Aku tidak bisa membedakan perasaan ku padanya. apakah perasaan sebuah cinta atau perasaan karena aku membutuhkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riandi raharjo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan Bersama Natalia
Waktu telah menunjukkan jam tujuh malam. Mungkin sudah saatnya aku menjemput Lia untuk menemaninya nonton bioskop.
Aku melangkahkan kaki ku mencari mama untuk meminta izin keluar malam ini.
"Ma..,"
sapa ku kepada mama yang lagi asik menonton sinetron favoritnya
"Hai sayang.. Anak mama kelihatan sangat rapi nih!
ucap mama kepadaku
"Aku pamit keluar sebentar ya,"
ucapku kepada mama
"Sudah sampai di mana nih hubungannya,?"
tanya mama menggodaku
"Maksud mama,?"
tanyaku balik karena sedikit bingung dengan pertanyaan mama
"Pasti kamu akan kencan bersama Keyla kan,"
jawab mama sambil tersenyum
"Bukan ma, aku diajak nonton oleh Lia!
ucapku kepada mama
"Nonton dengan Lia,?"
tanya mama yang kelihatan kaget dengan perkataanku
Aku mengangguk, membenarkan pertanyaan mama.
"Ya sudah, hati-hati dijalan! Dan jangan sampai bawa pulang tengah malam anak gadis orang!
saran mama memperingatkan ku
"Iya ma..,"
ucapku sambil mencium tangan mama
Setelah berpamitan di mama. Aku langsung menjalankan mobil untuk menjemput Lia di rumahnya. Setelah sampai di rumah Lia, aku sedikit terkejut karena dia telah berdiri di depan pintu gerbang rumahnya.
Aku langsung membuka pintu mobil dari dalam untuk mempersilakan Lia masuk ke dalam mobil.
"Hai Rian..,"
sapa Lia saat masuk ke dalam mobilku
Aku hanya menjawabnya dengan tersenyum sambil menjalankan kendaraan menuju tempat tujuan kami.
Dalam perjalanan kami berdua hanya diam karena tidak ada salah satu dari kami yang berani memulai obrolan. Akhirnya kami sampai juga di gedung bioskop yang cukup terkenal di kota ini. Setelah memarkirkan mobilku, kami berdua turun dari mobil dan berjalan memasuki gedung bioskop, tapi tiba-tiba langkahku terhenti saat Lia menarik tanganku tepat di pintu masuk bioskop.
"Maaf ya..,"
ucap Lia sambil melipat kedua lengan kemeja yang ku pakai
Detak jantungku langsung berdebar dengan cepat, saat menghadapi situasi yang seperti ini. Tapi Lia dengan santainya terus melakukannya dengan sesekali melihat wajahku dengan tersenyum.
"Dengan begini kamu terlihat lebih keren,!"
ucap Lia sambil tersenyum kearah ku
Setelah selesai merapikan lengan kemejaku. Kami berdua melanjutkan langkah kami untuk masuk kedalam gedung bioskop.
"Kamu ingin nonton film apa Rian,?"
tanya Lia kepadaku
"Terserah kamu..,"
jawabku
"Bagaimana kalau kita nonton film romantis,?"
tanya Lia sambil menunjuk sebuah judul film yang berada dilayar tab yang diberikan oleh pelayan bioskop
Aku menganggukkan kepala menyetujui keinginannya.
Lia memberikan sebuah senyuman manisnya kepadaku dan langsung memesan dua tiket untuk kami berdua.
"Oh ya.. Kamu mau pesan minuman apa,?"
tanya Lia lagi kepadaku
"Sama seperti yang kamu pesan saja,!"
jawabku kepada Lia
Setelah Lia mendapatkan pesanannya, kami langsung berjalan menuju ruangan pemutar film. Saat film telah diputar, aku melirik kearah Lia. Sepertinya dia menikmati film ini sedangkan aku malah tidak terlalu fokus dalam menonton, karena sebenarnya aku tidak terlalu menyukai film romantis. Tersirat dalam pikiranku, seandainya yang mengajak nonton adalah Keyla pasti dia tidak akan memilih film romantis untuk kami tonton.
Kenapa aku memikirkan Keyla? Padahal gadis yang duduk di sampingku dan yang mengajakku nonton saat ini lebih cantik dari Keyla.
(batinku)
sambil melirik kearah Lia
Setelah dua jam berlalu, akhirnya film yang kami tonton telah berakhir. Dan aku langsung mengantarkan Lia untuk pulang. Saat perjalanan pulang, aku memperhatikan Lia yang terus menatap keluar jendela mobil dengan wajah yang kelihatan murung.
"Kamu kenapa,?"
tanyaku kepadanya
Lia menggelengkan kepala sambil tersenyum ke arah ku.
Tiba-tiba aku melihat acara pasar malam dalam perjalanan. Aku langsung memarkirkan mobil tepat di depan pasar malam berlangsung. Lia langsung menatapku dengan raut wajah yang tiba-tiba menjadi gembira.
"Rian, serius..,"
jerit Lia dengan raut wajah yang kelihatan senang
Aku menganggukkan kepala menanggapi perkataan Lia.
Dengan cepat Lia membuka pintu mobil untuk keluar dan setelah berada di luar. Lia berlari sambil berputar-putar menikmati suasana acara pasar malam ini.
"Kita ke wahana di sana ya,!"
ajak Lia sambil menggandeng lenganku
Kami berdua menikmati wahana pasar malam dengan menaiki bianglala dan komedi putar juga masuk kerumah hantu. Terlihat Natalia begitu gembira menikmatinya. Apalagi saat kami memasuki rumah hantu, beberapa kali dia berteriak sambil memelukku karena takut.Tapi tidak hanya dia saja yang merasakan ketakutan saat di rumah hantu, aku juga sampai keringat dingin karena dirinya yang begitu dekat denganku. Setelah kami keluar dari rumah hantu, Lia membeli makanan dan minuman ringan sambil mengajakku untuk beristirahat di bangku yang terletak di tengah pasar malam.
