Indonesia
NovelToon NovelToon
He Is My Cinderella

He Is My Cinderella

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Claudia Diaz

Apa yang kalian ketahui tentang Cinderella. Pasti bayangan kalian perempuan cantik bukan? Namun bagaimana jika ada seorang Cinderella tetapi laki - laki?



Cinderella laki - laki? bagaimana ya?



Oxel Deovanno adalah seorang pemuda yang ramah, santun dan berhati baik. Ia juga anak yang sedikit manja.

Hidupnya nyaris sempurna karena limpahan kasih sayang dari kedua orangtuanya

Namun semua itu berubah kala sang ibu tiada dan ayahnya menikah lagi.


Awalnya dia kira semua akan baik-baik saja, namun setelah ayahnya tiada semuanya berubah.


Lantas bagaimana kehidupan Oxel pasca ditinggal kedua orangtuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Claudia Diaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh

Happy Reading!

Author POV

Michael memasuki gudang dengan membawa nampan yang berisikan nasi sisa dan segelas air.

Dia melihat Oxel terbaring lemah dengan badan meringkuk, namun tidak bergerak sedikitpun.

“Mengapa dia tak bergerak? Apa jangan-jangan?" batin Michael.

Segera saja Michael mengguncang badan Oxel, berniat untuk membangunkannya, tapi tepat seperti dugaan, Oxel bahkan tak memberikan respon apapun.

Michael memegang pergelangan tangan Oxel. Dapat ia rasakan jika denyut nadi Oxel melemah.

“Aish... Sungguh?! Dia pingsan disaat seperti ini? Benar-benar menjengkelkan. Hey, bangunlah!" teriak Michael.

Karena Oxel tetap tak memberikan respon apa yang Michael inginkan, dengan terpaksa Michael memanggil ibu dan adiknya.

“IBU!!! CHRIST!!!" panggilnya seraya berteriak.

Mendengar teriakan anak sulungnya, Maria berlari menuju gudang diikuti putra bungsunya.

“Ada apa, mengapa kau berteriak?" tanya Maria.

“Ibu, sepertinya Oxel pingsan, dia bahkan tak menjawab panggilanku. Dan aku tadi sempat mengecek pergelangan tangannya juga, denyut nadinya melemah. Bagaimana ini?!" panik Michael.

Maria segera mengecek pergelangan tangan Oxel, benar saja apa yang dikatakan Michael, denyut nadi Oxel melemah.

“Kita harus membawanya ke rumah sakit, mau tidak mau. Jangan sampai anak itu mati di sini, itu akan sangat merepotkan," ucap Maria final.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kini mereka telah sampai di klinik kesehatan. Mereka tidak membawa Oxel ke rumah sakit, karena selain jauh, mereka juga tidak memiliki biaya.

Saat ini Oxel sedang ditangani oleh dokter yang berjaga di klinik 24 jam.

Cukup lama dokter tersebut memeriksa kondisi Oxel, membuat mereka merasa bosan.

Tak lama kemudian dokter tersebut keluar. Maria menemui dokter tersebut dan menanyakan kondisi Oxel.

“Bagaimana kondisi anak saya, dok?"

“Dari hasil pemeriksaan. Kemungkinan putra Anda menderita tifus, dan gangguan pencernaan, selain itu putra Anda juga mengalami dehidrasi," jelas dokter.

Maria hanya mengangguk-angguk saja. Sejujurnya dia tidak terlalu peduli dengan kondisi anak tirinya itu, akan tetapi jika dia memperlihatkan itu semua, namanya akan dicap buruk.

Jadi sebisa mungkin dia berakting untuk menjaga image sebagai ibu yang baik dihadapan publik.

“Maaf kalau saya boleh tahu, apakah anak Anda makan dengan baik selama ini?" tanya dokter pada Maria.

“Ah, iya itu. Anak saya memang jarang makan dengan teratur, karena dia terlalu keras dalam bekerja, saya juga merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya, karena beberapa kali melewatkan jam makan, karena terlalu sibuk bekerja," ujar Maria.

“Hmm... Sebisa mungkin tolong diperhatikan lagi pola makannya ya, Nyonya. Juga untuk sementara anak Anda harus bed rest. Saya takut jika dia terlalu lelah beraktivitas akan membuat kondisinya drop," saran dokter.

