Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Teen
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: achmad abdur roufur rokhim

Lahir di tengah gemerlap keluarga bangsawan bisnis tak lantas membuat Exel Dirgantara bahagia. Masa lalu kelam menempanya menjadi pria berdarah dingin, berjarak, dan berpandangan tajam seolah mampu membunuh lawan bicaranya dalam hitungan detik. Di balik dinding tebal yang ia bangun, hanya Achmad—sahabat sekaligus asisten pribadinya yang serba bisa dan humoris—yang sanggup memahami luka serta menghadapi kerumitan sikap sang CEO.

​Dunia Exel yang tenang dan penuh kontrol mendadak runtuh saat sebuah rencana perjodohan lama mengikatnya dengan Alexa Pramudya. Alexa adalah perwujudan dari segala hal yang dibenci sekaligus dibutuhkan Exel: seorang gadis SMA mungil berparas bak bidadari, namun memiliki suara cempreng, super cerewet, dan energi yang seolah tak pernah habis.

​Bersama ketiga sahabatnya yang tak kalah ramai—Rin Mashita si blasteran Jepang-Indo yang cerdas, Safi murid pindahan Malaysia dengan logat Melayu khasnya, serta Melati si cantik berdarah Arab-Indo—Alexa membawa warna baru

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon achmad abdur roufur rokhim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Badai di Ruang Rapat, Taktik Sang Asisten, dan Cermin Kesetiaan

​Aroma masakan khas Nusantara memenuhan area dapur utama di kediaman besar keluarga Dirgantara. Malam Sabtu itu, rumah mewah bergaya modern-klasik yang biasanya sepi dan kaku mendadak terasa begitu hidup. Atas izin dari Mama Maria dan rasa kangen Alexa pada kehebohan, ketiga sahabatnya—Rin, Safi, dan Melati—diundang secara khusus untuk menginap bersama di kediaman utama.

​Di ruang keluarga yang luas, Rin dan Melati sedang sibuk memilih film di layar televisi raksasa. Sementara itu, di dekat meja camilan, Safi sedang sibuk menata beberapa piring buah bersama Maria.

​"Aiyo, Tante Maria... Tak payah susah-susah lah. Kami ni datang nak main je, bukannya nak menyusahkan," ujar Safi dengan logat Melayu kentalnya yang ramah, matanya berbinar manis saat tersenyum.

​Maria tertawa halus, mengelus bahu Safi. "Tidak menyusahkan sama sekali, Safi Sayang. Tante justru senang sekali rumah ini jadi ramai. Apalagi ada gadis manis dan santun seperti kamu."

​Tak jauh dari sana, Achmad—yang malam itu sengaja menginap di kediaman utama dengan alasan menyerahkan berkas dokumen kerja malam untuk Exel—sedang berdiri kaku di dekat pilar. Pria yang biasanya penuh dengan kelakuan sengklek dan percaya diri tinggi itu kini tampak sangat salah tingkah. Matanya yang biasanya penuh canda, tak pernah lepas menatap sosok Safi dari jauh.

​Exel yang baru saja turun dari lantai dua dengan kaus kasual hitamnya melangkah mendekati Achmad. Sang CEO menyandarkan tubuh tegapnya di sebelah Achmad, menyunggingkan senyum mengejek yang sangat tipis namun menusuk.

​"Mata itu bisa lepas kalau ditempelkan terus ke arah sana, Mad," bisik Exel dengan suara rendahnya yang penuh godaan.

​Achmad tersentak kaget, refleks berdeham kencang seraya merapikan kerah kaus berkerahnya. Wajah sang asisten pribadi mendadak menunjukkan rona merah kaku yang sangat jarang terlihat.

​"A-apaan sih lu, Cel! Gua cuma lagi... merhatiin tata letak piring buah aja, biar simetris!" elak Achmad gagap setengah mati.

​"Piring buah apa anak sekolah dari Malaysia?" goda Exel lagi, alis tebalnya terangkat satu. "Sudah tua tapi mendekati cewek saja pakai perantara. Gengsi dimajukan."

​"Anjir lu, Cel!" umpat Achmad pelan seraya melirik kanan-kiri. "Gua bukan gengsi! Gua ini pakai taktik profesional! Gua minta bantuan Nyonya Muda—istri lu yang imut itu—buat jadi perantara biar pendekatan gua berjalan mulus tanpa hambatan!"

