Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Dianggap Miskin

Pembalasan Istri Yang Dianggap Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami
Popularitas:61k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.

Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.

Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.

Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.



Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.

"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Grizla berdiri mematung di bawah lampu jalan yang berkedip redup, napasnya memburu karena emosi.

Ia mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. Ia mencari kontak "Siska" di buku teleponnya.

Ia segera mengetikkan kata kunci "⁶u. Begitu nama Siska muncul, ia segera menekan tombol panggil.

"Halo, Nyonya Grizla?" suara Siska terdengar sigap di seberang sana.

"Siska, jemput aku sekarang," suara Grizla terdengar dingin.

"Nyonya? Ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan Tuan Antonio?" tanya Siska khawatir.

"Dia meninggalkan ku di pinggir jalan daerah Senayan. Jangan banyak tanya, cepat jemput saya dengan mobil yang biasa. Dan Siska... pastikan tidak ada orang lain yang tahu soal ini, terutama Antonio."

"Baik, Bu. Saya meluncur sekarang. Sepuluh menit lagi saya sampai di titik koordinat yang Ibu kirimkan."

Grizla menutup telepon. Ia menatap ke arah jalanan yang kendaraan yang terus berlalu lalang.

Sebuah seringai pahit menghiasi wajahnya. Antonio selama ini memandangnya rendah, menganggapnya sebagai istri yang hanya bisa menghabiskan uang, wanita pengangguran.

Antonio sama sekali tidak tahu bahwa di balik kesabaran Grizla selama ini, ia adalah pemilik sah dari perusahaan properti besar yang dikelola Siska di belakang layar.

Sambil menunggu, Grizla melepas sepatu hak tingginya, ia merasa sesak dengan kepura-puraan selama ini.

Tak lama, sebuah SUV mewah berhenti tepat di depan Grizla. Kaca jendela turun, memperlihatkan wajah Siska yang tampak cemas.

"Nyonya, mari cepat masuk," ucap Siska sembari membukakan pintu.

"Bawa saya ke penthouse pribadi, Siska. Aku tidak mau pulang ke rumah itu untuk sementara waktu," ujar Grizla dengan nada tegas saat ia masuk ke mobil.

"Baik, Nyonya. Apa Ibu ingin memecat Tuan Antonio di perusahaan?" tanya Siska tenang, seolah ini bukan hal pertama yang mereka bicarakan.

Grizla menatap ke luar jendela, matanya menyipit penuh tekad. "Jangan sekarang. Biarkan dia menikmati jabatan yang dia banggakan itu. Aku ingin melihat seberapa jauh dia bisa bertahan tanpa ku."

Mobil melaju membelah malam, membawa Grizla menjauh dari sandiwara pernikahan yang selama ini ia jalani.

Antonio tidak tahu apa yang baru saja ia lepaskan malam ini, seorang wanita yang selama ini memegang kendali atas hidupnya tanpa ia sadari.

SUV mewah itu melaju membelah jalanan yang ramai. Di dalam kabin terasa sunyi.

Siska sesekali melirik dari kaca spion tengah, menatap atasannya yang kini bersandar lemas di kursi penumpang, menatap kosong ke arah deretan gedung pencakar langit.

"Nyonya tidak apa-apa?" Siska akhirnya memberanikan diri membuka suara. "Ada air hangat di konsol tengah kalau Nyonya butuh."

Grizla mengembuskan napas panjang, meraih botol air yang dimaksud, lalu meminumnya sedikit. "Aku baik-baik saja, Siska. Hanya... sedikit tidak menyangka kalau Antonio bisa bertindak sejauh ini."

Siska mencengkeram kemudi lebih erat. "Maaf kalau saya lancang, Nyonya. Tapi menurut saya, Pak Antonio sudah keterlaluan. Dia tidak tahu siapa Nyonya yang sebenarnya. Dia pikir Nyonya hanya..." Siska menggantung kalimatnya, tidak enak hati.

"Hanya wanita pengangguran yang menumpang hidup padanya, kan?" Grizla menyambung dengan senyum sinis.