“Apa, Bed rest? Lalu jika dia harus istirahat total, siapa lagi yang bekerja mencari pundi-pundi untuk keluargaku?" batin Maria menjerit.

“Apa ada yang ingin Anda tanyakan lagi, Nyonya?" tanya dokter. Maria menggeleng.

“Kalau begitu saya akan meresepkan obat untuk Oxel. Anda bisa menebusnya di apotek. Satu lagi, berikan Oxel makanan yang lembut seperti bubur misalnya. Oxel belum boleh mencerna makanan keras seperti biasanya," saran dokter itu lagi.

“Baik, dokter," jawab Maria.

“Kalau begitu saya permisi, Nyonya," pamit dokter tersebut.

“Iya, silahkan."

Sepeninggal sang dokter, Maria menghampiri kedua anaknya.

“Bagaimana ini? Oxel tidak mungkin bekerja untuk beberapa hari ke depan. Lalu bagaimana dengan kita?" tanya Maria ke anak-anaknya.

“Kak Michael saja yang bekerja. Dia, kan sudah selesai kuliah," jawab Christian.

“Enak sekali kau bicara? Kau pikir mencari pekerjaan itu mudah?!" sewot Michael.

“Kau itu, kan sudah sarjana. Seharusnya mudah untukmu mencari pekerjaan. Masa kau kalah dengan Oxel yang hanya tamatan menengah atas?" cibir Christian.

“Christian benar. Kau ini sarjana masa tidak mau cari kerja? Kalau kita hanya mengandalkan anak itu, Ibu tak yakin kita bisa bertahan dalam jerat kemiskinan. Ibu sudah lelah hidup miskin," ucap Maria.

“Ibu, Ibu, kan tahu jika mencari pekerjaan tidak semudah membalikkan telapak tangan," protes Michael.

“Lagi pula itu pasti sangat melelahkan. Jika ada yang mampu bekerja keras untuk kita, kenapa kita harus repot-repot bekerja?" batin Michael kesal.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Oxel membuka matanya. Cahaya lampu seakan memaksa masuk ke dalam retinanya, membuatnya merasa silau.

“Eungh...." lenguhnya.

“Di mana aku?" batinnya.

Dia melihat sekelilingnya kamar bercat warna hijau dan sebuah brankar tempat tidur, kemudian tangannya diinfus.

Sepertinya ia mulai memahami keadaan ini. Ya, dia terbaring di brankar di sebuah klinik.

“Tapi kenapa aku bisa berada di sini, siapa yang membawaku kemari?" batin Oxel.

Saat Oxel sedang sibuk tenggelam dalam lamunannya, tiba-tiba dia dikejutkan kedatangan seorang dokter.

“Oh, kau sudah sadar rupanya?" kata dokter itu.

“Apa yang terjadi padaku, Dokter?"

“Kau sakit, ibu dan kedua saudaramu membawamu kemari, saat kau tak sadarkan diri," jelas dokter itu.

“Aku sakit?" beo Oxel.

“Benar, kau menderita tifus, gangguan pencernaan dan juga dehidrasi. Ya ampun, aku tahu dari ibumu bahwa kau sangat pekerja keras, tetapi alangkah baiknya jika kau perhatikan pola makanmu," ucap dokter tersebut menasehati Oxel.

Oxel hanya diam. Kata-kata dokter seolah seperti angin lalu untuknya.

“Kau beruntung, masih ada ibu dan kedua saudaramu yang sangat perhatian padamu, nak. ibumu bahkan sangat mencemaskanmu," sambung dokter itu lagi.

Oxel masih diam. Dia tak tahu bisa mempercayai kata-kata dokter itu atau tidak. Benarkah mereka khawatir terhadap dirinya?

“Ah, iya aku juga sudah mengobati lukamu, ada apa dengan tubuhmu, nak?" tanya dokter ingin tahu.

“Luka ini aku dapat dari kecelakaan 2 hari yang lalu. Saat itu aku sedang mengantar susu dan koran, aku tertabrak mobil," jelas Oxel.

“Kau mengalami kecelakaan sebelumnya?" tanya dokter tersebut. Oxel mengangguk.

“Tapi kalau itu hanya sekedar lecet, seharusnya itu sudah kering. Dan lagi, aku melihat luka di bagian perutmu," jelas dokter.

