Airell Miranda baru saja menerima kenyataan bahwa ia telah menjadi selingkuhan sang kekasih bernama Bram Smith yang telah dipcarinya selama hampir 3 tahun. Istri Bram yang datang ke apartemen Airell bersama seorang pria yang Airell tidak tau siapa. Perempuan yang mengaku sebagai istri dari Bram memberi peringatan berupa ancaman dan pelajaran untuk tidak lagi mendekati suaminya, Bram.
Berita Airell yang merebut suami orang kini sudah tersebar di rumah sakit tempat di mana Airell bekerja sebagai seorang psikiater. Tidak hanya itu, Airell dipecat dari pekerjaannya dan nama Airell dikasih tinta hitam agar rumah sakit, biro ataupun perusahaan tidak menerima Airell sebagai pekerja. Selain Airell kehilangan pekerjaannya, Airel juga dijauhi dan ditinggalkan teman-temannya.
Kemalangan Airell masih berlanjut saat Airell tiba-tiba diculik oleh orang suruhan pria yang datang ke apartemennya bersama istri Bram yang Airell baru tau nama pria tersebut adalah Max Alexanders Wu. Max memperkosa Airell yang saat itu masih suci dan memberikan ancaman untuk tidak lagi mendekati Bram suami dari adiknya.
Airell menatap penuh dendam kepada pria yang merenggut kesuciannya. Namun, Airell tidak bisa melakukan apa-apa. Hingga akhirnya setelah kejadian itu Airell memutuskan untuk pindah keluar negeri.
Bagaimana perjuangan Airell setelah menghadapi kemalangan-kemalangan yang menimpa dirinya. Yuk, ikuti novel ini!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunar Sirius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09. Jealous
Setelah Airell bertemu dengan Max, Airell
langsung ke tempat di mana diselenggarakan pengucapan janji suci pernikahan Karina dan Louis.
Mata Airell melihat ke sekeliling ruangan
untuk mencari seseorang yang tak lain adalah Summer dan Winter yang sedang duduk di baris kedua paling depan altar pernikahan.
“Kakak kenapa lama sekali?” Tanya Summer
yang bertanya kepada Airell yang baru duduk di sebelah Winter sedangkan Winter hanya diam menanti jawaban pertanyaan dari saudara kembarnya.
“Tadi, aku kebelet.” Jawab Airell dengan
senyuman manisnya, Summer dan Winter menganggukkan kepalanya.
Tampak di belakang kursi di mana Airell
duduk ada dua pasang mata yang menatap ke arah Airell dengan tatapan tajam serta dinginnya. Namun, Airell tidak memperhatikannya tapi Winter yang melihat
tatapan dua orang itu yang menuju ke arah Airell berpikir dalam diamnya.
“Kenapa mereka melihat kak Elma seperti itu?”
Tiba-tiba dari arah kiri Airell datang dokter Adam yang sudah selesai mengajar Noel bagaimana nanti ia harus berjalan
di belakang pengantin.
“Bagaimana Noel, apakah Noel merepotkan?”
Tanya Airell sambil menatap mata dokter Adam seperti biasanya sedangkan dokter Adam yang ditanya memberikan senyumannya dan menatap Airell dengan penuh cinta. Bagi Airell hal itu biasa terjadi jadi Airell tidak memusingkannya dan tidak mempedulikannya walaupun laki-laki di sampingnya sudah berulang kali mengajaknya untuk menjalin hubungan yang serius namun Airell selalu menolak dengan alasan bahwa ia tidak bisa.
“Tidak, jagoan ku sangat berperilaku baik
bahkan dia sangat bersemangat.” Jawab dokter Adam sambil terkekeh dengan kelakukan Noel yang tidak ada habisnya. Contohnya saat ia merasa malu untuk memegang tangan Queeny yang lebih muda darinya 2 tahun untungnya Queeny langsung mengambil alih karena merasa kesal dengan Noel yang tidak memegang tangannya hal itu membuat dokter Adam dan mommy Queeny tertawa.
“Syukurlah kalau begitu.” Ujar Airell yang
juga ikut tertawa jika mengingat kelakukan putranya.
“Tapi, dia sangat pemalu saat memegang
tangan Queeny tadi. Aku baru tau bahwa putra ku sangat pemalu jika berdekatan dengan perempuan padahal daddy-nya sangat berani mendekati momma-nya.” Ucap dokter Adam yang membuat Airell tertawa mendengarnya.
“Sayang sekali aku tidak memvideonya tadi.”
