Indonesia
NovelToon NovelToon
Belenggu Cinta Anak Tiri

Belenggu Cinta Anak Tiri

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:62.5k
Nilai: 5
Nama Author: YoungLady

Dinda Kanya Dewi 23 Tahun,terpaksa harus menikah dengan Agung Prayitno 50 tahun untuk melunasi hutang orangtuanya.Rumah tangga mereka menjadi rumit karena putra tiri Dinda ternyata adalah Axel,mantan kekasih Dinda saat masih duduk di bangku SMA.

Tinggal satu atap dengan mantan kekasih membuat benih benih cinta diantara Dinda dan Axel bersemi kembali.Pada akhirnya,Dinda dan Axel nekat menjalin hubungan terlarang dibelakang Agung.

Bagaimanakah kelanjutan hubungan Dinda dan Axel?

Apakah Agung akan mengetahui hubungan terlarang antara Ibu dan anak tiri itu?

Follow IG : Fatmawati 1472.

Note : Slow Up.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mandi Bersama

Matahari mulai meninggi, udara sekitar yang tadinya terasa dingin perlahan berubah menjadi hangat. Dinda terbangun dari tidur panjangnya, dia langsung merasakan perih dan sakit pada bagian inti tubuhnya.

Tak hanya itu saja, tubuh Dinda juga terasa pegal dan linu. Semua karena ulah Agus yang begitu bersemangat melakukan ritual belah duren hingga berkali kali. Sebenarnya Agus merasa lelah, tapi dia tidak bisa berhenti karena tubuh Dinda seperti candu baginya.

Dinda turun dari tempat tidur, dia berjalan merayap menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dinda berdiri di depan cermin kamar mandi, sama seperti kemarin dia menemukan banyak tanda kepemilikan di sekujur tubuhnya.

Serigala tua itu liar sekali, tidak hanya liar ,dia juga sulit untuk terpuaskan karena memiliki hasrat tinggi diatas rata-rata pria yang ada di muka bumi ini.

Dinda menangis, dia jijik melihat bayangan dirinya sendiri. Demi untuk melunasi hutang Ayahnya, Dinda rela dinikahi dan di jamah oleh pria tua yang tidak dicintainya. Tapi mau bagaimana lagi? Nasi sudah menjadi bubur, mau menyesal pun tidak boleh, karena semua sudah menjadi keputusannya di awal.

Srashhh....

Bunyi air mengucur deras saat telinga keran diputar. Dinda mengguyur tubuhnya yang lengket karena keringat dan mencoba membasuh sisa-sisa pertempuran semalam.

Klak,,,

Pintu kamar mandi terbuka, Agus berjalan mengendap lalu menubruk tubuh istrinya dari belakang.

"Aaaaa...." Teriak Dinda histeris. Dia mengira Agus belum bangun dan ada orang asing masuk ke dalam kamar mereka.

Dinda memukul mukul dada bidang suaminya, dia kesal karena Agus menerobos masuk tanpa izin. Salah satu kebiasaan buruk Dinda adalah, dia selalu lupa untuk mengunci pintu kamar mandi dari dalam.

"Hey,apa salahku?Kenapa kamu memukuli aku?" Agus protes.

"Anda sedang apa di sini? Cepat keluar!" Perintah Dinda.

"Kamu mengusir suami sendiri?Jahat sekali!" ledek Agus.

Dinda terdiam, dia tidak mau membuat Agus marah. Agus sangat menyeramkan saat sedang marah, anaknya sendiri saja takut apa lagi Dinda? Akhirnya mau tidak mau Dinda mengizinkan pria itu untuk ikut mandi bersamanya.

Dinda terus menghadap kearah tembok, dia enggan membalik badan dan melihat pemandangan pria tua sedang menggosok tubuhnya dengan sabun.

Agus sangat teliti membersihkan tubuhnya, tidak ada yang terlewat dari usapan sabun beraroma lavender itu. Wajar saja, Agus selalu teliti dan disiplin dalam melakukan sesuatu.

