Indonesia
NovelToon NovelToon
Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Hutang budi membuat Pria setengah baya itu lupa pada gadis belia yang dulu menolongnya saat pingsan dalam melaksanakan tugas. Bertahun-tahun ia mencari, hingga akhirnya ia menemukan gadis itu dan menjodohkannya dengan 'putranya', Letnan Julang Wengkar (Elang), perwira muda yang gagah, berani, dan namanya di kenal kemiliteran.

Namun takdir punya jalan yang tak terduga. Di balik kesediaan gadis itu menerima perjodohan, tersimpan rahasia yang selama ini ia pendam dalam diam.. Hatinya bukan untuk Elang. Ia justru mencintai Letnan Dante, sahabat Elang sendiri.. Juga 'putra' dari mendiang sahabat Pak Riegan semasa muda dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Penyelesaian masalah ini.

Cherry gemetar. Ia sama sekali tidak berani menatap wajah Bang Dante yang terus menyorotinya dengan pandangan tajam menusuk.

"Cherry nggak tau, Shanli dapat alamat ini darimana. Dia datang mengetuk pintu lalu bilang lapar. Shanli bilang memang dari pagi dia sedang mengidam pengen tidur di hotel. Tapi nggak mau di temani siapapun karena memang dia pengen tempat tidur yang ada kelopak bunganya dan juga bucket uang." Jawab Cherry.

Wajah Bang Elang seketika merah meradang mendengarnya. Ia menatap Shanli tak kalah tajam.

"Dimana uangnya??" Tanya Bang Dante karena ia melihat bucket uang itu hanya tersisa kerangkanya saja.

Shanli diam, tubuhnya tak kalah gemetar.

"Jawab atau saya lempar kau dari sini..!!!" Ancam Bang Dante.

"Danteee.. Bukan begitu cara menekan perempuan..!!!" Tegur Bang Elang.

"Jadi bagaimana?? 'Menekannya sampai hamil'???" Oceh Bang Dante dengan senyum sinis.

Arah ekor mata Bang Dante mengarah sinis pada Shanli.

"Dimana uangnya??" Tanya Bang Dante lagi.

Shanli yang ketakutan lalu mengambil tasnya. Ia memberikan segepok uang itu pada Bang Dante tapi Bang Dante enggan menerima nya langsung.

"Letakan di meja..!!" Perintahnya sambil mengarahkan pandang matanya pada meja di hadapannya.

Bang Elang yang tadinya berdiri tegak, kini duduk lemas di atas ranjang. Ia bukanlah orang yang tidak bisa mengakui kesalahan. Secara jantan, ia pun meminta maaf pada sahabatnya apalagi semua kesaksian, termasuk pihak keamanan, semua memberatkan Shanli.

"Atas nama calon......." Bang Elang kemudian merapat ucapannya. "Atas nama istri saya, saya memohon maaf. Lain kali tidak akan terjadi hal seperti ini lagi. Biar nanti semuanya saya ganti."

"Tidak perlu, kejutan ini untuk istri saya. Karena istri saya akhirnya tidak menerimanya karena ulah codot, saya anggap kejutan ini nggak pernah terjadi." Tanpa ragu dan malu, ucap Bang Dante seakan selalu mengakui bahwa Cherry adalah istrinya meskipun gadis itu belum sah menjadi istrinya. "Untuk istri saya, maaf..!! Lain kali saya akan menggantinya."

Cherry mengangguk cepat, ia tidak mau lagi ada keributan di sana apalagi sahabatnya pasti syok dan trauma dengan amarah Letnan Dante.

Seorang karyawan dan petugas keamanan di sudut ruangan sampai ikut takut melihat ekspresi owner hotel tersebut.

"Saya sudah minta kamar presiden suite satu lagi untuk kamu tempati. Saya nggak mau kamar ini lagi." Kata Bang Dante, suaranya sudah mulai terdengar rendah tapi ekspresi wajahnya masih tajam menusuk.

Hanya dengan satu lirikan saja, para petugas hotel langsung bergegas menyiapkan kamar yang baru untuk Cherry.

:

Asap rokok menguar. Cherry masih setia duduk di samping Bang Dante tanpa bicara sepatah kata pun.

"Kenapa kau mudah sekali percaya dengan semua ucapan Shanli. Uang konten dia yang bawa padahal kau yang kerja setengah mati. Kamar ini di mintanya tapi kau pun diam tanpa perlawanan. Bucket uang itu di ambilnya, kau pun diam bahkan caalon suamimu direbutnya, kau mengikhlaskannya juga. Hatimu terbuat dari apa???" Tegur Bang Dante.

"Suatu saat om akan tau. Dia itu kasihan............"

Asap rokok kembali menguar perlahan, berputar di udara ruangan yang masih terasa dingin dan tegang. Bang Dante menoleh perlahan, menatap calon istrinya itu dengan lekat. Tatapan yang penuh tanya, bercampur rasa tidak percaya sekaligus lebih kasihan pada Cherry.

"Kau kasihan pada orang yang justru mengambil apa yang menjadi hakmu??? Kau kasihan pada orang yang hidupnya kau perjuangkan dengan keringat dan tenagamu sendiri, tapi dia yang selalu menikmati hasilnya? Sementara kau... kau sendiri tinggal sisa perjuanganmu bahkan tak ada sisanya." Omel Bang Dante. "Sekarang saya tanya. Apa dia kasihan padamu, menghargai pengorbananmu???"

