Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Bar-bar Untuk Mr. Ice

Gadis Bar-bar Untuk Mr. Ice

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Cintapertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: Winter Blue

Andrea si gadis tomboy petakilan, penggemar novel misteri, dan detektif, ingin memburu penulis favoritnya yang sudah dua bulan tidak mengupload bab baru novelnya. Padahal dia sudah susah payah menyisihkan uang jajannya hanya untuk pergi ke warnet, saking sukanya dia dengan novel misteri buatan penulis dengan nama pena author gagal move on.

Dibantu temannya yang bernama Atika, dan anggota genk somplaknya dia akhirnya mendapatkan identitas si penulis. Namun, saat mereka bertemu, Rea tidak tahu dunianya jungkir balik, dan menumbuhkan benih-benih kesesatan bernama cinta di hatinya.

Akan tetapi, kenyataan tak semanis ekspetasi ketika Dimas Alexander, nama si penulis favoritnya tak sebaik yang dia kira. Pemuda itu cenderung kaku, sok dingin, dan hobi membuat Andrea kesal setiap hari, dan lebih parahnya pemuda itu mengira Andrea adalah laki-laki, membuatnya risih dengan si tomboy.

Namun, sebuah kejadian, membuat mereka harus mendadak menikah, dan dirahasiakan.

Bagaimana kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winter Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Salah Paham

Tepat setelah setengah jam berkendara dengan kendaraan roda dua. Dimas tiba di tempat tujuan, yaitu tempat kos si gadis tomboy.

Dia mematikan mesin motornya di depan gang, menoleh ke belakang, dan mendapati gadis itu masih tertidur sembari memeluk perutnya.

"Bangun, Bang. Udah nyampai nih." Dimas mengguncang tubuhnya. Namun Rea tak kunjung bangun. "Kenapa malah nggak bangun sih ni orang."

Tak hilang akal, dia kemudian melepaskan tangan Rea yang melingkar di perutnya. Turun dari motor masih dengan posisi menyangga bahu gadis itu.

Dia yang berhasil turun, lalu berdiri di sisi kiri Rea. Sialnya, justru pemandangan saat gadis itu tertidur menghipnotis kedua mata sipitnya.

"Dia cowok, kan? Kok bibirnya tipis kaya cewek, ya." Nyaris jarinya hampir menyentuh bibir perawan Rea. Jangan heran karena seumur hidupnya gadis tomboy itu tak pernah menjalin hubungan dengan pria mana pun. Dia sibuk berpikir dengan kebingungan akan gendernya sendiri.

"Bodoh." Tak mau terlena, akhirnya dia memilih mengguncang bahu gadis itu kembali.

"Bang, bangun!"

Rea membuka perlahan matanya, lalu menatap ke sekitar. "Udah nyampai, ya?" Dia tersenyum tipis, merasa bersalah karena masih tertidur saat motor pemuda itu sudah berhenti.

"Sorry, Dek. Gue ketiduran, pusing kepala gue kena hujan. Keknya sih mau flu."

"Siapa?"

"Gue yang mau flu."

"Yang nanya."

Anjirlah, jika saja dia sedang fit, mungkin sudah dibanting tubuh pemuda ini. Ingatkan Dimas, jika Rea itu atlet karate.

"Mau gue cium di sini lo. Gue serius."

"Kena hujan apa bikin otak jadi eror."

"Yang eror otak lo, masa gue mau flu lo nggak ada empatinya sih." Rea menggerutu. Bibirnya berkomat-kamit.

"Bukan urusanku, ngapain."

"Jahat banget sih lo jadi orang, ada rasa empati dikit gitu."

"Emangnya tadi bukan empati, aku sudah mau nganter kamu sampai sini. Bensin 1 liter." Dia menengadahkan tangannya ke arah Rea.

"Huh, serius lo nagih uang bensin sama gue?"

"Muter balik soalnya."

Rea geleng-geleng kepala, dia mulai berasumsi jika orang cakep kebanyakan dingin dan pelit.

"Utang dulu, nggak punya duit gue. Besok gue anterin ke kampus lo." Padahal, itu sih hanya akal-akalannya Rea, biar dia memiliki alasan untuk pergi ke fakultas teknik.

"Nggak nerima hutang, bayar sekarang. Kan kamu punya uang yang kukasih tadi pagi."

"Duitnya belum gue recehin, Bray. Besok aja ya."

"Aku punya kembalian, sini."

"Gak usah ngeyel ya, besok aja. Nggak baik nagih hutang di pinggir jalan, atau lo mau gue bayar di kos gue, biar lo digerebek Pak RT terus dituduh macem-macem, endingnya lo suruh nikahin gue, mau?"

Mata sipitnya mendelik, Rea tahu pemuda itu marah, kesal, dan apapun itu namanya, tapi masa bodohlah. Memang Rea peduli, dia orang paling cuek segalaksi bima sakti.

"Turun."

"Iya bentar, nggak kasihan apa lihat gue hampir pingsan, bantuin turun kek."

"Nggak mau, udah cepetan sana, aku mau pulang. Lama-lama di sini malah jadi edan."

