Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pernikahan teguh

"ji... pacarmu ajak dunk ke nikahan ku" pinta teguh

"lihat aja besok ya mas"

"eh... apa dia perempuan yang kamu maksud waktu itu ji?" tanya teguh serius dan di balas anggukan oleh aji

"wauuwwww... cantik ji... pinter kamu milih calon istri.. aku approve"

"apaan sih mas.. eprav eprov..."

"kalau kamu serius ajak wulan ji" pinta bu Lina yang tiba2 nyeletuk

"iya ma, lihat besok ya"

di kediaman pak izam sudah banyak orang yang membantu untuk acara pernikahan teguh esok hari. joga - semarang bukan jarak yang dekat.

Sore itu aji mendatangi kediaman wulan

"selamat sore om" sapa aji kepada ayah wulan

"sore... aji... masuk ji" pak anton menyambut sapaan aji

"wulan ada om?"

"ada, duduk. om panggilankan" pak anton meningalkan aji di teras. tak lama kemudian wulan keluar menemui aji, yang awalnya dia memakai baju kurang bahan, begitu tau aji yang datang wulan bergegas mengganti pakaiannya

"tumben datang ndak ngabari dulu"

"biasanya kan juga seperti ini. kapan ayahmu pulang?"

"tadi subuh, besok berangkat lagi"

"ke Jepang lagi?"

"ndak... ke Muntilan, mbah Putri sakit, ibuk sekarang disana"

"owww... " timpal aji mengangguk "lan... besok ada acra apa ndak? atau kekampus?"

"besok free, tinggal nunggu jadwal sidang skripsi aja. kenapa?"

"besok mas teguh menikah, mama Minta aku ajak kamu ke nikahannya mas teguh"

"serius?" wulan senang

"mau ndak?"

"mau banget.. pamitkan ke ayah sekalian ya"

aji mengiyakan permintaan wulan, tak lama kemudian wulan masuk kedalam rumah dan keluar bersama pak anton

"om, mohon ijin besok wulan saya ajak ke Semarang"

"semarang? jauh amat. mau ngapain?"

"ke pernikahan kakak saya om, mas teguh"

"oww.. iya. om besok juga harus ke Muntilan. jaga wulan ya"

"iya om"

Setelah itu pak anton masuk kembali kedalam rumahnya

"besok pake baju couplean yuk" pinta wulan

"boleh, harus beli dulu dunk?"

"iya... yuk"

"sekarang?"

"mau kapan? besok?"

"oke berangkat"

Setelah berpamitan ke pak anton, aji dan wulan pergi kesalahan satu mall terbesar di kota itu. memilih salah satu baju yang menurut mereka terbaik.

"besok aku jemput jam 6"

"oke"

Kali ini aji benar-benar belajar mencintai wulan, walaupun suci masih terus membayangi pikirannya.

"mas.. nanti mampir ke apotek ya" ucap wulan, aji tak langsung menjawabnya

"kok diam"

"masih kaget aja kamu manggil aku dengan kata-kata mas"

"harus aku biasakan, bisa ndak?"

"oke"

"dari kemarin badan ku rasanya ndak enak, kayak masuk angin gitu. mual"

"makanya kalau pake baju jangan yang kurang bahan, masuk angin kan jadinya"

"baju lagiiii.... "

"ya emang iya... kalau kamu jadi istriku, sudah aku gunting-gunting itu semua baju-baju kurang bahanmu"

Wulan terkekeh mendengar celotehan aji, yang sdh seperti nenek-nenek

"apotek depan ya mas"

aji menuruti perintah wulan, setelah membeli beberapa obat aji mengantarkan wulan pulang. dan berpamitan undur diri juga kepada pak anton.

*****

Pagi hari di rumah pak izam, semua keluarga sudah berkumpul disana untuk mengantarkan teguh.

"ma, nanti aku berangkat sendiri ya, ketemu aja di lokasi"

"wulan jadi kamu ajak kan?" tanya bu Lina

"jadi ma"

"nah gitu dunk... jadi kalo ada yang tanya kapan kamu menikah, kan sudah ada calonnya jadi mama ndak bingung mencari alasan"

aji hanya diam

pagi itu aji menjemput wulan di rumahnya

"pagi mas... "

"pagi... sudah siap nih"

"siap dunk..."

"ayahmu mana?"

"sudah berangkat subuh tadi"

"kamu sudah sehat? kok pucat gitu?"

