Ini kisah tentang Jodoh Tuan Muda Arsena. putra dari Aditya candra dan Irena lake. Seorang pria yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, yang di kenal sebagai pengusaha sukses termuda itu, ditakdirkan untuk berjodoh dengan seorang gadis, yang memiliki nama yang sama dengan wanita yang pernah menggoreskan luka di hatinya yang terdalam.
Akankah ia melarikan diri dan mengubah nasibnya?
Ataukah justru jatuh ke dalam jurang cinta?
Sequel dari novel "Anak Genius Dewa Kebersihan" ini ku persembahkan untukmu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya3114, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10. Curhat
Arsena mengangkat laptop ke udara, namun saat hendak melemparnya, ia teringat pada satu kejadian, di mana Sky memamerkan laptop yang ia beli dengan uangnya sendiri itu, ia juga meminta Arsena untuk memasang prosesor keamanan khusus di laptop itu.
Mengingat itu, amarahnya yang sudah naik ke ubun-ubun itu lenyap seketika, entah setan mana yang merasukinya, namun pikiran untuk menjahili Sky muncul di kepala.
Arsena melepaskan kunci penghubung yang membuat laptop itu kemudian terbelah menjadi dua bagian, layar dan keyboardnya Arsena letakan terpisah di lantai, seolah-olah laptop itu hancur setelah di lempar.
“Rasakan kau Sky, ini balasan karna kau lebih menurut pada paman Roby dan papih.” Ucap Arsena seraya menyeringai nakal.😏
Pemuda itu lantas mengambil kunci mobilnya, lalu keluar dari kamar, dan seketika Sky pun menerobos masuk sebelum pintu kamar itu tertutup.
" Ahhh... Tidakkk..."
Sky langsung menjerit saraya memegang kepalanya, yang ia khawatirkan benar-benar terjadi, Arsena membanting laptopnya dalam kemarahan, dan sekarang semuanya hancur, ia harus mengulang pekerjaan yang sudah ia selesaikan semalaman.
Sky berbalik menatap ke pintu, ingin memarahi Arsena, tapi pria itu sudah lebih dulu pergi, dan akhirnya ia hanya bisa mengumpat seorang diri di kamar itu.
“Dasar Arsena, aku tahu dia pasti sengaja, meski dia tahu, dia tetap menghancurkan laptop ini untuk membalas aku,”
“Ohh beby, kau pasti kesakitan setelah di kasari oreng bos gila itu.” Ucap Sky lembut seraya mengusap layar laptop yang sudah dalam pelukannya.
Arsena melajukan mobil menuju rumah Lika, namun saat sampai ke depan pertigaan, Arsena justru menepi lalu berhenti, pria itu kembali memikirkan tentang apa yang hendak ia lakukan, tentang hak apa yang membuatnya mempertanyakan pernikahan itu, dan tentang hak atas amarahnya.
Arsena sebenarnya adalah pria yang tenang, ia memang cenderung agresif saat marah, tapi amarah pria itu juga mudah hilang.
Semenjak bertemu Lika, hati pria itu sering kali gusar, moodnya mudah sekali berubah karna suasana hati yang tak menentu, seringnya ia ingin menyendiri tanpa harus merasa kesepian.
Seperti yang terjadi saat ini, ia hanya membutuhkan waktu sebentar untuk bisa kembali merasa tenang.
Arsena kembali melajukan mobilnya tanpa tujuan, saat pria itu tersadar, bukanya hotel melainkan bangunan rumah sakit yang ada di depan mata, dan karna sudah sampai di sana, Arsena berniat menjenguk wanita yang menjadi korban dalam insiden kemarin.
Suara dering ponsel mengurungkan niat pemuda itu untuk turun, Arsena mendapat kabar dari dokter Boy, bahwa wanita itu meninggal dunia pagi ini, dan bahkan jenazahnya sudah di bawa pulang oleh keluarganya.
Tapi yang ada di depan matanya berbeda dengan apa yang Arsena dengar, wanita itu justru terlihat masuk ke dalam mobil yang terparkir tepat di depanya, saat mobil itu melaju, Arsena pun mengikutinya dari belakang.
Mobil itu berhenti di bandara internasional, Arsena turun dari mobil, menghampiri wanita itu dengan tergesa-gesa.
“Kau mau kemana setelah mencoba merusak nama baik hotelku?” Tanya Arsena seraya mencekal pergelangan tangannya.
Wanita itu tampak ketakutan, jangkaan menjawab, bahkan untuk menatap Arsena pun ia tak mampu.
“Lepaskan dia Tuan Ars, apa kau tidak lihat dia ketakutan?” Ucap seorang wanita menghampiri.
“Kau lagi? Jadi? Apa kau di sini untuk membantunya kabur? Atau kau justru berkomplot dengannya?” Tanya Arsena dengan tatapan sinis.
“Namaku Nay...
“Tidak perlu kau sebutkan namamu, aku tidak ingin tahu, jika ada yang ingin kau jelaskan, maka jelaskan saja.”
“Ok, Baiklah, tapi tolong lepaskan tangannya dulu, dia ketakutan.”
“Atas hak apa kau mengaturku?”
Arsena benar-benar marah sampai tak bisa di ajak bicara, Naya menghela nafas panjang lalu mendekat, mengikis jarak kemudian memeluk Arsena seraya menepuk punggungnya dengan perlahan.
Arsena terdiam membeku, cekalan tangannya perlahan mengendur, sampai tak sadar telah melepaskan, wanita itu pun kabur dari sana.