​Mendengar hal itu, Alexa yang sedang berjalan membawa piring kue langsung berbelok mendekati suaminya dan Achmad. Cengiran nakal dan jahat seketika terbit di wajah mungil Alexa.

​"Paman Achmad!" bisik Alexa heboh dengan suara cemprengnya. "Tadi aku udah bilang ke Safi lho! Aku bilang Paman Achmad itu asisten pribadinya Mas Exel yang serba bisa, baik, tapi jomblo karatan!"

​"Aduh, Dek Alexa! Kenapa harus pakai embel-embel 'jomblo karatan' segala sih?!" cicit Achmad memelas, memegangi dadanya yang terasa tersentil. "Hancur sudah reputasi pria dewasa milik Paman!"

​Dari meja makan, Hendra Dirgantara dan Maria yang memperhatikan interaksi itu ikut tertawa terbahak-bahak.

​"Achmad, Achmad..." panggil Hendra dengan suara wibawanya yang hangat. "Umurmu itu sudah matang. Kalau memang suka sama teman Alexa, katakan langsung. Jangan cuma bisa melempar kode. Mau Papa bantu lamarkan sekarang?"

​Mak jleb!

​Satu rumah seketika meledak oleh gelak tawa. Achmad menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan, salah tingkah setengah mati di hadapan keluarga besar Dirgantara.

​Sementara di sudut sofa tempat Rin dan Melati duduk, kedua gadis itu sedang menyenggol-nyenggol lengan Safi secara brutal.

​"Lihat tuh, Safi..." goda Rin sambil melirik ke arah Achmad yang sedang di-bully keluarga Exel. "Paman Achmad mukanya merah banget kaya udang rebus gara-gara merhatiin kamu dari tadi."

​Safi yang baru sadar mendadak menyembunyikan wajah manisnya di balik bantal sofa. "Aiyo, Rin! Kau jangan nak mengarut lah! Mana ada Paman Achmad tengok aku! Dia tengok piring buah tu je lah!"

​"Mana ada piring buah bikin pria dewasa salah tingkah begitu!" timpal Melati terkekeh halus. "Safi... sepertinya ada yang mulai jatuh hati nih sama logat Melayu kamu!"

​Wajah Safi seketika merona merah padam, membuat suasana di ruang keluarga malam itu dipenuhi canda, tawa, dan benih-benih cinta yang makin mekar di antara mereka.

​Namun, kehangatan dan kebahagiaan malam itu tidak bertahan lama. Seperti hembusan angin malam yang mendadak berubah menjadi badai, takdir mulai menguji benteng ikatan yang baru saja dibangun oleh Exel dan Alexa.

​Senin pagi berikutnya...

​Lantai teratas gedung Dirgantara Group mendadak diliputi oleh atmosfer mencekam yang teramat sangat. Pintu ruang rapat utama tertutup rapat, diiringi oleh bisik-bisik tegang dari para karyawan di sepanjang koridor.

​Di dalam ruang rapat, Exel berdiri kaku di ujung meja mahoni. Wajah tampannya sekeras batu es, matanya yang berwarna cokelat gelap berkilat penuh amarah dan kejengkolan yang sangat pekat. Urat-urat di lehernya menegang tajam.

​Di seberang mejanya, Achmad berdiri dengan raut wajah yang sama sekali tidak ada sisa humornya—topeng sengkleknya sepenuhnya lepas, digantikan oleh mode asisten pribadi yang sangat dingin dan mematikan.

​"Bagaimana bisa ada manipulasi laporan keuangan dan kebocoran data sistem di anak perusahaan sektor manufaktur?" tanya Exel dengan suara sangat rendah, berat, dan menusuk tulang, membuat sepuluh direktur yang duduk di meja rapat menunduk kaku dengan tubuh gemetar kedinginan.

​Achmad melangkah maju satu pijakan, meletakkan tablet analisis hukum di meja. "Laporan sementara menunjukkan adanya penyusup internal yang meretas sistem keamanan kita dari dalam, Bos. Dan kebocoran data ini sengaja disebarkan ke pasar saham untuk menjatuhkan harga saham Dirgantara Group dalam hitungan jam."

