Alya adalah Ratu mafia yang memimpin sebuah organisasi Order Tabir Hitam dengan nama First Order.
Tapi sayangnya ia mencintai pria kantor biasa saat ia sering menjelajahi tempat yang akan menjadi misinya.
Dan saat itulah ia memutuskan untuk keluar dari dunia hitam dan membuang mahkotanya ke dalam lumpur demi bisa menjalani hidup bahagia bersama sang suami.
Sayangnya pernikahan itu tidak berlangsung lama, mertua tidak menyukainya, dan suaminya menikah dengan manager di tempat kerjanya.
Pembalasan di mulai, Alya kembali mengambil mahkotanya dan menjadi Ratu Mafia kembali dan membawa putri kecilnya menjadi orang ternama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Alya melompat ke balik tumpukan peti kemas.
"Jangan biarkan dia keluar hidup-hidup!" perintah suara itu lagi.
Alya melirik sisa pelurunya. Hanya satu magasin tersisa. Dia harus mengakhiri ini dengan cepat.
Dia memperhatikan posisi musuh dari pantulan cermin spion yang tergeletak di lantai. Ada lima orang yang tersisa, bergerak mengepung dari dua arah.
Alya memungut pipa besi di dekatnya dan melemparkannya ke arah yang berlawanan sebagai pengalihan. Saat perhatian musuh teralih ke arah dentuman pipa itu, Alya keluar dari persembunyiannya.
Gerakannya secepat kilat. Dia menembak secara sistematis. Satu, dua, tiga. Setiap peluru menemukan sasarannya.
Tersisa satu orang....sang pemimpin.
Alya kehabisan peluru. Dia menjatuhkan senjatanya dan berlari menerjang sang pemimpin yang baru saja hendak membidik.
Keduanya bergumul sengit di atas lantai yang licin oleh air hujan dan sisa minyak. Sang pemimpin Black Cobra menghantam wajah Alya, membuat sudut bibirnya robek, namun Alya tidak goyah.
Dia menarik pisau taktis dari sepatunya. Dengan gerakan melingkar, dia menangkis serangan lawan dan menekan titik lemah di leher pria itu.
Syuttttt!
Sang pemimpin jatuh tersungkur, napasnya tersengal.
Gudang itu kembali sunyi. Hanya suara hujan yang tersisa, menghapus jejak kekacauan yang baru saja terjadi.
Alya berdiri dengan mantap, Dia menatap tubuh-tubuh yang tergeletak di lantai, lalu berbalik dan menghilang ke dalam kegelapan malam.
Ia melumpuhkan pria itu, merampas senjatanya, dan menggunakannya untuk menembak tepat di kaki-kaki para pria lain yang mencoba mendekat.
Tidak ada teriakan kesakitan yang berlebihan. Hanya suara tembakan yang terukur dan erangan tertahan. Alya bergerak seperti bayangan, setiap langkahnya adalah tarian maut.
Dalam waktu kurang dari dua menit, lima belas pria bersenjata itu terkapar di lantai.
Alya berjalan lurus menuju Andi yang kini terduduk di lantai, merangkak mundur hingga punggungnya membentur dinding beton. Andi menangis, air mata dan keringat bercampur di wajahnya.
"Aku... aku hanya ingin uang, Alya. Aku tidak tahu kau..."
Alya berjongkok di depan Andi. Ia menjatuhkan senjatanya ke lantai, lalu menyentuh pipi Andi dengan lembut... sebuah gestur yang justru membuat pria itu semakin gemetar hebat.
"Kau berencana mengambil Alisya," bisik Alya di dekat telinga Andi, suaranya sedingin es di kutub. "Kau pikir kau bisa menggunakan anakku sebagai pion untuk membayar hutangmu yang tidak becus itu?"
Alya berdiri tegak, membetulkan sedikit kerah blazer-nya. Ia menoleh ke arah kegelapan gudang, di mana Rendy dan tim utamanya baru saja muncul dari pintu samping, siap membersihkan sisa-sisa kekacauan.
"Bawa dia," perintah Alya tanpa menoleh. "Pastikan dia tidak bisa berjalan untuk waktu yang sangat lama. Dan pastikan..."
Alya berhenti sejenak, melirik ke arah Andi yang sudah terkulai lemas, sebelum melanjutkan dengan nada final.
"...Pastikan dia tidak pernah bisa mengucapkan nama putriku lagi."
Alya berbalik, melangkah keluar dari gudang menuju mobilnya.
Malam itu, di bawah cahaya bulan yang tertutup awan, dia bukan lagi ibu yang menyuapi es krim di toko.
Dia adalah Ratu yang baru saja memastikan takhtanya, dan yang paling penting, dunianya, kembali aman.
"Pulang," gumamnya pada dirinya sendiri. "Alisya harus sarapan dengan pancake besok pagi."
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...