Indonesia
NovelToon NovelToon
Mengandung Anak Selingkuhan Suamiku

Mengandung Anak Selingkuhan Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga
Popularitas:86.8k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Setelah dua kali mengalami keguguran membuat Vivienne Laurent rela mempertaruhkan segalanya demi satu harapan terakhir. Atas permintaan suaminya, Dominic Ashcroft, ia menjalani program bayi tabung.

Namun, kebahagiaan itu runtuh seketika ketika sebuah pesan datang dari Killian Prescott, pria yang selama ini menjadi musuh abadinya.

"Bayi yang kau kandung bukan berasal dari sel telurmu. Dominic telah menukarnya dengan sel telur Giselle Moreau—selingkuhannya."

Vivienne menolak mempercayainya. Hingga satu demi satu bukti mengungkap kenyataan yang jauh lebih kejam: rahimnya telah dijadikan alat untuk mengandung anak hasil pengkhianatan suaminya.

Akankah Vivienne mempertahankan bayi yang tumbuh di dalam rahimnya atau menggugurkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Ruang keluarga Ashcroft malam itu terasa jauh lebih ramai dari biasanya. Victoria duduk di ujung sofa sambil memegang ponselnya. Wajahnya tampak kusut. Sesekali ia membuka aplikasi perbankan, lalu menutupnya lagi dengan napas berat. Di sebelahnya, Grace mondar-mandir sambil menggerutu.

"Sial! Vivi masih enggan mau kasih kita yang!" pekik Victoria melampiaskan kemarahannya.

"Kita harus melakukan sesuatu agar Vivi mau memberi kita uang bulanan lagi," lanjut Grace berpikir keras. "Aku tidak mau jadi orang miskin, Mom."

Sementara itu, Dominic berdiri di dekat jendela dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana. Ia sudah bisa menebak apa yang akan mereka bicarakan. Lagi-lagi uang.

Victoria akhirnya tidak tahan. "Dominic, coba rayu Vivi agar kembali memberikan Mommy uang bulanan," ujar Victoria dengan nada merajuk.

Dominic menoleh. "Mom, aku sudah bilang. Untuk sementara, Vivi enggak bisa kasih, jadi aku akan memberikan semampuku."

Victoria langsung menggeleng. "Uang dari kamu cuma cukup untuk seminggu."

"Memangnya selama ini Mommy menghabiskan uang sebanyak apa?" tanya Dominic sambil mengusap kening.

Victoria langsung memasang wajah tidak senang. "Jangan bicara begitu kepada Mommy."

Kemudahan dan kemewahan yang sering diberikan oleh Vivienne kepada keluarga Dominic membuat mereka lupa diri dan tidak bersyukur. Di saat semua dihentikan, membuat mereka kelimpungan.

"Dominic, sekarang hidup Mommy terasa suram dan menakutkan," lanjut Victoria mendramatisir. "Mau apa-apa rasanya sulit."

Grace ikut menyela. "Kenapa, sih, sekarang Vivi jadi pelit?" keluhnya sambil menjatuhkan tubuh ke sofa. "Biasanya dia suka royal. Kita minta apa pun juga diberikan."

Selama beberapa tahun terakhir, Vivienne memang tidak pernah mempermasalahkan seberapa banyak uang yang digunakan untuk membantu keluarga Ashcroft.

Bahkan ketika Victoria meminta biaya renovasi rumah dan biaya rumah sakit ketika menjalani operasi, Vivienne yang membayarnya.

Ketika Grace membutuhkan uang kuliah dan berbagai kebutuhan lainnya, Vivienne juga tidak pernah banyak bertanya.

Saat perusahaan keluarga mereka membutuhkan suntikan dana, Vivienne bahkan memberikan bantuan dalam jumlah yang sangat besar. Semua itu dilakukan tanpa banyak bicara. Namun sekarang, keran itu tiba-tiba tertutup.

Sementara itu, Billy yang sejak tadi duduk diam akhirnya ikut membuka suara. "Masalahnya bukan hanya dari uang bulanan itu."

