Indonesia
NovelToon NovelToon
PLAYING WITH FIRE

PLAYING WITH FIRE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:67.3k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Jordan Carlton mengira Vanessa adalah wanita lemah yang tak akan pernah berani meninggalkannya.

Yessika mengira ia berhasil merebut segalanya dari Vanessa, termasuk calon suaminya.

Namun Vanessa memegang kunci takhta sejati keluarga Carlton dan ia memilih untuk menyerahkannya pada pria yang paling dibenci Jordan.
Alessio Carlton mungkin terlihat menakutkan, dingin, dan licik. Namun saat Vanessa menawarkan pernikahan sebagai senjata balas dendam, Alessio tersenyum gelap. Sebab, jauh sebelum Vanessa memasuki kamarnya malam itu, Alessio sudah menyiapkan panggung untuk menjadikannya sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Vanessa menahan napas sejenak, mengontrol rasa terkejut dan nyeri di betisnya agar raut wajahnya tetap tenang.

Dengan gerakan anggun, ia membetulkan posisi duduknya dan mengambil kembali sendok yang sempat terlepas.

"Maaf, Ayah, Jordan," ujar Vanessa santai, menyunggingkan senyum tipis yang amat natural.

"Tadi ada semut serangga kecil yang tiba-tiba menggigit betisku di bawah meja."

Arthur menghela napas lega sambil menyemburkan sedikit tawa kaku.

"Ah, begitu. Nanti Ayah suruh pelayan membersihkan area bawah meja makan ini lebih teliti."

"Kau tidak apa-apa, Sayang? Perlu kupanggilkan pelayan untuk mengoleskan salep?" tanya Jordan sok perhatian, matanya menatap Vanessa penuh kekhawatiran palsu.

"Tidak perlu. Hanya gigitan kecil. Nanti juga sembuh sendiri," balas Vanessa datar, menepis perhatian palsu Jordan dengan halus.

Di sampingnya, Alessio masih menyantap makanannya dengan wajah tanpa dosa. Namun, sudut bibirnya terangkat tipis, memamerkan senyuman miring yang begitu penuh kemenangan dan ejekan, merasa berhasil memojokkan Vanessa di depan semua orang.

'Kau pikir kau sudah menang, Alessio?' batin Vanessa dengan mata berkilat tajam.

Sambil tetap berpura-pura mendengarkan Arthur yang kembali mengobrol soal detail tempat pernikahan, tangan kanan Vanessa perlahan turun ke bawah meja. Tanpa menimbulkan suara atau pergerakan mencurigakan pada bahunya, jemari lentik Vanessa yang dihiasi kuku ber-cat merah menyusup di balik taplak meja yang tebal.

Dengan gerakan secepat kilat dan penuh presisi, Vanessa mencengkeram paha bagian dalam Alessio, tepat di area sensitif yang berjarak sangat dekat dengan selangkangannya lalu memelintirnya dengan sangat kuat.

Deg!

Tubuh Alessio seketika menegak kaku seperti patung. Sendok yang sedang dipegangnya tiba-tiba terlepas.

Sorot mata yang tadinya santai dan penuh ejekan mendadak membelalak lebar, memancarkan rasa terkejut dan sensasi menyengat yang aneh.

Napas Alessio tertahan di tenggorokan. Rasa nyeri bercampur sengatan elektrik yang menjalar dari cengkeraman tangan Vanessa membuat rahang tegapnya mengeras rapat.

Urat-urat di lehernya menegang, menahan agar erangan tidak lolos dari mulutnya.

Vanessa tidak melepaskan cengkeramannya. Malah, ia sengaja menambah tekanan jemarinya, sembari menoleh ke arah Alessio dengan wajah paling manis yang bisa ia tampilkan.

"Bagaimana makananmu, Alessio? Apakah sarapanmu terasa lezat pagi ini?" tanya Vanessa dengan suara lembut yang sangat merdu, matanya menatap Alessio lurus-lurus, penuh ancaman terselubung.

'Rasakan!'

Arthur dan Jordan ikut menoleh menatap Alessio yang kini terlihat menahan napas dengan wajah yang sedikit memerah.

"Alessio?" tegur Arthur heran melihat putranya yang mendadak kaku.

"Ada apa denganmu?"

Alessio berusaha keras menetralkan raut wajahnya. Ia menelan ludah dengan susah payah, memutar kepalanya pelan menatap Vanessa.

Di bawah meja, cengkeraman Vanessa makin kuat, seolah siap mencakar habis paha dalam pria itu jika ia berani berulah lagi.

"I-ya... makanan ini..." suara Alessio terdengar sedikit serak dan lebih berat dari biasanya. Pria itu mengukir senyum tipis yang dipaksakan.

