didunia ini dimana sihir adalah segalanya, sedangkan Kyle Rouseyn dianggap sebagai yang terlemah dalam bidang sihir
Kyle adalah murid kelas 2 akademi sihir reveign yang terkenal karna menghasilkan banyak kandidat hero, semua murid dan orang orang menganggap kyle tidak akan pernah bisa menjadi hero. kyle tidak memperdulikannya, dia terus berusaha untuk membuktikan dirinya bisa menjadi hero
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon satria satsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kembalinya kyle
6 bulan kemudian, di pagi hari kyle bersiap siap untuk pulang ke kerajaan manusia. Ia mengemasi semua barang barang miliknya
Saat sedang mengemasi barang barangnya, terdengar suara bel dari depan....kyle membukan pintu depan. Ia terkejut saat melihat ada ibunya dan ibunya juga terkejut saat melihat kyle
"Kyle, jadi selama ini kau di moonlight?" tanya ibunya sambil menahan tangis
"Ya, selama 6 bulan ini aku berada di moonlight dan tinggal di kediamannya ibu" jawab kyle dengan jelas
Ibunya kyle langsung memeluknya sangat erat, ia tidak mau anaknya pergi lagi untuk kedua kalinya
Lalu mereka mengobrol diruang tamu
"Tiara sangat khawatir karna mengira kamu sudah tiada" ujar ibunya dengan suara pelan
"Maaf jika membuat kalian khawatir, dan disini aku tahu identitas asliku"
"Aku adalah manusia setengah elf" balas kyle sambil melihatkan telinganya
"Ibu sudah tahu itu sejak lahir, tapi ibu merahasiakannya agar kamu tidak membenci ibu" ucap ibunya sambil menangis
"Untuk apa aku membenci ibu, aku justru bersyukur karna mengandung darah elf" balas kyle sambil tersenyum
Ibunya kyle berhenti menangis setelah mendengar itu dari kyle
"Bagaimana caranya ibu bisa kesini?" tanya kyle dengan nada bingung
"Setiap warga moonlight memiliki liontin yang bisa membuka portal penghubung moonlight dengan kerajaan manusia" jawab ibunya dengan santai
"Apa tiara juga seorang elf?" tanya kyle dengan suara pelan
"Iya, tiara juga seorang elf seperti kita" jawab ibunya dengan jujur
"Bagaimana kehidupan akademi ku ya?" tanya kyle dengan perasaan tidak enak
"Kau dianggap telah tiada di akademi, jadinya besok kau harus ke akademi" jawab ibunya dengan tegas
Tiba tiba tifana keluar dari pedang artefak miliknya kyle, ia melihat ibunya kyle cukup lama
"Apa anda adalah ibunya suamiku?" tanya tifana dengan sopan
"Ya, aku ibunya kyle. Dan apa maksud dari kalimat suamiku?" ucap ibunya kyle
"Dia adalah roh di dalam pedangku dan juga kekasihku"
"Dia menciumku, dalam dunia roh jika seorang roh sudah mencium seseorang berarti mereka sudah jadi sepasang kekasih" balas kyle dengan suara pelan tapi jelas
"Lisia juga sudah punya pacar baru, itu berarti kalian sudah tidak punya hubungan pacar" ujar ibunya
"Ya, aku hanya suka atau lebih tepatnya kagum terhadap lisia, bukan perasaan cinta"
"Tapi aku merasakan perasaan yang lebih dari suka terhadap tifana" balas kyle dengan nada serius
"Apa pun pilihanmu, ibu akan mendukungmu" ucap ibunya
Wajahnya tifana jadi memerah dan malu malu setelah mendengar itu
"Ayo kembali ke kerajaan manusia, tiara sudah menunggumu" ujar ibunya
"Ya, aku akan berpamitan dulu dengan alice" ucap kyle dengan santai
Lalu kyle pergi menemui alice untuk berpamitan
"Alice, aku akan kembali ke kerajaan manusia. Terima kasih untuk 6 bulan ini" ujar kyle dengan jujur
"Ya, semoga saja kau jatuh cinta kepadaku" balas alice sambil tersenyum
"Kurasa aku mulai jatuh cinta kepadamu, tapi tidak lebih banyak dari cintaku ke tifana" ucap kyle
"Aku rela kok jika menjadi istri keduamu" ujar alice sambil melambai ke kyle
Lalu kyle pergi ke tempat portal penghubung kerajaan manusia dengan moonlight, ia melihat ibunya menggunakan sebuah liontin untuk membuka portal tersebut
Setelah portalnya terbuka, kyle dan ibunya masuk ke portal tersebut dan sampai di kerajaan manusia
"Sudah lama sekali ya, aku tidak dikerajaan ini" gumam kyle
