Indonesia
NovelToon NovelToon
Resep Terakhir Dari Ibu

Resep Terakhir Dari Ibu

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Setelah kehilangan sang ibu tercinta, Aldo yang kelelahan mencari kerja nekat mendaftar audisi kompetisi memasak bergengsi berbekal resep masakan Nusantara. Perjuangan kerasnya di galeri kompetisi yang kejam akhirnya membawanya menjadi juara, sekaligus mewujudkan impiannya membangun restoran dari nol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"Pilihanmu hanya dua, Danang."

"Minggir dan biarkan aku menyelamatkan tim ini, atau kau terus memasak sampah ini dan kita semua pulang karena kebodohanmu."

Danang menelan ludah dengan susah payah dan perlahan memundurkan langkahnya menjauh dari kompor utama.

Dia tidak punya argumen apa apa lagi karena kenyataannya dia memang sudah gagal total.

Aldo langsung berbalik menghadap ke arah seluruh anggota timnya yang masih mematung bingung.

"Semuanya dengarkan aku baik baik, kita akan merubah total menu kita sekarang juga!" teriak Aldo lantang.

"Rina, kumpulkan semua kentang yang sudah aku kupas dan hancurkan menjadi adonan perkedel."

"Beri bumbu lada, pala, dan daun seledri yang banyak."

"Baik, Aldo. Aku mengerti," jawab Rina dengan semangat yang kembali menyala.

"Ibu ibu, tolong potong salmon yang hancur ini menjadi bagian dadu kecil kecil, jangan ada tulang yang tersisa."

"Lalu untuk Mas Danang, kalau kau masih ingin berguna, bantu aku mencincang bawang merah dan bawang putih sebanyak mungkin sekarang."

Instruksi Aldo keluar dengan sangat cepat, jelas, dan tanpa ada keraguan sedikitpun di nada suarnya.

Anggota tim yang tadinya kehilangan arah kini mulai bergerak lincah mengikuti perintah logis dari Aldo.

"Kita mau membuat apa dengan salmon hancur ini, Aldo?" tanya salah satu anggota pria yang sedang memotong salmon.

"Kita akan membuat Garang Asem Salmon Nusantara," jawab Aldo mantap.

"Kuah santan berbumbu asam pedas dari belimbing wuluh dan tomat hijau akan menyembunyikan tekstur salmon yang hancur."

"Dan rasa asamnya akan menghilangkan semua bau amis yang tersisa."

Semua anggota tim mengangguk kagum mendengar kejeniusan otak Aldo dalam merancang menu penyelamatan darurat.

Aldo kembali menyalakan kompor dengan api besar dan mulai menumis bumbu dasar menggunakan wajan raksasa.

Srenggg.

Aroma bawang, daun salam, lengkuas, dan serai langsung meledak ke udara mengalahkan bau amis yang tadi mendominasi.

Di seberang sana, Kevin yang sedari tadi mengamati keributan Tim Biru hanya bisa mendecakkan lidah kesal.

"Anak gembel itu benar benar merepotkan dan selalu susah untuk mati," gumam Kevin sinis.

Dia kembali fokus pada panggangan daging sapinya dan memastikan bentuk Beef Wellington miliknya sempurna.

"Biarkan saja dia berkreasi, tidak mungkin garang asem murahan bisa mengalahkan truffle mewahku," batin Kevin sombong.

Waktu terus berdetak tanpa ampun dan keringat mengucur deras dari dahi Aldo.

Dia terus mengaduk kuah santan di dalam kuali besar itu dengan spatula kayunya.

Blub blub blub.

Warna kuah garang asem itu terlihat sangat cantik memadukan warna kuning kunyit, hijau tomat, dan putih kemerahan dari daging salmon.

Aldo mengambil sendok sayur dan mencicipi sedikit kuah buatannya tersebut.

"Sedikit lagi garam dan gula aren, rasanya sudah akan seimbang," analisa Aldo sambil menambahkan bumbu.

"Aldo, perkedel kentangnya sudah selesai digoreng semua, jumlahnya pas lima puluh porsi," lapor Rina sambil membawa nampan besar.

"Bagus Rina, kerja yang sangat bagus."

"Sekarang mari kita mulai tahap plating karena waktu kita tinggal sepuluh menit lagi."