"Terima kasih pangeran untuk malam ini..,"
ucap Lia sambil menekukkan sedikit lututnya sambil memegang gaunnya ke arah ku
Gadis yang terlihat begitu anggun ternyata bisa berubah kepribadiannya hanya karena sebuah suasana yang dialaminya saat ini
(batinku)
Saat ini aku terus melihat Lia berputar-putar di depanku dengan begitu gembiranya. Tapi lamunanku terhenti saat melihat Lia yang kehilangan keseimbangan saat berputar. Dengan cepat aku berdiri dan menariknya agar tidak jatuh. Tapi saat aku menariknya, tubuhnya malah terjatuh di badanku hingga kami berada dalam posisi berpelukan dengan wajah yang saling menatap layaknya seperti drama Korea. Selang beberapa menit kemudian, kami tersadar dengan keadaan yang terjadi saat ini. Dengan cepat aku melepaskan pelukanku disusul oleh Lia dengan wajah yang memerah.
"Ki..kita balik yuk,!"
ajak ku kepada Lia dengan perasaan gugup
Lia hanya mengangguk kepala dengan wajah yang sedikit tertunduk karena malu.
Kami berdua melangkah menuju mobil bersama untuk kembali pulang. Dalam perjalanan kami berdua terus diam karena masih terbawa suasana malu dengan kejadian yang terjadi tadi. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya kami berdua sampai juga di depan rumah Lia. Aku memberhentikan mobil agar dia bisa turun.
"Makasih ya atas malam ini. Aku sangat bahagia.."
ucap Lia sambil mengecup pipi ku dan langsung turun dari mobil sambil berlari memasuki rumahnya
Aku hanya bisa terdiam karena kaget dengan kejadian yang ku alami saat ini sambil memegang pipiku.
"#-#"
Pasti Rian sangat menikmati kencannya bersama Lia saat ini. Apalagi Lia memiliki kepribadian yang hampir sama dengan Rian ditambah dia begitu sangat cantik dan anggun untuk seorang perempuan.
(bergumam)
sambil menyandarkan kepalanya dimeja dengan wajah cemberut
"Keyla..."
tegur mama
"Mama..,!"
jerit Keyla kepada mamanya karena kaget
"Kamu kenapa? Dari tadi mama perhatikan tingkah kamu sangat aneh.
tanya mama kepada keyla
"Saya tidak apa-apa kok ma,!"
jawab Keyla menyakinkan mama sambil tersenyum
"Beneran anak mama tidak apa-apa,?"
tanya mama lagi sambil duduk didepan Keyla
Keyla mengangguk sambil memperlihatkan senyum manisnya kepada mama.
"Sepertinya mama tidak melihat Rian malam ini,?"
tanya mama sambil tersenyum
"Dia lagi kencan ma,!"
jawab Keyla dengan cemberut
"Kencan dengan siapa,?"
tanya mama lagi
"Dengan cewek lah ma,!"
jawab Keyla dengan wajah cemberut
Setelah mendengar perkataan Keyla, akhirnya mama mengerti kenapa anaknya berperilaku aneh seperti saat ini.
"Kamu menyukai Rian ya,?"
tanya mama tersenyum sambil menjentikkan jarinya ke hidung keyla
Keyla langsung kaget mendengar pertanyaan mama dan berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Sudah jam sembilan, mama tidak menutup restoran,?"
tanya Keyla sambil menunjuk ke arah jam yang terpasang di dinding restoran
"Oh.. Sudah jam sembilan ya,"
jawab mama sambil tersenyum
"Kalau begitu Keyla bantu bersihin restoran ya,!"
ucap Keyla sambil berdiri meninggalkan mamanya
Mama Keyla hanya tertawa geli melihat perilaku anak gadisnya yang terlihat malu untuk mengungkapkan perasaannya sambil berdiri untuk membersihkan restoran sebelum tutup.
Setelah selesai membersihkan dan merapikan restoran, Keyla kembali duduk untuk menghilangkan rasa capeknya.
"Mama mau kemana,?"
tanya Keyla ketika melihat mamanya berjalan didepannya
"Mau tutup pintu pagar,!"
jawab mama sambil menunjuk ke arah pagar depan restoran mamanya keyla
"Sedikit lagi, biar saya saja yang tutup pagarnya ma..,"
ucap Keyla
"Kamu lagi menunggu Rian ya,?"
tanya mama menggoda Keyla sambil tersenyum
Keyla langsung menggelengkan kepala dengan cepat untuk menjawab pertanyaan mama yang membuatnya terkejut.
"Ya sudah kalau begitu mama masuk kerumah duluan. Mama capek banget, mau cepat istirahat,"
ucap mama sambil tertawa kecil melihat tingkah anak gadisnya
"Jangan lupa ditutup pintu pagarnya,!"
tegur mama sambil tersenyum meninggalkan Keyla menuju ke dalam rumah
Setelah beberapa saat kemudian, Keyla berdiri dan melangkah menuju pintu pagar yang berada di depan restorannya. Saat menutup pintu pagar, Keyla melihat sebuah mobil berjalan pelan di depannya. Membayangkan mobil itu berhenti dan turunlah Rian yang datang menghampirinya. Tapi khayalan Keyla menjadi pupus saat mobil itu terus berjalan berlalu dari hadapan Keyla.
Keyla menarik Nafas panjang sambil mengunci pintu pagarnya dan berjalan balik menuju rumahnya untuk istirahat.
"baik bu'...."
atau
"baik Bu." ucap semua siswa dengan serentak.😅