Sebuah Harapan yang tidak pernah putus di dalam diri Bianca, saat ia di vonis akan sulit memiliki anak, Ia selalu Berusaha untuk memastikan kalau suami nya tetap bersama nya melewati kekurangan nya, namun tuntutan keluarga Suami membuat mental Bianca menjadi tidak baik baik saja, Namun pertemuan nya dengan seorang bidadari kecil memberi semangat dan kekuatan yang baru untuk nya agar tidak menyerah, akan kah Harapan Bianca akan terwujud? Yuk simak kisah perjalanan Bianca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08 - Di rumah Orang Tua Bianca
Di meja makan.
Bianca pun duduk menikmati masakan ibu nya yang selalu enak dari dulu hingga sekarang.
"Ada masalah dengan Revan?." Tanya Bu Mirna. Bianca terdiam sejenak sebelum ia menjawab dengan gelengkan kepala yang ragu.
Tentu balasan Bianca tidak membuat Bu Mirna percaya putri nya sedang baik baik saja, karena melihat wajah yang tampak tidak bersemangat.
"Kalau ada masalah jangan di hindari, kalian harus duduk bersama untuk membicarakan nya, mencari solusi nya sama sama." Ucap Bu Mirna menasehati putri nya.
"Masalah nya bukan dengan Mas Revan, tapi dengan mertua aku Ma, Dan gak pernah ada solusi nya, karena Mertua aku selalu nuntut aku untuk hamil."
"Kalau Bianca bisa buat sendiri anak nya kayak boneka, Udah Bianca beli Ma banyak banyak."Keluh Wanita itu.
Dengan mata yang berkaca kaca ia menumpahkan perasaan nya pada ibu nya. Bu Mirna yang mengerti perasaan Putri nya yang sedih pun tidak membalas apa, ia mendengar keluhan putri nya agar hati Bianca lebih plong.
Bu Misna menarik nafas dalam. "Kamu juga harus memaklumi, banyakin sabar, kamu kan tahu kalau Revan adalah anak satu-satunya, Mungkin dimasa tua nya, dia sangat ingin memiliki cucu."Bu Mirna mencoba untuk memberi pengertian pada Bianca. Bianca menatap ibu nya dan memeluk ibu nya itu.
Wajah Bu Mirna tampak sendu, ia menyembunyikan rasa sedih nya untuk apa yang di alami oleh putrinya itu.
Di tengah obrolan mereka. Revan masuk dan di sambut senyum hangat Bu Mirna dan Bianca.
"Hi sayang." Sapa Revan mengecup kening Bianca.
"Hi Ma." Sapa Revan lagi pada Ibu mertua nya dengan sopan.
"Sudah kerja nya Van?." Tanya Bu Mirna. "Iya Bu, lansung kesini."Balas Revan.
"Oh ya sudah, duduk sini, belum makan kan?. Mama ada Masak."Ajak Bu Mirna.
"Iya Ma, Kebetulan sekali aku lapar."Balas Revan dengan cepat.
"Bianca siapkan untuk suami kamu ya, Mama mau kedepan dulu, kalian duduk dan makan lah."Seru Bu Mirna. Bianca pun mengangguk.
Sesaat Bu Mirna, Revan dan Bianca pun saling melihat. "Dikit aja ya sayang, aku sudah makan tadi."Ucap Revan. Bianca pun tersenyum dan mengangguk.
"Harusnya kalau sudah makan, bilang aja udah makan Mas, mama juga gak akan marah kok." sembari tangan nya mengambil makanan di piring Revan.
"Yah gak enak dong sayang, Mama sudah capek-capek masak."Balas Revan.
"Iya deh, ini makan, sayur mau gak?."
"Boleh."
Salah satu sikap Revan yang sangat di sukai oleh Bianca adalah sikap nya yang sangat menghargai dan menghormati ibu nya. yang membuat Bianca merasa ia tidak salah memiliki Revan sebagai suami nya.
Bu Mirna lalu kembali masuk dan membawakan Jus untuk Revan dan Bianca.
"Ini jus, diminum ya." Ucap Bu Mirna.
"Makasih Ma."
"Oh ya, mba Bella kok gak keliatan." Ucap Revan sembari menikmati makanan nya.
"Joging dari pagi, mungkin nongkrong dulu sama teman-teman nya."Balas Bu Mirna.
Di tengah obrolan mereka, Bella yang sedang di bicarakan pun masuk. Berjalan menghampiri meja makan.
"Hi Bi, Van." sapa Bella sembari memeluk ibunya dari belakang.
"Keringat kamu Bel." Ucap Bu Mirna, Bella tersenyum lalu berpindah duduk di samping ibu nya.
"Hi kak, Habis Olahraga ya. Udah ideal banget kayak nya badan nya."Ucap Revan.
"Ya gitu deh."
"Iya nih, Body Goals banget deh. Suka liatnya." Timpal Bianca.
"Capek tahu, penuh perjuangan hahaha."
"Kapan sempat Bi, Gym bareng yuk, gak ada teman ni."Ajak Bella.
"Aku masih sibuk kerja kak, belum tahu juga kapak ambil cutinya."Balas Bianca.
"Sempatin dong bi, Olahraga kan sehat, Biar cepat bisa punya anak, Mimpi kamu kan."Ucapan Bella yang seketika menciptakan kecanggungan pada obrolan mereka.
Bella yang saat itu sembari meminum susu di gelas pun baru menyadari kalau ia sudah salah bicara. "Hm. Maaf ya, maksud aku bukan begitu." Ucap Bella.
"It's okay, Ada bagusnya juga kata kakak, Mungkin aku harus mencoba nya, kapan kapan kita olahraga bareng ya."Balas Bianca dengan cepat.
Bella pun mengiyakan dengan anggukan canggung, sementara Revan tampak diam menikmati makanan nya.
BCA lgi lah sinopsis yg di atass ..🤭
Nex....Mak ....
aduh nih ya di mana2 semua novel yang aku baca kenapa ya yang namanya Bella itu pasti jadi pelakor baik ke temen, sahabat, adik tiri, adik angkat, anak ART malah di sini adik kandung loh...kejam banget ya....
sehat2 buat kaka...
sampai2 kaka ipar pun kamu embat...