Pembalasan Istri Yang Dianggap Miskin

Pembalasan Istri Yang Dianggap Miskin

1

Grizla duduk di kursi sambil menyisir rambut hitamnya yang bergelombang dengan pelan.

Hidupnya kini sangat berbeda jauh dengan kemewahan rahasia yang ia miliki.

Kamar tidur yang ditempatinya saat ini sangat sederhana, sebuah rumah yang dibeli suaminya dengan cicilan.

​Ia sengaja merahasiakan kemewahannya demi sebuah kata, ketulusan.

​"Siska, dua hari lagi adalah anniversary-ku dan Mas Antonio yang ke-3 tahun. Aku ingin menyiapkan kado spesial untuknya dan mengangkatnya menjadi CFO. Selama ini dia menjadi manajer, aku ingin memberinya yang terbaik. Bagaimana menurutmu?" tanya Grizla melalui telepon yang di sampingnya, sembari meletakkan sisirnya.

​"Tapi Nyonya... Anda tahu sendiri bagaimana sikap keluarga suami Anda selama ini. Mereka tidak menyukai Anda. Ibu mertua Anda bahkan menganggap Anda hanya menumpang hidup," jawab Siska di seberang telepon terdengar ragu.

​Siska adalah orang kepercayaan Grizla di perusahaannya. Di mata publik dan media bisnis, Siska lah sang CEO berdarah dingin yang memimpin perusahaan bertangan besi.

Padahal, Siska hanya menjalankan perintah dari balik layar yang di gerakkan langsung oleh Grizla.

Sementara Suaminya, Antonio adalah staf biasa di perusahaannya lalu ia angkat menjadi manager dalam diam. Pertemuan mereka yang tidak sengaja saat liburan membuat mereka saling jatuh cinta.

Ia menyembunyikan identitasnya demi bisa bersama Antonio yang ia hanya ingin dicintai sebagai Grizla, bukan sebagai pemilik tunggal perusahaan. Ia ingin merasakan hidup menjadi wanita biasa, yang jauh dari kemewahan.

​Grizla menghela napas lembut, senyumnya tidak pudar. "Tidak apa-apa, Siska. Asalkan suamiku mencintaiku sepenuh hati, itu sudah lebih dari cukup untukku."

"Nyonya, maaf jika saya lancang, tapi apakah Tuan Antonio benar-benar tidak tahu siapa Anda sebenarnya? Mengangkat seseorang langsung menjadi CFO dari posisi manajer menengah tanpa latar belakang yang kuat di perusahaan kita... itu akan memicu desas-desus, Tuan Antonio juga baru 2 tahun ini naik jabatan menjadi Manager. Ditambah, tabiat ibunya..." Siska tidak melanjutkan ucapan karena khawatir takut menyinggung Grizla.

​"Mas Antonio pria yang baik, Siska. Dia bekerja keras. Gajinya sebagai manajer selama ini habis untuk membayar cicilan rumah ini, biaya makan kami sehari-hari, dan sebagian besar di beri untuk membantu ibunya dan adiknya. Jika aku naikkan dia menjadi CFO di salah satu anak perusahaan kita, gajinya kan jadi jauh lebih besar. Dia tidak perlu sefrustrasi ini setiap akhir bulan," jawab Grizla dengan tulus.

"Nyonya, Anda sangat tulus mencintai Tuan Antonio. Anda bahkan rela membuang kemewahan yang Anda miliki dan menahan sikap ibunya demi bisa bersama dengannya," puji Siska datar.

Grizla tersenyum. "Aku hanya ingin melihat perjuangan pria sejati, yang memperjuangkan orang yang benar-benar ia cintai, aku ingin merasakan menjadi wanita di luar sana, wanita biasa tanpa kemewahan, wanita yang di perjuangkan secara mati-matian."

​Siska menghela napas di ujung telepon. "Baiklah jika begitu, Nyonya. Saya akan segera menyiapkan berkas pengangkatannya dan mengatur agar surat keputusan itu keluar tepat di hari anniversary Anda."

​"Terima kasih, Siska. Aku tahu aku selalu bisa mengandalkanmu."

​"Sama-sama, Nyonya. Sudah tugas saya."

Sambungan telepon terputus. Grizla baru saja hendak berdiri dari kursinya. Tiba-tiba saja pintu kamarnya digebrak dari luar tanpa sopan santun.

​BRAK!

​"Grizla! Sudah jam begini rumah kok belum rapi? Kamu ini istri atau patung pajangan?!"

​Suara kasar itu milik Widya, ibu mertuanya yang datang menginap sejak tiga hari lalu dengan alasan rindu anak lelaki tunggalnya.

