Indonesia
NovelToon NovelToon
Langkah Sunyi Arunika

Langkah Sunyi Arunika

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.

Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Rahasia Dalam Perlindungan

Perjalanan dari Stasiun Tugu berakhir ketika mobil yang dikendarai Anggoro memasuki halaman sebuah rumah bergaya Jawa klasik di kawasan Sleman. Pepohonan mangga yang rimbun dan tanaman hias serta beberapa tanaman sayuran yang tertata rapi di halaman depan menyambut kedatangan Arunika. Suasana di sini begitu teduh, jauh dari kebisingan klakson jalanan Jakarta yang biasa meracuni ketenangan jiwanya. Rumah ini memancarkan aura kedamaian yang pekat, sebuah tempat perlindungan yang sempurna bagi jiwa yang membutuhkan kehangatan dan kedamaian.

Begitu melangkah masuk, aroma harum masakan rumahan langsung tercium. Ibu Sandra dengan telaten menggandeng tangan Arunika menuju ruang tengah yang beralaskan karpet tebal, sementara Anggita dengan sigap membantunya membawakan tas jinjing ke dalam kamar tamu yang sudah disiapkan sejak semalam. Kamar itu berbau harum pandan, bersih, dan tampak sangat nyaman.

"Duduk dulu, Nika. Regangkan kakimu, perjalanan semalaman pasti membuat seluruh tubuhmu kaku," ucap Ibu Sandra lembut. Jilbab instan panjangnya bergoyang seiring gerakannya saat menuangkan segelas wedang jahe hangat untuk Arunika.

Arunika menerima gelas itu dengan kedua tangannya, menghirup aroma jahe yang pedas sekaligus menenangkan. Kehangatan itu menjalar dari telapak tangannya hingga ke dadanya, meruntuhkan sisa-sisa ketegangan yang ia bawa dari ibu kota. Di sampingnya, Anggita duduk bersila dengan wajah yang penuh rasa peduli, menanti dengan sabar. Mas Anggoro pun masuk setelah memarkir mobil di garasi samping sambil membawa koper milik Arunika, mengambil posisi duduk di dekat pintu dengan tatapan protektif seorang kakak.

Setelah meneguk minuman hangatnya dan menikmati beberapa suap gudeg buatan Ibu Sandra, keheningan yang sarat akan keseriusan perlahan menyergap ruangan. Arunika menarik napas dalam-dalam. Sisi cerdas dan keteguhan mentalnya kembali mengambil alih. Ia tahu, kepada keluarga sepersusuannya inilah ia harus meletakkan seluruh kejujuran tanpa ada yang ditutupi.

"Ibu, Anggita, Mas Anggoro..." Arunika membuka suara, suaranya terdengar sangat tenang namun bergetar oleh emosi yang tertahan. "Kepergianku dari Jakarta bukan sekadar karena aku menolak dipoligami oleh Saka. Ada alasan yang jauh lebih besar dan mendesak mengapa aku harus menghilang dari jangkauan mereka."

Ibu Sandra membetulkan posisi duduknya, menatap Arunika dengan sorot mata seorang guru agama yang penuh kearifan dan kesabaran. "Katakan, Nak. Ceritakan semuanya pada Ibu. Apapun yang terjadi pada dirimu, pintu rumah ini selalu terbuka untukmu."

Arunika perlahan menurunkan pandangannya ke arah perutnya sendiri. Kedua tangannya bergerak dengan sangat lembut, mengusap permukaan perutnya yang masih terasa rata di balik blus batik longgar yang ia kenakan.

"Aku sedang mengandung, Ibu. Di dalam sini... ada benih kehidupan yang sedang tumbuh," bisik Arunika lirih.

Deg.

Ruangan itu mendadak sunyi. Anggita tertegun dengan mulut sedikit terbuka, sementara Mas Anggoro mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Urat-urat di leher pemuda tegap itu menegang menahan amarah yang membuncah seketika.

"Bajingan itu..." desis Anggoro tajam, suaranya merendah penuh amarah terpendam. "Dia berselingkuh, memamerkan pernikahan barunya di hotel mewah, sementara dia meninggalkan darah dagingnya sendiri di rahimmu tanpa bertanggung jawab?!"