"Makanan ini sangat... luar biasa, Vanessa. Rasanya sangat enak dan membuat ketagihan."

Vanessa tersenyum makin manis. "Senang mendengar kau menyukainya."

Dengan perlahan dan penuh penekanan, Vanessa akhirnya melepaskan cengkeramannya di paha dalam Alessio.

Namun sebelum menarik tangannya kembali ke atas meja, jemari Vanessa sempat menepuk pelan area paha Alessio. Memberi sebuah peringatan mutlak agar pria itu tidak macam-macam lagi dengannya.

Alessio mengembuskan napas panjang secara perlahan melalui hidung, mencoba menguasai kembali detak jantungnya yang berpacu liar.

Sensasi panas dari bekas cengkeraman Vanessa di paha dalamnya masih membakar, membuat bulu kuduknya berdiri.

Bukannya kapok atau marah, Alessio justru menatap wajah Vanessa dengan kilat mata yang makin berbinar penuh gairah dan ketertarikan yang makin liar.

Wanita di sampingnya ini benar-benar tidak bisa diremehkan. Semakin Vanessa melawan dan menunjukkan taringnya, semakin membara keinginan Alessio untuk menaklukkan wanita itu sepenuhnya.

'Ah, macam betinaku memang garang. Tapi... Aku makin cinta.'

"Kembali ke topik pernikahan," potong Arthur, mengetuk meja. "Jordan, pastikan kau menemani Vanessa memilih gaun dan cincin besok lusa. Jangan ada celah untuk kesalahan sekecil apa pun."

"Baik, Ayah. Aku akan mengosongkan seluruh jadwalku," jawab Jordan mantap, lalu melirik Vanessa. "Aku akan memastikan Vanessa mendapatkan gaun paling mewah di kota ini."

Vanessa hanya mengangguk formal. Namun di sampingnya, ia bisa merasakan tatapan tajam dan intim dari Alessio yang terus terkunci padanya.

1
mery harwati
Kapan hadir Allesio junior?
dewi rofiqoh
Lanjuut kak
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
akhirnya hama2 sedikit demi sedikit di Brantas habis 👍👍👍😉😁
mery harwati
Barang bekas mau dikasihin ke Vanessa 😛
dewi rofiqoh
Bukan karena Jordan yessika! Vannesa melakukan ini karena ingin melihat kalian hancur
rurry Irianty
perlu d getok kepala jalang satu ini,mana mau Vanessa SM mokondo busuk jordan
Sari Nilam: getok aja pake palu sekalian, ngapain balik ke jordan yang sudah gak ada apa2nya,
Alessio lebih bagus. ngarep tuh biar bisa balik ke alessio....halu
total 1 replies
ryuka
diiihhh siapa yg mau mungut sampah kaya jordon..kamu doank yessika 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Umi Zein
rasakan tuh pria tua Bendot, ngmbil harta hasil nipu ngerampas ya habis lah, sama aja lu Kya besan lu, si cathur sma2 serakah ngerampas harta anak sah
dewi rofiqoh
Giliran kamu benny🤭🤭
Umi Zein
dasar Bendot gak tau diri udh numpang hidup dr harta istri eeh istrinya malah di selingkuhin, bener2 gak tau malu lu Bendot tua, enak aja harta Mamanya Vanesa elu nikmatin sma selingkuhan dan anak haram lu 😠😠
Umi Zein
dirupiahkan bisa jdi brpa M itu?!🙄🙄🤣🤣
Umi Zein
ayo Vanesa rebut kembali harta ibu yg memang mnjdi hakmu, biar si Bendot tau rasa sma gundik dan anak haramnya 😏😏😠
Mundri Astuti
nah iya ...enak beud bapak kau klo dibiarin keenakan tuh si wewegombel
ryuka
bagus vanessaa 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Al Bunda
nazis😡😡😤😤.
Umi Zein
makan tuuh kata penyesalan.. klo seandainya Vanesa ga punya apa2 juga elu gak bakalan mau sama Vanesa 😏😏
Umi Zein
Karena faktanya seluruh aset warisan itu milik Ale2 udh seharusnya balik ketangan Ale2 pemilik sah nya. dan atas dasar kesabaran Ale2 akhirnya dia bisa ngambil haknya kembali yg di rampas sma bpak durjana Elu Jordan sampah'. sekarang nikmatin hasil dari niat dan perbuatan busuk elu sm bpk durjana Elu 😠😠
dewi rofiqoh
Lanjuut
Umi Zein
hadeu Jor elu tuh mau mnta maaf mau ngemis sma Vanesa knpa malah jdi elu yg Emosi karna Vanesa udh cinta sm Ale2 😏😏😏

wong edan 🤣🤣🤣🤣
Umi Zein
semoga segera dapet debay biar joran pancingan gak ngusik2 Vanesa lagi😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!