Indonesia
NovelToon NovelToon
Haunted School

Haunted School

Status: tamat
Genre:Dendam Kesumat / Horor / Tamat
Popularitas:287.9k
Nilai: 5
Nama Author: Meylani Putri Putti

Julia adalah seorang murid yang sangat pintar dan berprestasi di sekolah, karena semasa hidupnya Julia sering mengalami pelecehan seksual dan juga sering di bulli beberapa temanya Yaitu Olivia, Siska, Erin serta Dina, membuat Julia menjadi tertekan di tambah lagi Julia mengetahui dirinya hamil membuatnya semakin tertekan dan mengakhiri dirinya di kamar mandi sekolah.

Semenjak kematian Julia banyak siswa yang mati secara mengenaskan, arwah Julia menuntut balas di masa ia hidup kepada orang-orang yang pernah menyakiti dirinya.

Sampai kedatangan siswa baru yang bernama Dara yang mempunyai kemampuan khusus dapat melihat makhluk tak kasat mata mulai memecahkan misteri teror di sekolah itu.

Apakah Dara dapat menghentikan misteri kematian berantai yang ada di sekolah itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesedihan Julia

Kegiatan belajar mengajar telah selesai Bel sekolah kembali berbunyi.

Para siswa sedang bersiap-siapa memasukkan bukunya ke dalam tas.

Semua murid keluar dari kelas termasuk Dara.

‘Aduh kebelet pipis lagi,' batin Dara.

Dara berjalan menuju toilet siswa.

Setelah memasuk ke dalam toilet sekolah Dara segera membuang hajad kecilnya.

“Akhirnya lega,” celetuk Dara.

Suara tangisan terdengar dari toilet di samping.

“Siapa ya kok ada yang menangis” celetuk Dara.

Dara mencoba menyimak kembali seseorang wanita yang sedang menangis.

Suara tangisan itu semakin membuat Dara menjadi penasaran.

Dara pun keluar dari kamar mandi di saat Dara keluar ia sangat terkejut pintu toilet itu terbuka dan tidak ada satu orang pun di sana.

Bulu kuduk Dara mulai kembali berdiri.

Dari belakang ada tangan yang menepuk pundak Dara.

“Dara kamu di sini,” celetuk Mia yang membuat Dara kaget.

“Mia! Kamu mengagetkan aku saja,” ucap Dara dengan refleks memegang bagian dadanya.

“Iya aku kebelet pipis kamu tungguin aku dulu ya, ingat jangan tinggalin  aku,” pinta Mia yang terburu-buru masuk ke toilet.

Setelah beberapa menit Mia pun keluar dan masih terlihat Dara yang setia menunggunya.

“Ayo Dara kita pulang bareng,” ajak Mia.

Mereka berdua pun keluar dari toilet tersebut keluar sekolah.

Jarak rumah Dara dengan sekolah tidak terlalu jauh hanya 15 menit jika ia berjalan kaki.

 Begitu pun dengan Mia yang masih satu Komplek dengan Dara.

Mia kembali menanyakan kepada Dara perihal ia melihat Dara seperti sedang ketakutan di toilet tersebut.

“Kamu tadi kenapa Dara seperti orang yang sedang ketakutan saat berada di toilet?” Mia yang kembali mengulangi pertanyaannya.

“Aku tadi mendengar seorang wanita menangis di dalam toilet, karena aku sangat penasaran lalu aku keluar dan terkejutnya aku melihat pintu toilet itu terbuka dan tidak ada siapa-sapa?” ucap Dara yang menceritakan kepada Mia.

“Dara, memang kamar mandi serta toilet apa lagi ruang ganti itu terkenal angker setelah kematian Julia di sana,” ujar Mia.

“Dulu saat Julia masih hidup aku pernah memergoki dirinya yang tengah menangis di toilet, lalu aku mencoba menanyai dirinya Julia tidak pernah bercerita apa-apa kepadaku,” ujar Mia yang bercerita tentang almarhum Julia.

Dara mulai tertarik dengan keanehan-keanehan di sekolah itu apa lagi dengan siswi yang bernama Julia.

Dara mulai mencari tahu tentang Julia kepada Mia.

 “Oh iya kamu kan teman dekatnya Julia Mia? Pasti tahu tentang Julia?”  tanya Dara kepada Mia.

“Aku tidak terlalu tahu Dara karena Julia sendiri tertutup kepada kami. Tapi aku pernah saat itu mendapatkan telepon dari Julia,” Mia yang mengingat masa lalu saat Julia masih hidup.

*** 

Juni 2022 sebelum kematian Julia.