"Mas Anggoro, tenang dulu," sela Ibu Sandra dengan nada suara yang tegas namun tetap lembut, menenangkan gejolak emosi putra sulungnya. Ibu Sandra kemudian menggeser duduknya, merangkul bahu Arunika dan menggenggam jemari anak susuannya yang gemetar. Air mata Ibu Sandra menetes, namun wajahnya tetap memancarkan ketegaran iman yang luar biasa.

"Anak di rahimmu ini adalah titipan suci dari Allah, Nika. Dia tidak memiliki dosa sedikit pun. Lalu, apa rencana kamu selanjutnya?"

Arunika mendongak, menghapus setitik air mata di sudut matanya dengan tegas. Di balik hijabnya, sepasang mata indahnya memancarkan binar kecerdasan seorang grandmaster catur yang siap menjalankan langkah berikutnya.

"Saka tidak boleh tahu tentang kehamilan ini sampai kapan pun, Ibu. Begitu juga dengan Valerie atau Ibu Lina," ujar Arunika dengan nada suara yang sangat dingin dan mutlak. "Saka mengira aku adalah wanita lemah yang tidak bisa hidup tanpa kemewahan yang selama ini dia berikan. Dia mengira dengan memberiku banyak hadiah perhiasan, tas bermerek dan pakaian mahal, dia bisa membeli izinku untuk berpoligami. Aku bukan menolak tentang agama yang mengizinkan laki-laki berpoligami, tapi Saka bukan suami yang pantas berpoligami. Tidak ada hal yang urgent yang menuntutnya untuk melakukan itu."

Arunika tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh kemenangan yang elegan. "Ibu, Anggita dan Mas Anggoro tidak perlu khawatir untuk biaya hidupku dan persalinan nanti. Aku punya uang lebih dari cukup untuk membiayai persalinan dan kehidupan anakku kelak tanpa perlu mengemis sepeser pun dari harta mereka."

"Walaupun kamu tidak memiliki uang yang cukup, Mas bisa memenuhi semua itu, Nika," balas Mas Anggoro.

"Aku tahu. Tapi aku meninggalkan rumah itu tidak dengan tangan kosong. Saka memberiku banyak hadiah selama pernikahan kami. Aku menjual semua barang-barang itu dibantu Dinda, setelah tidak sengaja aku mendengar percakapan Saka dan Mama Lina."

Anggita yang sejak tadi menyimak langsung menggenggam tangan Arunika yang lain, matanya berbinar penuh rasa bangga. "Mbak Nika luar biasa cerdas! Biarkan pria angkuh itu pusing dengan skandalnya di Jakarta, sementara kita di sini yang akan merawat dan menjaga keponakan baru kita!"

"Benar, Nika," sahut Anggoro, wajahnya kini melunak, digantikan oleh sorot mata penuh komitmen untuk melindungi. "Saka tidak perlu tahu tentang anak yang ada dalam kandunganmu. Jaringan bisnisku di Jogja memang tidak sebesar Daniswara Group di Jakarta, tapi aku punya cukup banyak kawan dan pengawal lokal di kota ini. Jika mantan suamimu yang gila hormat itu berani menginjakkan kakinya di tempat ini untuk mengusikmu, dia harus berhadapan dengan seluruh perlindungan kami terlebih dahulu."

Arunika mengangguk haru. Rasa kesepian yang selama empat tahun ini mencekik lehernya di Jakarta kini menguap tak bersisa. Ia dikelilingi oleh keluarga yang siap menjadi perisai hidupnya.

"Selain merawat kandungan ini, aku juga tidak akan tinggal diam di rumah," lanjut Arunika, mengeluarkan sebuah map berkas pendaftaran akademik dari dalam tasnya. "Kemarin aku sudah resmi dinyatakan lulus sidang skripsi di Jakarta. Dan minggu depan, pendaftaran seleksi pascasarjana S2 untuk Magister Ilmu Ekonomi di Universitas Gadjah Mada sudah dibuka. Aku akan fokus mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk UGM."

Arunika menatap langit-langit ruang tengah dengan kepala tegak. "Aku ingin membuktikan pada diriku sendiri, pada almarhum ayahku, dan pada dunia, bahwa aku bisa bangkit menjadi seorang ibu tunggal yang berpendidikan tinggi sekaligus wanita mandiri yang sukses dengan otakku sendiri, bukan karena belas kasihan perjodohan atas syarat dan wasiat."