Rea menggerutu, dia buru-buru turun dari atas motor si pemuda bernama lengkap Dimas Kenz Alexander Wu itu. Kepalanya masih pusing, saat turun dirinya hampir terjatuh. Naasnya dia justru berpegangan pada bahu si tampan, dan terhuyung ke depan. Badannya menempel, jika dilihat dari belakang mereka seperti orang berpelukan.

Sialnya, Adrian barusaja kembali dari kampus Rea, dan ingin kembali ke kosan gadis itu. Pemuda itu diam di atas motornya yang mesinnya masih menyala, namun kendaraan itu sudah berhenti.

"Rea, dipeluk siapa tuh."

Buru-buru dia menjalankan motornya kembali ke arah di mana pujaan hatinya berada.

Sementara kedua manusia itu saling menatap, sebelum Dimas sadar, dan mendorong tubuh Andrea ke belakang.

"Jauh-jauh, jangan dekat-dekat," ujarnya. Rasanya ada yang bergejolak aneh di dalam hatinya setiap menatap kedua bola mata bulat itu.

"Astagfirullah, kalem Bray. Jangan main dorong-dorong lah. Kalau gue jatuh, terus amnesia gimana?"

"Lebay, yang jatuh tut pantatmu, Bang. Bukan kepalamu."

"Elah, kalau bokong gue luka-luka, terus harus dijahit sepuluh, siapa yang mau bayar biayanya? Lo mau tanggung jawab?"

"Kayaknya otaknya udah geser nih orang, cowok tapi kok hobi nempelin cowok, nyeremin. Lagian kenapa sama jantungku sih," ujarnya dalam hati.

"Kok lo diem?" Rea menyipitkan mata, gadis yang hobi menggoda itu kini justru mendekatkan dirinya dengan bibir tersungging smirk. "Lo terpesona ya sama gue, ngaku?"

"Bang besok kamu ke dokter deh, kayaknya ada saraf di kepalamu yang putus."

Buru-buru Dimas naik kembali ke motornya, bersamaan dengan Adrian yang sampai di tempat itu.

"Ndre!" teriaknya.

Andrea maupun Dimas yang belum sempat pergi dari tempat itu, otomatis menoleh ke arah di mana Adrian menepikan motornya, dan pemuda itu langsung menghampiri Rea.

"Lah, napa lo ke mari, Bro?"

"Gue khawatir lah sama lo, udah malam, mana gerimis gak pulang-pulang. Ya jelas gue nyariin lo, eh dia siapa?"

Bahkan sebelum Rea menjawab, Adrian sudah mendekati Dimas. "Eh lo mahasiswa baru jurusan teknik informatika, kan? Temennya si Heru."

"Lo kenal dia, Dri?"

Adrian mengangguk, matanya masih menyipit dia mencurigai pemuda itu.

"Hei, mahasiswa baru, lo apain temen gue. Main peluk-peluk aja lo."

"Siapa yang meluk dia? Nggak kok, Bang. Ngimpi kali Anda. Dibayar pun ogah meluk dia."

"Halah gue lihat sendiri. Mata gue belum rusak ya. Dari radius lima kilometer aja udah ketahuan lo nyari kesempatan buat meluk si Andre, ngaku lo."

Dimas semakin bergidik ngeri. Buru-buru dia menyalakan mesin motornya. Semakin lama di sini otaknya semakin konslet dengan para kumpulan orang aneh. Lagipula permasalahannya di mana, toh si Andre ini laki-laki, begitulah isi pemikirannya.

"Woy, Bocah. Mau ke mana lo!" teriaknya.

"Udah, Bray. Dia cuma nganterin gue ke sini, nggak ngapa-ngapain. Masih untung tuh bocah gak minta duit bensin, gue kan nggak ada duit. Ada sih duit, tapi buat bayar buku. Lo ngapain cari gue?"

"Biasa, udah makan belum lo? Gue beliin nasgor kesukaan lo ya. Yang pedesnya ngalahin mulut tetangga."

Andrea menggeleng cepat, rasanya nafsu makannya entah hilang ke mana. Mungkin efek sakit kepala, dan hidung yang gatal. Membuat rasa laparnya lenyap begitu saja.

"Lain kali aja deh, udah lo balik sono. Gue mau tidur."

"Gue anterin sampai depan kosan lo."

Tangannya melambai, pertanda gadis itu tidak mau Adrian mengikutinya.

"Nggak usah, udah sono balik lo." Tangannya mengibas untuk mengusir Adrian.

"Ya uda deh, kalau ada apa-apa telepon gue ya."

"Nggak ah ngapain, lo bukan Bapak gue." Dia berujar sebelum akhirnya memilih masuk ke dalam gang di mana kamar kosanya berada.

"Susah banget sih dapetin hati lo, Re." Adrian bergumam, sebelum memutuskan kembali menaiki motornya, dan kembali ke tempat kosnya yang dia tinggali berdua dengan Rosyid, dan Amin.

***

Andrea mengetuk pintu kamar kosnya, dan tak berapa lama Atika membuka pintu. Gadis itu menyuruh Rea masuk, dan Rea sendiri akhirnya masuk sebelum melepas jas hujan milik Dimas yang lupa diminta pemiliknya.

