Zahra dan Arya dipertemukan saat masih kecil. Mereka berjanji untuk bertemu lagi 13 tahun kemudian. Saat dewasa mereka bertemu dan bekerja bersama, namun mereka tak menyadarinya. Hingga menjelang pertemuan mereka, Zahra harus mengalami kecelakaan demi menolong Arya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fasya Al Hafizh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Magang
Pagi hari Zahra bersiap - siap berangkat ke cafe. Saat keluar dari tempat kostnya Zahra melihat Dino di berhenti di seberang jalan.
" Dino, ngapain kamu disini...?" tanya Zahra.
" Nungguin kamulah, yuk berangkat bareng..." ajak Dino.
" Nggak usah, aku udah pesen ojek. Kasian kalau di cancel...." jawab Zahra.
" Beneran nggak mau dianter, mumpung gratis lho...?" ucap Dino.
" Beneran nggak usah, sebentar lagi ojeknya dateng kok..." tolak Zahra.
" Tuh ojeknya dateng, Zahra duluan ya Din...bye..." pamit Zahra.
" Untung aja ojeknya cepet datang, kalau nggak kelar hidupku jika Mas Ferdi lihat..." batin Zahra.
Setelah sampai di depan cafe, Zahra segera membayar ongkos ojeknya dan berlari masuk ke dalam cafe. Tanpa sadar Zahra menabrak seorang laki -laki yang tidak di kenalnya.
" Maaf Tuan, saya tidak sengaja..." ucapku merasa bersalah.
" Kalau jalan itu lihat - lihat bukannya sambil merem. Dasar tak ada gunanya..." omelnya sambil berlalu keluar cafe.
" Huhhh dasar, udah minta maaf juga masih diomelin..." gerutu Zahra.
" Ada apa Za...?" tanya Rina mengagetkannya.
" Huhhh...jangan membuatku kaget. Kenapa pagi - pagi banyak sekali yang membuat mood_ku buruk..." sungut Zahra.
" Kamu ini yang nggak jelas Za, pagi - pagi udah ngomel kagak jelas..." jawab Rina.
" Itu tadi siapa yang baru keluar dari sini..." tanya Zahra penasaran.
" Ohh....itu tari dari ruangan pak Ferdi. Kayaknya temennya deh..." jawab Rina.
" Kenapa Za, orangnya ganteng, putih, tinggi.....mmmmm serasa kayak pangeran dari kayangan..." ucap Rina lagi.
" Dihh, amit - amit kayak pangeran. Dia itu kayak monster..." ucap Zahra kesal.
" Ya udah, ayo kerja lagi jangan marah - marah terus..." ajak Rina.
" Iya, tapi aku mau ke ruangan boss dulu. Mau minta izin cuti...hehehee..." ucap Zahra.
" Memangnya kamu mau kemana Za...?" tanya Rina.
" Mulai minggu depan aku magang kerja di kantoran, tugas kampus..." saut Zahra.
" Aku sama siapa dong Za, kalau kamu berhenti kerja dari sini...?" kata Rina.
" Hmmm...jangan lebai disini karyawan nggak cuma satu...." saut Zahra sambil berlalu pergi.
Sampai di depan pintu, Zahra mengetuk beberapa kali sampai ada sautan dari dalam. Zahra segera masuk dan duduk di depan boss nya.
" Mas, minggu depan Zahra nggak kerja lagi disini..." ucap Zahra.
" Memangnya kenapa Za, kok mendadak banget kamu pengen berhenti kerja...? tanya Ferdi kaget.
"Mmmm...Zahra dapet tugas dari kampus untuk magang di perusahaan...." jawab Zahra.
" Berapa bulan kamu magang...?" tanya Ferdi lagi.
" Enam bulan, sambil membuat skripsi. Setelah itu Zahra lulus..." ucap Zahra.
" Kenapa lama sekali magangnya, kau mau meninggalkanku...?" kata Ferdi.
" Jangan bilang seperti itu, cuma mas Ferdi yang aku punya saat ini. Lagian tempat magangnya nggak jauh dari sini. Zahra bakalan sering datang kesini nemuin mas Ferdi..." ucap Zahra.
" Hmmm....baiklah, kamu hati - hati di tempat kerja yang baru. Kamu harus bisa jaga diri disana. Aku tak bisa selalu menjagamu setiap saat..." ucap Ferdi.
" Terimakasih, Zahra akan selalu ingat pesan Mas Ferdi. Zahra akan jaga diri dan tidak membuat malu nama mas Ferdi. Zahra janji..." ucap Zahra memeluk Ferdi seraya menangis.
" Hhhhhh....jangan menangis, mas nggak suka lihat kamu menangis..." saut Ferdi sambil memeluk erat Zahra.
🌄🌄🌄
Satu minggu kemudian.....
Pagi hari yang cerah, Zahra segera keluar dari tempat kost_nya bergegas memulai aktifitas barunya. Ini hari pertama Zahra magang di perusahaan besar " Dirgantara Enterprises ". Setelah menyiapkan fisik dan mentalnya Zahra duduk di teras tempat kost menunggu ojek yang sudah di pesannya lewat aplikasi. Beberapa saat kemudian ojek yang di pesannya datang, Zahra langsung naik dan pergi ke tempat kerja barunya. Zahra nggak mau telat di hari pertama magangnya.
