Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Yang Tak Biasa

Setelah keluar dari pusat perbelanjaan, Dika tidak langsung kembali ke rumah. Mobil yang ditumpanginya melaju menuju kantor Wiratama Group. Ada beberapa urusan perusahaan yang harus diselesaikan hari itu, tetapi pikirannya tidak benar-benar berada di sana.

Beberapa kali Dika membuka berkas yang diberikan sekretarisnya, lalu kembali menutupnya. Satu kalimat Rina terus terngiang di kepalanya.

"Tanpa sepeser harta darimu, aku yang kau sebut wanita lemah ini bisa menjadikannya seorang dokter bedah."

Dika mengembuskan napas panjang. Ia masih tidak menyukai cara Rina berbicara kepadanya. Namun ada satu hal yang membuatnya tidak bisa mengabaikan percakapan itu.

Dokter bedah. Rina membesarkan anaknya sendirian. Dan anak itu sekarang sudah menjadi seorang dokter. Dika menggeleng kecil. Seharusnya itu bukan urusannya. Bukankah selama ini memang begitu?

Ia sudah menjalani kehidupannya sendiri. Rina juga sudah menjalani kehidupannya.

Tidak ada alasan untuk mengorek sesuatu yang telah berlalu selama puluhan tahun.

Namun ketika mobil berhenti di depan gedung Wiratama Group, Dika justru teringat pada wajah Rina saat mengatakan bahwa putrinya tidak membutuhkan ayah sepertinya.

Entah kenapa kalimat itu terasa lebih menyakitkan daripada kemarahan Rina.

Dika turun dari mobil tanpa mengatakan apa pun. Beberapa jam berlalu. Rapat demi rapat selesai. Dika bahkan berhasil menyelesaikan beberapa persoalan yang sejak pagi menunggunya.

Namun ketika seorang direktur menyampaikan laporan mengenai program bantuan kesehatan perusahaan, perhatian Dika tiba-tiba terhenti.

"Untuk program berikutnya, kami akan bekerja sama dengan beberapa rumah sakit swasta. Salah satunya rumah sakit tempat dokter muda yang kemarin—"

"Dokter Azmira?"

Nama itu keluar begitu saja dari mulut Dika. Semua orang di ruangan rapat langsung menoleh. Dika terdiam sejenak.

Direktur tersebut mengangguk. "Benar, Pak. Dokter Azmira termasuk salah satu tenaga medis yang direkomendasikan."

Dika menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Baik. Lanjutkan."

Rapat kembali berjalan. Tetapi kali ini, Dika tidak lagi membaca berkas di hadapannya. Bukan karena ia tidak memahami pembahasan. Melainkan karena ada satu pertanyaan yang mulai mengusiknya.

Siapa sebenarnya perempuan itu?

Pertanyaan itu sederhana. Tetapi untuk sekarang Dika merasa membutuhkan jawabannya.

☘️☘️☘️☘️☘️

Sore menjelang ketika Dika kembali ke ruangannya. Ia berdiri di dekat jendela, memandang kendaraan yang memenuhi jalanan di bawah sana.

Kemudian ia menekan tombol interkom. "Suruh asisten saya masuk."

Tidak lama kemudian pintu diketuk. "Masuk."

Asistennya datang membawa beberapa dokumen. "Ada yang bisa saya bantu, Pak?"

Dika berbalik. "Masih ingat dokter yang saya minta datanya?"

"Dokter Azmira, Pak?"

Dika mengangguk. "Sudah ditemukan?"

"Sedang kami lengkapi, Pak. Tapi ada beberapa data yang sudah berhasil kami dapatkan."

"Berikan."

Asisten itu menyerahkan sebuah map. Dika menerimanya. Kali ini ia tidak langsung membukanya.

"Pastikan datanya benar. Saya tidak ingin informasi yang setengah-setengah."

"Baik, Pak."

"Kalau ada data keluarga, sertakan juga."

Asistennya sempat terdiam. "Data keluarga, Pak?"

Dika menatapnya. "Iya."

"Baik."