Oxel hanya diam saja tak ingin menanggapi ucapan dokter lebih jauh lagi. Dia tidak bisa mengungkapkan pada siapapun secara gamblang, apa yang terjadi pada dirinya, terhadap orang-orang.

Dokter hanya tersenyum mengerti. Mungkin ini termasuk masalah pribadi, maka dari itu dia tidak akan bertanya lebih jauh lagi. meskipun dia merasa penasaran setengah mati.

“Ada yang ingin kau tanyakan?" tanya dokter itu.

“Apa mereka ada di luar?" tanya Oxel.

“Ada. mereka sedang menunggu di luar. Ingin kupanggilkan?" tawar dokter.

Oxel hanya menggelengkan kepalanya, percuma saja memanggil ibu tiri dan kedua saudara tirinya. Itu hanya akan membuat dirinya makin tertekan saja.

“Jika begitu aku akan keluar sebentar, masih ada pasien lain yang harus kutangani. Oh, ya kau bisa pulang hari ini juga. Ibumu meminta merawatmu di rumah saja." ucap dokter kemudian pamit keluar.

“Semoga saja dia tidak menyiksaku disaat keadaanku sedang tidak sehat begini," gumam Oxel sambil menatap kantong infus.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Selepas cairan infusnya habis Oxel pun pulang ke rumah. Maria dan kedua saudaranya hanya menatap Oxel dengan tatapan sinis.

“Dasar merepotkan, mengapa pula kau bisa jatuh sakit? Tidakkah kau berpikir jika merawat dan mengobati orang sakit itu butuh mengeluarkan biaya?" sungut Maria.

Oxel mengunci mulutnya, terlalu malas mendengar ceramah ibunya yang panjang-lebar kali ini.

Lagi pula yang membuat dirinya jatuh sakit seperti ini, siapa lagi jika bukan dia dan kedua anaknya?

“Heh! Apa kau tuli? Jawab pertanyaanku!"

“Apa yang harus kujawab? Kondisiku saat ini? Jika dipikir-pikir, kira-kira ini ulah siapa yang sering kali tidak pernah memberiku makan?" jawab Oxel.

Jawaban Oxel membuat mereka bertiga mati kutu. Memang ini ulah mereka, tetapi mereka semua tak ingin disalahkan. Jika keadaan tak sesuai dengan yang mereka inginkan, mereka hanya bisa menyalahkan Oxel.

“Anak sialan! Berani sekali dia membuatku mati kutu. Lihat saja nanti," batin Maria sembari menyeringai.

Sesampainya di rumah Oxel tak langsung masuk ke dalam, dia menunggu kedua saudaranya serta ibunya masuk terlebih dulu.

“Aku tahu kalian tak akan memberikanku waktu istirahat meski itu hanya sedetik," kata Oxel.

“Baguslah jika kau sudah sadar diri," sahut Michael.

“Aku memang sadar diri. Tidak seperti dirimu yang hanya bisa membanggakan gelar, tapi malas bekerja." ujar Oxel lalu ia pergi ke toko bunga, meninggalkan Michael yang terdiam menahan amarah dengan wajah merah padam.

Sesungguhnya, Oxel tidak boleh beraktivitas saat ini, mengingat dia harus bed rest karena menderita tifus. Tapi keadaan lah yang memaksa, sehingga sesakit apapun dia, dia tetap harus bekerja untuk menghidupi keluarganya.

Sampailah dia di toko bunga tempatnya bekerja.

“Selamat pagi,"sapa Oxel.

“Sela— YA AMPUN, OXEL. APA KAU GILA?!" Dara berteriak histeris kala melihat Oxel datang dengan kondisi yang memprihatinkan.

“Aku masih waras, Dara. Aku tidak gila."

“Tidak gila kepalamu, huh? Jelas-jelas kondisimu sangat buruk bahkan persis seperti zombie, tapi kau masih memaksa untuk bekerja?!" sinis Dara.

“Astaga. Hah.. aku tidak habis pikir mengapa ada manusia sepertimu. Orang sakit seharusnya istirahat, Oxel," keluh Dara.

“Terbiasa selalu bergerak membuatku akan menjadi bingung jika hanya berdiam diri," jawab Oxel.

