Indonesia
NovelToon NovelToon
Akulah Sang Pemakan Takdir

Akulah Sang Pemakan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Action / Sistem / Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Di hari ketika seluruh mimpinya hancur, Lin Yuan divonis memiliki Akar Roh Rusak Total dan diusir dari Sekte Awan Langit.

Tunangannya meninggalkannya, sahabat menjauhinya, dan musuh-musuhnya memilih membunuhnya agar tak menyisakan ancaman.
Namun di ambang kematian, sebuah sistem kuno terbangun.

**Sistem Pemakan Takdir.**

Selama mampu mengalahkan lawannya, Lin Yuan dapat melahap takdir, bakat, keberuntungan, bahkan kesempatan hidup mereka untuk menjadi miliknya.

Sejak malam itu, seorang "sampah" yang ditertawakan seluruh dunia mulai menapaki jalan yang belum pernah dilalui siapa pun.

Jika langit menolak memberinya takdir...
Maka ia akan memakan takdir langit itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Fondasi yang Menentang Takdir

Lin Yuan berdiri di depan ruang warisan sambil memandang kolam yang dipenuhi energi spiritual berwarna putih pucat.

Peringatan Guru Tanpa Nama mengenai segel Akar Rohnya masih terngiang jelas, tetapi ia tidak berniat memaksakan jawaban sekarang.

Selama tiga tahun terakhir, kelemahan telah membuatnya kehilangan terlalu banyak hal tanpa memiliki kekuatan untuk mempertahankannya.

Jika ingin mengetahui siapa yang menyegel Akar Rohnya, pertama-tama ia harus memastikan dirinya hidup cukup lama untuk menemukan orang tersebut.

Lin Yuan melangkah memasuki ruangan, lalu berhenti beberapa langkah dari kolam yang berada tepat di tengah.

Energi spiritual di tempat itu begitu padat hingga meridiannya bereaksi hanya dengan menarik beberapa kali napas.

Di belakang kolam terdapat altar batu sederhana dengan token hitam tergeletak pada bagian tengah permukaannya.

Sembilan garis tipis terukir pada token tersebut, tetapi Lin Yuan tidak melihat sesuatu yang istimewa selain bentuknya.

"Jangan memperhatikannya dahulu."

Suara Guru Tanpa Nama terdengar dari belakang.

"Kesempatan terbesar yang bisa kauambil dari tempat ini bukan senjata, teknik, ataupun benda yang berada di altar."

Lin Yuan menoleh kepadanya.

"Lalu apa?"

"Fondasi."

Guru Tanpa Nama berjalan mendekati kolam, kemudian memandang tubuh Lin Yuan dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Segel pada Akar Rohmu telah menghambat kultivasi selama bertahun-tahun. Kalau dasar yang kaubangun sekarang tetap buruk, harta sebanyak apa pun tidak akan banyak membantumu."

Lin Yuan memahami maksud perkataan tersebut.

Tiga tahun menjadi murid luar telah membuktikan betapa besar perbedaan antara kultivator yang memiliki fondasi baik dan mereka yang tertinggal.

"Apakah kolam ini bisa membuka segelnya?"

"Tidak."

Jawaban Guru Tanpa Nama terdengar tegas.

"Dan jangan mencoba melakukannya."

Lin Yuan mengangguk. Ia kemudian menyimpan pedang besinya di sisi kolam sebelum melangkah masuk ke dalam air.

Begitu tubuhnya tenggelam sampai pinggang, energi spiritual langsung memasuki meridian melalui seluruh pori-porinya.

Lin Yuan segera duduk bersila dan mengatur pernapasan, mencoba mengendalikan energi yang terus mengalir tanpa henti.

Fragmen Fondasi Takdir yang diperolehnya di kota mati tiba-tiba terbang keluar dari pakaiannya.

Kristal transparan itu melayang di depan dada, kemudian perlahan mencair menjadi aliran cahaya yang mengelilingi tubuhnya.

Suara Sistem Pemakan Takdir segera terdengar dalam pikirannya.

【Fragmen Fondasi Takdir terdeteksi.】

【Energi spiritual memenuhi persyaratan.】

【Energi Takdir pengguna memenuhi persyaratan.】

【Pembentukan Fondasi Roh dapat dimulai.】

Lin Yuan baru hendak mengikuti petunjuk tersebut ketika pemberitahuan berikutnya muncul beberapa saat kemudian.