"Ayo cepat kembali kerumah, tiara bisa bisa marah karna menunggu terlalu lama" ujar ibunya
"Ya, aku akan kembali kerumah" balas kyle
Lalu kyle dan ibunya pulang kerumah mereka, saat membuka pintu....tiara tak percaya saat melihat kyle ada dihadapannya
"Kakak kembali, aku sangat khawatir dan rindu ke kakak" ucap tiara sambil memeluk kyle dengan erat
"Maaf jika membuatmu khawatir, kakak terjebak di kampung halamannya ibu" ucap kyle
"Seperti apa kampung halamannya ibu?" tanya tiara dengan antusias
"Tempatnya sangat damai dan punya pemandangan yang indah" jawab kyle dengan jelas
"Kakak juga elf ya?apa hanya aku yang manusia biasa?" tanya tiara dengan nada yang polos
"Ya, kakak adalah manusia setengah elf. Dan tiara juga adalah seorang elf utuh seperti ibu" jawab kyle sambil memegang pundak tiara
Lalu kyle pergi ke kamarnya untuk beristirahat dan menaruh barang barangnya, saat sedang berbaring di atas kasur
Tifana keluar dari pedang artefak milik kyle, ia menghampiri kyle sambil terbang
"Apa itu tadi adikmu, kyle?" tanya tifana dengan nada bingung
"Ya, dia adalah adikku dan adik iparmu" jawab kyle dengan santai
"Kyle, ada hal yang ingin kuberitahu kepada dirimu" ujar tifana
"Hal apa yang ingin kau beritahu kepadaku?" tanya kyle dengan perasaan bingung
"Aslinya kekuatanmu adalah kunci primordial ketujuh, dan kekuatanmu akan terus berkembang tanpa batas jika kau punya tekad dan tidak pernah menyerah" jawab tifana dengan jelas
"Siapa saja orang yang menjadi kunci primordial?" tanya kyle dengan serius
"Salah satunya adalah aku, kunci primordial kedua" jawab tifana dengan nada serius juga
Kyle terdiam karna otaknya masih mencerna omongannya tifana
"Bahkan takdir juga merestui hubungan kita" seru tifana sambil tersenyum
"Mungkin kau benar" balas kyle
Tiba tiba tiara masuk ke kamarnya kyle, ia terkejut saat melihat tifana apalagi saat sedang melayang
"Kakak, siapa perempuan itu?" tanya tiara dengan nada kaget
"Dia adalah roh yang ada dalam pedangku, tifana. Dan dia juga adalah kekasihku meski awalnya aku tidak terima" jawab kyle dengan jelas
"Jadi dia adalah kakak iparku?" tanya tiara dengan nada memastikan
"Ya, kuharap kalian bisa akur dan tidak saling membenci" ujar kyle
"Aku tidak akan membencinya, lagian kak lisia juga sudah punya pacar baru" balas tiara sambil tersenyum
"Aku tetap menghargai pilihannya lisia, dan sekarang aku sudah menemukan orang yang kupilih yakni kau, tifana" ujar kyle dengan serius dan jujur
Wajahnya tifana memerah hingga tidak bisa lagi berkata apa apa setelah mendengar itu
"Kak tifana jadi malu malu setelah mendengar ucapannya kakak" ucap tiara sambil menunjuk tifana
"Tifana memang pemalu" balas kyle
"Ibu sudah memasak makanan, ayo kita ke meja makan" ujar tiara
"Ya, aku dan tifana akan segera ke meja makan" balas kyle
"Baiklah" ucap tiara sambil berjalan ke meja makan
"Keluargamu sangat baik dan ramah, kyle" ujar tifana dengan jujur
"Mereka memang mudah akrab dengan orang baru, dan mereka memang baik dan ramah" balas kyle
"Akhirnya aku sudah tidak lagi merasa kesepian" ucap tifana sambil tersenyum
Setelah itu, kyle dan tifana pergi ke meja makan. Mereka sudah ditunggu oleh ibunya kyle dan tiara
"Tifana, apa kau tulus mencintai kyle?" tanya ibunya kyle dengan serius
"Ya, aku tulus mencintainya. Dan aku berjanji akan setia kepadanya" jawab tifana dengan jujur dan serius
"Itulah yang ingin ku dengar" ucap ibunya kyle
"Kak tifana harus sabar dengan sifat kakak, sifatnya kakak agak keras kepala dan tidak peka" ujar tiara sambil tertawa
"Ya, aku akan mengingat omonganmu" balas tifana sambil tersenyum
Kyle hanya bisa diam dan mendengarkan saat sifatnya diberitahu oleh tiara kepada tifana
"Terus, bongkar saja sifatku, tiara" ucap kyle dengan nada kesal
"Meski begitu, kakak itu baik....tulus....dan pantang menyerah" balas tiara sambil membuat kyle tidak marah lagi
"Kyle, kau memang orang yang menarik" ujar tifana sambil tersenyum