“Lalu kau mau apa?" tanya Dara.

“Aku mau bekerja." jawab Oxel lalu berjalan menuju. ruang ganti.

“Tidak-tidak. Aku, bibi, dan Sean baru saja dari rumahmu. Ibumu mengatakan kau sakit. Walau tadi dia sempat berbohong jika kau tak pulang hari ini," ujar Dara.

“Sudah kuduga wanita itu pasti akan mengarang bebas,"Oxel menanggapi.

Saat mereka sedang berbincang, datanglah bibi pemilik toko bunga.

“Mengapa kau kemari, nak? Bukankah kau sedang sakit? Kami baru saja mengunjungi rumahmu,"ucap bibi.

“Aku tidak bisa jika tidak bekerja, Bi. Tenanglah, aku akan baik-baik saja,"jawab Oxel.

Bibi hanya melihat pergelangan tangan Oxel, terdapat seperti bekas jarum infus.

“Kau di rumah sakit tadi?"tanya bibi.

“Tidak. Aku hanya di klinik. Dokter bilang aku pingsan, dan ibuku serta saudaraku membawaku ke klinik," jelas Oxel.

Sean hanya menyimak.

“Sungguh? Ibu dan saudaramu membawamu ke klinik? luar biasa!" Dara menanggapi.

“Kalau begitu apa kata dokter?" tanya bibi.

“Dokter bilang aku terkena tifus, gangguan pencernaan serta dehidrasi," jawab Oxel.

“Dan kau masih memaksakan diri untuk bekerja?!" kaget Sean.

“Sudah aku putuskan. Kau beristirahat di ruang pegawai. Kau tak boleh bekerja hari ini. Aku tidak mengizinkanmu. Seharusnya kau itu masih istirahat," tegur bibi dengan nada marah.

Paham dengan kemarahan bibi, Oxel pun memasuki ruang istirahat pegawai dan beristirahat di sana.