【Jalur pembentukan standar terdeteksi.】

【Menganalisis kondisi Akar Roh pengguna...】

【Jalur alternatif ditemukan.】

Lin Yuan membuka mata.

Informasi mengenai dua pilihan mulai terbentuk dalam pikirannya.

Jalur pertama menggunakan energi kolam untuk membangun Fondasi Roh biasa tanpa mengganggu segel pada Akar Rohnya.

Kemungkinan keberhasilannya tinggi, bahkan risiko yang harus ditanggung hampir tidak berbeda dari terobosan kultivator pada umumnya.

Pilihan kedua membuat Lin Yuan mengerutkan kening.

【Fondasi Roh Takdir.】

【Menggunakan Energi Takdir sebagai salah satu inti pembentukan fondasi.】

【Risiko pembentukan: tinggi.】

【Hasil akhir tidak dapat dipastikan.】

Lin Yuan tidak segera memilih.

Ia memeriksa kondisi tubuhnya terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan keuntungan dan risiko kedua jalan tersebut dengan tenang.

Jalan pertama jauh lebih aman.

Namun selama tiga tahun di Sekte Awan Langit, dirinya sudah merasakan bagaimana hidup dengan dasar kultivasi yang selalu tertinggal.

Sekarang ia akhirnya memperoleh kesempatan untuk membangun sesuatu yang berbeda tanpa harus memaksa segel Akar Rohnya terbuka.

"Aku sudah kehilangan tiga tahun."

Lin Yuan menarik napas panjang sebelum menutup kembali kedua matanya.

"Aku tidak akan kehilangan tiga tahun berikutnya."

Ia memilih jalur kedua.

Dalam sekejap, seluruh kolam bergetar.

Energi spiritual yang sebelumnya mengalir lembut berubah menjadi pusaran dan memasuki tubuh Lin Yuan melalui meridiannya.

Pada saat bersamaan, Fragmen Fondasi Takdir benar-benar mencair dan menyatu dengan Energi Takdir yang telah dikumpulkannya.

Dua jenis kekuatan mulai bergerak menuju pusat kultivasi dari arah berbeda.

Lin Yuan mengatupkan gigi ketika meridiannya terasa seperti sedang diregangkan secara paksa oleh aliran energi tersebut.

Ia tidak mencoba mempercepat prosesnya, melainkan menjaga setiap aliran tetap berada pada jalur yang mampu ditanggung tubuh.

Sedikit demi sedikit, energi mulai berkumpul mengelilingi Akar Roh yang masih tertutup oleh segel misterius.

Namun ketika keduanya hampir menyentuh permukaan segel, getaran keras tiba-tiba mengguncang pusat kultivasinya.

DUM!

Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuh.

Lin Yuan hampir kehilangan konsentrasi ketika segel pada Akar Rohnya memancarkan tekanan yang menolak energi di sekitarnya.

Untuk sesaat, muncul dorongan kuat dalam dirinya untuk menggunakan seluruh energi kolam dan menghantam segel tersebut.

Jika berhasil membukanya, mungkin semua pertanyaan mengenai kondisi Akar Rohnya dapat memperoleh jawaban lebih cepat.

Namun perkataan Guru Tanpa Nama segera muncul kembali dalam ingatannya.

Dengan kekuatanmu sekarang, kalau segel itu terbuka... kau akan mati.

Lin Yuan menahan dorongan tersebut.

"Aku tidak perlu membukanya."

Ia mengubah arah aliran energi sebelum keduanya menyentuh segel untuk kedua kalinya.

"Kalau aku belum bisa melewati penghalang itu..."

"...aku akan membangun jalanku di sekelilingnya."

Energi spiritual dan Energi Takdir mulai berputar mengelilingi Akar Roh tanpa mencoba menembus lapisan yang menyegelnya.

Awalnya kedua kekuatan saling menolak, membuat pusaran di pusat kultivasi beberapa kali hampir kehilangan kestabilan.

Lin Yuan mempertahankan kesadarannya dan terus memperbaiki aliran sedikit demi sedikit tanpa memaksakan keduanya menyatu.

