Indonesia
NovelToon NovelToon
Love Me

Love Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:757.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: vi_via

Follow IG ; Vi_via129.

Alana adalah gadis yang baik hati dan cerdas. Tapi karena keloid di wajahnya dan penampilannya yang aneh membuat ia sering di bully di sekolah dan lingkungan tempat dia tinggal. Bahkan saudari kembarnya pun ikut-ikutan membullynya.

Hingga suatu hari pembullyan itu menyebabkan Alena saudara kembarnya koma dan Alana yang harus menanggung biaya perawatan Alena.

Sadar ia tidak memiliki apapun dan akan semakin menyulitkan hidupnya jika ia terus berhutang kepada sahabatnya. Alana memutuskan untuk menerima tawaran sahabatnya Naya untuk menikah dengan Pamannya yang terkenal dengan kata kejam, sadis dan tak punya hati. Dengan harapan ia dapat mengubah takdirnya.

Sanggup seorang Alana mengubah takdirnya menjadi lebih baik? Dan bagaimana cara dia menghadapi, pria tak berhati yang terkenal sadis dan kejam itu? Kepo in yuk.🤗🤗

Mengandung sedikit bumbu panas-panas.🤗🤗 Harap bijak dalam memilih bacaan.😘😘 follow IG vivia129. untuk visual dan segala informasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekecewaan sandrina

Keesokan harinya Alana terbangun seperti biasa, Ia pun beranjak dari tempat tidurnya, menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum bersiap-siap berangkat ke sekolah.

Pukul enam pagi, Alana sudah siap dengan menggunakan seragam sekolahnya. Para pelayan yang membantu pernikahannya dengan Saddam kemarin begitu terkejut saat Alana keluar dari kamarnya di paviliun.

" Non, kok tidur disini? Kenapa nggak di rumah utama aja." Tanya mbak Ning .

Alana tersenyum kemudian menjawab." Kan pakaian Alana masih disini mbak, lagian Alana juga nyaman tidur disini."

Mbak Ning menggenggam tangan Alana, sesekali menepuknya pelan. " Mbak tahu, tapi status kamu sekarang ini bukan pekerja di rumah ini lagi. Kamu itu adik ipar dari ibu Rina! Tidak pantas rasanya jika kamu tidur di ruangan yang sama dengan kita."

Alana tersenyum sembari mengeleng kepalanya. " Itu bukan suatu keharusan mbak, bagi Al! Kita semua itu sama. Ya udah Al berangkat ke sekolah dulu ya. Takut terlambat." Alana langsung meraih tangan mbak Ning dan mencium punggung tangannya. Membuat mbak Ning terkejut dan langsung menarik tangannya.

" Astaga non, jangan seperti itu." Tegur mbak Ning. Alana tidak menghiraukan, ia hanya tersenyum kemudian berlari kecil keluar dari paviliun itu.

Saat Alana tiba di depan pintu utama, Alana berpapasan dengan Naya dan ayahnya yang akan berangkat ke sekolah dan juga kantor.

" Al, kamu disini?" Tanya Naya ia kemudian menghampiri Alana. Sementara sahabatnya itu hanya menyengir, menunjukkan deretan gigi putihnya. " Bukannya kamu sama paman ya."

Belum sempat Alana menjawab muncullah Tante Rina sembari membawa tas kerja sang suami." Loh, Al! Kamu disini?" Pertanyaan dan ekspresi yang sama di tunjukkan Tante Rina saat mengetahui keberadaan Adik iparnya itu. " Kamu tidur di paviliun?" Tanya wanita itu lagi.

Dari semua pertanyaan, Alana hanya menjawab dengan menganggukkan-anggukan kepalanya. " Kamu baik-baik saja kan Al." Tante Rina kembali bertanya, kali ini ia menghampiri Alana dan memeriksa tubuhnya hingga ia dapat melihat bekas tangan Saddam di lehernya walaupun bekas itu mulai memudar tapi kulit Alana yang putih membuatnya terlihat jelas di mata Tante Rina. " Katakan, Saddam ngapain kamu?" Desak Tante Rina. Tapi Alana hanya Diam.

