Indonesia
NovelToon NovelToon
Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak

"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.

kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 BERPURA-PURA SAKIT!!

    Brayen bergegas untuk bersiap, ia pun mencari sesuatu, Ia terpikir kan sebuah air panas, bergegas mengambil sebuah beda untuk suhu panas sebagai bukti dirinya sakit. Setelah selesai ia pun melangkah jalan masuk kamar untuk berpakaian, ia memakai baju tidur polos melangkah naik ke atas kasur tarik selimut berbaring untuk menutupi tubuhnya tingal menunggu kedatangan Elina untuk masuk ke kamar.

     Kemudian terlihat Elina melangkah jalan di lorong hotel, mencari nomor pintu kamarnya Brayen, ia menyusuri setiap pintu di lorong, Tidak lama Akhirnya Elina menemukan nomor tersebut, Elina menekan tombol bel. Lama menunggu, tapi tidak ada respon, ia berfikir mungkin Brayen tidur, Elina memutuskan untuk dorong pintu melangkah masuk

"Brayen!! ". Panggil Elina

   Di dalam kamar mendengar suara Elina, brayen pun langsung tersenyum

" Saya di kamar! ". Ucap brayen

    Mendengar Brayen berada di dalam kamar, Elina pun melangkah jalan masuk ke dalam kamar

   Di kamar terlihat Brayen berpura-pura mengigil kedinginan walaupun sebenarnya terasa panas, namun harus berakting agar percaya bahwa dirinya sedang sakit. Elina yang melihat keadaan Brayen merasa iba, ia melangkah mendekat.

"Elina". Ucap Brayen

"apa yang kamu rasakan? ".

" kedinginan, pusing dan terasa ingin mual".

   Tangan kanan Elina meraih menyentuh kepala kening Brayen, saat di periksa, ekpresi heran terlihat di wajah Elina. ia merasakan tidak merasakan panas, hanya biasa saja, Elina merasa heran. Apakah Brayen bener-bener sakit atau ______?

    Brayen menyadari kalau dirinya ketahuan berpura-pura, Ia panik, tidak tahu harus berbuat apa, niat hati ingin mendapatkan perhatian masa ketahuan bohong dalam sebentar, rasa sesal di pikirkan brayen, merasa gagal rencananya.

"Kamu bener-bener sakit??, apa pura-pura? " Tanya Elina tegas

"Beneran sakit, tidak lihat aku menggigil kedinginan seperti ini, hm! ". Ucap Brayen mengigil

    Elina terdiam sinis, ia rasa tidak percaya ada sesuatu tidak beres.

" Kamu bohong, Menyebalkan !! ". Ucap Elina kesel, saat hendak melangkah

Bruk

" Arrrggghhh! ". Seketika Elina di tarik hingga jatuh di atas kasur terbaring terlentang.

    Brayen berada di atas tubuh Elina menatap sambil tersenyum.

" Iya... maaf ya". ucap brayen

"Lepaskan Enggak!! jangan macam-macam". Minta Elina tegas.

" Masih saja galak. Manis dikit, atau lembut lah padaku dengan baik, Hm! ". Minta Brayen senyum.

" Ogah... sampai kapanpun aku tidak mau bersikap baik sama orang aneh seperti mu! lepaskan!!! ". Tegas Elina memberontak

   Namun kedua tangan Elina di pegang kunci oleh Brayen dengan kuat hingga dirinya kesulitan untuk melepaskan diri. Telapak tangan Brayen cukup besar dan kasar begitu gampangnya baginya menahan kedua tangan Elina di atas kepala, sedangkan Satu tangan kanan Brayen menyentuh wajah pipi Elina dengan lembut.

"Kamu mau apa sih!! jangan coba-coba! " Ancam Elina dengan tegas, walaupun keadaan terkunci Elina tidak gentar untuk melawan ia tidak ada rasa takut pada Brayen.

    Brayen tersenyum lebar, ia merasa ke tantang dengan sikap Elina mulai berani. Wajah Brayen mendekat, lirikan matanya tertuju bibir merah muda yang lembut dimiliki Elina, nafas segar tercium hidung Brayen yang sangat harum, membuat Brayen terpesona dan tergoda, apa lagi bibir yang lembut itu membuat Brayen tidak tahan ingin mencicipinya menyentuh dengan hangat.

