Indonesia
NovelToon NovelToon
Satu Jiwa Jutaan Bayangan: Penaklukan Rahasia Sang Ahli Taktik

Satu Jiwa Jutaan Bayangan: Penaklukan Rahasia Sang Ahli Taktik

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Omni Tales

"Di dunia kultivasi, kamu menjadi pecatur, atau berakhir sebagai bidak."

Mati akibat overwork di perusahaan gelap, Lian terlahir kembali sebagai pemetik batu spiritual kelas bawah. Di dunia baru yang dikuasai sekte-sekte pemeras, Lian bersumpah tidak akan pernah lagi diperalat.

Sumpah itu membangkitkan Sistem Sovereign Duplication—kekuatan menciptakan pasukan klon tak terbatas! Uniknya, setiap klon memiliki identitas dan bakat dewa yang berbeda. Lebih gila lagi, Lian mampu menyerap seluruh kekuatan klonnya sekaligus.

Di saat benua bergolak, faksi-faksi raksasa tak menyadari satu hal:

Jenius nomor satu Sekte Api Ilahi...

Komandan perang Kekaisaran Jiulong...

Raja informasi dari Paviliun Bayangan...

Semuanya adalah klon milik Lian!

Tanpa pernah tampil di garis depan, Lian memanipulasi para pahlawan dan menjatuhkan sekte tirani dari kegelapan. Satu jiwa mengendalikan jutaan bayangan—menaklukkan benua dari balik layar!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Omni Tales, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemunculan Sang Reinkarnator Dewa Pedang

Mata meriam energi dari sepuluh kapal perang Sekte Suci Xuanyuan berkilat mengancam di atas langit Sekte Pedang Ilahi.

"Heei!! Tolong aku cepat!! Serang balik kapal-kapal itu!" jerit Ye Chen seraya bersembunyi ketakutan di balik panggung ujian.

Suara panik Ye Chen yang melengking justru disambut dengan tatapan muak oleh para tetua Sekte Pedang Ilahi.

"Bocah sialan! Kamu membawa bencana besar ke gerbang kami!" umpat Tetua Gu seraya menarik pedang panjangnya.

Sebelum serbuan meriam Sekte Suci Xuanyuan menyentuh tanah, gelombang tekanan dingin yang luar biasa tajam mendadak memotong angkasa.

Sreeeeet!

Sebuah garis tebasan cahaya putih membelah awan hitam, menghempas seluruh tembakan meriam energi hingga hancur berkeping-keping di udara.

Tembakan dahsyat yang sanggup meratakan lembah itu mendadak lenyap hanya dalam satu kali tebasan jarak jauh.

Di gerbang barat yang telah hancur, seorang pemuda berpakaian jubah putih polos melangkah masuk secara perlahan.

Dia memegang sebuah pedang besi tua tanpa sarung, melangkah dengan ritme yang sangat teratur dan tenang.

"Niat Pedang Purba... Tingkat Penyempurnaan Sejati?!" seru Tetua Agung Wu Chen dengan mata membelalak lebar.

Keheningan melanda seluruh arena tatkala pemuda ber jubah putih itu berhenti tepat di samping panggung pertarungan.

"Siapa pemuda itu?! Bagaimana bisa niat pedangnya terasa begitu kuno dan menekan?!" bisik salah satu calon murid dengan tubuh gemetar.

Lian yang mengamati situasi dari balik bayangan bukit segera mengaktifkan fitur analisis taktis dari sistem.

'Simulasi Takdir... periksa identitas pemuda ber jubah putih itu,' perintah Lian dalam batinnya.

DZZZZT!

[Sovereign Duplication - Analisis Subjek]

Nama:Lin Feng

Status:Reinkarnator (Jiwa Dewa Pedang Kuno dari Era Purba)

Karakteristik:Dingin, Rasional, Menguasai Seluruh Teknik Pedang Tingkat Tinggi Era Purba.

Tingkat Ancaman:Tinggi (Potensi Pertumbuhan Informasi & Teknik Kuno: Absolut).

Mata Lian berkilat tajam tatkala membaca cetak biru data yang dimunculkan oleh sistem.

'Seorang Reinkarnator Dewa Pedang?' batin Lian seraya menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.

Berbeda jauh dengan Ye Chen yang impulsif dan mudah diadu domba, pemuda bernama Lin Feng ini memancarkan aura seorang veteran perang sejati.

Lin Feng sama sekali tidak melirik Ye Chen yang merintih panik, melainkan menatap lurus ke arah sepuluh kapal perang di angkasa.

"Kehadiran Sekte Suci Xuanyuan di Benua Bawah selalu diiringi kekerasan yang tidak beradab," ujar Lin Feng dengan suara tenang namun menusuk.

Utusan Xuanyuan di atas kapal perang utama melotot murka saat melihat keangkuhan pemuda ber jubah putih tersebut.

"Bocah tengik dari mana lagi ini?! Cari mati kamu?!" raung Utusan Xuanyuan seraya mengibaskan tangannya.

"Ratakan mereka semua!! Jangan sisakan satu pun pembangkang di sekte ini!!" perintah Utusan Xuanyuan histeris.

Puluhan prajurit ber zirah emas melompat turun dari kapal perang, membawa tombak pembunuh yang bermandikan Qi tingkat tinggi.

Lin Feng hanya menarik napas perlahan, memegang gagang pedang besinya dengan posisi miring yang amat presisi.

"Tebasan Seribu Bayangan: Bentuk Pertama," gumam Lin Feng pelan.

SRAAAT!

Tanpa ada gerakan fisik yang jelas, gelombang tebasan putih meluncur bagaikan kilat melingkar yang menebas lingkaran udara.