​"Siapa pelakunya?" pangkas Exel dingin.

​Achmad menatap Exel dalam-dalam, sebuah helaan napas berat lolos dari bibirnya. "Hasil pelacakan tim IT... jejak digitalnya mengarah pada konsorsium bisnis milik Surya Wijaya. Dan... ada campur tangan dari Clara."

​Brak!

​Exel menghantam meja mahoni kencang dengan telapak tangannya! Suara gebrakan itu menggelegar di ruang rapat, membuat beberapa direktur hampir melonjak ketakutan.

​Clara—wanita yang pernah menjadi bagian dari masa lalunya—kini bersekongkol dengan musuh bisnis terbesar keluarga Dirgantara. Dendam karena ditolak mentah-mentah dan harga dirinya yang terinjak-injak membuat Clara nekat menggunakan cara kotor untuk meruntuhkan kekaisaran bisnis Exel.

​"Bukan cuma masalah saham perusahaan, Cel," bisik Achmad mendekati telinga Exel, suaranya kini berubah sangat cemas. "Gua dapat info dari tim intelijen... Clara dan Surya Wijaya juga menyebarkan rumor gelap ke media nasional dan beberapa pihak tertentu. Mereka mencoba mencari celah tentang 'kehidupan pribadi' lu. Mereka tahu lu sudah menikah secara rahasia, dan target utama mereka adalah... Alexa."

​Seketika itu juga, dunia di sekitar Exel seolah membeku. Amarah yang membakar dadanya berubah menjadi ancaman bahaya yang sangat nyata. Pria itu mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih kaku.

​Alexa.

​Gadis mungilnya, bidadari cemprengnya yang baru saja merasakan kebahagiaan rumah tangga, kini berada di dalam bidikan radar musuh-musuhnya.

​"Amankan seluruh pergerakan Alexa di sekolah," perintah Exel kaku, suaranya sangat dingin bagaikan dewa kematian yang siap mengeksekusi musuhnya. "Perketat pengawalan dari jarak jauh. Jangan biarkan sehelai rambut pun dari istriku tersentuh oleh manusia-manusia kotor itu."

​"Siap, Bos. Tim keamanan sudah meluncur ke SMA Garuda," tegas Achmad mantap.

​Sementara itu, di SMA Garuda, angin dingin mulai bertiup secara tak kasat mata.

​Alexa sedang berjalan di koridor sekolah bersama Rin, Safi, dan Melati usai jam pelajaran terakhir. Namun, ponsel di dalam saku seragam Alexa tak berhenti bergetar. Sebuah nomor tidak dikenal mengirimkan beberapa pesan singkat berturut-turut.

​Jemari mungil Alexa memegang ponselnya, membuka pesan tersebut. Seketika itu juga, langkah kaki Alexa membeku total di tengah koridor.

​Pengirim Tidak Dikenal:

‘Gadis kecil yang menyedihkan... Kamu pikir kamu benar-benar berarti bagi Exel Dirgantara? Kamu cuma alat pelampiasan rasa bersalahnya pada masa lalu. Pernikahan rahasia kalian akan segera hancur, dan kamu cuma akan jadi sampah di mata bisnisnya. Tinggalkan Exel sebelum kamu hancur bersamanya.’

​Foto-foto Exel yang sedang memimpin rapat dengan raut wajah sangat tekanan dan frustrasi di kantornya ikut terlampir di dalam pesan tersebut.

​Pipi tembam Alexa seketika memucat. Dada mungilnya bergemuruh hebat, napasnya mendadak terasa sesak dan berat. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Alexa merasakan ketakutan yang begitu luar biasa—bukan takut untuk dirinya sendiri, melainkan takut jika keberadaannya justru menjadi beban dan penghancur bagi pria yang sangat dicintainya.

​"Ca? Kamu kenapa?" tanya Melati cemas, memegang bahu Alexa yang mendadak gemetar.

​Rin dan Safi mendekat. Rin dengan cepat menyambar ponsel dari tangan Alexa dan membaca pesan laknat tersebut. Mata oriental Rin seketika menyipit tajam penuh amarah.

