Indonesia
NovelToon NovelToon
My Momster In-law ( Body Swap)

My Momster In-law ( Body Swap)

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: R.angela

Dinda dan Dewa adalah sepasang suami istri yang pada awal pernikahan mereka sangat bahagia. Ternyata menikah muda tidak seenak yang dibayangkan Dinda. Hidupnya yang pada awalnya manja dan serba dilayani berubah drastis, terlebih karena harus tinggal satu atap dengan sang mertua, yang begitu cerewet dan suka ikut campur urusan rumah tangga mereka.

Malam sebelum pernikahan kedua Dewa dengan Gina, pria itu mengajak Dinda untuk bicara, menyangkut kebutuhan anak-anak mereka.
Dinda bersikeras meminta untuk membawanya ke bar, bicara dengan ditemani minuman. Frustrasi karena keadaan yang pada dasarnya keduanya masih saling mencintai, kini harus saling menyakiti itu pun minum hingga mabuk, dan ketika terbangun paginya, hal aneh terjadi, mereka bertukar tubuh. Hal terakhir yang mereka ingat, sebelum pulang dari bar itu, keduanya membuat permohonan di satu kolam air mancur yang ada di samping bar. Permohonan yang tidak biasa, berharap mereka bertukar tempat, dan hal itu pun terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersikap Dingin

Baru saja merasa tenang meski menjalani kehidupan bersama Dewa di tengah permasalahan yang mereka hadapi saat ini, kini kembali terusik dan terburuk membuat Dewa salah paham padanya.

Entah apa yang disembunyikan Dewa hingga lebih mengutamakan ibunya ketimbang istri dan anaknya. Paling tidak, carilah kebenarannya terlebih dulu. Dia tahu adalah keharusan untuk membahagiakan ibu, tapi kewajiban suami juga untuk membahagiakan istrinya.

"Mas, aku ingin bicara," ucap Dinda setelah mereka berdua di dalam kamar. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut, dia harus menjelaskan pada Dewa, membuka pikiran pria itu agar bisa percaya, sebenci apapun Dinda pada Maya, tidak pernah sedikitpun dia berpikir untuk menyakiti ibu mertuanya itu.

Dewa tidak menggubris, dia bahkan masuk ke dalam kamar mandi, hanya demi menghindari Dinda. Buktinya, tidak ada terdengar suara air dari dalam.

Kesabaran Dinda kembali teruji. Namun, dia tetap memutuskan untuk menunggu Dewa keluar.

15 menit berlalu, suaminya itu keluar. Betulkan, mengunci diri hanya untuk menghindari Dinda, buktinya pria itu sama sekali tidak mandi.

"Mas!"

"Gak ada yang perlu dibicarakan lagi. Kamu gak berubah, Din. Tetap saja kamu membenci ibu, padahal aku sudah ada di pihakmu! Tega kamu mendorongnya?"" delik Dewa menatap penuh kesal pada Dinda.

"Kamu salah, Mas. Aku memang tidak menyukai ibumu, tapi Sedikitpun tidak pernah terpikirkan olehku, untuk mencelakainya!"

Dinda semakin tidak mengerti cara berpikir Dewa. Setelah semua yang dia jalani saat menjadi Dinda, harusnya membuat pria itu sadar akan keburukan sikap ibunya.

Maya memang luar biasa. Insiden kecil itu bahkan hanya menggores keningnya. Lagi pula, dokter juga bilang hanya luka biasa, cukup dengan salep dan istirahat, tapi Maya melebihi-lenih kan.

"Kamu masih menyangkal? Aku bahkan sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri. Sudahlah Dinda, kau memang tidak akan pernah berubah. Kebencian dan dendammu pada ibuku sudah berurat!" salak Dewa mengimbangi amarah Dinda.

"Lantas kamu mau apa? Kau ingin menyudahi kebersamaan ini lagi? Kau mengambil alasan ini untuk bisa kembali bersama Guna, seperti yang ibumu inginkan?" teriak Dinda yang sudah putus asa.

Mengapa hidupnya begitu tragis, cobaan datang silih berganti soal tidak ada habisnya. Mulai dari mertuanya memisahkan dirinya dengan suami dan anak-anak, lalu keduanya bertukar tubuh, dan setelah semua itu seolah belum cukup, kini suaminya kembali membencinya.

"Terserah apa tanggapan mu. Aku gak peduli, kalau kau mau, kau bisa menganggap nya begitu," tukas Dewa menyentak selimut, lalu berbaring di ranjang, dan tanpa mengatakan apapun lagi segera menutup seluruh tubuhnya yang tidur miring membelakangi Dinda dengan selimut.

"Air mata Dinda turun, hanya bisa menatap punggung Dewa. Haruskah kali ini rumah tangga mereka benar-benar berakhir?

***

Paginya, karena mertuanya ada di kamar, Dinda dengan leluasa memasak di dapur. Hanya saja tatapan penuh tanya tidak lepas dari Inem yang heran melihat ke arah Dinda.

"Ada apa, Bi?" tanya Dinda yang ikut berhenti mengupas bawang.

"Ini Bapak benar, mau masak? Biar bibi aja," ucapnya masih dalam keanehan. Padahal biasanya sosok Dinda yang setiap hari membantu Inem menyiapkan sarapan, kenapa setelah berhari-hari Dinda tidak turun membuat sarapan, pagi ini justru digantikan oleh suaminya?

