Kisah tentang seorang gadis muda yang membuat seorang pria kaya jatuh cinta, nama gadis itu Zanitha Ananda Zahira..gadis cantik yang ceria dan humoris berhasil menakhlukan pria dingin yang bernama Vincent Pramuja Utama,..
"gue kerja sama bapak lo bukan sama lo, cuma bapak lo yang berhak mecat gue!!!...ucap zanitha lantang menatap tajam kearah vincent..
Vincent berbalik berjalan mendekati zanitha, tanpa ada rasa takut dia terus menatap tajam pada vincent yang berjalan menghampiri nya..
"aku suka padamu, bagaimana apa kau berminat menjadi kekasih ku???..ucap vincent mendekatkan wajah nya pada wajah zanitha, zanitha menginjak kaki vincent dengan kuat...
"dalam mimpi mu...weehhh...sahut zanitha menjulurkan lidah nya seraya mendorong troli yang tadi dia bawa..
AKANKAH ZANITHA MENERIMA CINTA VINCENT???...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon merry yend, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCCS 9
**Vincent masih berdiri di depan pintu Pavilion menampilkan wajah memelasnya, Za pusing melihat Vincent tidak juga mau beranjak dari tempatnya, Za meraih tangan Vincent mengenggamnya, Za menarik nafas panjang menghembuskannya perlahan.
"huff...sayang jangan memelas begitu dong, kalau nanti kita sudah sah kan bisa terus sama-sama, sabar sampai hari itu datang ya..." bujuk Za.
"satu malam saja yang!!!"Vincent tidak juga menyerah.
"aduh..ya udah deh..boleh..." kata Za pasrah.
"beneran???" mata Vincent berbinar-binar di ijinkan menginap oleh Zanitha.
"yuk udah malam..." ajak Za menuntun Vincent masuk kembali kedalam Pavilion.
Setelah sampai kamar Vincent dan Zanitha berbaring di atas ranjang, Zanitha memilih tidur karena dia memang sudah mengantuk, sementara Vincent masih memandangi wajah Zanitha, mengelus pipi Zanitha mengecup kening kemudian dia pun ikut terlelap.
**Jam 5 pagi Vincent meraba-raba samping ranjangnya, dia menyipitkan mata nya di lihatnya Zanitha sudah tidak ada di sampingnya, diapun bangkit terduduk di atas ranjang...
"dia solat rupanya, benar-benar istri yang soleha..." gumamnya.
Selesai solat Zanitha merapihkan mukena dan sejadahnya, dia berbalik melihat Vincent yang sudah duduk di tengah-tengah ranjang sambil tersenyum memandanginya.
"kamu udah bangun yang???"
"dari tadi..."
"kalau dari tadi kenapa tidak solat subuh???"
"sudah keburu kamu duluan, aku maunya berjamaah sama kamu..." sahut Vincent manja.
"jangan alesan deh, buruan solat aku ada peci dan sarung punya alrm.ayah..." titah Zanitha.
"kalau kamu ga mau solat, aku bakal cari calon suami yang baru!!!"Ancam Zanitha pada Vincent.
Vincent langsung semangat turun dari ranjang, dia tidak mau Zanitha mencari pria lain untuk dijadikan suami, sebenarnya Vincent dari kecil hingga remaja dia sangat rajin menunaikan solat, tapi semenjak SMA dan berpacaran dengan Sherly dia meninggalkan kegiatan mengenai agamanya, bahkan dia tidak pernah berpuasa.
Vicent akhirnya menunaikan solat subuh dengan khusyuk, setelah solat dia menghampiri Zanitha yang sedang memasak di dapur Pavilion, masih mengenakan baju koko, peci dan sarung dia menemui Zanitha di dapur.
"sayang..." panggil Vincent memberikan tangannya pada Zanitha.
Zanitha paham maksud Vincent dia pun meraih tangan Vincent lalu mengecupnya.
"ini baru calon suami idaman..." puji Zanitha sambil mencubit pipi Vincent.
"jangan cari calon suami lain ya sayang..." pinta Vincent memelas.
"hehhe...ga jadi kok..." sahut Zanitha tertawa kecil.
Setelah sarapan bersama, Vincent pulang ke rumahnya untuk berganti pakaian kantor, saat masuk kedalam rumah Vincent habis di goda kakaknya dan juga kakak iparnya yang baru saja pulang dari dinas nya...
"ehemm...yang habis menginap dirumah pacar, cerah banget wajahnya..." dehem Aril seraya menggoda adik iparnya.
Vincent hanya diam melanjutkan langkahnya tidak ingin menggubris godaan kakak iparnya.
"awas Cent...nanti anak orang hamil, kasihan Zanitha masih kecil..." timpal Vina ikut menggoda adiknya.
"kalau hamil bagus dong mi..."
