Indonesia
NovelToon NovelToon
Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aren Vely

Alya Pramesti kehilangan segalanya dalam satu hari karier sebagai dokter yang dibangunnya bertahun-tahun hancur karena fitnah, dan tunangannya sendiri memilih berpaling ke pelukan wanita lain di depan matanya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, dia justru bertemu Raka Wirawan CEO dingin dan misterius yang menawarkan kesepakatan tak masuk akal: menjadi istri kontrak selama satu tahun. Bukan karena cinta, tapi demi memenuhi permintaan terakhir sang nenek yang sekarat.

Alya menerima, tanpa ekspektasi apa pun selain bertahan hidup dan membuktikan diri.

Namun semua berubah saat sebuah malam krisis memaksa Alya mengambil alih sebagai dokter menyelamatkan nyawa nenek Raka saat semua orang panik. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu terlihat tanpa emosi itu melihat Alya bukan sekadar "istri di atas kertas", melainkan seseorang yang nilainya jauh lebih besar dari yang pernah disadari siapa pun termasuk orang-orang yang dulu membuang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan dari Masa Lalu

Tiga hari setelah insiden di rumah sakit, Oma Ratna sudah diperbolehkan pulang dengan syarat istirahat total dan pengawasan obat yang lebih ketat. Sejak saat itu, sikap seisi rumah terhadap Alya berubah drastis — para staf yang dulu memandangnya dengan sedikit curiga kini memperlakukannya dengan hormat, bahkan Oma Ratna sendiri memintanya duduk di sampingnya setiap kali makan siang.

"Kau menyelamatkan nyawaku, Nak," kata Oma Ratna suatu sore, tangannya yang keriput menggenggam tangan Alya erat-erat sambil duduk di teras belakang rumah yang menghadap taman. "Raka tidak pernah membawa siapa pun ke rumah ini sebelumnya, apalagi menikah secepat itu. Awalnya aku pikir dia hanya ingin menyenangkan hatiku yang sedang sakit. Tapi sekarang aku tahu, mungkin ini memang takdir."

Alya tersenyum canggung, tidak tahu harus menjawab apa. Bagaimana mungkin dia menjelaskan pada wanita tua yang begitu tulus ini bahwa pernikahannya dengan Raka hanyalah kontrak bisnis, bukan takdir sungguhan?

Sementara itu, di sisi lain kota, kehidupan Alya yang baru mulai menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan rekan-rekan lamanya. Grup pesan alumni kedokteran ramai membahas berita pernikahannya, sebagian besar terkejut, sebagian lagi skeptis dengan berbagai spekulasi liar tentang bagaimana seorang dokter yang baru saja dipecat bisa menikah dengan CEO sebesar itu dalam hitungan hari.

Vania membaca semua itu dengan rahang mengeras, jarinya menggulir layar ponsel tanpa henti, mencari celah untuk membalikkan keadaan. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa wanita yang baru saja dia hancurkan kariernya kini justru naik ke posisi yang jauh lebih tinggi darinya.

"Ini tidak masuk akal," desisnya pada Bimo yang duduk di sofa ruang tamu apartemen mereka, masih terlihat linglung sejak semalam. "Alya, yang bahkan tidak bisa mempertahankan pekerjaannya sendiri, sekarang jadi istri CEO Wirawan Group? Pasti ada yang salah. Mungkin ini cuma settingan untuk pencitraan, atau"

"Atau memang benar cinta," potong Bimo pelan, matanya masih menatap kosong ke arah foto pernikahan Alya yang tersebar di internet. Ada sesuatu dalam nada suaranya yang membuat Vania menoleh tajam.

"Kau menyesal?" tanya Vania, suaranya naik satu oktaf, penuh curiga.