"Masih pagi sudah harus mengalami hal memalukan seperti ini, mimpi apa aku semalam?" Dinda terus menggerutu dalam hati.

"Tolong gosok punggungku!" Perintah Agus.

"Apa?" Dinda tertegun sejenak.

"Tolong gosok punggungku, sayang," bisik Agus di telinga Dinda.

Dinda mendelik, dia buru-buru menyudahi mandinya dan membalut tubuh polosnya dengan handuk. Kemudian dia melakukan apa yang suaminya perintahkan dengan hati ketar-ketir.

Srek... Srek... Srek ... Dinda menggosok punggung Agus pelan dengan sebuah alat khusus. Kedua tangannya bekerja, tapi matanya menatap plafon kamar mandi.

"Jangan kaku seperti itu, aku ini suamimu bukan orang lain!" Agus meledek lagi.

"Iya, aku mengerti,"

Setengah jam berlalu, kegiatan menyebalkan itu akhirnya selesai. Dinda berlari ke luar kamar mandi dan bergegas memakai pakaiannya. Kemudian,dia pergi ke dapur untuk membuat sarapan.

***

Dinda bangun kesiangan, semua makanan dan minuman sudah tertata rapih di atas meja. Axel juga sudah duduk manis di sana menikmati sepiring nasi goreng miliknya.

"Pagi," sapa Dinda. Axel sama sekali tidak menyahut, melirik pun tidak.

Dinda mengambil piring kosong, dia menyiapkan sarapan untuk suaminya walaupun orangnya belum datang.

Aroma sampo tercium oleh hidung Axel, membuat Axel tidak tahan untuk mencuri pandang kearah ibu tirinya itu.

Dinda terlihat cantik saat rambutnya basah. Bau tubuhnya sungguh membangkitkan gelora yang menggoyahkan iman di dalam dada.

"Dia keramas? Berarti semalam dia dan Ayah benar-benar melakukannya?" Axel memasang wajah kesal sambil mengaduk aduk makanan di dalam piring.

Agus datang, dia terlihat gagah memakai setelan jas berwarna hitam. Dia menarik sebuah bangku dan duduk dengan manis, seperti biasa, Dinda langsung menyuguhkan makanan dan minuman tanpa di suruh terlebih dahulu.

Agus memperhatikan lingkaran mata Axel yang menghitam, pria itu terlihat kurang tidur. Sepertinya semalam dia baru saja begadang sampai pagi. Agus tidak tau kalau putranya tidak bisa tidur karena ulahnya dan istri mudanya.

"Apa semalam kamu begadang mengerjakan tugas kampus?" Tanya Agus.

"Tidak," sahut Axel malas.

"Lalu apa yang membuat mu sulit tidur sampai meninggalkan bekas mata panda di wajahmu?" Agus menaikan alisnya sebelah.

"Semua karena kalian berdua, semalam kalian bermain terlalu berisik. Aku rasa bukan hanya aku saja yang tidak bisa tidur semalam, tapi juga para pekerja di rumah ini," ceplos Axel tanpa rasa sungkan sedikit pun.

Dinda yang sedang meminum air putih langsung tersedak dan batuk-batuk. Wajahnya memerah karena malu. Apa semalam dia berteriak terlalu keras? Setelah kejadian pagi ini, Dinda tidak memiliki muka untuk bertemu para penghuni lain rumah itu.

"Ha... Ha... Ha... Namanya juga pengantin baru, aku harap kalian semua bisa maklum," ucap Agus santai.

Selesai makan, Dinda masuk kedalam kamarnya. Dia membuka lemari dan berniat membereskan baju bajunya yang masih ada didalam koper.

Dinda terperangah, ternyata didalam lemari itu ada banyak baju dari berbagai model, warna dan merek. Semua kekinian dan masih ada labelnya.