"iya juga yaa pi..biar perjaka tua ini cepat nikah!!!"
"stop dong meledek adik kalian..." mama Rani angkat bicara membela putranya.
"rasain..." ledek balik Vincent.
**Di dalam mobil**
"sayang kerjanya jangan cape-cape..."
"iya sayang tau..."
"kalau ada apa-apa langsung hubungi aku..."
"iya sayang..."
"yang..apa aku ga usah berangkat aja ya???"
"eh kok gitu???"
"kamu bukannya bilang ini pertemuan yang sangat penting???"
"iya..tapi aku bakal kangen banget sama kamu..." ucap Vincent manja.
"kan cuma dua hari sayang..." bujuk Zanitha.
"cih...dasar gleser..manja bener..." cibir Nanda karna tak tahan melihat kelakuan manjanya Vincent.
"biarin syirik aja lo!!!"Sahut Vincent menciumi pipi Zanitha, Zanitha hanya tersenyum menanggapinya.
"dih..jijik gue lihatnya..." kata Nanda merinding.
Setelah mengantar Vincent kebandara, Zanitha berangkat ke kantor bersama Doni.
***
★FLASH BACK ON★
Vincent sudah siap untuk berangkat ke kantor, dia turun kebawah menuju meja makan.
"sarapan dulu nak..." titah Rani
"udah kok ma..sama Za..." goda Vina.
"bener nak???" tanya Rani pada putranya.
"iya ma..." jawab Vincent malu-malu.
"aku berangkat ya ma..pa..kak vina..kak aril..." pamit Vincent.
"oh ya Cent..." panggil Damar.
"iya pa..." Vincent menghentikan langkahnya sejenak.
"kamu hari ini terbang ke Kota B ya, menggantikan Papa ke pertemuan para pembisnis-pembisnis sukses..." titah Damar.
"siap pa..." jawab Vincent lesuh kemudian melanjutkan langkahnya.
★FLASH BACK OFF★
***
**Di Kota B**
Pesta pertemuan berlangsung sangat meriah dan megah, dengan hiasan serba putih dihiasi warna gold, benar-benar bukan pesta yang bisa sembarang orang memasukinya, di hadiri dengan banyak nya pembisnis-pembisnis sukses, juga selebriti-selebriti ternama, Vincent dan Nanda tidak menyia-nyiakan kesempatan karena dengan menghadiri acara ini mereka bisa mendapatkan banyak klien-klien baru, Damar mempercayai Vincent bukan tanpa sebab, Vincent sangat handal dalam menangani klien juga selalu mendapatkan projek yang menguntungkan perusahaannya.
"tidak sia-sia kita datang pesta ini..." ucap Nanda tersenyum puas.
"iya..lo benar Nan..."
"lo kenapa Cent???" tanya Nanda melihat Vincent tampak tidak terlalu senang dengan apa yang mereka dapatkan.
"gue kangen sama Za..." jawab Vincent sedih.
"bucin lo!!!"Cibir Nanda.
"terserah lo mau bilang gue bucin, gue beneran kangen sama Za..."
"telefon ja atau video call..." saran Nanda.
"gue temui yang lain ya Cent, kali ja kita dapat ikan kakap yang lainnya..." tambah Nanda berlalu meninggalkan Vincent.
Vincent mengeluarkan ponselnya sambil berjalan menjauh dari tempat pesta berlangsung, dia berjalan sambil terus fokus pada ponselnya, hingga dia tidak sengaja menabrak seseorang.
Brugg..."maaf..." ucap Vincent membantu orang yang ditabraknya untuk berdiri.
"tidak apa-apa tuan..."
"Nesya..." kata Vincent mengenali sosok wanita yang dia tabrak.
"Vincent..."
Nesya langsung memeluk Vincent dengan erat.
"aku kangen banget sama kamu!!!"
Vincent melepaskan pelukkan Nesya mendorong tubuh Nesya menjauh darinya.
"pelit banget sih Cent..." ucap Nesya kesal.
"maaf Nes..aku tidak ingin ada yang melihat..."
"loch memang kenapa? apa kamu takut pacar matre mu marah???" tanya Nesya beruntun.
"bukan...aku sudah putus dengan Sherly..."
"terus kenapa kamu takut???"
"aku takut kalau ada yang melihat akan jadi bahan gosip, kasihan calon istri aku, nanti dia sedih kalau melihat gosip-gosip tentang kita..." jawab Vincent berlalu menjauhi Nesya.
"calon istri...akan kubuat calon istrimu pergi darimu..." ancam Nesya tersenyum licik.
***
Sementara Zanitha sudah berada di pesawat untuk menyusul Vincent, dia ingin memberikan kejutan untuk Vincent.
"aku datang sayang..." ucap Za tersenyum memandang keluar jendela pesawat.