Saat Julia masih tertidur di vila milik Roy tersebut alaram ponselnya berbunyi Julia dengan mata yang masih sayup-sayup meraba meja yang berada di kamar lalu mematikannya.

Julia mencari kaca matanya yang terletak di atas meja.

Saat dirinya memasang kaca matanya Julia terkejut melihat tubuhnya tidak tanpa busa dan merasakan sakit di bagian organ intimnya.

Julia membuka sedikit selimutnya terliat bercak darah yang menempel di seprai serta pahanya.

Julia menutupi tubuhnya dengan selimut lalu dan menangis di tempat tidurnya.

Julia tidak mengetahui apa yang terjadi kepadanya tadi malam, ia hanya mengingat di waktu sedang meminum-minuman beralkohol bersama-sama temanya.

Julia dengan kepala yang masih terasa berat akibat pengaruh minuman keras berjalan menuju kamar mandi.

Julia memanggil-manggil teman-temanya dan mencarinya di  setiap kamar namun mereka tidak ada, Julia tersadar jika teman-temannya semua meninggalkan dirinya di Vila itu.

Di dalam kamar mandi Julia menyalakan shower lalu memukul-mukul dirinya sembari menangis.

Julia merasa sangat jijik kepada dirinya dan menggosok tubuhnya dengan kasar sembari menangis.

“Apa yang di lalukan mereka kepadaku!” ucap Julia sembari menangis.

“Maafkan Julia Bu dan Ayah, Julia berbohong kepada kalian sekarang Julia di perlakukan seperti ini,” ucap Juli terduduk di kamar mandi dengan air shower yang jatuh mengenai tubuhnya.

 Rasa sedih, sakit, kesal, dan malu Julia rasakan. Julia bingung harus mengadu ke mana dan meminta pertolongan kepada siapa.

Mereka semua telah meninggalkan Julia di Vila tersebut seorang diri sedangkan Julia tidak tahu jalan untuk pulang.

Satu jam Julia berada di kamar mandi akhirnya ia pun keluar dari kamar mandi tersebut.

Julia kembali ke kamarnya dan mengambil ponselnya ia teringat akan temannya yang bernama Mia.

Julia pun segera menghubungi Mia.

“Hallo Mia tolong aku!” ucap Julia di telepon sembari menangis.

“Ada apa Julia? Kamu di mana?” tanya Mia di telepon yang panik mendengar Julia menangis.

“Aku berada di Via milik Roy, bisa kah kamu menjemputku Mia?”

“Di mana tempatnya Julia dan Vila apa?”

“Di puncak, Vila anggrek.”

“Ya sudah kamu tunggu di sana dulu jangan ke mana-mana, aku akan segera ke sana bersama Toni.”

“Terima kasih Mia,” ucap Julia sembari mematikan ponselnya.

 

  

1
Fatimah Ziyadatul Khair
karena dara gak cerita jadi teman2ny a hampir celaka. harusnya dia minta mia sama. roy waspada sama pak ardi
Fatimah Ziyadatul Khair
kejam sekali pak ardi
Fatimah Ziyadatul Khair
Luar biasa
Bukan Orng biasa
banyak typonya
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
Dara Kek menyebal kan, massa gitu aja gak tau kalau itu arwah 👊🏻😤
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
astaghfirullah 😢
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
kasihan julia
_yuniarti.sherli_
Thor tanda baca plis, ngos ngos aku bacanya, bagus ceritanya..tapi kurang titik komanya aja sih
👑Meylani Putri Putti
terima kasih KK 🥰
Abi Zar
kog membingungkan ya...kan Erin apa Erlin yang benar dan juga kainnya kog mirip kain seragam,bukannya Erin pake baju tidur??
Abi Zar
kak namanya kog sering keliru nyebutnya,jadi bingung kak, tapi bagus kog ceritanya .semangat kak
Lele Srimahrita Lela
aiiis td ngg mo koment,tp greget ma dara kgak guna puny klebihn dan terkesan bego ap gmnx, ,
Bukan Orng biasa
lah kok melihat jasad roy, bukanya yang meninggal kevin
Alfiyahpna_
🦋🦋🦋🦋
Wandi Fajar Ekoprasetyo
ko jd bingung nih gw bacanya.....mamah dan ibu nya tuh yg mana ....?
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
tryta ardi tp knp mlh mrka2 yg dbunuh dl y
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ya Tuhan malang skali kamu Ton..
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lha po ng akhrt ada temu kangen..
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sama..tp pmbca mlh lebih kritis dan inget tokoh2 e lha yg kalimat tkrh lagi yg ngucap ayahe mlh nyebut maafkan mamq dtmbh akhre mlh erin
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
apakah hr ini petunjuk dr mimpi dara kevin gantung diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!