"Apa Agus menyiapkan ini semua untukku?" Dinda bertanya tanya dalam hati.

Pria itu perhatian sekali, sayangnya semua pakaian itu terlihat terlalu mewah untuk Dinda. Dinda tidak suka, karena wanita itu lebih nyaman tampil sederhana.

"Nona, boleh saya masuk?" Tanya Ningrum diambang pintu.

"Boleh,"

"Saya mau membereskan kamar Nona,"

"Iya, silahkan."

Ningrum mengganti seprai yang melekat di kasur, dia tersenyum saat melihat ada bercak darah di sana. Majikannya telah berhasil membobol gawang istri muda setelah beberapa hari, itu akan menjadi topik pembicaraan hangat diantara para pekerja di rumah itu.

"Nona, sebaiknya Nona istirahat saja. Biar saya yang melanjutkan membereskan lemari," Ningrum mendekati Dinda.

"Tidak perlu, biar aku saja. Kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu yang lain," perintah Dinda.

Ningrum pergi dari kamar Dinda setelah kamar berukuran besar itu rapih dan bersih. Dinda merebahkan tubuh lelahnya diatas kasur, tidak ada kegiatan lain yang bisa dia kerjakan membuat dara muda itu merasa bosan.

Andai saja Dinda diperbolehkan bekerja oleh Agus, Dinda sangat ingin bekerja lagi. Dia rindu pada teman temanya, dia rindu pada lingkungan tempat kerjanya.

Rasa kantuk menerpa Dinda, padahal jam baru menunjukan pukul 09.00 pagi. Dinda tertidur pulas, dia merajut mimpi yang tidak pernah bisa dia gapai didunia nyata.

Bersambung...

1
namia khira
ceritanya bagus sayang gx di lanjutin lagi /Frown/
WillofWashington
mantep ceritanya kk😉. update gila"an dong KK😁 sayangnya cerita bagus kayak gini pembacanya dikit😥
SugarGenius
Ceritanya seru banget thor! Enak ya Thor bisa keliling dunia dalam khayalan. Aku mah apa atuh belum bisa nulis apa-apa :(
Mata Diam
Permisi thor izin bertanya.. kapan kiranya ceritanya bisa lanjut? Saya sudah menunggu.. tapi akan terus saya tunggu hingga ribuan purnama huhu
SoftMambo
Duh, ini cerita bikin gemes!
Eja Drajat Adriansyah
Jaga kesehatan selalu ya thor.. aku kebawa perasaan banget nih huhuhu
Windy Miller
Ceritanya seru banget thor! Enak ya Thor bisa keliling dunia dalam khayalan. Aku mah apa atuh belum bisa nulis apa-apa :(
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy 😄
total 1 replies
NewJerseyJack
Thor, aku bacanya sampe qerja lembur bagai quda. Pasti author ngetiknya juga ya sampe belum emam! Aku semangatin deh!! Semangat!
salt sand and smoothies
Alurnya gregetan! Aku baru baca aja jadi nagih!
Resti Aminah
kan kamu sendiri yg dulu selingkuhi dinda giliran di ambil orng uring uringan
Resti Aminah
uh jadi ikut bete nich
Hulk
lanjut thor dan semangat thor bikin novelnya
Dewa Yunani
Lanjut dong Thor! Aku mah nangis kalau cerita ini gak lanjut :(
morelight
Author terbaik huhu author tau caranya bahagiain hati para pembaca! Sukses selalu ya dear author! WYATB ❤️
Widya Pertiwi
ceritany keren banget..............jadi baper hehehe. di tungu up selanjutnya SEMANGAT...
Niswah
lanjuut
vanillaatack
Thor, kalau tiba-tiba aku kurus berati itu salahmu ya. Habisnya ceritamu bikin lupa waktu wkwkwk Semangat!
UD Imam
lanjut thur
Irin Ka
👍
Irin Ka
💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!