Ucap Airell dengan lesu, dokter Adam yang mendengarnya memberikan ponselnya
kepada Airell hingga membuat Airell kebingungan
“Bukalah, disitu tadi aku sudah meminta
tolong kepada pelayan untuk memvideokan Noel.” Jelas dokter Adam, Airell yang
mendengarnya dengan penuh semangat melihat bagaimana sikap malu-malu putranya
yang biasanya sangat percaya diri itu. “Karena aku tau kamu pasti bakalan senang melihatnya, sangat jarang dia bertingkah seperti itu.” Lanjut dokter Adam
“Kamu benar, kenapa dia sangat manis. Aku
nggak bisa melihatnya tumbuh secepat ini aku ingin dia tetap menjadi baby
Noel.” Ucap Airell dengan imut dan gemas melihat bagaimana tingkah laku Noel
yang malu-malu. Dokter Adam terus menatap Airell yang tersenyum bahagia menatap
layar ponselnya.
“Dia tetap menjadi baby Noel kita.” Ucap
dokter Adam dan dibalas anggukan oleh Airell dengan penuh semangat.
Tampak di belakang kursi Airell ada yang
kepanasan melihat romansa yang terjadi di depannya yang tak lain adalah Max.
Sedangkan di sebelah Max yaitu Steffy menatap Airell dalam diamnya yang melihat
Airell begitu bahagia.
Diego yang sedang berada di samping Steffy
melirik ke arah Max yang hanya diam saja merasa gregetan.
“Kenapa dia hanya diam saja, pantas saja wanita pujaannya kabur. Dasar sepertinya
memang dia perlu diajari.”Gumam Max
“Nona.” Sapa Diego sambil sedikit menepuk
bahu Winter yang berada di depannya dengan pelan, hal itu membuat Winter menoleh dan sang istri melotot menatap ke arah suaminya.
“Siapa nama Nona?” Tanya Diego ketika
melihat Winter yang menatapnya dengan dingin membuat Diego menelan saliva-nya.
“Kenapa tuan?” Tanya perempuan di sebelah
Winter yang tak lain adalah Summer yang menjawab pertanyaan Diego dengan
pertanyaan melihat Diego yang bertanya kepada Winter.
“Saya hanya sekedar bertanya karena ada
teman saya yang sangat menyukai Nona ini namun tidak berani untuk
mendekatinya.” Jelas Diego, membuat Summer menganggukkan kepalanya sedangkan
Winter tidak peduli sama sekali.
“Kamu atau temanmu?” Tanya Disha kepada
suaminya dengan kesal, Diego yang mendengarnya segera memeluk istrinya.
“Tentu saja temanku sayang mana mungkin
aku, aku kan sudah cinta mati denganmu apalagi sekarang ada Queeny.” Rayu Diego
kepada Disha.
“Jadi, tuan adalah daddy dari Queeny?”
Tanya Summer dengan untuk memastikan apakah benar.
“Iya, Nona saya adalah daddy dari Queeny
dan ini istri saya Disha. Saya dan dua orang di sebelah kiri saya ini adalah
sahabatnya sang mempelai pria.” Jelas Diego dengan ramah kepada Summer. “Jadi,
siapa nama teman Nona ini?” Tanya Diego mengulang pertanyaannya. Diego salah
kira bahwa yang menjadi pujaan hati dari sahabatnya ini adalah Winter.
“Namanya Winter dia adalah kembaran saya.
Nama saya Summer.” Jawab Summer sambil memperkenalkan dirinya kepada Diego dan
Disha yang dibalas senyuman dan anggukannya.
Tak lama kemudian suara pintu dari arah
belakang terbuka dan nampak lah seorang perempuan dengan gaun pengantinnya yang
berwarna putih berjalan dengan anggun membuat semua orang di dalamnya bertepuk
dengan riuh.
“Bukankah Karina sangat cantik.” Puji
Airell yang didengar dokter Adam.
“Kamu tetap lebih cantik di mata ku.”
Celetuk dokter Adam, sedangkan Airell yang mendengarnya menatap dokter Adam dan
tersenyum manis sambil menggelengkan kepala. Namun tidak sengaja Airell melihat
orang di belakangnya yang ternyata pria yang sempat menghalanginya dan bersikap
kurang ajar kepadanya di depan toilet tadi membuat Airell memasang wajah
datarnya.
Sedangkan Max yang tidak pernah melepaskan
pandangannya dari Airell sedari tadi tertegun ketika melihat tatapan mata
Airell yang selalu membuatnya deg-degan dan merasa sedih saat melihat ekspresi
Airell yang berubah seketika ketika melihatnya.
