Natalia seorang anak perempuan yang baru saja lulus SD. memiliki kecantikan yang tersembunyi di balik wajah polos nya. Hidup di sebuah desa yang cukup ramai. dengan kelaurga yang sangat menyayangi nya. Namun tiba tiba harus di hadapkan dengan permasalahan yang membuat nya kehilangan arah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Retha Sayekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10 Bukan uang Ayah
Natalia kemudian langsung menyimpan apa yang dia temukan kedalam kemari baju di dalam kamar nya.
Natalia sangat senang dengan apa yang dia temukan. Dia tidak ingin memberitahu ibu ataupun kakak nya karena merasa apa ditemukannya sangat berarti untuk nya.
"Bik, aku lapar" ucap Fajar kepada Natalia yang sedang menjemur pakaian
"Ya makan tho, itu lho ada telur ceplok sama sambel" ucap Natalia tanpa menoleh.
Fajar memang sangat suka pedas sejak kecil, jadi tidak heran jika Natalia menyuruh nya makan dengan sambal.
"Suapin bik" Ucap Fajar memegang ujung baju Natalia
"Ya sudah tunggu disana, bibik selesai kan ini dulu" ucap Natalia
Fajar pun sangat senang dan berlalu meninggalkan Natalia. Fajar memang sangat manja pada Natalia, selalu makan pasti minta di suapi oleh Natalia begitu juga dengan adik nya Farhan.
Natalia mengambilkan makan untuk Fajar dan diri nya dalam satu piring karena Natalia juga merasa lapar.
"sini duduk" Ucap Natalia pada Fajar
Fajar pun langsung patuh dan duduk di hadapan Natalia dengan telaten Natalia menyuapi Fajar dan diri nya sendiri.
Karena menurut Natalia makan sepiring dengan keponakannya itu terasa sangat nikmat.
"Bik itu kakung" Ucap Fajar dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
Natalia menoleh dan tersenyum melihat Ayah nya pulang.
"Aku tidak sabar mau ngajak ayah pergi" batin Natalia.
Selesai makan, Natalia memandikan Fajar karena badan nya sudah sangat lengket. Natalia sangat telaten mengurus keponakannya, itu lah yang membuat Fajar dan Farhan sangat betah bersama Natalia dan mereka sangat manja ketika dengan Natalia.
"Sudah wangi" ucap Natalia yang sudah selesai mendandani Fajar.
"Sana nonton tv saja tidak usah pecicilan lagi kan sudah mandi" Ucap Bu Mega yang melihat cucu nya sudah bersih dan wangi
Fajar pun duduk anteng melihat tv yang menayangkan film kartun kesukaan Fajar.
Natalia berlalu menuju kamar nya dan menutup rapat pintu nya. dia pun membuka lemari dan melihat lagi apa yang dia temukan tadi saat mencuci baju.
Natalia sangat terkejut dengan jumlah nya.
Ya Natalia menemukan uang yang sangat banyak menurut nya di saku celana ayah nya, dan ketika menghitung jumlah nya ada sekitar satu juta rupiah.
Natalia pun menyalakan kipas angin dan menjemur uang itu di depan kipas angin karena tadi Natalia menemukan saat sudah membilas pakaian. Jadi otomatis uang tersebut basah.
Kemudian Natalia menyetrika uang yang sudah setengah kering hingga menjadi kering kembali.
Setelah selesai Natalia keluar dari kamar nya.
"Bik, aku mau pulang" Ucap Fajar pada Natalia yang baru saja keluar dari kamar nya
"Hmm,iya hati hati" jawab Natalia tersenyum.
"Dah bibik" ucap Fajar melambaikan tangan saat motor Ayah nya sudah siap jalan.
Natalia melambaikan tangan nya dan tersenyum manis. Kamudian dia duduk di teras bersama ayah dan ibu nya.
" Yah nanti cari martabak yuk" ucap Natalia penuh semangat pada Ayah nya.
"Ayah lagi tidak ada uang sayang, nanti ya kalau ayah sudah punya uang kita jalan jalan lagi" jawab pak mujito .
Natalia pun sangat kecewa sengan ayah nya.
(jika ayah tidak punya uang, lalu yang aku temukan itu uang siapa? Ayah pasti bohong sama aku). Batin Natalia.
Natalia pun pergi meninggalkan ayah dan ibu nya kemudian masuk ke dalam kamar nya dan menangis.
Kok Hengky bisa tau nama Natalia,apalagi nekat banget sampai berani minta nomor HP nya Natalia, Heran aja aku..