Bimo tidak langsung menjawab. Kenyataannya, sejak melihat foto itu, ada perasaan aneh yang mengganjal di dadanya bukan rasa cinta yang tiba-tiba kembali, tapi lebih pada rasa tidak rela. Alya, yang dulu selalu dia anggap "membosankan" karena terlalu sibuk dengan idealismenya sebagai dokter, kini justru mendapatkan kehidupan yang jauh lebih gemerlap dari apa pun yang pernah Bimo tawarkan padanya.

"Tidak," jawabnya akhirnya, meski nadanya tidak sepenuhnya meyakinkan. "Aku cuma... penasaran bagaimana itu bisa terjadi."

Kesempatan Vania untuk mencari tahu lebih jauh datang lebih cepat dari dugaan. Sebuah undangan gala amal tahunan Wirawan Group tersebar luas di kalangan pebisnis dan profesional kota termasuk ke rumah sakit swasta tempat Vania kini bekerja, yang kebetulan menjadi salah satu mitra kesehatan Wirawan Group.

"Kita diundang," kata Vania, matanya berbinar penuh perhitungan saat melihat undangan resmi berlogo emas itu di mejanya. "Direktur rumah sakit memintaku mewakili tim medis di acara itu. Ini kesempatan sempurna untuk melihat langsung bagaimana Alya bermain peran sebagai istri CEO."

Di rumah Wirawan, Alya sendiri sedang berdiri di depan cermin besar kamarnya, mengenakan gaun malam berwarna biru tua yang dikirimkan khusus oleh stylist pribadi Raka untuk acara gala malam itu. Dia belum terbiasa dengan semua kemewahan ini — gaun mahal, perhiasan yang dipinjamkan, sepatu hak tinggi yang membuat langkahnya sedikit kaku.

Pintu kamarnya diketuk pelan. Raka berdiri di ambang pintu, mengenakan tuksedo hitam yang membuatnya tampak semakin berwibawa, namun matanya melunak begitu melihat Alya berbalik menghadapnya.

"Kau terlihat..." Raka berhenti sejenak, seolah mencari kata yang tepat, sesuatu yang jarang terjadi pada pria yang biasanya selalu terkendali dalam berbicara. "Bagus," lanjutnya akhirnya, meskipun jelas kata itu terasa kurang cukup untuk menggambarkan apa yang sebenarnya dia pikirkan.

Alya tersenyum tipis, merasa pipinya sedikit menghangat. "Terima kasih. Aku masih belum terbiasa dengan semua ini."

"Kau akan terbiasa," kata Raka, melangkah masuk dan menyodorkan sebuah kotak kecil beludru. Di dalamnya, sepasang anting berlian sederhana namun elegan. "Malam ini penting. Banyak relasi bisnis, media, dan mungkin... orang-orang dari masa lalumu juga akan hadir."

Alya membeku sejenak. "Maksudmu?"

"Aku dengar salah satu rumah sakit mitra kami adalah tempat kerja baru dr. Vania Kusuma," kata Raka, matanya menajam sedikit, mengamati reaksi Alya dengan seksama. "Aku ingin memastikan kau siap, kalau memang benar dia hadir malam ini."

Jantung Alya berdegup kencang. Bayangan wajah Vania dan Bimo yang menghina dan mengkhianatinya kembali terlintas jelas, seolah baru terjadi kemarin. Tapi kali ini dia bukan lagi dokter yang baru saja dipecat dan berdiri sendirian di tengah hujan. Kali ini, dia berdiri di samping salah satu pria paling berpengaruh di kota, mengenakan gaun terbaik yang pernah dia miliki, siap menghadapi apa pun yang menantinya malam ini.

"Aku siap," jawabnya, suaranya lebih mantap dari yang dia kira sendiri.

Raka menatapnya sejenak, lalu untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, dia mengulurkan tangannya. "Kalau begitu, mari kita berangkat. Bersama."

Alya menatap tangan itu sejenak sebelum akhirnya meraihnya, merasakan kehangatan yang tidak terduga dari genggaman itu sesuatu yang jauh lebih nyata dari sekadar sentuhan formal seorang suami kontrak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!