Indonesia
NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelewat Batas

Sekembalinya dari Jakarta, Rain dan Kenzo langsung disambut dengan suasana kantor yang terasa berbeda. Beberapa staf tampak berbisik-bisik lebih dari biasanya, dan ada nuansa tegang yang menggantung di udara sejak mereka melangkah masuk ke lobi.

"Kayaknya ada sesuatu yang terjadi selama kita nggak ada," bisik Rain ke Kenzo, memperhatikan ekspresi canggung dari beberapa rekan kerja yang mereka lewati.

Belum sempat mereka mencari tahu lebih lanjut, Dito sudah menghampiri dengan wajah serius, jelas menyimpan kabar penting yang harus segera disampaikan.

"Kak Rain, ada yang perlu saya sampaikan," kata Dito, suaranya pelan namun mendesak. "Kemarin, waktu Kakak dan Kak Kenzo lagi di Jakarta, Farrel coba akses beberapa file laporan keuangan tim Marketing tanpa izin, lewat komputer Vera yang kebetulan lupa logout."

Rain dan Kenzo saling bertukar pandang, menyadari bahwa ini bukan sekadar masalah kecil biasa.

"Untuk apa dia lakuin itu?" tanya Kenzo, nada suaranya langsung berubah serius.

"Setahu saya, dia lagi coba cari data yang bisa dipakai buat nunjukin ketidaksesuaian, biar bisa dijadiin bahan buat ngelaporin tim Marketing ke direksi pusat," jelas Dito. "Untungnya, salah satu staf IT nggak sengaja lihat aktivitas mencurigakan itu di log sistem, dan langsung lapor ke atasan mereka."

Kabar tersebut tentu saja mengejutkan semua orang. Apalagi untuk Kenzo dan Rain yang baru dengar.

---

Siang harinya, sebuah rapat mendadak dipanggil oleh Bu Lestari, yang kebetulan sedang berkunjung ke cabang Surabaya untuk evaluasi rutin bulanan. Suasana rapat itu jauh lebih formal dan tegang dibanding rapat-rapat biasa, dengan kehadiran tim IT pusat yang membawa laporan detail mengenai insiden akses data yang tidak sah tersebut.

"Berdasarkan laporan yang kami terima," kata Bu Lestari, membuka rapat dengan nada tegas, "ada indikasi kuat pelanggaran protokol keamanan data internal, yang melibatkan akses tidak sah terhadap file rahasia perusahaan."

Farrel, yang duduk di ujung meja, tampak berusaha tenang meski keringat dingin mulai terlihat di dahinya. "Saya rasa ini kesalahpahaman, Bu. Saya cuma...."

"Log sistem menunjukkan dengan jelas, akun yang digunakan untuk mengakses file tersebut adalah akun milik Saudari Vera, pada waktu yang bertepatan dengan jadwal rapat internal yang seharusnya dihadiri Saudara Farrel," potong Bu Lestari, tidak memberi ruang bagi alasan yang mengada-ada. "Tim IT sudah mengonfirmasi, aktivitas tersebut dilakukan dari perangkat yang berbeda dari milik Saudari Vera sendiri."

Ruangan itu menjadi hening total. Semua mata kini tertuju pada Farrel, yang wajahnya mulai pucat menyadari bahwa manuvernya kali ini benar-benar tidak bisa lagi ditutup-tutupi dengan alasan apa pun.

Vera, yang duduk di sudut lain ruangan, tampak gemetar. "Saya... saya nggak tahu apa-apa soal ini, Bu. Saya cuma lupa logout waktu itu."

"Kami akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan sejauh mana keterlibatan masing-masing pihak," lanjut Bu Lestari, nada suaranya tetap tegas namun profesional. "Sementara waktu, Saudara Farrel akan dinonaktifkan sementara dari jabatannya, menunggu hasil investigasi resmi dari divisi kepatuhan internal."

---

Selesai rapat, suasana kantor terasa jauh berbeda dari biasanya campuran antara kelegaan dan keprihatinan menyelimuti hampir semua staf yang hadir. Rain, meski merasa lega dengan berakhirnya ancaman yang selama ini mengganggu timnya, juga merasakan sedikit iba melihat bagaimana ambisi berlebihan bisa menjerumuskan seseorang ke situasi seburuk itu.

"Kamu nggak apa-apa?" tanya Kenzo, memperhatikan ekspresi campur aduk di wajah Rain begitu mereka kembali ke ruangan kerja masing-masing.

"Aku lega, tapi juga sedikit sedih," aku Rain jujur. "Farrel sebenarnya orang yang cerdas dan berbakat. Sayang banget ambisinya bikin dia ambil jalan yang salah kayak gini."

Manusia itu kadang begitu, karena keserakahan malah membuat petaka untuk dirinya sendiri.

"Kadang, orang yang paling berbakat justru yang paling rentan terjebak ambisi berlebihan," Kenzo menanggapi bijak. "Tapi ini juga pelajaran penting, kalau integritas itu jauh lebih berharga dibanding sekadar ambisi jangka pendek."

"Gimana sama Vera?" tanya Rain, penasaran dengan nasib staf yang selama ini juga terlibat dalam berbagai manuver politik kantor.

"Kelihatannya dia bakal dapat sanksi juga, meski mungkin nggak seberat Farrel," jawab Kenzo. "Tapi setidaknya, ini bisa jadi titik balik buat dia introspeksi diri, kalau memang dia masih punya niat baik buat berubah."

---

Beberapa hari kemudian, hasil investigasi resmi diumumkan Farrel akhirnya dipecat karena pelanggaran serius terhadap kode etik perusahaan, sementara Vera menerima surat peringatan keras dan penurunan posisi sebagai konsekuensi atas keterlibatannya, meski tidak seberat yang dialami Farrel.