Keringat membasahi dahinya, sementara permukaan kolam terus beriak mengikuti perubahan energi di dalam tubuhnya.

Guru Tanpa Nama mengamati dari tepi kolam tanpa memberikan bantuan sedikit pun.

Lin Yuan mengetahui dirinya hanya memiliki satu kesempatan untuk membangun fondasi yang akan menentukan jalan kultivasinya setelah ini.

Ia tidak boleh gagal.

Beberapa saat kemudian, dua aliran energi yang sebelumnya saling menolak akhirnya mulai bergerak dalam irama yang sama.

Sebuah bentuk samar perlahan muncul mengelilingi Akar Roh yang tersegel.

Fondasi itu masih rapuh.

Namun untuk pertama kalinya selama tiga tahun terakhir, Lin Yuan merasakan jalan kultivasinya tidak lagi berhenti di depan sebuah dinding.

Ia sedang membangun jalan baru.

Jalan yang bahkan segel pada Akar Rohnya belum mampu menghentikan.

Pusaran energi di pusat kultivasi Lin Yuan semakin stabil, tetapi proses pembentukan Fondasi Roh belum benar-benar selesai.

Energi spiritual dari kolam terus memasuki tubuhnya, sementara Energi Takdir bergerak mengelilingi Akar Roh yang tersegel.

Kedua kekuatan itu kini memiliki irama yang sama, tetapi masih belum menyatu menjadi fondasi yang kokoh.

Lin Yuan mempertahankan pernapasan sambil mengendalikan setiap aliran Qi yang melewati meridiannya dengan hati-hati.

Kesalahan kecil dapat membuat keseimbangan yang dibangunnya sejak tadi runtuh dan menghancurkan seluruh proses terobosan.

Tiba-tiba, Energi Takdir pada sisi kiri bergetar dan mulai menarik energi spiritual jauh lebih cepat.

Keseimbangan yang baru terbentuk langsung terganggu, membuat rasa sakit kembali menjalar melalui pusat kultivasinya.

Lin Yuan mengatupkan gigi. Ia mencoba menahan aliran tersebut, tetapi semakin ditekan, Energi Takdir justru semakin liar.

Jika terus dipaksakan, fondasi yang belum sempurna itu mungkin akan pecah sebelum benar-benar terbentuk.

Lin Yuan segera teringat sesuatu yang dipelajarinya ketika menghadapi Guru Tanpa Nama beberapa saat sebelumnya.

Mengendalikan bukan berarti selalu melawan.

Ketika pedangnya ditepis, ia berhasil memenangkan ujian justru dengan memanfaatkan kekuatan lawan dan mengubah arahnya.

"Kalau begitu..."

Lin Yuan berhenti menekan Energi Takdir.

Ia membiarkan kekuatan tersebut bergerak, kemudian mengarahkan energi spiritual untuk mengikuti putaran yang sama.

Pusaran di pusat kultivasinya segera berubah.

Energi yang sebelumnya saling bertabrakan mulai berputar mengelilingi Akar Roh seperti dua aliran sungai yang bertemu.

Lin Yuan menggunakan kesadarannya untuk memperkecil lingkaran tersebut sedikit demi sedikit tanpa menyentuh segel di tengahnya.

Setiap putaran membuat energi semakin padat.

Fragmen Fondasi Takdir yang telah mencair kemudian berubah menjadi titik-titik cahaya dan menyebar di antara kedua aliran.

Cahaya tersebut bertindak seperti penghubung, membuat Energi Takdir dan energi spiritual akhirnya mulai menyatu.

DUM!

Tubuh Lin Yuan bergetar keras.

Sebuah lapisan energi terbentuk mengelilingi Akar Roh tersegel, kemudian memadat menjadi fondasi yang jauh lebih stabil.

Namun tepat ketika proses tersebut hampir selesai, Benih Jalan Pedang dalam kesadarannya tiba-tiba memberikan reaksi.

Lin Yuan merasakan beberapa bagian aliran energi masih bergerak terlalu liar dan dapat merusak keseimbangan fondasi.

Ia tidak menggunakan pedang secara nyata. Pemahaman yang baru diperolehnya membuat kesadarannya mampu melihat ketidakteraturan tersebut seperti melihat celah dalam sebuah tebasan.

