KISAH CINTA DAN JUGA PENGORBANAN ANTARA SAHABAT,,, HINGGA BERAKIBAT FATAL DENGAN HUBUNGAN ANAK-ANAK MEREKA, BAGAIMANAKAH CERITA??? IKUTI TERUS,,, JANGAN LUPA KOMEN DAN LIKE NYA AUTHOR TUNGGU YAH,,,, MAKASIH READER TERCINTA,,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anet59, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTEMUAN
Karena kecelakaan beruntun yang membuat Nindy harus berjibaku menyelamatkan beberapa pasien yang memerlukan operasi dan tindakan sore tadi, sehingga pertemuan keluarga menjadi sedikit diundur, Nindy sedang bersiap merias diri untuk bertemu mereka, bertemu keluarga calon suaminya yang tidak pernah tahu siapa orang yang akan dijodohkan dengannya.
Tok,,, Tok,,, Tok,,,
“Nin,,, udah siap belum? Lama amat ni anak gadis yang mau ketemu calon suami, udah karatan nih” saut Arya abang nya.
“Iya,,, bentar ah,,, cerewet amat ni bapak-bapak komplek.” Oceh Nindy yang sudah bersiap dengan memakai dress dibawah lutut nya,,, ia begitu cantik mempesona.
Ceklek, Pintu terbuka,,, Arya pun menarik tangan Nindy karena telah lama menunggu.
“Abaaaaang, sakit nih tangan Nindy,” Nindy berhenti dan bertanya ke abang nya“Cantik gak bang?”
“Enggak, Ayo ah Nin, Ayah sama Bunda udah nunggu di bawah lama amat sih keburu abis makanan di restoran nya terus tutup deh.” Ucap Arya.
“Duh anak ayah sama bunda cantik banget malam ini sayang, pantesan lama banget dandan nya, kayaknya udah siap nih menyambut sang calon suami” saut Bunda.
“Bundaaaa “ Nindy merajuk sambil memajukan bibir nya.
“Tapi makasih Bunda sayang udah bilang aku cantik, gak kayak yang ono noh sambil nunjuk ke abangnya” ucap Nindy lagi.
Merekapun berangkat ke sebuah restoran yang sangat mewah yang telah direservasi oleh keluarga sahabat ayah Nindy di ruangan VIP, sesampainya disana Nindy permisi sebentar ke toilet sehingga Nindy datang belakangan ke ruangan yang dituju. Ketika sampai di tempat VIP Nindy membuka handle pintu ruangan yang dituju.
Tok,,,tok,,,tok,,,, Ceklek,,, Suara pintu ruangan terbuka. Dan ketika pintu terbuka begitu kagetnya Nindy melihat orang yang ada diruangan tersebut.
“Huda?”
“Kak Tama?”
“Nindy” Sahut Huda dan Tama bersamaan.
“ Yaa ampuuuun gue mau dijodohin sama salah satu dari mereka, ya alloh siapa yang mau di jodohin ama gue?” Batin Nindy.
“Ternyata Nindy di jodohin sama kakak gue sendiri? ya tuhan, apa bisa gue menerima semua ini?” Batin Huda.
“Sayang, sini duduk.” Ucap Bunda.. Nindy bengong, setelah dipanggil berkali-kali baru Nindy pun menuruti nya dengan pikiran yang entah melayang kemana,
“Sayang, kamu sudah kenal sama nak Huda dan nak Tama?” Tanya Ayah.
“I-iya ayah” jawab Nindy yang terbata-bata,
“Huda dan kak Tama sahabat Nindy” ujar Nindy lagi yang memang gak tahu kalau ayahnya dan ayah Huda saling mengenal, dan kakek mereka bersahabat hingga terjadi perjodohan ini.
“Huda sahabat Nindy sejak SMP, Kalo kak Tama, kita deket mungkin udah sekitar 2 tahunan bun, ayah.” Ucap Nindy.
“Alhamdulillah, kalo gitu kita gak susah-susah untuk mendekatkan mereka yah mas Adit” ucap Papa nya Huda dan Tama.
