Indonesia
NovelToon NovelToon
Jenderal Langit : Terbangun Di Benua Dewa

Jenderal Langit : Terbangun Di Benua Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyeberangan Dunia Lain / Identitas Tersembunyi / Fantasi Timur
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Update 5 bab dijam yang sama 12.00 WIB.


Vano Andrian, seorang aktor muda berbakat yang baru berusia dua puluh satu tahun, tewas tragis setelah meminum air beracun yang diberikan oleh kru setianya. Kematian akibat pengkhianatan itu membawanya melintasi dimensi ke Benua Dewa.


Di dunia kultivasi tersebut, jiwanya merasuki tubuh Gu Yan-Zhi, seorang pemuda lemah yang baru saja dibantai oleh sepupunya sendiri. Terperangkap dalam raga asing dengan Dantian yang tersegel rapat, Vano harus bangkit melawan takdir kejam. Berbekal insting tempur modern dan aliansi tak terduga dengan makhluk mitos, akankah Vano menuntut balas atas penderitaan Gu Yan-Zhi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Transaksi di Paviliun Kuali Hitam dan Racikan Pil Sempurna

Koin batu spiritual kualitas menengah yang berkilau di atas meja kayu resepsionis memantulkan cahaya temaram dari lampu minyak yang tergantung di sudut lobi Paviliun Kuali Hitam. Pelayan paruh baya berbadan bungkuk itu menatap koin-koin tersebut dengan mata berbinar, lalu dengan cepat menyapu koin-koin itu ke dalam genggamannya sebelum siapa pun di sekitar mereka sempat melirik.

Sikap pelayan itu berubah seratus delapan puluh derajat; dari yang tadinya acuh tak acuh dan penuh kecurigaan, kini ia membungkuk hormat hingga hampir menyentuh lantai, memperlihatkan rasa takzim yang dipicu oleh kekayaan instan.

"Ah, Tuan muda benar-benar seorang dermawan yang tahu cara menghargai kenyamanan dan informasi!" bisik pelayan itu dengan nada antusias namun tetap berhati-hati agar tidak terdengar oleh tamu lain di sudut ruangan. "Dua kamar terbaik di lantai tiga dengan pemandangan langsung ke arah dermaga rawa akan segera disiapkan untuk Anda dan pengikut Anda. Mengenai permintaan kedua Anda... pertemuan dengan pengelola pasar gelap alkimia, Tuan Gu telah datang ke tempat yang paling tepat."

Gu Yan-Zhi tetap memasang ekspresi datar, tangannya bersidekap di dada sementara pandangannya mengawasi setiap gerak-gerik pelayan tersebut. "Jangan bicara terlalu banyak. Siapkan kamarnya sekarang, dan atur agar pengelola pasar gelap itu menemuiku di ruang privat lantai tiga dalam waktu satu jam."

"Baik, Tuan! Perintah Anda adalah hukum di sini," jawab pelayan itu sambil membungkuk sekali lagi, lalu bergegas memanggil dua pelayan muda untuk membantu membawakan barang bawaan Gu Chen dan membimbing rombongan kecil itu menuju kamar mereka.

Beberapa saat kemudian, di dalam ruangan privat lantai tiga Paviliun Kuali Hitam yang cukup luas dan bersih dari kelembapan rawa, Gu Yan-Zhi duduk bersila di atas ranjang bambu berukir. Di hadapannya, Gu Chen berdiri siaga di dekat jendela yang menghadap langsung ke arah lampu-lampu temaram dermaga rawa, sementara Gu Ruoxi sedang menata beberapa botol giok kecil di atas meja kayu bundar.

Hu Yijie melompat ke atas meja, mencium-cium tutup botol giok tersebut dengan hidungnya yang basah. Tuan, apakah kita benar-benar akan menjual pil ramuan racikan tingkat rendah di tempat kumuh ini? Bukankah formula dari Kitab Pembalik Langit itu terlalu berharga jika hanya diperdagangkan di pasar gelap rendahan? tanya Hu Yijie melalui telepati.

Gu Yan-Zhi melirik anak singa putih itu, lalu tersenyum tipis. "Yijie, di dunia kultivasi, emas murni tidak akan memiliki nilai jika tidak ada pasar yang mau menukarnya dengan batu spiritual. Kita membutuhkan modal finansial yang stabil dan jaringan informasi yang luas untuk melacak pergerakan faksi-faksi besar di Benua Dewa. Penjualan pil tahap awal ini adalah batu loncatan pertama kita."