"Ya, selama tiga tahun ini aku memang sengaja menyembunyikan identitasku. Aku ingin dicintai sebagai Grizla, bukan sebagai pemilik tunggal perusahaan. Tapi ternyata, kesederhanaan yang kupilih justru menjadi senjatanya untuk menginjak-injakku," katanya lirih

Grizla mengingat kembali bagaimana ibu mertuanya dengan angkuh melemparkan tatapan jijik padanya, mengkritik masakan, bahkan menuntut agar Grizla mencuci baju-bajunya dengan tangan.

Antonio? Lelaki itu hanya diam, bahkan ikut menyalahkan Grizla jika ibunya mengeluh.

"Lalu, apa rencana Nyonya sekarang? Rumah mewah Nyonya sudah lama dibersihkan dan siap ditempati kapan saja. Tapi malam ini, kita ke penthouse sesuai perintah Nyonya," kata Siska seraya membelokkan mobil memasuki kawasan apartemen elit di pusat kota.

"Biarkan dia kebingungan mencari istrinya yang tidak punya tempat tinggal ini," jawab Grizla dingin. "Dia pikir setelah membuangku di jalan, aku akan menangis, mengemis memohon maaf, lalu pulang naik taksi online dengan sisa uang di dompetku?"

Mobil akhirnya berhenti di lobi privat penthouse. Siska dengan sigap turun dan membukakan pintu untuk Grizla.

Begitu mereka naik ke lantai teratas menggunakan lift khusus, pintu terbuka menampilkan ruangan luas dengan desain modern-klasik yang sangat elegan.

Dinding kaca besar menyuguhkan pemandangan lampu kota yang gemerlap, pemandangan yang jauh lebih mewah daripada rumah minimalis yang ia tinggali bersama Antonio.

Grizla melempar tasnya ke atas sofa beludru, lalu berjalan mendekati dinding kaca.

Drrt... Drrt...

Ponsel di dalam tas Grizla bergetar. Siska mengambilnya dan melihat layar. "Nyonya, Pak Antonio menelepon."

Grizla tidak berbalik. "Biarkan saja. Jangan diangkat."

Di seberang sana, Antonio mungkin baru saja tiba di rumah, menyadari egonya terluka, atau mungkin... dia hanya ingin memastikan apakah istrinya yang "miskin" itu sudah telantar di jalanan.

"Siska," panggil Grizla, memecah keheningan dengan suara yang kini terdengar sangat berwibawa, sangat berbeda dengan sosok istri penurut beberapa jam lalu.

"Ya, Bu?"

1
Cicih Sophiana
keham sekali Grizel... 🫢
Cicih Sophiana
wah Antonio mau hancur kok gak semangat🫢😀
Cicih Sophiana
ketawa aja Yg kencang Grizla... aq temenin yah 😂😂😂
Cicih Sophiana
kejam sekali dikau Grizla...😀😂😂😂
Cicih Sophiana
knp yah masih banyak mertua kere yg sombong... gak ada sayang sayang nya coba klo anak perempuan nya di gituin mau nggak..
Cicih Sophiana
sebentar lg juga nyungsep tuh Antonio... 😂😂😂
Cicih Sophiana
lama lama Antonio jadi gila...
Cicih Sophiana
😂😂😂😂😂 ternyata di rumah nya makan TEMPE lagi 🫢
Cicih Sophiana
tempe goreng dan tumis kangkung Antonio...enak tuh🫢😂😂
Cicih Sophiana
kopi sore untuk othor... semangat 💪
Cicih Sophiana
mertua licik... so kaya pula
Cicih Sophiana
orang susah aja so kaya so hebat...
Cicih Sophiana
tuh ibu mu dan ade mu klo mau di marsh marahin... mereka kan yg menghambur hambur kan uang mu Antonio...
Cicih Sophiana
ya udah pecat aja dia Griz... buat apa jg dia orang yg tdk berguna
Cicih Sophiana
Grizla sekarang menjadi pelampiasan kemarahan si kutu kupret Antonio
Cicih Sophiana
ya tekan terus Grizle biar jadi gila si Antonio nya....
Cicih Sophiana
Bu Widya tunggu aja kehancuran nya... yg sabar ya bu nunggu nya🫢😀
Cicih Sophiana
kasian nyonya Widia hati dan mata nya buta...
Cicih Sophiana
istri yg pintar..😂
Cicih Sophiana
biar dia rasa... di rumah dia slalu merendah kan istri nya... sekarang biar dia rasa di rendah kan orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!