menelusuri sumbernya.”

Diego menghentikan langkahnya di depan pintu kantornya.

“Sistem pertahanan digital Moretti Corporation ditembus anak kecil?” tanyanya datar.

Jimmy menunduk. “Kami yakin dia bukan peretas biasa. Pola enkripsinya sangat aneh. Seolah dia hanya ingin memberi tahu bahwa dia bisa masuk.”

Rahang Diego mengeras.

“Aku tidak peduli apapun niatnya!” Nada suaranya yang tajam dan berat, membuat dua karyawan yang lewat spontan mempercepat langkah.

Di balik pintu, Elise yang sedang menyapu karpet terhenti. Ia menoleh ke arah sumber suara.

“Apa pria itu sudah datang?”

Suara mereka terdengar samar, tapi cukup jelas untuk membuat rasa ingin tahunya meningkat.

“Dapatkan dia! Aku ingin dia dalam keadaan hidup,” kata Diego dengan tegas.

Elise mengernyit. “Siapa yang ingin mereka tangkap?”

Ia mencondongkan tubuh lebih dekat, berusaha mendengar. Tapi sayangnya, suara di luar makin samar.

“Ish, aku tidak bisa mendengarnya lagi…” desisnya pelan, menempelkan telinga ke pintu.

Dan tepat saat itu—

Ceklek.

Pintu terbuka dari luar.

Elise kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh ke depan, tapi sepasang tangan kuat menangkapnya dengan cepat. Tubuhnya tertahan di udara, hanya beberapa inci dari lantai.

Seketika jantungnya berhenti berdetak sepersekian detik.

Ia mendongak dan mendapati mata biru tajam menatapnya lurus.

Diego Frederick.

Wajah yang barusan ia lihat di foto kini berdiri nyata di depannya, begitu dekat hingga Elise bisa merasakan aroma parfum maskulin itu menyeruak di antara napasnya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Diego.

Elise tergagap, lalu berusaha menarik diri. “Sa-saya… saya hanya—”

“Menguping?” potong Diego dingin, matanya menyipit curiga.

Elise buru-buru berdiri dan menunduk. “T-tidak, Tuan. Saya hanya membersihkan ruangan anda, seperti yang diperintahkan.”

Jimmy yang berdiri di belakang Diego ikut menimpali, “Benar, Sir. Bianca sakit, jadi dia digantikan oleh wanita ini.”

Tapi Diego mengangkat tangan, menyuruh Jimmy diam. Tatapannya tetap tertuju pada Elise, menelusuri wajah wanita itu dari atas ke bawah.

Rambut disanggul, kacamata besar, tompel kecil di pipi kanan. Penampilan yang begitu biasa. Tapi entah kenapa, ada sesuatu yang terasa janggal di matanya.

“Wanita aneh,” gumam Diego lalu berjalan masuk melewati Elise yang menunduk.

“Pastikan ruangan ini bersih. Dan jangan pernah berdiri di balik pintuku lagi tanpa izin!”

Elise menunduk dalam-dalam. “Ya, Tuan. Maafkan saya.”

Diego melangkah ke mejanya, menatap layar laptopnya yang menyala, lalu bergumam pelan pada Jimmy, “Kau lihat? Bahkan orang-orang biasa pun sekarang bisa muncul di tempat yang tak terduga.”

Jimmy hanya mengangguk pelan. “Akan saya pastikan semua staf diperiksa sebelum masuk ke ruangan anda.”

“Tidak perlu!” sahut Diego dingin. “Kalau seseorang memang berniat menyembunyikan sesuatu… dia tidak akan lolos dari pengawasanku!”

Elise yang mendengar kata-kata itu tanpa sengaja, menelan ludah.

Peluh dingin menetes di pelipisnya saat ia buru-buru merapikan peralatan kebersihan dan keluar dari ruangan.

Begitu pintu tertutup di belakangnya, Elise menekan dada, berusaha menenangkan degup jantungnya yang masih liar.

“Hampir saja jantungku terlepas dari tempatnya…”

Ia menatap bayangannya di cermin kecil di dinding koridor. Kacamata besar, tompel di pipi, sanggul rapi.

Tapi kini, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, penyamarannya terasa rapuh.

1
Infinix Hp
kenapa gak baca chapter terakhir, pasti tahu akhir cerita nya🤭🤣
Wati Marnisah
wkwkw anjay ga bisa berenti ketawa😄🤣
Gia Nasgia
ya ampun mereka benar "tdk tahu tempat
Gia Nasgia
Diego jr memberi perintah dan lucunya Papa nya Lily mendengar kan 😁
Gia Nasgia
Hahaha jadi impas dehh jangan hanya tahu membuat adonan 🤣🤣
Gia Nasgia
Alex kamu ya benar "😁😁🤦‍♀️
Gia Nasgia
akibat keahlian nya membuat ayahnya harus menghilang kan nyawa dan membuat mom nya nyaris tewas, Alex oh Alex
Gia Nasgia
yang ada Diego makin menggila klau tahu Elise di siksa padahal dalam keadaan mengandung, Marco siap "aja dgn berhadapan dgn maut mu😁
Gia Nasgia
Kamu salah sdh membangun kan singa yg lagi tidur
Gia Nasgia
Tdk mungkin Alex diam saja saat ibunya dalam bahaya dan kurasa pasti ayahnya pas butuh bantuan nya
Gia Nasgia
Marco cari mati bisanya wanita kesayangan Diego di siksa tanpa berfikir ulang
Gia Nasgia
orang tua nggak tau tempat
Gia Nasgia
Nggak salah juga yg penting Theo menerima sikapnya Jennifer lagian memang harus ada uang untuk bisa bertahan hidup
Gia Nasgia
Jimmy kayaknya terlalu lama menjomblo 😁
Gia Nasgia
Mimpi apa Jonathan tiba"dpt bogem dari Mafia posesif 😁
Gia Nasgia
Lah Alex tengil juga menyiramkan bensin ke Api
Gia Nasgia
Hahaha Ciee ada merajuk 😁
Gia Nasgia
Granpa William kalah telak dgn cucunya sendiri 😁
Mutia Efrida
Gak lah, di real jg semua perempuan matre kok, banyak terjadinya perceraian krn nikah krn modal cinta doang. Dahlah gak punya harta, gak punya skil pulak, miskin jadinya, mamam tuh cinta, dan aku dukung si Jennifer,dia aja kerja banting tulang biar bs foya foya, masa setelah punya suami dia gak bisa foya foya, gak ada yg maulah 🤣🤣🤣
Gia Nasgia
Ternyata Diego gokil dan kaku bisa juga mengerjai istrinya 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!