Lin Yuan mengarahkan Qi dengan ketepatan yang belum pernah mampu dilakukannya sebelumnya.

Aliran berlebihan dipisahkan.

Energi yang terlalu padat dialihkan.

Bagian yang lemah diperkuat menggunakan energi spiritual dari kolam.

Sedikit demi sedikit, seluruh ketidakseimbangan menghilang.

Kemudian semuanya menjadi tenang.

BOOM!

Gelombang energi meledak dari tubuh Lin Yuan dan menyapu permukaan kolam hingga air spiritual terangkat beberapa meter.

Guru Tanpa Nama yang berdiri di tepi kolam hanya mengangkat lengan jubahnya untuk menahan gelombang tersebut.

Lin Yuan tetap duduk bersila.

Di pusat kultivasinya, sebuah Fondasi Roh akhirnya terbentuk sempurna mengelilingi Akar Roh yang masih tersegel.

Suara Sistem Pemakan Takdir segera terdengar.

【Pembentukan Fondasi Roh berhasil.】

【Menganalisis karakteristik Fondasi Roh...】

Beberapa saat berlalu tanpa hasil.

Lin Yuan mengerutkan kening ketika sistem melakukan analisis untuk kedua kalinya.

【Klasifikasi gagal.】

【Fondasi pengguna berada di luar klasifikasi Fondasi Roh standar.】

【Pencatatan sementara: Fondasi Roh Tidak Terklasifikasi.】

Lin Yuan membuka mata.

Ia tidak terlalu memikirkan kegagalan sistem memberikan nama pada fondasinya karena perubahan dalam tubuhnya sudah memberikan jawaban yang jauh lebih nyata.

Qi yang sebelumnya bergerak lambat melalui meridian kini mengalir dengan jauh lebih lancar.

Pendengarannya menjadi lebih tajam, bahkan suara tetesan air pada ujung kolam terdengar sangat jelas dari tempatnya duduk.

Kekuatan tubuhnya juga meningkat, tetapi perubahan terbesar terasa pada kestabilan pusat kultivasi.

Selama tiga tahun, Lin Yuan selalu merasa ada sesuatu yang menahan setiap kemajuan kultivasinya dari dalam.

Segel itu memang masih ada.

Namun sekarang ia tidak lagi berdiri tanpa jalan di hadapannya.

Fondasi yang baru terbentuk memberinya dasar untuk terus berkembang tanpa harus memecahkan segel tersebut sekarang.

Lin Yuan berdiri dan keluar dari kolam, kemudian mengambil pedang besinya yang diletakkan di dekat tepian.

Ia mengalirkan Qi menuju tangan sebelum melakukan satu tebasan sederhana ke arah batu kosong di sampingnya.

SRAK!

Bekas tebasan sepanjang beberapa jari langsung muncul pada permukaan batu yang keras.

Lin Yuan memperhatikannya beberapa saat.

Tebasan itu mungkin tidak berarti bagi kultivator kuat, tetapi dirinya tahu betapa besar perbedaannya dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Pemuda yang diburu keluar dari Sekte Awan Langit tidak akan mampu meninggalkan bekas seperti itu dengan satu tebasan biasa.

"Jangan terlalu puas."

Guru Tanpa Nama berjalan mendekat sambil melirik bekas pedang tersebut.

"Fondasi yang kuat hanya membuat jalanmu lebih panjang. Itu tidak berarti kau sudah berjalan jauh."

Lin Yuan mengangguk.

"Aku tahu."

Ia tidak pernah menganggap satu terobosan cukup untuk membuatnya berdiri di puncak dunia.

Justru setelah merasakan perubahan tersebut, Lin Yuan semakin memahami betapa luas jalan kultivasi yang belum dilaluinya.

Pada saat itu, token hitam di atas altar tiba-tiba bergetar.

Benda tersebut melayang dengan sendirinya sebelum bergerak menuju Lin Yuan dan berhenti tepat di depan dadanya.

Lin Yuan menangkapnya.

Sembilan garis pada permukaan token terasa sedikit hangat, tetapi tidak menunjukkan perubahan lain.

【Objek tidak dikenal diperoleh.】

【Sembilan segel terdeteksi.】

【Kondisi pembukaan belum terpenuhi.】

Lin Yuan membalik token tersebut beberapa kali sebelum memandang Guru Tanpa Nama.