Asisten itu kemudian keluar. Dika membuka map yang baru saja diterimanya.

Halaman pertama berisi identitas Azmira.

Ia membacanya sekilas. Lalu membuka halaman berikutnya.

Riwayat pendidikan.

Tempat tinggal.

Pekerjaan.

Semuanya tampak biasa. Sampai matanya berhenti pada satu nama.

Rina.

Dika membeku. Tangannya perlahan mengencang pada lembar kertas tersebut.

Tidak ada nama lain yang ia perlukan untuk mengenali perempuan itu.

Rina.

Nama yang selama ini hanya tersimpan dalam ingatan. Nama yang baru saja ia dengar kembali setelah puluhan tahun. Dika membaca keterangan di bawahnya.

Ibu kandung.

Tidak ada nama ayah.

Dika menatap lembar tersebut cukup lama dan rasa ingin tahunya tidak lagi bisa ia anggap sebagai sekadar kebetulan. Ia mengambil ponselnya. Jarinya berhenti beberapa saat sebelum akhirnya memilih sebuah nomor.

Panggilan tersambung.

"Ya, Pak?"

"Besok saya ingin kamu mencari satu hal lagi."

"Apa itu, Pak?"

Dika menatap kembali nama yang tertera di hadapannya. "Riwayat keluarga Azmira. Saya ingin tahu siapa ayahnya."

"Baik, Pak."

Panggilan berakhir. Dika meletakkan ponselnya. Ia tidak mengatakan kepada siapa pun alasan sebenarnya. Bahkan kepada dirinya sendiri pun, ia belum sanggup mengakuinya.

☘️☘️☘️☘️

Malam harinya, Dika pulang lebih lambat dari biasanya. Begitu masuk ke rumah, ia melihat Miranda sedang duduk di ruang keluarga.

"Kamu dari mana?"

"Dari kantor."

Miranda memperhatikan wajah suaminya. "Akhir-akhir ini kamu sering terlihat banyak pikiran."

Dika melepas jasnya. "Urusan perusahaan."

"Benarkah?"

Dika menoleh.

Miranda tersenyum kecil. "Aku hanya bertanya."

Dika tidak menjawab. Ia hendak pergi ketika Miranda kembali bersuara.

"Perempuan yang kamu temui di mall itu..."

Langkah Dika berhenti. Miranda melanjutkan dengan tenang. "Dia Rina kan?:"

Dika perlahan menoleh. "Iya."

"Kenapa kamu masih memikirkannya?"

Dika mengerutkan kening. "Aku tidak memikirkannya."

"Kalau begitu kenapa wajahmu berubah setiap kali namanya disebut?"

Dika tidak membalas. Miranda bangkit dan berjalan mendekatinya.

"Dia sudah memilih pergi sejak dulu, Dika."

"Aku tahu."

"Dan kamu sudah punya keluarga."

"Aku juga tahu."

Miranda menatap mata suaminya. "Jadi jangan membuat kesalahan yang sama dengan membuka kembali sesuatu yang sudah selesai."

Dika tidak menjawab. Ia hanya berjalan meninggalkan ruang keluarga.

Namun Miranda tetap berdiri di tempatnya. Senyum di wajahnya perlahan menghilang.

Ia mengenal Dika terlalu baik. Dan ia tahu...

lelaki itu tidak akan meminta seseorang mencari data keluarga seorang dokter muda tanpa alasan.

Miranda menggenggam tangannya erat. "Azmira..."

Nama itu terucap pelan dari bibirnya. Untuk pertama kalinya, Miranda merasa nama itu mungkin jauh lebih berbahaya daripada yang ia bayangkan.

Bersambung.

Halo ... maaf ya udah buat menunggu cukup lama sekarang Azmira susah hadi lagi.

Oh ya kak kalau boleh aku punya buku baru. Jika senggang mampir yuk!