Aldo memberikan instruksi pembagian tugas plating bagaikan seorang jenderal yang mengatur posisi pasukannya.

"Dua orang menata nasi putih hangat di tengah mangkuk keramik."

"Dua orang meletakkan perkedel kentang di sisi kanan nasi."

"Rina dan aku akan menuangkan kuah garang asem salmon ini langsung ke atas nasinya."

Tim Biru kini bergerak dengan ritme yang sangat harmonis dan bebas dari kepanikan.

Kerja sama mereka yang terbentuk dari rasa putus asa justru menghasilkan sinergi dapur yang sangat luar biasa.

"Lima menit terakhir, pastikan pinggiran mangkuk kalian bersih dari noda kuah!" teriak Aldo memimpin pasukannya.

Mereka semua mengelap pinggiran mangkuk keramik putih itu dengan kain basah secara hati hati.

"Tiga menit."

"Dua menit."

"Satu menit."

Teeet.

Sirine panjang kembali meraung menandakan waktu memasak selama dua jam telah resmi berakhir.

"Angkat tangan kalian dan menjauh dari meja!" teriak Chef Renata dari podium.

Aldo mengangkat tangannya dengan nafas yang terengah engah sambil menatap lima puluh mangkok di depannya.

Mangkok mangkok itu berisi garang asem salmon yang mengepulkan asap wangi luar biasa ke udara.

Rina yang berdiri di sebelahnya langsung menangis haru dan memeluk lengan Aldo dengan sangat erat.

"Kita berhasil menyelesaikannya tepat waktu, Aldo. Terima kasih banyak," isak Rina.

Aldo tersenyum tipis dan membiarkan Rina memeluk lengannya sejenak.

"Tugas kita di dapur sudah selesai, Rina."

"Sekarang tinggal nasib kita yang akan ditentukan oleh lidah para kritikus kejam di ruang makan sana."

Pertempuran pertama antara barat dan Nusantara akan segera diuji di atas meja makan yang sesungguhnya.

1
lutfi lutfi
sukses lanjutkan
ceuceu
Tamat thor?
yah deh berpisah dgn cerita yg bagus penuh insfiratif
kiyoe: iyaa kak huhuhu
total 1 replies
ceuceu
Alhamdulillah aldo sukses😍
kayra lubna
Mantapp 👍
kayra lubna
Terimakasih banyak author....semangat selalu untuk berkarya💪
kiyoe: Terimakasih kak atas support nya 🙏
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat, terus semangat dan terus berkarya Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni sehat selalu kak heni🙏
total 1 replies
Was pray
yeee kalau sonu beneran pulang kamu udah ko'it Aldo... hutang nyawa Doni sama kamu udah lunas
ceuceu
Alhamdulillah tumbang jg kesombongan hendrik
kiyoe: hehehe iya Alhamdulillah
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: Terimakasih kak Heni yang terus selalu mensupport karya saya 🙏
total 1 replies
ceuceu
Terimakasih cray up nya thor
ceuceu
Alhamdulillah kevin kalah telak
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
Was pray
hancur sempurna? berarti hancur lebur kah?
Was pray
waktu yg disediakan panitia empat jam tapi Aldo dalam roses pengasapan butuh waktu lima jam. berarti waktunya gak cukup dong .. 😱
Was pray
itulah hidup Aldo , harta warisan yg kau banggakan akan jadi senjata makan tuan karena dipamerkan ke orang lain yg jadi sainganmu yg berjiwa licik
ceuceu
Duh ikutan tegang.
pertarungan taruhan antara hidup dan mati restoran lestari
Adelina Lin
thor, jadikan Aldo pemenangnya, buat keluarga Wijaya dan koki bayarannya merasakan malu didepan umum
Heni Setiyaningsih: harus dong k👍
total 1 replies
Was pray
kecerdasan mu lumayan meningkat Aldo,otakmu tetap dingin disaat hatimu panas ,tidak mengadili dengan gegabah, mencari sebab dari sebuah baru menyimpulkan dan mengambil tindakan
Was pray
ego pribadi yg berbicara saat kerja adalah awal dari kehancuran
Adelina Lin
thor jangan sampai buku resepnya ibu Aldo dicuri bunglon, kasihan aldonya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!