Semua orang langsung menoleh. Billy menghela napas sebelum melanjutkan. "Perusahaan juga mulai kesulitan mendapatkan proyek besar dan kekurangan dana."

Dominic mengernyit. "Apa maksud Papa?"

Billy mengusap wajahnya. Lalu, ia menatap putranya dengan cemas.

"Vivi juga tidak memberikan kucuran dana untuk sebuah proyek besar. Selain itu aku sampai pontang-panting mencari klien baru."

Billy tertawa hambar. "Bayangkan, aku sampai memberikan diskon besar hanya supaya mereka mau menggunakan jasa production house kita untuk membuat video iklan."

Dominic terdiam. "Papa ...."

Billy menggeleng. "Ini bukan masalah kecil, Dominic." Wajahnya semakin serius. "Apa perusahaan Vivienne sedang goyah?"

Victoria yang semula mengeluh langsung menegakkan tubuh. "Maksudmu apa, Billy?"

Billy menatap istrinya. "Bagaimana kalau perusahaan Vivienne juga terkena dampak krisis ekonomi global dan berakibat kebangkrutan?"

Grace yang tadi terlihat kesal langsung terdiam. Wajahnya berubah tegang. "Krisis?"

Billy mengangguk. "Saat ini ada beberapa perusahaan besar di dunia terkena dampaknya. Perusahaan besar maupun kecil."

Victoria menggenggam ponselnya semakin erat. "Jangan-jangan ...." Ia tidak melanjutkan kalimatnya.

Semua orang di ruangan itu sudah memahami apa yang sedang dipikirkannya. Mereka pernah berada di titik tersebut. Production house milik keluarga Ashcroft dahulu pernah mengalami kebangkrutan. Semua bermula dari masalah keuangan. Kontrak berkurang. Pemasukan menurun. Utang menumpuk. Aset satu per satu terjual. Pada akhirnya, rumah yang mereka tinggali sekarang pun hilang.

Mereka pernah merasakan hidup tanpa uang. Pernah menghitung sisa makanan di dapur. Pernah menerima telepon dari penagih utang setiap hari. Dan setelah bertahun-tahun hidup nyaman karena bantuan Vivienne. Tidak ada seorang pun yang ingin kembali ke masa itu.

Victoria menelan ludah. "Jangan sampai kejadian itu terulang."

Grace yang biasanya banyak bicara pun terlihat pucat. "Aku tidak mau hidup susah lagi."

Dominic mengusap wajahnya. Ia berusaha terdengar yakin. "Tenang. Perusahaan Vivienne masih baik-baik saja."

Billy menatap putranya. "Kamu yakin?"

Dominic mengangguk. Ia berusaha menjelaskan dengan tenang.

"Kebanyakan perusahaan memang sedang melakukan penghematan. Bahkan perusahaan kami juga mulai menekan pengeluaran. Rapat dengan rekan bisnis sekarang harus dilakukan di kantor. Beberapa perjalanan bisnis ditunda."

Billy mengangguk perlahan. "Semoga saja."

Suasana kembali sunyi. Tiba-tiba Grace menjentikkan jarinya. "Tunggu!"

Semua orang menoleh. Grace tersenyum lebar.

"Kenapa kita tidak minta uang kepada Giselle?"

Dominic langsung membeku. Victoria menatap putrinya.

"Giselle?!"

Sementara itu, di sebuah rumah mewah bergaya Eropa, Killian duduk di ruang kerja. Dia sedang mengamati pergerakan saham perusahaannya dan beberapa nilai saham perusahaan lain, termasuk perusahaan milik Vivienne.

"Kamu masih belum tidur?" tanya Estelle ketika masuk ke ruang kerja kembarannya.

Killian melihat jam digital yang ada di atas meja. Waktu menunjukkan hampir tengah malam.

"Sebentar lagi," jawab Killian tanpa melihat ke arah Estelle.

"Tumben kamu menginap di sini? Apa ada urusan penting?" tanya Killian balik.

Estelle jarang tinggal di rumah utama keluarga Prescott. Sejak kuliah dia memilih tinggal di apartemen seorang diri. Katanya ingin belajar mandiri dan tidak mau dibilang nona muda yang manja.

"Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk bicara dengan Daddy," jawab Estelle pelan.

Killian tahu maksud kembarannya itu. Sudah lama hubungan Estelle bersama kedua orang tuanya kurang baik. Mereka sama-sama keras kepala. Walau dulu Estelle pernah mengorbankan perasaanya demi keegoisan keluarga Prescott.

"Lalu, hasilnya?" tanya Killian. Dia mengangkat kepalanya sedikit.

"Masih saja sama. Mereka terlalu keras kepala," jawab Estelle. "Eh, ngomong-ngomong dokter kandungan Vivienne yang baru itu ternyata kenal baik dengan Dokter Malcom."

Ucapan Estelle barusan membuat Killian mengalihkan pandangannya kembali ke kembarannya.

"Dari mana kamu tahu?"

"Dari foto-foto pribadi dokter di akun media sosialnya. Di sana aku lihat setiap mengadakan pertemuan, Dokter Malcom selalu ada."

Mendengar itu Killian langsung waspada. Karena dia yang merekomendasikan dokter baru untuk Vivienne.

"Estelle, kamu harus jaga Vivi. Setiap pergi kontrol, kamu harus menemaninya!" titah Killian dan Estelle mengangguk.

1
Pudkeciput
lanjut kak dobel up yukk
Kar Genjreng
sahabat sejati saling mendukung,, Atara satu dengan yang lainnya,,,ini baru benar benar,,,
Uba Muhammad Al-varo
Estelle sebenarnya kedua orang tuanya merestui kamu sama Arthur tapi kedua orang tua mu ingin menguji ketulusan dan kesungguhan cintanya Arthur,ayo Estelle 💪💪💪
neni nuraeni
lnjutt
Les Tary
Nikahnya bareng aja sekalian💪💪
Kar Genjreng
🤣🤣 bukan jahat tapi sayang Haha Killian sudah siap menjadi suami dan ayah sambung,
V3
takut nya orang tua Killian mlh tiba-tiba gak suka dg Vivi Krn status nya Ara 😱❓
neni nuraeni
ara... ara..... kmu itu ngegemesin deh
neng ade
menunggu detik-detik menuju pernikahan Killian dan Vivi ..
Ara pasti sangat menggemaskan pakai baju princess
Lisa
Ara seneng banget nih..ntar lg punya Daddy juga..
Pudkeciput
takut lahi bahagia malah ibu kandung ARA Yg datang...hmm
Kar Genjreng
Ara juga mau menikah kaya mommy uncle,,,nanti panggilnya Daddy ya jangan uncle lagi Ara anak cantik Viviane,,,kabar mantan benar benar musnah ya,,, dahsyat
Nar Sih
sbnr nya kalian sama,,suka cuma msih ngk mau megakui nya
Nar Sih
selamat ya vivi ahir nya bayi mu lahir dgn selamat sehat
Nar Sih
sedih baget cerita hidup mu ya vivi😭💪
Raisha
kak Santi...apa ada kalimat yg hilang sebelum kalimat ini?🤔... perasaan Vivi lom bilang kalo ketika malam itu dialah wanita yg sudah killian tiduri tp di paragraf ini,kalimat terakhirnya knp killian dah tau kalo Vivilah wanita itu?🤔🤔
Raisha: iyakah kak? coba ntar aku baca ulang bab sebelumnya... Makaciii infonya kak🙏😃
total 2 replies
Raisha
akhirnya....nunggunya sampai ribuan purnama,baru terucap sekarang😂
Kar Genjreng
ahirnya rahasia nya sudah di ungkap
Kar Genjreng
perempuan itu adalah Ak Kiliian,,,,jadi ketika menikah dengan Valen Ak sudah ga gadis lagi 🤣🤣🤣🤣
Kar Genjreng
mau. membicarakan tentang tunangan nya ya apa mau ,,, kalau masih ada masalh ungkap jangan sampai nanti menjadi masalah,, Vivi jujur mulai sekarang apapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!