Iya mas Raka, mungkin udah jodoh kali” sambung Aditya ayahnya Nindy
“Jadi gimana nak Tama? Apa kamu keberatan kami jodohkan dengan anak saya Nindy?
“Whaaaatttt…?? Jadi Kak Tama yang mau dijodohin ama gue? Ya alloh Huda, gimana perasaan kamu? ” batin Nindy yang memandang ke arah Huda yang tertunduk karena Nindy masih mengkhawatirkan perasaan sahabatnya.
“Om harap kalian tidak keberatan, meskipun perjodohan ini adalah perjodohan yang diinginkan kakek kalian, kalau saja diantara kami salah satu perempuan,, mungkin perjodohan ini kami yang akan menjalani, tapi apalah di kata tuhan tidak mengijinkan perjanjian kakek kalian waktu dulu,,, sehingga perjanjian ini harus kalian yang mengalami nya, sebenarnya kami tidak memaksa kalian untuk menerima perjodohan ini, tapi kami juga berat untuk tidak melaksanakan perjanjian ini karena semua ini adalah permintaan terakhir kakek kalian kata ayah Nindy
Huda terlihat menunduk sambil mengepalkan tangan, bukan karena marah, tapi karena sebak di dada yang tak menyangka bahwa orang yang akan menjadi jodoh Nindy adalah kakaknya sendiri.
“Bisa saya bicara sama Nindy Om?”saut Tama.
"Gimana Nak?” Tanya ayahnya Nindy yang meminta persetujuan Nindy.
Nindy melihat ayah, bunda abang juga kakak ipar nya, terus mengalihkan kembali pandangan ke arah Huda seakan bertanya apa yang mesti gue jawab Huda? Batin Nindy.
Tetapi Huda masih tetap menunduk seakan tak mau mendengar jawaban dari Nindy sambil menahan butiran Kristal agar jangan sampai jatuh. Dan Nindy mengangguk.
“Silahkan nak” jawab Aditya.
Nindy dan Tama pun beranjak dari tempat duduk untuk berjalan kearah Taman di belakang restoran tersebut. Huda yang mendengar suara ponselnya berdering ikut pergi dari ruangan dan menerima telepon yang menghubunginya.
“Permisi,,, saya mau mengangkat telepon ini sebentar,” ucap Huda kepada keluarga nya yang ada disana.
******DiTaman Restoran
“Kak Tama, Sejujurnya Nindy kaget ketika melihat kak Tama dan Huda ada diruangan itu, Nindy gak tau harus jawab apa, Nindy akan jujur sama kak Tama, sebenarnya Nindy tidak ingin menerima perjodohan ini karena Nindy ingin punya suami yang Nindy cintai dan mencintai Nindy, tapi Nindy gak mau membuat ayah dan bunda kecewa, apalagi ini adalah permintaan terakhir kakek kita, jadi Nindy bingung harus menjawab apa kak? Apa kakak tidak keberatan dan menerima perjodohan ini?” Tanya Nindy.
"Kakak pun sama nin, kakak berharap mendapatkan jodoh orang yang mencintai kakak dan kakak cintai, apa Nindy sudah punya seseorang yang Nindy cintai untuk menjadi suami Nindy? Atau ada seseorang yang mencintai Nindy? Sehingga bingung untuk menjawab perjodohan ini?” Tanya balik Tama ke Nindy.
“iiihhh, kakak kok balik nanya sih?” Ucap Nindy memanyunkan bibirnya karena kesal.
“Ya udah jawab aja” ucap Tama.
“Nindy belum punya seseorang yang Nindy cintai, tapi yang mencintai Nindy ada kak dan Nindy pun baru mengetahuinya, apalagi orang itu,” jawaban Nindy terhenti karena suara ponsel Tama.
“Sebentar,,,” Tama pun mengangkat panggilan telepon nya lalu kembali lagi.
“Maaf,,, oh iya,,, terus apa kamu mencintai nya,,,?” Tanya Tama.