"Masih marah lo, Tik?"

"Marah kenapa? Kenapa aku mesti marah sama kamu? Apa alasannya?"

"Gue nggak ada perasaan sama si Adrian, tenang aja"

Atika kemudian ikut duduk di samping temannya, melihat hidung Rea yang memerah, dia menyerahkan inhaler milik gadis itu.

"Ketinggalan di kamar, kamu nggak sesak napas, kan?"

"Nggak kok, tenang aja." Dia mulai menyandarkan kepalanya pada kasur busa, melirik Atika yang masih terus menatap ke arahnya.

"Mau nanya apa?"

"Nggak, aku cuma mau nanya soal Mas Adrian, kalau misalnya aku jujur sama dia kira-kira gimana ... Ah lupain aja deh Re. Aku tau jawabannya apa. Oh ya tadi kamu pulang sama siapa? Terus di luar itu jas hujan punya siapa?" tanyanya.

"Oh punya si author gabut, Kang mager yang udah bikin kepala gue pusing karena novelnya gak diupdate."

"Dimas? Maba ganteng yang terkenal di fakultas teknik?

"Siapa lagi, kalau bukan tuh manusia cakep, sayangnya susah gue raih. Lagian itu cuma delusi, kan dia tajir, gue misquin."

Atika merapatkan tubuhnya pada Rea. Matanya menyipit. "Kamu beneran suka sama dia?"

Detik itu juga terdengar gelak tawa dari bibir Andrea.

"Nggak tau, mungkin gue suka aja lihat mukanya yang unyu-unyu itu, tapi nyebelin. Gue mana tau masalah percintaan Atika, dari gue lahir sampai umur 19 tahun hampir 20 tahun, gue belum pernah ngerasain yang namanya pacaran. Lagian gue nggak tertarik jatuh cinta, jatuh cinta itu ngerepotin. Pasti diatur ini dan itu lah, tapi nggak taulah ke depannya nanti. Tuh bocah author meskipun nyebelin tapi gue suka godain dia." Bibir pink alami itu terkekeh, dan mendapat pukulan di kepala dengan bantal oleh Atika.

"Gila kamu."

"Emang kapan gue warasnya sih."

Atika menggerutu. "Jangan gitu, sebel lama-lama suka, loh."

"Gue nggak benci dia, gue emang suka sama dia. Tapi, cuma sekedar angan-angan aja, nggak berani gue. Ibu udah pesen, kalau suka sama orang selevel aja, takut gue dimusuhin mertua kalau dapat anak orang tajir, gue kan nggak selevel sama dia."

"Pikiranmu udah ke sana aja, udah deh istirahat."

Andrea mengangguk saja, dia memilih merebahkan tubuhnya.

Sementara itu di tempat kos yang ditinggali Heru, dan Dimas. Pemuda bernama Heru Ardianata itu sudah heboh sendiri karena mendapat pesan berantai dari SMS yang diteruskan oleh Rosyid sahabatnya.

Matanya sempat mendelik, saat pesan itu berhasil dia baca.

Dimas Alexander, mahasiswa baru dari fakultas teknik jurusan informatika kedapatan menodai mahasiswa fakultas pendidikan semester 3 bernama Andre di depan gang ... Sebagian teks hilang.

"Dim, lo jadi terkenal."

Pemuda itu bahkan barusaja masuk setelah dari kamar mandi. Di kepalanya masih bertengger handuk kecil untuk mengeringkan rambut.

"Terkenal kenapa?" Dia duduk di samping Heru. Heru lalu menyerahkan hapenya, dan SMS berantai itu berhasil dia baca. "Bangsul, aku nggak nodain dia. Aku masih normal."

1
G
thor gk dilanjut lagi ya
Ken_Aoyama: Setelah akunku balik, akan ku lanjut kak.
total 1 replies
G
kok ini gk diupdate lagi sih thor?
G
lanjut thor please double up
G
harus update lagi dong thor
G
thor kok blm up juga?
G
ini gimana sih thor gdk niat untuk buat lanjutannya?
G
Thor ini gimana sih ceritanya. gk bersambung gitu?
G
thor kekmana nih hk dilanjut ceritanya?
G
thor please up lagi ya
seru nih ceritanya thor, kok gk dilanjut lagi. sayang banget sama ceritanya
Ken_Aoyama: maaf ya kak, aku authornya. Aku kehilangan akunku, dan nggak bisa login lagi 🥲
total 1 replies
G
gimana sih thor kpn up nya?
please dilanjut ya thor
G
thor kpn nih di update, kok lama banget gk up
seru banget loh ceritanya sayang banget nanggung gini
G
thor kpn nih di update?
G
please lanjut ya thor please ya
G
please thor lanjut ya
G
thor please update ya hari ini dh lama loh gk up
G
please thor kpn nih diupdate ceritanya?
G
please lanjut thor hari ini
G
thor please update lah ya hari ini
G
please thor lanjut ya hari ini
G
please thor lanjut hari ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!