Seumur hidupnya, Amira tidak pernah benar-benar dianggap sebagai bagian dari keluarganya. Sebagai anak yang lahir dari hubungan terlarang, ia selalu menjadi sasaran kebencian kakak tirinya. Bahkan lelaki yang dicintainya memilih kakaknya sendiri hanya karena Amira bukan anak sah keluarga itu. Ketika fitnah demi fitnah membuat ayahnya ikut membencinya, Amira akhirnya mendapat "hadiah" dari keluarganya—sebuah perjodohan dengan Kaizar, pewaris keluarga mafia paling ditakuti. Kaizar bukan pria biasa. Ia lumpuh, memiliki luka yang membekas di wajahnya, dingin, kejam, dan tidak mengenal belas kasihan. Bagi keluarga Amira, perjodohan itu adalah cara untuk menyingkirkan putri yang selama ini mereka anggap sebagai aib. Namun mereka tidak tahu satu hal. Di balik kekejaman Kaizar, tersimpan luka yang jauh lebih dalam. Dan ketika semua orang memilih takut kepadanya, Amira justru menjadi satu-satunya perempuan yang berani mendekat, memeluknya, lalu berkata, "Sabar... kamu tidak sendirian."

1
Nancy Nurwezia
penyesalanmu mulai mendrkati mu dika
Nar Sih
lanjut kakk👍🥰
Tengku Nafisa
Terasa lamban semuanyaa. Dika banyak duit spt jalan di tempat sementara Dedemit Miranda dan anaknya sdh spt detektif yg sdh maju selangkah. Dan yg di cari tau kehidupannya ada di sekitar mereka. Adegannya seperti main kucing kucingan. Gaskan thor.. jgn keduluan dedemit yg mencelakai Azmira dan ibunya. Oh Wiliam lindungilah Azmira.
Nar Sih
kak ayu jdi gk sabar nunggu kebusukan miranda kebongkar dan penyesalan dika yg telah melupakan azmira
Sri Widiyarti
eh ga taunya Sherin bukan anak kandungnya 🤦🤦🤦
Nar Sih
kesalah mu sendiri dika ,yg sdh piara ular di rmh mu 🤣🤣
ceuceu
Ga sabar liat kehancuran dika pas tau kebusukan miranda wanita yg dia pilih,sampai rela membuang putri kandung
Tengku Nafisa
jgn lama2 thor membuka kedok miranda di dpn keluarga.
Nar Sih
semoga sgra terbongkar kejhtn miranda biar dika menyeslll🤣🤣🤣
ros
🙏
Suanti
setelah terungkap shiren bukan kandung dika
dika bakal menyesal seumur hidup 🤭
Nar Sih
kasihan kmu dika ,klau ternyata ank yg kau anggap ank kandung mu eh...ternyata ank sekingkuhan pelakor mu ,sedang ank kandung mu tak kau anggap🤣🤣
Tengku Nafisa
ketahuan... sdh terlambat utk sadar. terlanjur terlena dgn duniamu Dika. rasakan itu penyesalan yg tak bisa kembali
Marini Suhendar
anak orang lain d urus..anak sendiri d d usir..
ceuceu
sepertinya shiren bukan anak dika,sukurin deh dika biar tau rasa,ngurus anak orang lain,anak sendiri di telantarkan
Heni Fitoria
intinya anakku bukan anakku...
🤣🤣🤣🤣
itulah karma Dika...
sakit tak berdarah ketika tau kenyataan yang sebenarnya 😆😆😆
Nar Sih
satu demi satu rahasia miranda sgra terungkap dan saat dika tau tinggal lah penyesalan yg terlambat
Tengku Nafisa
Dika akan sadar ketika dirinya selama ini telah tertipu dan yg menipunya adalah wanita yg dipeliharanya dirmhnya sendiri.
Nar Sih: bnr banget kak ,dan saat kbnran itu tiba tinggal lan penyesalan
total 1 replies
ceuceu
Dika egois menelantarkan anak selama 25 tahun,ngapain sekarang baru cari tau
Nar Sih
seperti nya shiren bkn ank kandung mu dika ,dan bila kbnran rahasia istri perebut suami org terbongkar saat itu lah karma penyesalan mu tiba🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!