“Nindy juga bingung, apa yang Nindy rasakan saat ini terhadapnya, apa kak Tama punya orang yang kak Tama cintai? Atau mencintai kak Tama?” Tanya Nindy kembali.
“Kakak memang punya seseorang yang kakak harapkan dan kakak cintai, tapi apakah kita punya pilihan lain Nin? Mungkin orang tua kita tidak akan keberatan apabila perjodohan ini kita tolak, tapi mereka berat dengan permintaan terakhir orang tua mereka.” Ungkap Tama yang menundukkan wajahnya.
“Tapi apakah ini benar kak? Apa mereka harus egois memaksakan kehendak mereka kak,,, kalaupun kita menerima perjodohan ini apakah pernikahan kita akan berjalan sesuai dengan kehendak kita atau akan terasa hambar karena kakak pun mempunyai orang yang kakak harapkan untuk menjadi pendamping hidup kakak dan akan ada hati yang terluka di sana Ucap Nindy.
“Kalaupun kita terpaksa menerima perjodohan ini kakak hanya akan memulai perjalanan ini dengan niat yang baik yaitu untuk menyempurnakan agama kita, membina hubungan baru mengikuti sunnah Nya,,, dan kitapun dapat mejalankan amanah kedua sesepuh kita, mungkin hanya ini yang bisa kita perbuat untuk mereka. Walaupun kita tidak saling mencintai,,, kita bisa mulai membangun nya, kita bisa membuat pondasinya dengan bersahabat mungkin, kita bangun dengan kasih dan cinta serta kejujuran dan kepercayaan,,, mudah-mudahan
menuju sakinah mawadah warahmah. Biarlah alloh yang membimbing hati kita untuk kita menuju ridhoNya. Jawablah sesuai hatimu Nin” ucap Tama.
Disaat mereka bicara ada sepasang mata yang memperhatikan mereka, tak terasa butiran bening menyeruak keluar dari sang kelopak,,, Huda tidak tahan melihat mereka, dia sangat sakit ketika mendengar Tama tidak keberatan dan berniat menerima perjodohan ini walaupun dia mempunyai seseorang dalam hatinya,,, Huda pun pergi dengan kepedihan hatinya.
Nindy bingung untuk menjawab perjodohan ini. Kalaupun dia menerima perjodohan ini, pasti akan sangat menyakiti hati sahabat dan sekaligus adik dari calon suaminya, karena dia tidak tahu apa yang dirasakan hatinya untuk sahabatnya,,, ciuman itu apa hanya terbawa suasana atau memang dirinya pun punya sedikit rasa terhadap sahabatnya?.
“Kakak bilang tadi untuk sebuah hubungan harus dilandasi kejujuran dan kepercayaan. Dan Nindy akan jujur, kenapa saya bingung untuk menjawab atau bahkan menerima perjodohan ini, Nindy bingung karena orang yang mencintai Nindy adalah Huda adik kak Tama sendiri?!”
“Apaaa?” Tama yang mendengar pun kaget dan merasa lemas.
“Sementara Nindy tidak tahu perasaan Nindy ke Huda seperti apa, apa hanya sekedar sahabat atau memang Nindy mempunyai rasa yang lebih terhadap adik kak Tama. Itulah yang membuat Nindy bingung, bagaimana Nindy bisa menjawab perjodohan ini kak? Mungkin kita bisa mulai membangun apa yang kakak bilang tadi,,, tapi akan ada orang yang tersakiti di sini dan itu orang terdekat kita, Nindy gak tahu harus berbuat apa dan harus menjawab apa? Haruskah kita jujur sama mereka kak?” Tanya Nindy.
Kini Tama yang ikut bingung pun tidak bisa menjawab pertanyaan Nindy, karena dia pun tidak mau menyakiti adiknya sendiri.
“Ya udah kita masuk saja yuk, kita sudah terlalu lama diluar, jawab saja sebagai mana yang kamu rasakan Nin, apapun jawaban kamu, itu yang terbaik dan saya tidak akan keberatan atau pun marah dan berubah sama kamu.” Ucap Tama.
jangan lama lama up nya
jangan lama lama up nya