Ibu Sandra tersenyum sangat tulus, mengusap kepala Arunika dengan penuh kasih sayang. "Niatmu mulia, Nak. Belajar adalah bagian dari ibadah. Mulai besok, Ibu yang akan memastikan asupan makanan bergizi untukmu dan janinmu selama kamu mempersiapkan ujian UGM. Tugasmu sekarang hanya belajar, menjaga kesehatan, dan mendekatkan diri pada Allah. Biar masa lalu di Jakarta itu runtuh dengan sendirinya akibat kesombongan mereka."

Malam pertamanya di rumah Ibu Sandra dihabiskan Arunika dengan tidur yang sangat nyenyak di dalam kamar bernuansa kayu yang hangat. Di sela-sela keheningan malam Jogja, ia mengusap perutnya yang masih rata dengan senyum kedamaian yang seutuhnya. Langkah sunyinya telah membimbingnya ke sudut aman yang paling tepat. Di Jakarta, Saka mungkin sedang didera ketakutan dan frustrasi menghadapi serpihan surat cerai di kamarnya, sementara di Jogja, di bawah rindangnya pepohonan dan bimbingan keluarga barunya, Arunika bersiap menyambut hari esok untuk membangun takhta barunya sendiri sebagai mahasiswi pascasarjana UGM.

1
Muft Smoker
percuma saka ,, arunika udh b aj ma km ,, 🥱🥱😒😒
Aidil Kenzie Zie
Saka mau cari Arunika untuk minta maaf 🤔🤔🤔 yang benar aja 🤭🤭
yang pastinya mau balikan agar bisa jadi orang kaya lagi 🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Cari aja smp k lubang semut,biar prshaan bngkrut trs dia d tndang sklian...wktu slingkuh sm mak lampir,otaknya ga d pke sma skli...glirn udh kcau,bru mkir....🙄🙄🙄
Noey Aprilia
Ubek2 aja 1 kota smp puyeng....
d kira gmpng gt buat ktmu sm nika.....🙄🙄🙄
Tini Uje
g seru ih..dah ketauan aja dimna arunika
Bunaya: Tenang kak, author tidak akan semudah itu membuat Saka menemukan Arunika. Tunggu, akan ada kejutan di Bab berikutnya 🤭
total 1 replies
Noey Aprilia
Slmt mnkmti khncuran saka....
stlh mnyesal krna udh mnykti arunika,sbntr lg bkln d ksih kjutan yg lain dr istri trcnta.....🙄🙄🙄
Muft Smoker
lanjuut kak ,,

senengnya kalo arunika tetap di kelilingi org2 baik ,,
gx perlu km ketemu lgi dg saka ,, biar laa dy hdup yg telah di pilih ny ,,
Muft Smoker
kebenaran akhirnya trungkap yx ,,
Aidil Kenzie Zie
apa Mahendra tau kalo Saga bukan pewaris asli
Noey Aprilia
Syukurlh kl nika d klilingi orng2 baik...
slain kluarga,ada jg mas mahen yg diam2 prhtian....mnimal yg onoh ga bkln brani ngusik lg....
Noey Aprilia
Brdo'a sja smga msih bs ktmu sm arunika untk mnta maaf,trnyta kakek agung sm pngecutnya ky saka....🙄🙄🙄
Noey Aprilia
Trnyta saka bkn ank kndungnya pa radit....smuanya msuk akal kl gt...tp mreka yg ga tau malu,pst ttp ngarep haknya arunika.....🙄🙄🙄
Ais
mampus smoga kamu strok lina dan siapa hendrawan ini apakah orang setara raditya atau malah dibwh raditya kedudukannya?
Tini Uje
nah kan benerr sakaratul anak haremmm 😂
Tini Uje
jgn2 saka anak haram lagi 😄..
Noey Aprilia
Mngkin saka sbnrnya bkn ank pa radit,jd wjar aja kl wrisan ga jtuh k tngn dia mskpn ank laki2.....🤔🤔🤔
Lucy
Bom atom nya,apakah saka bukan ank Raditya 😃😃😃ank selingkuhan lina🤭makanya warisan jatuh pada Arunika😃
Lanjut thor👍👍
Rohmi Yatun
cerita yang menarik 👍
Rohmi Yatun
lanjut Thor🙏
Rohmi Yatun
hadir Thor.. menarik ni kayaknya ceritanya👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!