Mungkin kisah membosankan ku di kehidupan saat ini telah usai dan tidak ada kelanjutannya. apakah aku boleh mengharapkan sebuah kisah lain di kehidupan selanjutnya?
BENAR!!!
Inilah kisahku setelah kematian, didalam dunia yang kubuat dengan tinta ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wira Asta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Talentless Storyteller
{Kastil Raja Iblis Vera, Tujuan, telah sampai}
Kini kau tak seperti malam lagi, jika hilang pasti akan datang. Selama apapun aku menunggu, tidak akan pernah lagi melihat kehadiranmu. Master Aclys, Dirimu terlalu istimewa untuk di ceritakan secara sederhana.
"Mari kita hancurkan kastil bobrok itu."
Ucapku dengan tatapan tajam dan nada yang berat.
[........]
{Aktifitasi All Manipulatif}
{Aktifitasi Petir Hitam}
"Sistem, Bukalah Bab ke-34 dari Kisah One Story before Death."
{Aktifitasi pembukaan Bab dimulai}
{Bab ke-34. Malam ini seperti tak biasanya. Bintang berlindung dibalik kabut, sinar tak memancar, gelap dan sunyi. Aku tidak pernah bisa mengungkapkan rasa sayang ku padamu, tapi di akhir buku ini aku ingin mengatakan bahwa aku sangat menyayangimu. Di kehidupan selanjutnya, ayo bertemu kembali di waktu yang tepat dan keadaan yang berbeda}
Itu adalah Kematian dari Raja iblis Vera.
Sosok Raja iblis yang mencintai seorang karakter utama dari kisah ini. Namun, Ia harus dibunuh oleh orang yang ia cintai. Itulah akhir cerita dari cinta yang tak pernah dimulai. Mereka menjalankan kehidupannya masing-masing dan mencari kebahagiaannya sendiri-sendiri. Aku selalu ingin menambahkan genre romansa dari kisah ini, Namun, Aku selalu mengakhiri romansa mereka dengan tragis.
[Penghancuran Kasti Raja iblis Vera dimulai]
"Akitifitasi petir hitam, Keluarlah dan lawan aku, Vera!!." Ucapku dengan teriakan sambil melemparkan sihir ku kemana-mana menghancurkan kastil Raja iblis Vera.
Saat ia disibukkan menghancurkan kastil, Semburan Api Hitam mengarah ke arah dirinya dari belakang. Namun, Ia membentuk Tanah yang ia pijak menjadi gumpalan perisai dari belakang. Sosok iblis yang melemparkan Api Hitam itu, Sudah pasti, Sosok yang telah membunuh Orang yang dikagumi olehnya.
"Hei bocah! Apa maksud mu dengan melakukan serangan ke rumah ku." Ucap dari sosok iblis yang terbang dengan nada marah.
Tentu! Tanpa basa-basi Bocah itu langsung menyerang nya dengan Petir Hitam yang ia kendalikan, Dan membentuk Tanah pijakan nya menjadi naik dan terbentuk seperti duri dan menusuk iblis perut iblis itu. Meski begitu, Iblis yang tertusuk itu masih hidup dengan kondisi perut yang tertusuk itu, Ia masih melancarkan serangan Api hitam dengan sembrono sambil menahan keterkejutan karena tiba-tiba tertusuk oleh batu duri.
"Sia-lan kau bocah, A-ap yang kau laku-kan"
Ucap Iblis itu sambil terserak darah.
"Kau membunuh Masterku Crona,Sekarang ini aku sedang melakukan pembalasan dendam."
Ucap Bocah Itu sembari menginjak kepala iblis yang tertusuk.
"Mas-ter? Sia-lan, sia-pa mak-sudmu".
Jawab iblis itu sambil menahan luka parah yang ia Terima, dan penghinaan karena diinjak oleh seorang anak manusia.
"Aclys, Adikmu itu Crona. Dia adalah Master ku"
"Sayangnya aku kesini untuk membunuh dirimu dan Vera sialan itu, Jadi, Matilah demi kebahagiaan ku."
Ucap Bocah itu disaat terakhir sembari mengeluarkan sihir nya dengan senyuman yang lebar.
"Siala-"
Kata Terakhir yang diucapkan oleh Iblis Bernama Crona disaat wajahnya ditembus oleh batu pijakan dari Bocah bernama Rasta.
{Aktifitasi Sihi Api Hitam Telah Gagal}
"Aku tak berniat menggunakan sihir yang telah membunuh master Aclys."
"Sekarang, Dia Pasti tersedu setelah kematian pewaris Tahta."
[..........]
[Didalam Kastil yang telah Hancur, Di singgasana, Duduk lah seorang iblis yang sedang marah besar]
[..........]
{Memasuki Kasti Kerajaan Darkva}
"Yo, Vera, Sedang berduka atas kematian anakmu, atau berduka atas hilangnya pewaris tahta."
Ucap Rasta disaat ia memasuki ruang tahta sembari membawa kepala dari Crona dan melemparkannya kehadapan Vera yang sedang duduk dengan mengeluarkan aura negatifnya.
"Anak manusia yang luar biasa dirimu."
Ucap Vera sambil tersenyum dengan mengeluarkan aura negatif yang dashat.
Disaat seperti inilah Ten Walls sangat berguna.
Setiap guncangan aura yang mendominasi tak terasa sama sekali, karena itulah, Rasta, berani berdiri dihadapan raja iblis yang mengeluarkan auranya dengan dashat. Dalam kisah One Story before Death, Karakter utama mendapatkan sistem ini sebelum melawan Vera, Karena itulah dia bisa menang.
