Indonesia
NovelToon NovelToon
GARA-GARA NGGAK CANTIK

GARA-GARA NGGAK CANTIK

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:417.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Sepekan lagi menjelang hari H, tiba-tiba Arif membatalkan rencana pernikahan dengan alasan Rara terlalu baik.

Belum sempurna sembuh luka hati Rara, Arif kembali memberikan kejutan dengan menikahi mantan model di kantor mereka.

Rara mencoba move on, menata kembali hidupnya, tetapi Arif tidak melepaskan Rara begitu saja. Ia membuntuti kemanapun Rara pergi hingga sebuah tuduhan ditujukan pada Rara.

Dua orang lelaki baik membantu Rara keluar dari masalah demi masalah yang ditimbulkan Arif. Ialah Ken dan Rangga. Lalu siapakah yang akhirnya menjadi pendamping hidup Rara? Lelaki baik yang bisa menerima ia apa adanya meski Rara merasa enggak cantik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Mata Mama Berkaca-kaca

Mama masih saja menjabarkan bagaimana harusnya nanti bersikap setelah menjadi seorang istri. Wejangan seorang ibu pada putrinya. Nasihat yang sejak dulu selalu menarik bagiku, tapi tidak dengan hari ini sebab semua sudah tidak sama. Semua sudah hancur berantakan, tanpa ada lagi harapan sedikitpun.

Hatiku sedang patah, sebab cinta yang baru tumbuh, tiba-tiba dipatahkan begitu saja, tanpa diberikan kesempatan untuk mekar memancarkan keindahannya. Padahal ia yang menyemai bibitnya.

"Ma," kataku

Air mata itu sudah tidak bisa terbendung lagi. Aku menangis, bahkan semakin menjadi-jadi sebab hati ini sedang terluka. Aku memang kecewa.

Saat melihat wajah mama, entah mengapa luka itu semakin bertambah-tambah. Sebab aku begitu takut menghilangkan senyum dan kebahagian Mama, juga harapan bahwa sebentar lagi putrinya akan menikah. Padahal sebelumnya, berita pernikahan kami sukses membuat Mama bangga

"Mama maafin Rara, ya." pintaku, sambil mencium tangan mama. "Ma, Ridha ya sama Rara." kataku lagi, dengan suara terisak-isak.

"Ra, kamu kenapa nak? Mama Ridha kok dengan kamu, nak. Bagi Mama kamu adalah anak mama yang terbaik, tidak ada yang harus dimaafkan." ungkap Mama sambil membawaku dalam pelukan hingga tangis kami sama-sama pecah.

"Mama, kak Rara ... kok malah nangis? Mama, kak Rara kan mau menikah, harusnya Mama senang dong, mau punya tambahan anak juga." ungkap Dinda yang terpaksa keluar kamarnya sebab mendengar suara tangisanku dan mama.

"Iya Din, Mama senang kok." ungkap Mama sambil menghapus sisa air matanya. "Mama itu nangis bukan karena sedih, tapi karena bahagia. Bahagia sekali. Saking bahagianya jadi gampang terharu. Apalagi Rara mancing nangis duluan. Duh, kalau begini jadi khawatir juga, nanti kalau pesta pernikahan, terus tiba-tiba Rara nangis, Mama ikutan nangis juga. Lalu make up kita bagaimana ya Ra? Duh, bisa hancur nantinya. Makanya jangan nangis ya Ra. Supaya enggak berantakan. Kan sayang, udah cantik-cantik didandani malah rusak." ungkap Mama.

"Ihhhhhh Mama, jangan gitu dong. Yang alami saja. Kalau nangis ya nangis saja. Namanya perasaan ya enggak mungkin diatur-atur. Yang penting kan Mama bahagia!" seru Dinda.

"Mama!" aku langsung meraung. Sesak sekali rasanya dada ini mendengar pembicaraan Mama dan Dinda.

Mampukah aku mengatakan semuanya? Membuat senyum Mama hilang, menggores kecewa di hati Mama? Ya Allah.

"Ra!" Mama dan Dinda tampak bingung melihat sikapku yang cukup aneh di mata mereka.