Puluhan prajurit ber zirah emas yang baru saja mendarat mendadak membeku di tempatnya masing-masing.

Detik berikutnya, zirah emas serta senjata mereka terbelah menjadi dua bagian yang sangat rapi sebelum akhirnya tumbang.

"B-Bagaimana mungkin?! Dia memotong Zirah Emas Xuanyuan hanya dengan pedang besi biasa?!" jerit prajurit yang tersisa di atas kapal.

Tetua Agung Wu Chen dan para penguji Sekte Pedang Ilahi berdiri kaku dengan raut wajah tidak percaya.

"Teknik pedang itu... itu adalah Teknik Pedang Purba yang telah hilang seribu tahun lalu!" gumam Wu Chen dengan suara gemetar.

'Kalkulasi Dingin menunjukkan bahaya laten dari pemuda ini,' batin Lian menganalisis tiap inklinasi gerakan Lin Feng dari kejauhan.

'Dia tidak bertindak berdasarkan dorongan emosi atau keadilan naif seperti Ye Chen. Dia bertindak karena dia tahu kapasitas kekuatannya secara pasti.'

Lin Feng perlahan menyebarkan pandangannya ke sekeliling arena, hingga akhirnya matanya beradu dengan pandangan Klon Xuanwu.

Untuk pertama kalinya, raut wajah Lin Feng yang semula tenang tanpa riak menunjukkan sedikit keraguan halus.

'Pemuda berpakaian zirah giok hitam itu... mengapa struktur pertahanannya sama sekali tidak memiliki celah?' batin Lin Feng heran.

Sebagai mantan Dewa Pedang, Lin Feng selalu bisa melihat titik lemah dari setiap pembudidaya hanya dalam sekali pandang.

Namun, saat menatap Xuanwu, Dia hanya melihat sebuah dinding benteng tak tembus yang dilapisi Hukum Ruang murni.

"Siapa namamu?" tanya Lin Feng secara langsung kepada Xuanwu, mengabaikan ancaman kapal perang yang masih melayang di angkasa.

Xuanwu berdiri tegak dengan tangan terlipat di dada, menatap Lin Feng dengan kepribadiannya yang dingin dan lugas.

"Xuanwu," jawab klon itu singkat tanpa menyisa ruang untuk percakapan basa-basi.

"Niat pedangmu cukup tajam untuk ukuran pembudidaya di benua bawah ini," tambah Xuanwu datar.

Lin Feng menyunggingkan senyum tipis, menyadari bahwa Dia telah bertemu dengan sosok jenius rahasia yang tidak biasa.

"Menarik... Aku tidak menyangka tempat terpencil ini menyimpan dua orang yang sangat unik," gumam Lin Feng pelan.

"Dua orang?! Maksudmu aku juga termasuk, kan?!" sela Ye Chen seraya merangkak mendekat dengan harapan mendapat perlindungan.

Lin Feng menatap Ye Chen dengan pandangan dingin yang penuh dengan penghinaan mendalam.

"Kamu hanyalah pembawa sial yang memanfaatkan artefak purba tanpa memahami konsekuensinya," sindir Lin Feng tanpa kompromi.

"APA KATAMUUU?! KITA SAMA-SAMA PENERUS WARISAN KUNO!!" teriak Ye Chen dengan wajah memerah karena malu dan marah.

'Sempurna,' batin Lian seraya menarik Benang Bayangan untuk mengatur taktik pergerakannya selanjutnya.

Dua figur bertentangan kini telah berada di papan catur yang sama dalam kendali rahasia Lian.

Ye Chen akan tetap berfungsi sebagai Umpan Bernyawa untuk menarik perhatian musuh-musuh besar seperti Sekte Suci Xuanyuan dan Putri Feng Qingxue.

Sementara itu, Lin Feng sang Reinkarnator Dewa Pedang adalah sasaran baru yang sangat berharga untuk dieksploitasi pengetahuan kehidupannya.

'Melalui Omni-Adaptation, setiap kali Lin Feng mengeluarkan teknik pedang purba, sistemku akan merekam dan menyerap pemahaman jiwanya secara otomatis,' batin Lian penuh kemenangan.

Seorang reinkarnator dari era kuno tidak lain adalah gudang harta karun resep kultivasi dan rahasia hukum alam yang amat melimpah.

Lian tidak perlu repot-repot mencari situs peninggalan kuno yang berbahaya jika ada sumber pengetahuan hidup yang berjalan di depannya.

'Inisialisasi Bayangan... persiapkan Klon #05 untuk merapat ke sekitar Lin Feng,' perintah Lian kepada sistemnya.

Rencana A hingga Z milik Lian telah disesuaikan secara instan untuk memanfaatkan kehadiran sang Reinkarnator Dewa Pedang.

Kapal-kapal perang Sekte Suci Xuanyuan di angkasa mulai memancarkan sinyal darurat tatkala formasi pelindung sekte mendadak terkunci total.

Xuanwu perlahan mengangkat jimat giok di tangannya, memicu jaring energi purba yang menyelimuti seluruh area pertarungan.

"Tidak ada yang boleh pergi sebelum seluruh transaksi taktis selesai," ujar Xuanwu dengan nada suara yang membekukan darah.

Lin Feng menatap kubah energi yang mengepung tempat itu seraya menyunggingkan senyum penuh minat.

"Papan catur ini ternyata jauh lebih luas dari yang kuperkirakan," gumam Lin Feng pelan.

Di balik bayangan bukit, Lian mengamati jalannya permainan seraya memperketat kendali atas seluruh ekor kekuatannya.

"Mari kita lihat sejauh mana seorang Dewa Pedang Kuno bisa bertahan dalam permainan caturnya sang Pengendali Bayangan," bisik Lian dingin.

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!