Saat langkah Karina mendekati Altar di
mana Louis yang sudah berdiri dengan gagahnya, tiba-tiba suara nyaring dari
Noel terdengar memanggil Airell dan dokter Adam hingga membuat semua orang di
sana tertawa melihat tingkah lucu Noel. Tidak lupa juga Queeny yang di
sebelahnya merasa kaget mendengar suara dari Noel.
“Daddy, momma.” Panggil Noel dengan
bahagia dan langsung duduk di pangkuan dokter Adam.
Sedangkan Queeny yang melihat uncle
Max-nya merasa sangat senang kemudian Queeny duduk di pangkuan Max. Hal itu
membuat Steffy merasa senang dan membuat Diego merasa cemburu melihat kedekatan
putrinya Queeny yang malah menempel dengan sahabatnya.
Disha yang sudah paham dengan suaminya
dengan segera mengeluskan lengan Diego. “Lihatlah sayang putri kita sudah lupa
dengan kita jika melihat bujang lapuk itu.” Gerutu Diego, sedangkan Disha hanya
menggelengkan kepalanya. “Makanya kita harus membuat adik buat Queeny, sayang.”
Lanjut Diego setelahnya dan mendapat cubitan di lengannya dari Disha hingga
membuat Diego meringis sekaligus tertawa.
“Dengan Queeny saja kamu sudah merasa
keberatan jika aku terlalu banyak menghabiskan waktu dengan Queeny apalagi
menambah adik buat Queeny.” Gerutu Disha, hal itu membuat Diego tertawa.
Lalu suara pastur terdengar hingga membuat
semua orang diam dan fokus kepada momen yang sakral ini.
Setelah pemberkatan selesai kini para tamu
diarahkan menuju ke pesta perayaan pernikahan. Airell, Noel, dokter Adam,
Summer dan Winter duduk dengan satu meja melingkar. Sedangkan Max, Steffy,
Diego, Disha dan Queeny duduk di meja sebelah Airell.
“Daddy, Noel mau disuapin.” Pinta Noel
dengan manja kepada dokter Adam, hal itu membuat semua Airell, Summer dan
Winter menoleh untuk meliat ke arah Noel yang sangat bersikap manja hari ini.
“Noel, mau disuapi biar momma saja ya.
Daddy mau makan sayang.” Ucap Airell namun dijawab gelengan oleh Noel.
“Katanya sudah besar dan tidak mau disuapi
lagi tapi kenapa sekarang menjadi baby.” Ejek Summer dan digubris Noel dengan
menjulurkan lidahnya ke arah Summer.
“Noel sayang tidak boleh bersikap seperti
itu.” Nasihat Airell
“Ayo buka mulutnya, daddy sudah buka kulit
udangnya.” Ucap dokter Adam sambil menyodorkan sendok makanan ke arah Noel.
Pemandangan yang terjadi di antara Airell,
Noel, dan dokter Adam tidak luput dari pandangan Max yang menatap dengan
dingin.
Airell tahu bahwa sedari tadi ada yang
menatapnya dengan dingin, namun Airell tidak menggubrisnya. Airell ingin
menunjukkan bahwa ia sekarang sudah bahagia dan ia tidak mempedulikan masa lalu
lagi termasuk orang-orang di dalamnya yang mengambil andil dalam hidupnya yang
penuh dengan tekanan.
“Kakak Noel.” Panggil Queeny yang turun
dari pangkuan daddynya berjalan ke arah meja di mana Noel berada. Orang yang
mendengar suara Queeny sangat gemas apalagi dengan pipi bulatnya yang merona
dan rambutnya yang di sanggul ke atas dengan mahkota di kepalanya membuatnya
tampak sangat cantik dan manis.
Sedangkan Noel yang dipanggil melihat ke
arah Queeny yang kini sudah memegang tangan Noel dan menyeret Noel ke meja di
mana daddy dan mommy-nya berada hal itu tidak luput dari pandangan orang dewasa
dari dua meja yang berbeda dan bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh Queeny.
“Daddy, perkenalkan ini kakak Noel yang
tadi menemani Noel berjalan di belakang uncle Louis dan Aunty Karina. Noel ini
akan menjadi teman Queeny, benar kan kak Noel?” Tanya Queeny dengan gemas
sambil mengedipkan bulu matanya yang lucu.
Diego yang melihat putrinya memperkenalkan
anak laki-laki bernama Noel terdiam kenapa sangat mirip dengan Max waktu kecil
itu yang ada di benak Diego.