Ya wajar, biasanya aku paling antusias, tidak ada air mata sedikitpun menyambut pernikahan ini. Tapi hari ini semua berubah sehingga mereka curiga, pasti ada sesuatu. Makanya mereka masih menduga-duga.

"Ma, maafin Rara!" pintaku lagi. Lemas, sungguh lemas rasanya seluruh badan ini. Tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya. Tetapi kalau tidak disampaikan sekarang, aku takut Mama akan semakin terluka karena harapannya sudah terlalu besar.

Ya Allah ... Arif. Kamu benar-benar jahat! Kenapa kamu memberiku harapan palsu. Kamu yang datang, tapi setelah aku bukakan pintu, kamu malah pergi begitu saja setelah semua orang berharap besar pada kamu. Di mana hati kamu, Rif?

Bagaimana ini? Undangan sebanyak seribu kembar yang sudah terlanjur disebar. Catering. Gedung yang sudah disewa.

Ya Allah ... kecewa sekali rasanya. Sakit.

Air mataku masih juga tumpah, tidak berani menatap wajah mama. Aku yang biasanya tabah dan terkenal cuek, tapi kali ini benar-benar down. Tidak tahu harus berbuat apa. Untuk bicara pun rasanya bibir Kelu.

"Ra, kenapa? Kalau ada yang mengganjal hatimu, bicaralah. Mama siap mendengarkan?" Mama mengusap punggungku.

Ya Allah Mama, bagaimana caranya menyampaikan agar engkau tidak terluka?

Bismillahirrahmanirrahim. "Ma," kataku. "Sebelumnya Rara minta maaf, mungkin apa yang akan Rara sampaikan akan membuat Mama sedih dan kecewa. Tapi Rara harus mengatakan semuanya meski ini pahit untuk kita." kataku.

"Kenapa Ra?" tanya mama lagi, sebab penasaran, hal apa yang membuatku begitu kacau seperti ini.

"Ma, Rara dan Arif tidak jadi nikah." kataku, lalu langsung menunduk.

"Maksudnya Ra?" Mama menunggu penjelasan ku. "Ra," Mama memaksaku untuk menatap kedua matanya. "Mama mengerti Ra, setiap orang yang akan menikah pasti mengalami yang namanya galau. Khawatir yang berlebihan, takut terhadap kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Tapi jangan jadikan itu sebagai alasan untuk mundur.

Mama memang pernah gagal dalam pernikahan, tapi itu tidak boleh kalian jadikan patokan bahwa kaliab pun akan mundur dalam pernikahan.

Justru kalian berdua harus jadikan ini sebagai pembelajaran agar pernikahan kalian baik-baik saja hingga akhir hayat. Mengerti kan Ra? Jadi jangan bicara seperti itu lagi ya." pinta Mama.

"Ma, bukan Rara yang membatalkan pernikahannya, tapi Arif!" kataku

"Astagfirullah. Maksudnya bagaimana Ra?" Mama langsung histeris.

"Tadi Arif ngajak ketemuan di rumah kak Gita, ia mengatakan tidak bisa melanjutkan rencana pernikahan ini lagi, Arif membatalkan semuanya ma." kataku, dengan air mata berlinang.

"Ya Allah ...." mama langsung lemas.

"Ma," Dinda membantu menyenderkan punggung Mama ke kursi. "Ma ... Mama!" Dinda berteriak saat tubuh mama lemas, lalu pingsan. "Kak, gimana nih?" tanya Dinda.

Aku langsung membantu Dinda membaringkan Mama di atas sofa. Lalu membalut tubuh mama dengan minyak kayu putih. Sementara Dinda memijit-mijit kaki Mama.

"Ya Allah Mama ...." kata Dinda sambil menangis.

***

Mama sudah sadarkan diri, tetapi masih terlihat jelas bahwa tubuhnya sangat lemah. Sementara pandangan Mama kosong. Terlihat tidak bersemangat.

Sungguh, melihat kondisi Mama seperti ini rasanya aku benar-benar marah pada Arif. Bukan hanya aku, tapi Dinda juga. Ia sampai melontarkan kutukan-kutukan untuk calon kakak iparnya yang tidak jadi tersebut.