"Bibir mu, membuat ku, tidak tahan. Aku sangat menyukai itu". Ucap Brayen dengan nada lembut namun pelan.

" Mau apa? ". Tanya Elina tegas

   Brayen tersenyum" Aku ingin menciumnya, boleh? ". Tanya Brayen meminta izin

" Tidak! jangan coba-coba ". Tolak Elina mengancam

    Brayen hanya tersenyum menatap mata. Mereka saling menatap satu sama lain terdiam dengan pandangan yang tegang.

" Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari saya? ". Tambahnya bertanya

"Ingin memiliki mu, dan ingin menikahi mu". Jawab Brayen.

    Elina tersenyum tipis miring ia merasa konyol

" Kenapa,?. Apa menurut mu itu lucu? ". Tambahnya dengan ekpresi tenang

"Bukan lucu. Tapi aneh. Apa kamu terobsesi pada ku, hm!? ". Tanya Elina

    Brayen yang masih pegang pergelangan kedua tangan Elina di atas kepala dengan erat, yang masih berbicara di atas kasur. Pandangan Brayen terhadap Elina membuat dirinya semakin ketang-tang apa lagi kini Elina tidak merasa getar atau pun panik. ia merasa kekeh menghadapi seorang perempuan galak seperti dia. membuat Brayen semakin suka dan tertarik.

"Obsesi? Tidak! hanya ingin tahu". Jawab Brayen tenang

    Brayen lebih suka dengan perempuan yang tegas tidak mudah lemah atau pun tidak terlalu lembut, bagi Brayen menemukan perempuan yang berani dan tegas itu sulit untuk di dapat kan apa lagi soal cinta. Ia yakin dengan ketertarikan pada Elina membuat Brayen semakin berfikir dan bertindak hal semestinya. Lagian seorang Elina sekali di goda tidak membuat dia trauma melainkan sesuatu ingin rasa tahu.

  Inilah kenapa Brayen ingin memiliki Elina bagaimana pun caranya, tapi tidak harus di paksa atau mengancam. Yang membuat Brayen bingung adalah bagaimana caranya menjadi laki-laki sejati untuk perempuan____?

   Brayen beranjak saat dirinya berfikir terdiam, ia berdiri sambil memandangi Elina. Elina bangun duduk di atas kasur dengan wajah tegas menatap tajam

"Aku minta ma'af, tidak bermaksud untuk menyakiti mu, hanya sebuah geretakan". Ucap Brayen dengan ekpresi tenang

   Elina terdiam saat memperhatikan Brayen berubah menjadi tenang namun dingin.

" Iya". Jawab Elina dengan nada getar

    Yang bikin gemetar sikap Brayen berubah menjadi dingin seperti sosok yang berbeda, menakutkan. Satu hal yang membuat Elina merasakan merinding yaitu perubahan sikapnya.

   Elina beranjak sambil merapikan baju kemeja kerjanya yang kusut setelah di tarik ke atas kasur oleh Brayen secara tiba-tiba.

"Dengar ya... entah apa yang kamu rencanakan. tapi... tidak bisa membuatku tertipu sama sekali. sekali pun berpura-pura sakit hanya mendapatkan kesempatan dalam kesempitan". Ucap Elina sambil tunjuk jari depan wajah Brayen dengan tegas

"Ok. Saya minta maaf atas kurang baiknya". Senyum Brayen

" Dasar laki-laki aneh ".Elina berkata dengan tatapan sinis, ia melangkah melewati Brayen. Saat di pintu.

" Setidaknya, aku bisa merasakan sentuhan lembut ". Bisik Brayen tiba-tiba saja ada di belakang wajan Elina berada di dekat samping telinga kiri.

    Elina sontak terkejut saat hendak buka pintu, namun seketika berhenti terdiam saat Brayen tiba-tiba saja berbisik, hingga membuat Elina bulu ku merinding olehnya.

"Kamu tahu... apa yang aku rasakan saat ini? ". Kedua tangan Brayen merayap dan menyentuh pinggang Elina lalu melingkar sambil memeluk hangat yang nyaman.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!