" Ma, kamu membuat Alana takut." Tegur satyo papanya Naya.

" Iya ma."Naya pun setuju dengan apa yang di katakan papanya.

" Mama nggak bermaksud kaya gitu, tapi kalian lihat leher Alana kan." Suami dan putrinya kompak menganggukkan kepalanya.

" Tante Al, baik-baik saja kok! Tante nggak perlu cemas seperti itu. Paman Saddam nggak ngapa-ngapain aku." Ucapnya, berharap Tante Rina percaya dan bisa kembali tenang, sehingga membiarkan ia dan Naya berangkat ke sekolah sebab mereka bisa terlambat jika tidak berangkat dari sekarang."Al benaran tidak kenapa-kenapa Tante." Alana kembali meyakinkan Tante Rina.

" Ma_" Panggil satyo.

" Baiklah kalau kamu tidak mau cerita,Tante yang akan mencari tahu sendiri. " Tegas Tante Rina. " Sebaiknya kalian berangkat sekolah sekarang, Nanti kalian terlambat. Al, ini buat jajan kamu di sekolah." Tante Rina memberikan beberapa lembar uang seratus ribu kepada Alana.

" Jangan Tante! Tante sudah sering membantu aku. Belum lagi Tante harus membayar biaya pengobatan Alena." Tolak Alana.

Tapi Tante Rina tidak begitu saja menyerah. " Ambillah, kamu adikku sudah sewajarnya kamu mendapatkannya. Ini pun tidak seberapa. Al ingat kamu sekarang adalah bagian dari keluarga Haris Chandra, lakukan apapun yang ingin kamu lakukan selebihnya biar aku yang menyelesaikannya."

" Ayo Al ambil, kamu mau kita telat. " Desak Naya, Alana pun mengambil uang pemberian Tante Rina, setelah itu ia dan Naya berangkat ke sekolah di antara supir.

Setelah Alana dan Naya pergi. Satyo dan istrinya pun pergi, karena pagi ini Tante Rina ingin mengunjungi Alena di rumah sakit dan memberikan uang untuk pengobatan Alena kepada ibunya.

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

Selesai mengunjungi Alena, Tante Rina langsung menuju perusahaan Saddam. Tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk keruang adiknya itu.

" Saddam." Teriak Rina begitu menemukan, Saddam tengah di manjakan oleh sekertarisnya.

Pria itu duduk di kursi kebesarannya sementara sang sekertaris berjongkok di depan selangk*ngannya. Dan memanjakan tongkat sakti milik Saddam dengan lidah dan bibirnya.

" Apa yang kamu lakukan? Keluar kamu." Tanpa menghiraukan kesenangan sang Adik, Rina langsung menarik rambut sekertaris adiknya itu dan mengusirnya keluar. " Mulai sekarang kamu di pecat, ambil barang-barang kamu dan keluar dari perusahaan ini sekarang juga. Perusahaan ini membutuhkan orang yang serius berkerja buka jal*ng berkedok pekerja." Tegas Rina setelah melempar wanita itu keluar dari ruangan sang Adik dan menutup pintunya dengan keras.

Sementara di belakang sana Saddam berulang kali memijit pelipisnya, karena ia belum mencapai puncaknya tapi sudah di ganggu sang kakak. " Katakan apa yang kamu lakukan kepada Istri kamu?" Tanya Rina sembari menegaskan kata istri kamu.

Saddam tersenyum mengejek. " Kenapa kakak harus marah karena apa yang aku lakukan kepada wanita jelek dan wajah menjijikkan itu. Harusnya disini aku yang marah sama kamu sandrina, karena kamu sudah menipuku." Ucap Saddam sambil menunjuk wajah kakaknya.

" Menipumu! Kamu bilang? Katakan dimana aku menipumu? " Tanya balik sandrina, ia tidak kalah emosinya dengan sang adik.