"Lihat saja nanti, kalau ketemu akan Dinda beri dia pelajaran!" ungkap Dinda. "Gara-gara dia Mama sakit seperti ini. Jahat sekali."

"Ra," Mama memanggilku.

"Ya ma," jawabku.

"Lalu bagaimana? Undangan, catering, gedung, gaun pengantin?" tanya mama.

"Maafin Rara ma," kataku.

"Enggak, ini bukan salah kak Rara, ini salah si Arif itu. Dia benar-benar jahat. Tega sekali melakukan ini semua pada keluarga kita. Apa salah kita. Setelah memberi harapan, lalu dilempar begitu saja. Persis seperti melempar kotoran ke wajah kita." ungkap Dinda

"Bagaimana cerita sebenarnya, Ra?" tanya mama.

"Rara juga tidak tahu ma. Tadi Arif ngajak ketemuan, lalu dia bilang tidak bisa melanjutkan rencana pernikahan ini." kataku.

"Alasannya apa?" tanya mama lagi.

"Sebab Rara terlalu baik untuknya " Kataku.

"Alasan klasik. Terus dia maunya apa? Punya istri penjahat, copet atau bandar narkoba? Aneh sekali. Cari calon istri itu ya yang terbaik. Masa nyarinya sampah!" Dinda terus saja mengomel, menyampaikan unek-unek di dalam hatinya.

1
Suci Dava
Ibu tiri nya Rara namanya kn bu Wira kenapa jd bu Yuni
Gintania nia
seperti biasa, baguuuus
Hartini Donk
q sebenernya sebel sama karakternya.tp gimana lg?ttp t kasi jempol buat othornya....ben marem sing nulisss
Hartini Donk
mulekkkk
Hartini Donk
hadirrr
Euis Yohana
kaya di sinetron2 pemeran utamanya sabaaaaaar bgt,,pdhl di dunia nyata aku blum tuh liat orang yg sabaaaaaar bgt gitu kalo d zolimi,,
Euis Yohana
baru jg sebulan nikahnya,,KK ku jg 3 bln br hamil ,,kalo aku sih KB dl karena blum mau punya takut kaya KK pertamaku susah lahirannya,,,
Euis Yohana
Rara jgn gitu jg SM Ken,,Ken hanya ingin kamu bahagia ,,memang uang bkn segalanya tp kalo g punya uang jg puyeng Ra ...jd maafin Ken ,,,ya...
Euis Yohana
turutin kata Dinda Ra,,karena dia keluargamu kan ,,sedang papamu dan istrinya br baiknya PD kmu inget2 kemarin"mereka gimn sikapnya pd kamu,mama SM dinda
Euis Yohana
memang sepertinya papa Ama ibu tirinya baik karena Rara nikah SM orkay...mau manfaatin bwat keluarga si Wira itu mah ya,,,,
Euis Yohana
iya,,pelakor ya,,kaya ga da laki lain aja pdhl cowo kan banyak yg single kenapa mau SM yg punya istri coba ga HBS pikir aku...🤕
Euis Yohana
Amiiiiin...lacaaaaaar ,,,,
Euis Yohana
dah Dig dug beuuh jantungku Alhmdllh,,,datang jg Ken ..hash ..
Euis Yohana
ada apa lg ini Thor ,,kasian Rara ,,jgn kacau lg atuh....
Euis Yohana
Tah gini visualnya asli Indonesia bkn or-kor Mulu masa cerita d indo orangnya Korea🤭
Euis Yohana
ga yg cewe ga cowoknya ga tau malu bgt ....apalagi si Arif ...hadeuuuuh ...kan maen😆
Euis Yohana
kak Gita and friend bantu ngomong atuh ke Ken jelasin ...
Euis Yohana
iiiih...si Arif ..Arif ...kunaon eta jelema nya hayang di geprek kitu ...😤🤬
Euis Yohana
ngapain jg di pikirin apa yg mau di ucapkan Ken SM si Arif biarin aja ,,paling jg di pecat dia ,,,😤
Euis Yohana
bicarakan aja Ama Ken kalo kamu masih takut kecewa lg,apalagi membuat mama kecewa jgn cuma bicara di dlm hati donk Ra...😶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!