"Ya benar lah, Bi," jawab tersenyum geli, kasihan Inem yang pasti merasa heran, tapi tidak mungkin Dinda menjelaskan duduk perkaranya.

"Tapi, Pak-"

"Udah, pagi ini biar saya yang masak sarapan, tapi Bi Inem janji, jangan cerita sama ibu atau siapapun," pinta Dinda yang gerak cepat langsung diangguk Inem. Terserah siapa yang memasak, mau majikan wanita atau pun pria, yang terpenting kerjaan Inem terbantu. Pasti itu yang ada dalam benak Inem saat ini.

Semua anggota keluarga turun, anak-anak juga sudah dipersiapkan Dinda untuk segera berangkat sekolah.

"Kamu sarapan dulu, Mas," ucap Dinda pelan ketika melihat Dewa yang sudah tapi, hendak ke kampus Dinda, tapi pria itu tampak tidak sudi untuk menerima tawaran Dinda. Terus berjalan melewati wanita itu hingga keluar.

"Mas...!" pekik Dinda tidak tahan dicuekin. Kini keduanya bahkan sudah berada di halaman rumah.

"Aku gak lapar. Makan saja untuk mu!!" seru Dewa bergegas masuk ke dalam mobil, tapi pintu mobil ditahan oleh Dinda.

"Kamu kenapa jadi bersikap begini? Kamu hanya peduli sama ibu kamu, sementara perasaan aku, gak kami gubris?" Habis sudah kesabaran Dinda. Seolah di sini dia yang salah, hanya dia. Bak terpidana mati, tidak diberikan kesempatan menjelaskan, kalau pun sudah menjelaskan pasti dianggap palsu. Sungguh menyebalkan!

"Iya. Bagiku, Ibu yang terpenting saat ini. Kau tidak akan mengerti. Kau egois, karena kau selalu dimanja keluargamu!"

Hati Dinda tergores. Tega benar Dewa bicara seperti itu. Hampir tujuh tahun menikah, dan semua pengorbanannya bahkan belum cukup? Tersiksa batin dan perasaannya, selalu tetap bersabar, bahkan saat Maya memutuskan Dewa menikah lagi, dia pun harus terima. Kurang tersiksa apa batinnya?

"Jadi, itu keputusan mu. Baik, sekarang kau putuskan, apa yang kau inginkan dari rumah tangga ini. Kau ingin mengakhiri semuanya? Itu yang kau inginkan?" gelegar Dinda. Dia ingat, kalau beberapa hari lalu, Dewa meminta merahasiakan perihal niat Dewa yang ingin membatalkan rencana pernikahannya dengan Gina, agar dirahasiakan dulu, apa mungkin itu hanya akal-akalan Dewa? Masih tetap ingin menikahi dengan Gina?

Dasar brengsek!

"Terserah kau mau bawa kemana rumah tangga ini. Aku gak peduli lagi!"

"Kalau begitu, talak aku, Mas!" ucap Dinda pelan, dengan suara gemetar. Kerongkongannya tercekat, terasa kering dan sakit, tapi tidak sesakit hatinya saat ini.

Untuk seketika Dewa tampak mematung dengan wajah pucatnya. Dia tidak berharap me dengar perkataan seperti itu dari Dinda. Hatinya terluka. Mengapa istri dan ibunya tidak bisa akur? Dia jadi mari di tengah, bak makan buah simalakama.

Dewa mendapati pandangan penuh kebencian di mata Dinda. Pasti hati gadis itu hancur, begitupun dia. Bertahun-tahun lamanya bersama dan pernikahan mereka harus kandas di tengah jalan.

"Baik'lah kalau itu maumu," jawab Dewa dingin. Hatinya nyeri. Bagaimana dia bisa menjalani hidupnya tanpa Dinda? Terlebih dalam keadaan tubuh yang tertukar seperti ini?

Namun, harga diri Dewa, serta beban pikirannya yang begitu banyak membuat pria itu mengambil keputusan sepihak, yang pastinya akan dia sesali.

"Baik'lah kalau begitu, kita akan bercerai!"

1
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
GeL
Amin makasih kakak cantik
Ririn Santi
thanks ya thor atas karyanya.
semoga sukses selalu
Ririn Santi
kok blm up lg thor?
Ririn Santi
menyentuh sih tp kok gak yakin sm dewa coz sifatnya yg plin plan
Haikal 127 FF karere: . lo
mk
total 1 replies
Ririn Santi
gitu dong dewa, pny prinsip dan tanggung jawab.
tp semoga aja bukan php
Ririn Santi
dewa tau gak sih klu maya ibu sambungnya thor?
Ririn Santi
malah dewa yg gak bijak melihat situasi yg ada
Tety Novianty
kepedean hahaha
Ririn Santi
seru
Ririn Santi
🙄semakin seru
Ririn Santi
mmg baiknya setelah menikah pisah rumah dg mertua terlebih jk mertua tdk menyukai menantunya, oleng kapal
Ririn Santi
sedikit binggung krn ada beberapa paragraf di akhir yg merupakan pengulangan dr bab sebelumnya.
oya dg tingkah apa william dg tanpa kaca mata bs mendeteksi keberadaan dinda di tubuh suaminya ya?
Ririn Santi
iya sih cakep. tp kamu jgn kecentilan ya dinda. aneh jd nampaknya nanti😂😂😂
Ririn Santi
dewa mah hrs nya bertanggungjawab dong atas kebohongannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!