Tidak lama kemudian, terdengar ketukan pelan di pintu kayu kamar privat.

Tok... tok... tok.

Gu Chen segera melangkah mendekati pintu dan membukanya perlahan. Di ambang pintu, berdiri seorang pria paruh baya bertubuh kurus kering dengan jubah abu-abu longgar dan janggut tipis yang dirapikan rapi. Matanya kecil namun memancarkan kilatan kecerdasan yang tajam. Di belakangnya, berdiri dua pengawal pribadi berbadan tegap dengan pedang terselip di pinggang.

Pria paruh baya itu adalah Tuan Mo, salah satu pengelola senior dan penilai utama di jaringan pasar gelap alkimia Kota Rawa Tersembunyi.

Tuan Mo melangkah masuk ke dalam ruangan, mengedarkan pandangannya sekilas untuk menilai situasi, lalu tersenyum ramah sambil menangkupkan kedua tangannya ke arah Gu Yan-Zhi.

"Salam, anak muda yang terhormat. Pelayan di bawah mengatakan ada seorang tamu terhormat yang ingin menawarkan pil obat berkualitas tinggi di pasar gelap kami," ucap Tuan Mo dengan suara serak khas orang tua. Ia duduk di kursi kayu berhadapan langsung dengan Gu Yan-Zhi tanpa diundang, menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi sebagai penguasa lokal. "Nama saya Mo Fan, orang-orang biasa memanggil saya Tuan Mo. Bolehkah saya melihat sampel pil yang ingin Anda tawarkan?"

Gu Yan-Zhi tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia memberi isyarat kepada Gu Ruoxi, yang langsung mendorong sebuah botol giok putih kecil ke hadapan Tuan Mo.

Tuan Mo mengerutkan keningnya penasaran. Ia meraih botol giok tersebut, membuka tutupnya, dan mengibaskan tangannya pelan di atas mulut botol untuk menghirup aroma yang keluar dari dalam wadah.

Seketika itu juga, mata Tuan Mo yang tadinya menyipit melebar sempurna. Seluruh tubuhnya sedikit bergetar kaget saat aroma herbal yang begitu murni, segar, dan sama sekali tidak memiliki bau sisa kotoran (impurities) menyengat indra penciumannya.

"Ini... ini..." Tuan Mo menelan ludahnya susah payah. Dengan hati-hati, ia menuangkan sebutir pil berwarna keperakan seukuran biji kedelai ke atas telapak tangannya. Permukaan pil itu memancarkan kilau halus berbentuk pola riak air, dengan tingkat kemurnian yang hampir mencapai sembilan puluh persen!

"Ini adalah Pil Pembersih Meridian Tingkat Menengah," ucap Gu Yan-Zhi akhirnya membuka suara, nada bicaranya tenang namun penuh wibawa. "Meskipun ini dikategorikan sebagai tingkat menengah, teknik pemurnian yang aku gunakan menghilangkan seratus persen racun residu herbal yang biasanya tertinggal pada pil buatan alkemis biasa. Siapa pun yang mengonsumsinya dapat menerobos hambatan meridian tanpa rasa sakit atau risiko kerusakan jalur Qi."

Tuan Mo menatap pil di telapak tangannya seolah-olah ia sedang memegang harta karun paling berharga di dunia. Di Kota Rawa Tersembunyi, pil dengan kemurnian sempurna seperti ini adalah barang langka yang hanya bisa ditemukan di lelang rahasia faksi-faksi raksasa di pusat kekaisaran, bukan di pasar gelap pinggiran rawa!

"Luar biasa... benar-benar karya seorang master alkimia agung!" puji Tuan Mo dengan nada takjub yang tidak bisa ia sembunyikan lagi. Ia menatap Gu Yan-Zhi dengan pandangan yang kini dipenuhi rasa hormat yang dalam. "Tuan muda, maafkan kelancangan saya sebelumnya. Berapa banyak pil dengan kualitas seperti ini yang Anda miliki, dan apa syarat kerja sama yang Anda inginkan?"

Gu Yan-Zhi tersenyum penuh kemenangan. Langkah pertama untuk menancapkan pengaruh di dunia bawah tanah Benua Dewa telah berjalan mulus sesuai rencana.

1
Siskasuryaningsih
bapak mu piye nang? bok no tinggal ta?
ᵣₕyₜₕₘ.ₒf.ᵣₐᵢₙ: 😂😂lha harus gimana kak?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!