" Kenapa kamu tidak pernah mengatakan kepadaku bahwa wajah wanita itu sangat jelek dan menjijikkan, harusnya kamu mempertemukan aku dengan dia sebelum kamu menikahkan kami Sandrina, kamu membuat aku malu karena mempunyai istri yang sangat jelek. Kalau aku tahu lebih dulu, aku tidak akan mencekiknya tapi langsung membunuhnya."

Sandrina begitu kecewa mendengar kata-kata Saddam, ia tidak tahu bahwa Saddam jauh lebih brengs*k setelah tinggal jauh darinya.

" Aku sudah pernah meminta kamu untuk menemuinya, tapi kamu menolak dan mengatakan wanita yang di sukai kakakku, akupun akan menyukainya! Tapi sekarang kamu justru menghinanya di depanku. Maaf jika sebagai seorang kakak aku terlalu egois dan memaksa kamu. Aku minta maaf! Mulai saat ini, aku tidak akan menganggu kamu lagi, lakukan apa yang ingin kamu lakukan karena aku tidak akan pernah melarang mu. Dan jangan menemui aku lagi, aku juga akan melepaskan Semua yang di titipkan orang tuaku kepadamu." Ucap Sandrina dengan air mata yang menetes membasahi kedua pipinya sebelum meninggalkan ruang Saddam tanpa menunggu sahutan dari sang adik .

Hati sandrina saja begitu sakit mendengar kata-kata Adiknya, apalagi Alana. Sementara di ruangannya Saddam Diam membisu, ini pertama kalinya ia membuat kakaknya menangis. Saddam sungguh merutuki kesalahannya, walaupun ia sering membantah dan bersikap kurang ngajar kepada kakaknya itu dengan selalu memanggil namanya. Tapi jauh di lubuk hatinya ia sangat mencintai sandrina dan melihatnya menangis membuat hatinya sakit.

.......

.......

.......

.......

...Bersambung....

...Happy reading..💝💝...

1
siti rohimnah
Biasa
siti rohimnah
Kecewa
Nur Sidah
berapa umur sadam
Katherina Ajawaila
diksh pupuk terus sih, kya jadi subur deh ladangnya
Katherina Ajawaila
Alana sm Alena hamil, kelar kembar identik hamil juga bareng 😘😘😘😘
Katherina Ajawaila
thour bikin Alana hamil biar ceritanya jadi seru Alena nikahin sama Aaron biar ngk berkeliaran itu laki2 tabur benih seenaknya aja
Katherina Ajawaila
Aron edan, ngk tau apa2 main embat aja, tanggung jawab lo perawan anak orang
Katherina Ajawaila
Alana biar hamil thour selesai ujian biar seru, jadi madu
Katherina Ajawaila
iya majikan nya sudah menikah dan istrinya Alana. iya kan thour😘😘😘
Katherina Ajawaila
kapok bucin kan lo Sadam sm bocil yg bisa bikin anak kecil
Katherina Ajawaila
hore Alana si super Women, keren thour ceritanya lucu juga biar Alana hamil thour, jadi kan sadam bucin habis
Katherina Ajawaila
hamil kali Alana thour
Katherina Ajawaila
keren Alana buat sadam keblinger keren thour
Katherina Ajawaila
bentar lagi ada safam yunior, karna Alana lg subur2 nya y thour.
Katherina Ajawaila
mantap Alana
Katherina Ajawaila
semoga Sadam memilih Alana menjadi istri yg terbaik
Katherina Ajawaila
ibu yg ngk tau diri ngk pernah berfikir dr. mana anaknya dpt uang utk biaya nya di rmh sakit sm anak ke sayangnya, 👹👹👹
Katherina Ajawaila
Saddam gendeng, semoga aja ngk kejem ya thour, kasihan juga Alana
Katherina Ajawaila
kel lain aja punya rasa iba. next Thour
Katherina Ajawaila
kasihan amat Alana, thour biar mmnya kebuka hatinya sedikit aja, ibu apa yg nhk punya rasa iba terhadap darah daging sendiri, harimau aja yg begitu jahat akan melindungi anak nya dari pemburu. ibu laknat itu nmnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!