Queeny yang melihat daddynya diam segera
memanggil daddynya dan menepuk paha daddynya, “daddy kenapa diam, Queeny sedang
memperkenalkan kak Noel kepada daddy.” Ucap gadis itu cemberut, Diego yang
melihtanya gelagapan.
“Iya sayang, halo kakak Noel ini uncle
Diego daddy dari Queeny.” Sapa Diego dan dibalas anggukan oleh Noel dan sedikit
senyuman.
Airell yang melihat dari kursi duduknya
meremas gaunnya cemas ketika melihat Max dan Steffy yang menatap Noel dalam
diamnya. Airell takut nanti Max dan Steffy mengenali Noel dan mencari tau
tentang Noel.
Saat Queeny mau memperkenalkan Noel dengan Steffy dan Max dengan segera Noel menggenggam tangan Queeny untuk berjalan ke arah Airell dan dokter Adam hingga membuat langkah kecil kaki Queeny sedikit
terseret.
“Kakak pelan-pelan jalannya.” Ucap Queeny
“Maafkan kakak Noel.” Ucap Noel dengan
penuh penyesalan dan dijawab dengan anggukan dan senyuman.
“Queeny, ini momma kak Noel dan ini daddy
kak Noel.” Jelas Noel kepada Queeny
“Halo momma, halo daddy.” Ucap Queeny
dengan centil hal itu membuat Airell, Summer, Winter, dokter Adam, Disha dan Steffy tertawa mendengar tingkah kecentilan dari Queeny.
Diego yang mendengarnya menganga melihat
putrinya yang sangat centil dan merasa tidak terima melihat putrinya seperti itu sikap cemburu Diego on fire pemirsa. Sedangkan Max memandang dengan tatapan
tajam dan dinginnya sambil mengepalkan kedua tangannya di bawah meja dengan
erat.
“Kenapa Queeny memanggil momma dan daddy kak Noel dengan momma dan daddy juga?” Tanya Noel
“Karena nanti Queeny akan menikah dengan
kak Noel seperti uncle Louis dan aunty Karina.” Jawab Queeny, sedangkan Summer
yang sudah tidak bisa menahan tawanya sedari akhirnya tertawa terbahak-bahak melihat sikap dua bocah yang berbeda jenis kelamin tersebut. Airell, dokter Adam, Winter, Steffy, dan Disha hanya tersenyum.
Diego rasanya ingin pingsan mendengar
perkataan putrinya ingin rasanya ia membunyikan Queeny dan menjauhkan Quenny
dari anak laki-laki yang sangat mirip dengans Max tersebut. Tiba-tiba Diego terdiam dan matanya melihat ke arah Max, Airell, dan Noel secara bergantian sambil otaknya bertanya-tanya mengenai teka-teki ini. Kenapa juga sahabatnya yang baru ia sadari selalu menatap ke arah momma Noel bukankah wanita pujaannya adalah gadis bernama Winter.
“Kenapa menjadi Queeny yang bilang begitu.
Seharusnya kan kakak Noel.” Protes Noel
“Kak Noel terlalu lama.” Keluh Queeny hingga membuat semua orang yang mendengarnya melepaskan tawanya.
Setelah adegan menggemaskan di antara Noel
dan Queeny, kini para tamu mengucapkan ucapan selamat kepada pengantin baru
yang berdiri bak raja dan ratu di singgasananya.
“Selamat ya Karina dan tuan Louis.” Ucap
Airell dengan tulus. Karina yang mendengarnya segera memeluk Airell, “Karina sangat merindukan kakak.” Ungkapan kerinduan Karina lontarkan dengan mata berkaca-kaca.
“Aunty Karina jangan menangis nanti wajah
aunty seperti zombie.” Celetuk Noel yang melihat aunty Karina-nya yang hendak
menumpahkan air matanya.
Louis yang mendenganrya tertawa,
“keponakan aunty yang sangat tampan ini benar-benar sesuatu ya.” Ucap Karina
mencbuti pipi Noel dengan gemas setelah melepaskan pelukannya dengan Airell.
“Selamat ya tuan Louis, jaga dan bahagiakan Karina.” Ucap Airell sambil menyalami Louis.
“Panggil saja Louis, Nona Airell. Saya
juga ucapkan terimakasih karena telah membantu saya.” Airell yang mendengarnya
menganggukkan kepalanya dan melepaskan tangannya, semua yang dilakukan oleh
Airell selalu diperhatikan oleh Max dan Noel yang melihatnya tersenyum penuh
kemenangan karena berhasil mempertemukan momma dan ayah kandungnya serta
berhasil membuat ayah kandungnya cemburu.
*Bersambung*