Sampai di depan gedung yang menjulang tinggi, Zahra sangat terpukau melihatnya. Tak disadari Dino dan Sinta berdiri di sampingnya.
" Ngapain Za, bengong disitu...? kesambet...?" tanya Sinta.
" Eh, kalian udah sampai juga. Ngagetin aja..." saut Zahra.
" Lagian ngapain sih Za bengong disini. Bukannya masuk..." ucap Dino.
" Iya, ayo kita masuk cari ruang HRD..." ucap Sinta.
Mereka bertiga masuk ke ruang HRD. Disana mereka di beri pengarahan tentang pekerjaan mereka. Zahra dan Dino bekerja di lantai yang sama di divisi keuangan di lantai 3, sedangkan Sinta di divisi marketing di lantai 4.
Hari pertama mereka bekerja dengan lancar walaupun cukup menguras tenaga. Jam lima sore semua karyawan bersiap - siap untuk membereskan pekerjaannya dan pulang. Tak terkecuali Zahra, Sinta dan Dino. Mereka juga udah bersiap - siap untuk pulang.
Sementara di ruangan lain yaitu lantai 10, lantai paling atas tempat khusus presdir terjadi kekacauan. Pasalnya Presdir baru yang menggantikan posisi papanya ini sudah memecat 5 sekretarisnya dalam dua bulan masa jabatannya.
Arya Dirgantara, pewaris " Dirgantara Enterprises " orang yang sangat dingin apalagi terhadap perempuan. Dia sangat ambisius dalam bekerja. Didampingi asisten pribadi yang juga sahabatnya Reyhan Adinata, Arya berusaha memperbesar perusahaannya sampai keluar negeri.
Hari berikutnya, Arya memanggil kepala HRD untuk mencarikan sekretaris baru untuknya hari itu juga.
" Boss, apa kau nggak bosan gonta - ganti sekretaris tiap hari..." tanya Reyhan.
" Aku butuh sekretaris yang kompeten dalam bekerja, bukan wanita penggoda..." jawab Arya.
" Bukannya yang kemarin itu cekatan dalam bekerja, kenapa baru tiga hari udah didepak...?" ujar Reyhan.
" Pinter sih iya, tapi nggak punya sopan santun. Mana ada karyawan kantor pakaiannya seperti wanita malam..." jawab Arya kesal.
Sementara di lantai bawah, Pak Hadi kepala HRD sedang bingung mencari sekretaris baru untuk boss nya. Tiba - tiba Pak Hadi ingat dengan karyawan baru yang magang kemarin. Dipanggilnya Zahra ke ruang HRD secepatnya.
" Zahra Aulia, mulai hari ini kamu pindah ruang kerja.." kata pak Hadi.
" Memangnya kenapa pak, apa saya membuat kesalahan dalam pekerjaan saya..? tanya Zahra.
" Tidak, mulai sekarang kamu jadi sekretaris pribadi Presdir..." kata pak Hadi kemudian.
" Tapi pak, saya tidak punya pengalaman dalam bidang sekretaris. Saya takut tidak bisa bekerja dengan baik..." ucap Zahra.
" Tidak apa - apa, kamu harus semangat. Saya percaya kamu bisa menjalankan tugas ini dengan baik. Cuma satu pesan saya, Presdir kita Pak Arya tidak suka pada wanita penggoda dan orang yang hanya mencari muka. Satu lagi, harus berpakaian sopan..." ujar pak Hadi.
" Iya pak, saya akan berusaha sekuat tenaga menjalankan tugas ini..." ucap Zahra semangat.
" Bagus, saya suka semangatmu. Mari saya antar ke ruangan pak Arya. Saya akan memperkenalkanmu pada beliau..." ujar Pak Hadi.
Zahra dan Pak Hadi berjalan menuju lift khusus presdir ke lantai 10. Setelah sampai di depan ruangan Presdir, Pak Hadi mengetuk pintu. Reyhan yang sedang berbincang segera membuka pintu dan mempersilahkan pak Hadi masuk.
" Maaf pak, saya membawa sekretaris baru yang anda suruh..." kata pak Hadi.
" Perkenalkan dirimu..." ucap Arya tanpa melihatnya.
" Nama saya Zahra Aulia, saya karyawan magang dari Universitas XXX pak..." ucap Zahra sambil menundukkan kepalanya.
" Apa...? kamu hanya karyawan magang...? " tanya Arya sekali lagi sambil melihat ke arah Zahra.
" Iya pak..." jawab Zahra gugup.
" Tunggu, bukankah kamu orang yang menabrakku di cafe waktu itu...?" kata Arya menatapnya tajam.
Zahra mendongakkan kepalanya dan menatap Presdir di depannya.
" Astaghfirullah, mimpi apa aku semalem ketemu orang ini lagi..." gumam Zahra.
" Haiii...."
.
.
.
TBC
⚡⚡⚡ gimana kira - kira nasib Zahra selanjutnya...?
Dukung terus karya author ya, supaya ceritanya tambah menarik....🌀🌀🌀
.
.
semangat
sukses,mksh