​"Aiyo! Siapa manusia kurang ajar yang kirim pesan macam ni?!" jerit Safi heboh dan marah, logat Melayunya makin melengking tinggi. "Kau jangan percaya, Ca! Ini mesti kerjaan cewek kanebo basah tu!"

​"Iya, Ca! Jangan goyah!" tegas Rin, memegang erat kedua tangan mungil Alexa. "Kamu kenal 'Mas Suami'-mu kan? Kamu tahu seberapa bucin dan protektifnya dia sama kamu! Ini cuma taktik murahan buat merusak mental kamu!"

​Alexa menunduk lesu, meremas rok abu-abunya kencang. Air mata kebingungan dan kecemasan mulai menggenang di pelupuk mata bulatnya. Di satu sisi, hatinya percaya seribu persen pada cinta dan kesetiaan Exel. Namun di sisi lain, bayangan badai konflik besar yang sedang dihantamkan musuh pada perusahaan suaminya membuat hati anak SMA-nya bergetar hebat.

​Akankah rumah tangga rahasia sang CEO dingin dan Si Gadis Cempreng sanggup bertahan menembus cengkeraman konflik internal perusahaan dan tekanan jahat sang pelakor yang kian mengganas?

​Dan apakah benih-benih cinta yang mulai tumbuh di antara Achmad dan Safi akan sanggup mekar manis di tengah badai bahaya yang siap mengepung mereka semua?

​Pesan dari Author:

Sekian purnama berlalu dalam kehangatan, kini badai sesungguhnya telah mengetuk pintu kehidupan mereka. Kesetiaan Exel dan keberanian Alexa akan diuji di titik terendah. Jangan lewatkan aksi saling lindung, pertumpahan emosi, dan kejutan tak terduga di bab-bab selanjutnya! See you again di bab berikutnya!

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Lengkap sudah penderitaan Axel /Facepalm/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: wkwkwkkwkwkw
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
selamat ya Exel baru aja Alexa ketahuan hamil, eeehh.. si orok sudah ngerjain papanya😂
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Rame ya Akexa hamidun... Trus gimana tuh sekolah na
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: sekolah nya aman na soal nya kelas 12 mau ujian AKHIR
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
paman Achmad mesti salting kalo ada safi🤔😁
𝐀⃝🥀Weny
so sweet 🥹🫠
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Oleh oleh buat akuu manaaa /Applaud/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: sebanyak cintaku padamu
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
/Cry//Cry/ Masih pagi udah banyak bombai bertebaran ae om mik /Cry//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Yg nebar bombai lah
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Bacana otomatiss pake nada alm Uje dong /Facepalm/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Pepet terooss paman Ahmad 🤣🤭 /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Dih tega bener 😅
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Belom beraksi juga mereka 🤔
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: sabar
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Waahh ini nih yg bikin syeruu /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Aaaaa jadi pengen makan basoo /Scream//Hunger/
𝐀⃝🥀Weny
dalam sebuah hubungan, komunikasi dan kepercayaan itu lebih penting... semoga kalian bisa melewati badainya...
𝐀⃝🥀Weny
semoga mereka bisa bertahan dan bisa melewati setiap rintangan yang mencoba mengusik hubungan mereka🤲
𝐀⃝🥀Weny
jangan² si Alexa hamil nih🤔
𝐀⃝🥀Weny
cieee... yang dibuatin susu dan roti panggang sama mas CEO.. bikin ngiri deh😊tapi kalo aku nganan entar ketabrak😂
𝐀⃝🥀Weny: kau membuatku kepanasan😂
total 4 replies
𝐀⃝🥀Weny
ayo paman Achmad jangan kasih kendor ngegoda safi😂
𝐀⃝🥀Weny: jangan membuat diriku meleleh dengan kata manismu bang😜kabuuur🏃🏃🏃
total 4 replies
𝐀⃝🥀Weny
si Achmad mengintai seperti predator.. padahal Cemen tuh😁
𝐀⃝🥀Weny: wkwkwkkk😜
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣 Ga ngaruh ya sama duo ucing garong yg lagi saling memanfaatkan itu, kalian tetep joss 😅/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣🤣/Facepalm//Determined//Determined/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Makin gencar aja nih paman Ahmad 😅
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣/Determined//Determined//Determined/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!