Velia diperlakukan dingin oleh suaminya, Kael setelah menikah. Belum sempat mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan dirinya malah mendapati Kael mengkhianati dirinya.
Dalam semalam, Kael menunjukkan sifat aslinya membuat Velia tak tahan dan mengakhiri hidupnya. Namun, Velia justru terbangun di masa lalu dimana dirinya belum mengenal Kael sama sekali. Pada kehidupan yang sekarang, wanita itu bertekad untuk menjauhi segala hal yang berhubungan debgan Kael. Apakah gadis itu berhasil mengubah takdir? atau justru menempuh jalan yang sama?
cr cover: https://pin.it/5RJgxu4Ex :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rheaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MTC 10
"Jangan sekarang, Gaby," jawab Kael, masih belum menyadari kehadiran Nara.
"Kau akan ke tempatku lagi malam ini, kan?" tanya Gaby sambil memainkan telunjuknya di dada Kael.
"Tentu saja. Tidak ada yang bisa melayaniku sebaik dirimu, Sayang," jawab Kael kemudian melingkarkan tangannya di pinggul Gaby.
Nara yang mendengar percakapan itu merasa jijik. Bagaimana tidak, kebusukan pria itu terbungkus rapi dalam wajah yang terlihat seperti orang baik. "Ini benar-benar menjijikkan!" batin Nara sambil menutup mulutnya dengan tangan kemudian mengendap-endap dari tempat itu, agar kehadirannya tidak diketahui oleh dua sejoli itu.
Di sisi lain Velia yang sedari tadi fokus pada komputernya tiba-tiba diserang oleh rasa kantuk yang membuatnya langsung berjalan masuk ke pantry.
Saat sedang menuangkan kopi sachet ke dalam gelasnya, namun kemunculan Nara yang tiba-tiba mencuri perhatiannya. "Nara? Cepat sekali," gumam Velia, matanya masih melirik ke arah Nara yang berjalan dengan terburu-buru menuju meja kerjanya.
Velia langsung menghampiri Nara, dengan sebelah tangannya menenteng cangkir kopi. "Nara? Kenapa cepat sekali?" tanya Velia sambil sesekali menyeruput kopinya.
"Ti–tidak, selera makanku tiba-tiba saja hilang," jawab Nara, wajahnya sedikit pucat seolah habis menyaksikan sesuatu yang buruk.
"Pasti ada sesuatu yang terjadi. Aku hampir tidak dapat memprediksi apapun, kurasa tindakanku telah merubah masa depan sedikit demi sedikit. Mulai dari kepindahan Kael yang terjadi enam bulan lebih cepat dari sebelumnya," batin Velia seraya menatap Nara dalam diam.
Waktu terus berjalan, Velia berusaha terus mengingat apa yang terjadi di masa lalu. Pikiran wanita itu melayang di udara, membuatnya tak menyadari waktu telah menunjukkan pukul 5 sore. "Mobilmu masih di bengkel, kan?" tanya Nara sambil merapikan barang-barangnya.
"Y–ya, mungkin ayah akan mengambilnya sebentar," jawab Velia terbata-bata.
"Nona Velia, maaf jika ini sangat mendadak. Tapi ada dokumen yang harus kau periksa," ujar Kael yang tiba-tiba muncul.
Velia mencengkeram erat tali tasnya, "Kau pasti sengaja menahanku di sini," batin gadis itu.
"Baik, saya akan menyelesaikannya besok pagi, Pak," jawab Velia menerima flashdisk yang diberikan Kael.
"Tidak, saya ingin malam ini. Saya akan menunggu," ujar Kael kemudian pergi ke mejanya.
"Sial! Bagaimana bisa aku luluh dan menikah dengannya dulu?!" pikir Velia, tangannya meremas flashdisk itu.
"Aku mulai merindukan wakil manager kita yang lama," ucap Nara pelan nyaris tidak terdengar.
"Pulanglah lebih dulu, Nara. Aku harus menyelesaikan ini," pinta Velia lalu kembali duduk ke kursinya. Wanita itu kembali mengaktifkan komputernya dan membuka dokumen itu dalam diam, namun hatinya terus mengumpat sejak Kael menahannya untuk lembur.
"Tidak. Aku akan menunggu," tolak Nara kemudian kembali menjatuhkan dirinya ke kursi sambil bermain ponsel.
Dua jam telah berlalu, mata Velia memeriksa baris demi baris dokumen yang diberikan Kael dengan saksama. Tangannya mencengkram erat mouse, "Sial! Tidak ada yang salah dengan dokumen ini! Jadi kau benar-benar ingin bermain denganku, Kaelion? Akan ku tunjukkan kalau kau memilih lawan yang salah,"
Di sisi lain, Kael menatap Nara dengan tajam. "Kenapa pengganggu ini masih belum pergi juga?!" pikirnya seraya mencengkeram mouse seolah ingin menghancurkannya.
"Pak," sahut Velia sudah berada di samping Kael.
Wanita itu mengembalikan flashdisk pada pria itu, "Tidak ada yang bermasalah pada dokumen ini. Saya sudah memeriksanya satu persatu,"
"Kau yakin? Bagaimana jika kau periksa sekali lag—"
"Saya sudah memeriksanya tiga kali, Pak. Dan saya tidak menemukan sesuatu yang salah," potong Velia sedikit menundukkan kepalanya.
"Kael! Kenapa lama sekali?" ucap seorang wanita yang tiba-tiba saja sudah berada di ambang pintu.
kirain Nara juga dapet jodoh...
apa yg kau tabur itu yg kau tuai
itulah yg kau dapet dari bales dendam
tapi apa keil jahat,semua dr sudut pandang seseorang bukan?
kalau kita ngalamin seperti dia kira kira masih bisa waras ga?
semoga keil juga bisa berdamai dengan hidup nya ya thoor..
semua punya luka atau alesan untuk membenarkan segalanya bukan?
tapi sekali lagi,hidup ada sebuah pilihan
mau jadi baik atau tidak
mang laki laki jahaaat😭😭
risikonya jadi penggoda kan begini
jadi...pikir baik baik, sesuatu yg mudah berpaling akan mudah berpaling lagi untuk kesekian kalinya