"agak mending sih, tapi bentar-bentar mual, trus ilang"

"kalau sakit ndak usah ikut"

"ndak kok, aku sehat.. yuk berangkat. keburu siang"

mereka melakukan perjalanan ke Semarang, lewat tol memang lebih cepat.

Sepanjang perjalanan aji dan wulan bercanda receh, kadang diam untuk mencari bahan pembicaraan, kadang bercanda.

"mas teguh sudah berangkat?"

"mas teguh sudah berangkat dari kemarin, akad nikahnya kan jam 8"

"owww.... trus kapan dunk kita nikah" canda wulan

tak di jawab oleh aji

"becanda... jangan serius gitu ah... "

Aji memegang tangan wulan

"pelan-pelan ya... aku akan belajar mencintaimu"

*****

acara pernikahan teguh berjalan dengan lancar, satu persatu tamu undangan pergi meningkatkan resepsi pernikahan itu

"selamat ya mas... semoga mas teguh dan mbak intan segera di beri momongan... itu pesan mama" ucap aji kepada kakaknya

"aamiin... semoga kamu juga cepat nyusul ya" timpal teguh sambil melirik wulan yang berdiri di belakang aji, membuat wulan tersipu malu

Setelah berpamitan kepada kedua mempelai, aji dan wulan berpamitan untuk pulang

"mas, aku ke toilet dulu ya" pamit wulan

aji menunggu wulan di lorong hotel

"kamu yakin kuat?" aji kwatir melihat wulan yang tampak pucat "kamu tadi sudah makan kan"

"sudah mas, aku ndak papa kok"

wulan tidur sepanjang perjalanan pulang, tengah malam baru sampai di kediaman wulan.

"lan.. sampai. bangun yuk" aji membangunkan wulan dari tidurnya "kita ke dokter ya"

"ndak mas... aku cuma kecapean aja, besok juga pasti sudah baikan"

wulan turun dari mobil milik aji dan masuk kedalam rumahnya

"aku ndak masuk ya, sudah malam. ndak enak sama tetangga"

"iya mas"

aji mengantarkan wulan sampai dia masuk kedalam rumahnya. memastikan perempuan cantik itu baik-baik saja.

****

Pagi hari

"mas bisa antar aku kedokter?"

"masih belum sehat?"

"iya, masih pusing"

"oke, kamu siap-siap ya, 20 menit lagi aku sampai" ucap aji dari sambungan teleponnya

*****

aji mengambilkan nomer antrian dokter umum terdekat dari rumah wulan, mendapati wulan lemas duduk di salah satu kursi ruang tunggu tempat praktek itu

"kamu kenapa kemarin maksa ikut ke Semarang, kalau kondisimu seperti ini"

"aku ndak mau mengecewakan permintaan mamamu mas"

tak lama kemudian nomer antrian wulan di sebutkan, aji menemani wulan untuk periksa

"kapan terakhir mbaknya datang bulan"

"bulan kemarin dokter"

"apa biasa sering maju atau mundur jadwal datang bulannya?"

"kadang maju satu Minggu"

"baik... saya periksa dulu ya" ucap dokter itu

"kenapa di USG dokter?"

"hanya memastikan saja mbak"

wulan menurut apa yang di perintahkan dokter itu

"mbaknya ndak sakit kok, biasa kalau kehamilan di awal ya seperti ini sering mual, pusing"

"hamil dok?"

"iya hamil... ini. sudah kelihatan kantung janinya"

Ucapan dokter itu seperti petir di siang hari bagi aji dan wulan

"selamat ya mas, mbak, sebentar lagi akan menjadi seorang ibu"

wulan terdiam, suaranya seperti tercekat.

aji lebih kalut lagi, apa itu anak dia yang dia perbuat malam itu

"usia kandungannya berapa minggu dokter" tiba-tiba aji berfikiran menanyakan hal demikian

"ini sudah masuk 6 minggu, nanti saya beri resep penguat kandungan dan juga vitamin ya"

pikiran aji terbang melayang. setelah keluar dari ruang dokter itu, keduanya diam seribu bahasa

"lan... kamu yakin itu anak ku"

"apa maksudmu bicara seperti ini mas?"

"okelah kesalahan itu mungkin aku lakukan, walaupun sampai sekarang aku belum ingat betul"

"kamu ragu ini bukan anakmu? cuma kamu yang berhubungan dengan aku mas"

Aji diam sampai di Rumah wulan dia tetap diam

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!