"Berdiri dari kursi bobrok itu Vera, Lawan aku, Kau memang tidak punya masalah denganku, Tapi, Aku punya masalah denganmu."
Ucapku dengan nada menantang.
[.......... ]
Dalam ruangan yang sepi, salah satunya mencoba mendominasi dengan aura, Namun, salah satunya tak terpengaruh oleh dominasi itu. Hingga membuat sang pendominasi bangun dari tahtanya. Sesaat ia berdiri, Sepuluh pedang yang memiliki aura sama mengitari punggungnya. sedangkan seorang bocah yang berani menantang sosok luar biasa itu, Bersiap dengan memenuhi dirinya dengan lapisan petir hitam. Dalam tatapan mereka, satu langkah menjadi penentu atas kemenangan. Satu langkah yang dibuat oleh salah satu dari dua orang yang saling berhadapan itu, akan menjadi perubahan alur baru dalam kisah itu. Mereka yang saling menatap dengan tatapan tajam, bersamaan memulai satu langkah penentuan.
{Ten Walls teraktifitasi}
{Petir Hitam teraktifitasi}
[Debu yang tercipta akibat bentrokan dari dua orang tersebut yang berusaha menyelesaikannya dengan satu langkah terakhir yang berakhir dengan tetesan darah dari dada bocah berani itu akibat tebasan pedang, dan berdirinya sang raja iblis tanpa luka]
"Usaha yang hebat bocah."
Ucap sang raja iblis dengan nada kagum dan kasihan.
"Sayangnya, Usaha ini tak pernah mengecewakanku, dan lagipula, aku tak bisa membunuhmu secara langsung karena jantung mu tidak ada ditubuhmu"
Sang Raja iblis mematung terdiam.
Sang Raja iblis terkejut dengan kematiannya sendiri.
"Bagai-mana kau tahu a-kan rahasia-ku"
Ucap sang raja iblis sembari bersimbah darah yang keluar dari mulutnya akibat hancurnya jantungnya yang berada di belakang singasana.
"Aku tak mengetahui rupa kalian para karakter yang tak kubuat dengan detail, karena aku hanya membuat kalian berdasarkan tulisan diatas kertas, Namun, karena itulah aku harus menjadi kuat, pengetahuan ku akan dunia ini sebagai dunia yang kubuat adalah bumerang bagiku yang hanya seorang penulis yang membuat tulisan berdasarkan hobi semata."
Begitulah kata terakhir dari sang pemenang yang masih berdiri bersimbah darah dengan luka tebasan didadanya. Berjalan dirinya menuju singasana, dan duduk dirinya di singasana itu. Seperti ia mengatakan bahwa ,
[Aku adalah Penguasa dunia ini]
Kata itulah yang didengar oleh sang raja iblis sebelum akhir hayatnya.
Rasta, Sekali lagi menyadari bahwa dunia ini adalah dunia yang ia ciptakan, Namun, karena keberadaannya sendirilah yang membuat Alur dari cerita di dunia ini hancur. Itu artinya, Tulisan dari kisah One Story before Death Hanyalah sebuah ilusi nyata didunia ini. Setiap Bab nya sudah tak sesuai, Namun, selama karakternya dan kejadian nya sama dalam cerita, Maka tulisan dari cerita itu bisa digunakan. Kesimpulan ini ia dapatkan karena telah melewati Bab pertama dan langsung melenceng menuju Bab ke-34. Pemilihan Bab nya acak sesuai yang dialami dan diinginkan oleh Rasta.
Sekarang, Ia pun berusaha untuk bernafas sembari duduk di singasana. membutuhkan waktu baginya untuk sembuh, mungkin sekitar beberapa minggu. Ia telah memutuskan akan diam sementara dengan duduk di singgasana dan setelah sembuh, maka ia akan kembali pulang.
Begitulah Kisah dari seorang penulis amatir yang menggangap ceritanya adalah cerita yang spesial. Dan ia sadar akan ketidaksepesialnya cerita yang ia buat, Itu ia sadari karena ia tak membuat dengan detail setiap Alur dari cerita itu. Dari setiap penulis yang membuat sebuah cerita, Ia yang tak terkenal dan hanya membuat satu cerita selama 5 tahun tanpa memperhatikan setiap kata yang ia gunakan, Membuat cerita yang dibuat untuk dirinya sendiri.
{Kisah Master Menjadi Master telah selesai}
{Menerima Gelar}
{Sang Raja iblis Baru}
{Sang Dewa didunia tanpa Dewa}
{Sang Penulis tanpa Bakat}
{Sang Penguasa Dunia yang Melenceng}
{Sang Pencipta tanpa pengetahuan}
[..............]
[Beberapa minggu telah berlalu, Kini Rasta sudah sembuh dari luka didadanya, Namun, bekas lukanya masih menempel didadanya, Dua hal yang menjadi tujuan nya sudah tercapai, tujuan selanjutnya adalah pulang dan berlatih dirumah sebelum masuk ke sekolah Sihir Nereid]
[..............]
"Aku telah membalaskan dendam kesepian mu master ,Maafkan aku, karenaku lah engkau menjadi korban dari naskah yang harus ku bintangi"
"Master Aclys, kamu akan selalu jadi Kamu di tiap tulisanku dalam kenangan yang terindah"
"Saatnya kembali Pulang"
{Tujuan, Rumah}
semangat ya thor bertahan hidup & nyiptain endingnya✊✊