Author POV end

1
Dewi Payang
Sampai jumpa lagi kakak, ditunggu karya barunya🙏🙏
Dewi Payang: 😁😁😁👍👍
total 2 replies
Dewi Payang
Oh ya ampyun, selamatnya Oxel dan Michelle
Dewi Payang: yes👍👍
total 2 replies
Herdianti Putri
semangat
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
aduuh ga kuat bacanya....penderitaan oxel keterlaluan😣😣😣
〈⎳🥑⃟HIATUS: Mianhamnida 🙏
total 1 replies
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
kok ya keterlaluan pake banget tah.laporin polisi aja xel atau pergi yang jauh biar pada tau rasa...aku benar2 ga tahan baca penderitaannya oxel💔😭
〈⎳🥑⃟HIATUS: maaf ya 😔
total 1 replies
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
kasian banget sih hidupnya oxel😔😭 kalau aku dah kabur dari dulu2....atau tak kasih kopi sianida tuh ibu tiri sama 2 biji adiknya🤭 biar metong sekalian🙄🙄 jahaaat....
〈⎳🥑⃟HIATUS: dua bijiii 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
✮⃝🍌💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒
Hebatt.. klo aku udah pasti sepanjang jalan ngomel2 ga jelas wkwkwk
〈⎳🥑⃟HIATUS: pantang menyerah
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kasihan kan Oxel nya jd pincang 😣
〈⎳🥑⃟HIATUS: tolong peluk kalau kasihan biar dia kuat
total 1 replies
‎◌ᷟ⑅⃝ͩ●‎𝓐𝔂⃝❥Jin❀∂я❀ ⃟⃟ˢᵏ●⑅⃝ᷟ
ceritanya sepanjang kisah Oxel ya bu dan bisa langsung tamat kalo diceritakan hehe😁
〈⎳🥑⃟HIATUS: sepanjang sungai nil
total 1 replies
‎◌ᷟ⑅⃝ͩ●‎𝓐𝔂⃝❥Jin❀∂я❀ ⃟⃟ˢᵏ●⑅⃝ᷟ
Hem Oxel memang punya bakat menyanyi yang luar biasa Bu, bahkan dia bisa jadi penyanyi idola jika tak ada si ibu tiri itu hehe
〈⎳🥑⃟HIATUS: memang
total 1 replies
‎◌ᷟ⑅⃝ͩ●‎𝓐𝔂⃝❥Jin❀∂я❀ ⃟⃟ˢᵏ●⑅⃝ᷟ
aku kurang tahu ku ikut mendengarkan dan menikmatinya saja ya hehe
〈⎳🥑⃟HIATUS: iya itu lagu Hug lagu debutnya pak Yono dkk, Jaejoong langsung jadi sorotan, visual abadi 🤣
total 3 replies
‎◌ᷟ⑅⃝ͩ●‎𝓐𝔂⃝❥Jin❀∂я❀ ⃟⃟ˢᵏ●⑅⃝ᷟ
bibi bagaikan pengganti ibunya Oxel yang selalu perhatikan dan sayang padanya ya
〈⎳🥑⃟HIATUS: kasihan kalo semua pada jahat sama Oxel
total 1 replies
‎◌ᷟ⑅⃝ͩ●‎𝓐𝔂⃝❥Jin❀∂я❀ ⃟⃟ˢᵏ●⑅⃝ᷟ
Walah masih kurangen masih kangen pasti ma ibunya, tapi yo dirimu harus bangun toh ingat pesan ibumu untuk selalu kuat ya
〈⎳🥑⃟HIATUS: Oxel: Nee, Noona!
total 1 replies
‎◌ᷟ⑅⃝ͩ●‎𝓐𝔂⃝❥Jin❀∂я❀ ⃟⃟ˢᵏ●⑅⃝ᷟ
dirimu Xel lagi ngimpi aja masih bisa protes kagak mau dibilang manis dan menggemaskan kenapa gak dikombinasikan saja jadi manis, tampan dan menggemaskan hehe
〈⎳🥑⃟HIATUS: Oxel: Oxel nggak menggemaskan ya, Noona. Yang menggemaskan itu perempuan, Oxel, kan laki-laki."
total 1 replies
‎◌ᷟ⑅⃝ͩ●‎𝓐𝔂⃝❥Jin❀∂я❀ ⃟⃟ˢᵏ●⑅⃝ᷟ
noh si ibu ma Kaka tirinya yang selalu jahat ma si Oxel bu, kasihan nawin si Oxel disiksa terus terusan
〈⎳🥑⃟HIATUS: memang, sini yuk peluk Oxel
total 1 replies
‎◌ᷟ⑅⃝ͩ●‎𝓐𝔂⃝❥Jin❀∂я❀ ⃟⃟ˢᵏ●⑅⃝ᷟ
hush kagak bangun berarti ngek dong Xel jangan dong ibumu pasti kagak ngisinin, kau harus hidup dan hadapi si ibu serta Kaka tiri mu itu. Buat mereka jera dan menerima karma nya Xel
〈⎳🥑⃟HIATUS: iya aku akan berusaha tergantung authornya 🤣
total 1 replies
‎◌ᷟ⑅⃝ͩ●‎𝓐𝔂⃝❥Jin❀∂я❀ ⃟⃟ˢᵏ●⑅⃝ᷟ
mimpimu indah ya Xel kaya lagi di surga aja hihi
〈⎳🥑⃟HIATUS: barangkali itu surga sungguhan
total 1 replies
‎◌ᷟ⑅⃝ͩ●‎𝓐𝔂⃝❥Jin❀∂я❀ ⃟⃟ˢᵏ●⑅⃝ᷟ
Oxel berangkat kerja mung numpang istirahat tok percuma istirahat dirumah juga pasti si ibu tiri bakal nyuruh kerja aja kan. Gak papa tahan dulu Xel tubuhmu masih lemas tuh harus banyak istirahat
〈⎳🥑⃟HIATUS: Oxel harus banyak istirahat sama kaya authornya 🤣
total 1 replies
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
serapat2 y bangkai ditutupi akan tercium juga apa lg gelagat mu mencurigakan Maria
yg gk berguna adalah anak2 mu Maria yg gk bisa apa2 hanya jd benalu saja bagi Oxel😤
〈⎳🥑⃟HIATUS: Memang ya, dasar benalu tak berguna!

dibuat Teh aja 🤣
total 1 replies
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
jahat banget mereka😤
padahal Oxel lg sakit, tga y merek melakukan semua itu pd Oxel
kudu di santet online kaya y nih😤
〈⎳🥑⃟HIATUS: Santet
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!