Sebelum benar-benar meninggalkan kantor untuk terakhir kalinya, Vera menghampiri meja Rain, membawa raut wajah yang jauh berbeda dari kesan percaya diri yang biasa dia tunjukkan.

"Kak Rain," kata Vera, suaranya terdengar lirih. "Saya cuma mau minta maaf, atas semua yang udah saya lakuin selama ini."

Rain menatap Vera sejenak, mempertimbangkan responsnya dengan hati-hati. "Aku hargai permintaan maaf kamu, Vera. Semoga ini jadi pelajaran berharga buat kamu ke depannya."

"Saya emang salah, terlalu takut kehilangan posisi sampai lupa cara kerja yang benar," Vera mengakui, matanya berkaca-kaca. "Saya harap, suatu saat nanti, saya bisa jadi lebih baik dari ini."

"Semua orang berhak dapat kesempatan kedua, Vera," jawab Rain tulus. "Yang penting, kamu belajar dari kesalahan ini, dan nggak mengulanginya lagi di kesempatan berikutnya."

Vera mengangguk pelan, tersenyum tipis penuh haru sebelum akhirnya berpamitan dan meninggalkan ruangan itu, membawa pelajaran berat yang mungkin akan terus dia ingat sepanjang perjalanan kariernya ke depan.

---

Malam itu, setelah drama panjang yang melelahkan selama beberapa hari terakhir akhirnya berakhir, Rain dan Kenzo menikmati waktu santai di apartemen mereka, merasakan kelegaan yang mendalam setelah melewati salah satu tantangan terberat sejak kepindahan mereka ke Surabaya.

"Akhirnya selesai juga," kata Rain, menghela napas lega, menyandarkan tubuhnya ke sofa empuk.

"Kita berhasil lagi," jawab Kenzo, tersenyum lembut, merangkul Rain erat. "Meski kali ini, tantangannya lebih rumit dari sekadar perbedaan pendapat kerja biasa."

"Aku belajar banyak dari semua ini," Rain merenung. "Bukan cuma soal menghadapi orang-orang dengan niat buruk, tapi juga soal pentingnya tetap berpegang pada integritas, meski di tengah tekanan dan godaan buat main politik kotor demi kepentingan sesaat."

"Itu prinsip yang selalu bikin aku kagum sama kamu," kata Kenzo tulus, mengecup dahi Rain penuh kasih sayang. "Kamu selalu berhasil menjaga integritas kamu, bahkan di situasi paling sulit sekalipun."

Malam itu, dengan beban berat yang akhirnya terangkat dari pundak mereka, Rain dan Kenzo menyadari sekali lagi betapa berharganya perjalanan yang telah mereka lalui bersama bukan hanya sebagai pasangan yang saling mencintai, tetapi juga sebagai mitra kerja yang saling melengkapi dalam menghadapi setiap tantangan, besar maupun kecil, yang datang menerpa kehidupan mereka.

Dunia dewasa itu memang tidak menyenangkan, tapi mau bagaimana lagi, hidup harus terus berjalan kan.

1
Xlyzy
si pandu bad mood parah itu
Xlyzy
Udah jelas ada yang lagi cembokur malah di perjelas Rain ga peka banget sih
-Thiea-
semoga Kenzo beneran niat bantu ya. bukan malah buat jebakan.
Tamaa
Sombong secara tidak langsung
Tamaa
Kasian pandu
Tamaa
Harus niat lah Kamu kan mau ketemu sama calon mertua
-Thiea-
punya masalah kali dia sama kamu. atau dia naksir kamu.😁
-Thiea-
dikira otak gak perlu istirahat. di suruh buat mikir terus.
Miu.Nuha
jadi pingin tahu masa lalu kenzo 😖
se mistery apa dia...
Miu.Nuha
akrab donk, karna rival
biasany kalo rival gitu kan harus deket buat saling cekcok 🤭 tpi nyatanya ada hati disana...
Filan
diombang-ambing aja ya, pikirannya ama 2 cowok itu.
Filan
digantung terus...
Filan
hei... kata-katamu itu bisa bikin orang baper dan salah paham. Suka bilang, kalau nggak jangan bikin baper orang.
Myz Pena
ya bener.. makin akrab dan makin asyik.. bentar lagi cinlok tuh 🤣
Myz Pena
sari kayaknya penasaran ,, tapi sungkan mau nanya jadinya hanya bisa senyum2 sendiri
Arni Arlinawati Pratiwi💃
rain peka an orang nya emak suka thor, kebanyakan pada gak peka, dan itu bikin jiwa dan raga emak pengen banget keluarin tokoh nya dari novel, dan bicara sama emak 4 mata.. 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
mantap thorrr.. pembawaan tokoh nya, sama narasi nya emak gak ngerti lagi, harus banyak belajar lagi ini mah.. /Facepalm/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
udah lah, ini mah kenzo emang kek gitu kalo lagi kerja dingin nya tuh karena dia emang gak pernah membawa urusan pribadi ke tempat kerja.. tapi ada pengecualian buat rain nih kayak nya, sotoy dulu..
Arni Arlinawati Pratiwi💃
salahin authorrr nya napa kek gituuu.. 🗿 server nya eror nanti aja, ah elah!
Arni Arlinawati Pratiwi💃
sue.. yang kek gini gini benci banget emak, udah lembur ngerjain sampe beres pas mau submit laporan, server tiba tiba nge heng kalo ponsel mah.. nah ini mah urusan nya sama author nya, sini kamu sayang emak ketapel.. 🗿/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!