"Untuk apa benda ini?"

"Bawa saja."

"Hanya itu?"

"Untuk dirimu yang sekarang, hanya itu yang perlu diketahui."

Lin Yuan tidak bertanya lagi. Ia menyimpan token tersebut bersama barang-barang lainnya dan membiarkan rahasianya menunggu sampai dirinya cukup kuat.

Sistem kemudian memberikan pemberitahuan baru setelah kondisi tubuhnya benar-benar stabil.

【Mata Takdir mengalami peningkatan.】

【Jangkauan pengamatan Takdir meningkat.】

Lin Yuan mengaktifkannya sebentar.

Jejak-jejak energi yang sebelumnya hanya terlihat samar kini menjadi lebih jelas, bahkan beberapa perbedaan kecil dapat dibedakan tanpa menghabiskan banyak konsentrasi.

Ia segera menonaktifkannya dan berbalik menuju Guru Tanpa Nama.

"Bagaimana aku keluar dari Makam Takdir?"

Guru tidak menjawab dengan ujian baru.

Ia hanya mengangkat tangan dan menunjuk ke arah belakang Menara.

"Jalan keluarnya sudah terbuka."

Lin Yuan sedikit terkejut karena semuanya ternyata sesederhana itu.

Sebelum pergi, ia memperhatikan tubuh Guru Tanpa Nama mulai berubah transparan dari bagian kaki.

"Apakah kita akan bertemu lagi?"

Guru tersenyum tipis.

"Kalau kau hidup cukup lama."

Tubuhnya semakin memudar, tetapi sebelum benar-benar menghilang, tatapannya kembali tertuju kepada Lin Yuan.

"Dan ingat satu hal. Jangan terburu-buru mempercayai semua Takdir yang kaulihat."

Lin Yuan menunggu kelanjutannya.

"Kadang-kadang kesempatan terbesar adalah umpan yang paling indah."

Setelah meninggalkan perkataan tersebut, sosok Guru Tanpa Nama akhirnya menghilang dari halaman latihan.

Lin Yuan berdiri beberapa saat sebelum membungkukkan kepala sedikit ke arah tempat pria itu sebelumnya berada.

Kemudian ia berbalik dan meninggalkan Menara Takdir.

Kota mati di luar mulai bergetar, sementara sebuah gerbang batu perlahan terbuka pada ujung jalan.

Udara segar mengalir dari balik gerbang tersebut.

Lin Yuan hampir melangkah ketika tiba-tiba teringat satu perkara yang sudah lama menunggunya.

"Mata Takdir."

Sebuah informasi segera muncul dalam pikirannya.

【Peluang Takdir target Zhao Feng masih aktif.】

【Lokasi: Hutan Kabut Hitam.】

【Waktu kemunculan semakin dekat.】

Langkah Lin Yuan berhenti.

Beberapa hari lalu, Zhao Feng berdiri di atas tebing sambil memandangnya seperti seseorang yang nasibnya sudah berakhir.

Kalau bukan karena memilih melompat, Lin Yuan mungkin telah menjadi mayat tanpa nama di dasar jurang.

Sekarang keadaan mereka sudah berbeda.

Lin Yuan menggenggam pedangnya dan berjalan menuju gerbang yang mengarah keluar dari Makam Takdir.

"Tunggu aku, Zhao Feng."

Kali ini, kesempatan yang seharusnya menjadi milik Zhao Feng akan menjadi ujian pertama bagi kekuatan barunya.

...----------------...

Bersambung...

1
bang dul
cerita ini sebetulnya bagus tanpa sistim seperti di novel2 lainnya
Otna Forever: Bang aku lagi melakukan revisi, tolong dibaca dari awal lagi, nanti untuk seterusnya kekuatannya tidak akan bergantung pada sistem 🙏
total 2 replies
Hadi Hadi
😍😍😍💪💪💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
bunuh
Hadi Hadi
bantai 💪
nanonano
bab mengulang lagi
nanonano: ada 2 bab yang mengulang thor. judul bab beda tp isi sama dengan bab sebelumnya
total 2 replies
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪
Otna Forever: Makasih, sehat selalu 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!