Tanpa menunggu izin, Widya langsung melangkah masuk, diikuti oleh Tari, adik kandung Antonio yang sibuk mengunyah camilan.

​Grizla langsung mengubah ekspresi wajahnya, kembali menjadi sosok istri yang penurut dan menyembunyikan tatapan tajamnya. "Maaf, Ibu. Grizla baru selesai bersiap. Ini mau langsung ke dapur."

​Widya berkacak pinggang, matanya melihat kamar tidur yang bersih itu dengan pandangan mencari kesalahan.

 "Bersiap untuk apa? Bersolek? Mau tebar pesona ke siapa kamu? Suamimu itu dari subuh sudah berangkat kerja, cari uang demi sesuap nasi untuk memberi makan mulutmu itu!" katanya dengan ketus.

​"Ibu, Mas Antonio tadi subuh ada rapat darurat di kantornya," jawab Grizla menjelaskan

​Tari, sang adik ipar, ikut campur sambil melihat-lihat meja rias Grizla. "Halah, Mbak Grizla. Bilang aja malas. Lihat nih, kosmetiknya aja murah-murah begini. Malu-maluin kalau jejeran sama temen-temen sosialita Mama. Mas Antonio itu ganteng, kariernya bagus. Harusnya dapet istri minimal setara, atau sesama teman kantor, bukan perempuan nggak jelas yang kerjanya cuma nunggu jatah bulanan."

​Grizla melirik botol-botol kosmetik di mejanya. Itu adalah botol kosmetik murah yang sengaja ia isi dengan krim perawatan khusus senilai ribuan dolar yang diracik dokter pribadinya dari Swiss.

​"Tari, kecantikan tidak selalu diukur dari harga kosmetik, tapi dari hati dan dan perkataan yang sopan," kata Grizla pelan.

​"Heh! Berani kamu menceramahi anak ku?!" bentak Nyonya Widya, jarinya menunjuk tepat di depan wajah Grizla. "Aku di beri tahu sama Antonio kalau dua hari lagi itu ulang tahun pernikahan kalian. Dan aku sudah memutuskan, tidak ada perayaan bodoh. Uang bonus Antonio bulan ini harus dipakai untuk membelikan Tari mobil baru untuk kuliahnya!"

​Grizla menarik napas dalam-dalam. "Tapi Ibu, Mas Antonio sudah berjanji kita akan makan malam berdua untuk anniversary."

​Nyonya Widya tertawa sinis, terdengar sangat meremehkan. "Makan malam berdua? Membuang-buang uang Antonio saja! Lebih baik uangnya untuk masa depan Tari. Kamu itu kalau tidak bisa menghasilkan uang, minimal jangan jadi beban yang merongrong dompet anak ku! Sadar diri, Grizla. Kamu itu cuma beruntung dinikahi Antonio! Bahkan di rumah anakku ini saja kau numpang!"

"Anda salah besar Buk, setelah menikah, walau pun rumah ini di bayar oleh Antonio sendiri, tapi ini adalah termasuk harta gono gini, rumah ini bukan di miliki anak ibu sendiri," kata Grizla dengan tegas.

"Enak aja, anakku sendiri yang capek-capek kerja, malah kau bilang harta bersama? Kau itu cuma numpang aja di rumah ini, makan gratis, kerjaannya cuma ngabisin duit anakku!"

​Setelah meluapkan amarahnya, Nyonya Widya berlalu pergi sambil menghentakkan kaki, diikuti Tari yang sempat menjulurkan lidahnya mengejek Grizla.

"Udah nggak punya penghasilan! Mandul lagi, dasar wanita cacat! Mantan Antonio 10 kali lipat lebih baik dari mu!" makinya dengan ketus sambil melangkah menjauh.

Grizla sudah cek kesuburan, dan ia sangat sehat, sementara kesehatan Antonio mengalami infertilitas (ketidaksuburan). Tapi Grizla tidak mengatakan masalah itu pada, Antonio dan menyembunyikan tes tersebut.

Grizla menatap kepergian mertuanya itu dengan tatapan menyipit. "Hm... Dasar orang tua. Asal Anda tahu, Mas Antonio menjadi manager karena aku, aku bisa saja mengembalikan anak ibu ke stelan pabrik," dengus Grizla pelan.

Terpopuler

Comments

Ambu Rinddiany Thea

Ambu Rinddiany Thea

hadiiiir ka leeeesss , waaaah ini nih yg d tunggu2 pemeran cewe yg badas tegar kuat , 🥰🥰💪🏻

2026-07-02

1

Night Watcher

Night Watcher

coba mampir Less..
termasuk fans setia yg sllu ngungguin tulisanmu🤭🤭

2026-07-05

0

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

hadir thor...

2026-08-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!