“Tenagalah, Semuanya akan baik-baik saja”
Mendengar kalimat itu membuat Arsena semakin terhanyut, ia pun membalas pelukan wanita itu dengan erat, pria itu tak mengatakan apa pun, mereka terus terdiam sambil berpelukan, beberapa kali Arsena bahkan menghela nafas berat, seolah melepaskan semua beban, sampai kemudian pria itu sadar.
Arsena menjauhkan wanita itu kemudian berkata “Kau mencoba mengelabuiku, wah... Kau benar-benar lihai, aku sampai tidak sadar sudah membiarkan wanita itu kabur”
“Ihhh dasar wanita ular” entah kenapa Arsena jadi gemas sendiri.
“Ayo masuk ke dalam mobil” Ajak wanita itu.
Seperti terhipnotis, Arsena menuruti keinginannya, ia masuk ke mobil, dengan diikuti wanita itu, mereka duduk bersanding di jok belakang.
“Dia bukan wanita jahat Tuan...
Wanita itu mulai bercerita, ia mengatakan bahwa wanita bernama Sari itu dipaksa menikah untuk melunasi hutang sang ayah.
Dan Sari menderita hidup dengan keluarga suaminya, ibunya selalu menyiksanya tanpa alasan, suaminya selalu tak mau mendengar, dan ia terlalu segan untuk bercerita pada ayah mertuanya.
Puncaknya saat di hotel, Sari memergoki suaminya berselingkuh, ia pun meminta untuk diceraikan saja, tanpa di duga, suaminya menyetujui hal itu dengan mudah.
Arsena yang menyimak cerita itu mulai memberi respons, ia berkata “Seharusnya dia pulang saja ke rumah orang tuanya, kenapa harus memalsukan kematiannya lalu melarikan diri?”
“Untuk apa kembali? Jika kita tahu akhirnya akan seperti apa, Sari sangat tahu apa yang akan orang tuanya lakukan, jika pihak besan menolak keputusan cerai itu, maka Sari akan kembali ke keluarga suaminya, jika tidak, dia akan di jual kembali, ayahnya pecandu judi, dan ibunya terjerat kehidupan sosial, sampai tak peduli dengan putri sendiri.”
Arsena memikirkan ucapan wanita itu, mungkin karna Arsena hidup dan tinggal di lingkungan yang baik, pria itu jadi sulit percaya bahwa ada orang tua yang bisa berbuat keji pada anaknya sendiri.
“Tidak semua orang memiliki orang tua yang baik.” Ucapnya, entah kenapa Naya malah jadi mencurahkan isi hatinya.
“Dengar Nona, yang aku tahu setiap orang tua pasti menyayangi anak mereka, bisa saja kan, apa yang kau katakan itu hanya ketakutannya saja.” Ucap Arsena.
“Jika setiap orang tua menyayangi anaknya, tidak akan ada anak yang terbuang, dunia ini begitu luas, tapi beberapa orang berpikir sempit, aku mengerti maksudmu Tuan Ars, tapi kau juga tidak boleh lupa, kita lebih mengenal keluarga kita sendiri dibandingkan orang lain, begitu pun dengannya” Naya menghela nafas, kenpa juga dia jadi curhat lagi.
Arsena terdiam mendengarkan penjelasan panjang wanita itu, dan ia jadi kembali mengingat tentang Lika, bukankah keluarga Lika juga tidak sempurna, dan mengingat Lika juga mengingatkannya akan nasib percintaannya yang menyedihkan.
“Apa menurutmu seseorang bisa jatuh cinta lagi setelah kehilangan cinta sejatinya?”
Naya menoleh menatap Arsena dengan heran, dalam hati ia bertanya ‘ kenapa topik pembicaraannya tiba-tiba berubah?’
Namun yang keluar dari mulutnya justru sebuah ledekan “ Curhat Tuan Ars” sambil tersenyum tipis.
Arsena mendelik kemudian bertanya “ Kalau ia memangnya kenapa?”
Arsena menggeser tubuhnya, bukan untuk menjauh, tapi untuk berbaring di sana, dengan santainya menjadikan kaki wanita itu sebagai bantal.
“Bagaimana menurutmu? Apakah mungkin bagi seseorang untuk jatuh cinta lagi?” tanya Arsena seraya berbaring menyamping, menatap kursi depan untuk menghindari tatapan wanita itu.
“Aku pernah menanyakan hal yang sama saat pertama kali patah hati...
Naya kembali bercerita, tapi kali ini tentang dirinya sendiri, sambil mengingat masa lalu, Naya memberi tahu Arsena bagaimana jawaban ayahnya saat Naya menayangkan itu.
Saat itu Tuan Akhmed khan, ayah Naya berkata, bahwa setiap orang memiliki kesempatan jatuh cinta berulang kali, entah itu dengan orang yang sama, ataupun dengan orang yang berbeda.
Naya juga menceritakan tentang pengakuan Tuan Akhmed khan, yang jatuh cinta pada Nyonya Aahana mehta saat pertama kali bertemu, kemudian rasa terbiasa memudarkan perasaan yang menggebu itu.
Tuan Akhmed kembali jatuh cinta saat melihat Aahana mengenakan gaun penganti, dan saat Aahana mengabarkan kehamilannya, saat mereka kemudian kehilangan putra mereka, dan saat Aahana membawa Naya ke rumah, dan terakhir, Tuan Akhmed juga kembali jatuh cinta pada Aahana, saat sang istri menghembuskan nafas terakhirnya.
Dari pengalaman hidup sang Ayah, Naya menjamin kebenaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk jatuh cinta lagi, entah dengan kadar yang sama, atau justru lebih besar.