Cherry menunduk. Rasanya masih sulit menjelaskan apa yang ia rasakan. Tatapan itu lembut mengarah pada Bang Dante, saat mereka duduk di balkon kamar baru milik pria tersebut.

"Karena Om belum pernah rasakan, tumbuh tanpa saudara, tanpa orang yang selalu ada. Shanli itu satu-satunya teman yang Cherry punya. Waktu Cherry tidak punya tempat tidur dan di bully, dia yang berbagi kasurnya. Waktu Cherry lapar, dia yang berbagi nasi bungkusnya. Dulu... dulu dia juga pernah menolong Cherry, Om. Waktu itu dia baik, sangat baik. Mungkin sekarang dia berubah, mungkin dia lupa, tapi Cherry tidak bisa begitu saja melupakan kebaikan yang pernah dia berikan dulu."

Sejenak Bang Dante tertegun mendengarnya. Senyum pahitnya terangkat. "Haruskah balas budi itu seumur hidup??? Apa yang kau berikan sudah lebih dari sekedar balasan. Dia tidak mau bekerja bersamamu, dia hanya memanfaatkan mu."

"Dia pemalu, Om.........."

"Itu bukan alasan, Dek." Tegur keras Bang Dante. "Kalian tinggal bersama, kan??? Hidup bersama.. Jadi apapun yang terjadi harus kalian tanggung bersama. Nggak bisa hanya sebelah pihak saja yang mati-matian bekerja."

Kening Cherry berkerut. Bang Dante langsung paham jalan pikiran calon istrinya yang sangat sederhana.

"Kau pahami kata-kata saya. Ini tentangmu dan Shanli, bukan tentang hidup sebagai suami istri." Rasanya malam ini Bang Dante sungguh lelah, lelah yang sangat lelah. Lelah pikiran, lelah tenaga namun harus menyelesaikan masalah seperti ini. "Kau istirahat saja dulu, besok pagi saya jemput, kita bicara lagi..!!"

***

Hingga pagi Bang Dante tidak bisa tidur. Ia terus memikirkan Cherry, gadis polos yang setiap saat mengusik hatinya.

'Saya selalu bertanya-tanya, dari apa yang telah kita lewati. Apakah takdir Tuhan menuntunmu bersamaku, atau kau hanya sekedar singgah yang menjadi pelajaran hidupku??'

...

"Ijin.. Ini permohonan percepatan karena.... Hamil ya, Ndan??" Bisik seorang anggota berpangkat Sertu saat Bang Dante menyerahkan berkasnya. Ia memang masih memberi muka pada atasannya terkait kasus yang di alaminya tersebut.

"Iya."

"Siap. Mohon ijin, berapa bulan usia kandungannya?" Tanya anggota itu lagi.

"Apa ada kepentingan lanjutan sampai kau harus tau lebih lanjut???" Tegur Bang Dante.

"Siap.. Kami hanya menanyakan agar proses amelden dan proses pengajuan nikahnya sinkron, Ndan. Surat resmi akan menjadi bekal kepengurusan di kesatuan yang baru." Jawab anggota tersebut.

"Tulis......." Bang Dante terdiam sejenak seolah sedang berpikir keras. "Tulis lima minggu."

.

.

.

.

1
Tanti
sabar dan tenangkan hatimu Bian... smua pasti akan berlalu... yakinlah klo Bang Dante mampu mengatasinya....

lanjut mba Nara
Tanti
siippp Bang Dante, lindungi marwah istrimu👍👍
Tokoh ceritanya mba Nara...pria² yg bertanggungjawab👍
Maysuri
siiippp lah mbak nara,....👍🏻👍🏻👍🏻
Tanti
Aman mba Nara....ditunggu cerita lanjutnya mba👍👍🥰
Tanti
baca sambil ngebayangin adegannyaaa..bikin merinding ngeriii...

lanjut mba nara👍
Tanti: asssiyaappp mba Nara🤭
total 4 replies
Maysuri
kau bangunkan macan yg lg tidur y vivian...awas kau....🤣🤣🤣🤣
Bojone_Batman: tinggal tunggu saja hasil dari karyanya.
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
cari masalah aja vivian
Bojone_Batman: Tapi watak manusia emang ada yang gitu sih.
total 1 replies
Tanti
sedih bacanya🥺😭😭
mba Nara, ngasih bawangnya banyak bgt🥹🥹

huaaa...ga rela klo pada pisah😭
Tanti
tabir masa lalu akhirnya terbuka, smuanya sdh jelas...tinggal masing² menata hati dan pikiran
lanjut mba Nara🥰
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian 😭
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian
Maysuri
ohhhh gitu toh kejadiannya....semangat mbak nara 💪💪
Tanti
aduh... ini tau- tau datang lg ibu² bikin rusuh rmh org...bikin gedegg ae....
itu lg si vivian...melu² ngobong blarak....adeeehhh koq yo ora kapok... njaluk dijak gelud ae iki

lanjut mba nara
Ayu FazRina Satiasari
pasti ulah vivian ini sang provokator
dyah EkaPratiwi
ada aja cobaannya
dyah EkaPratiwi
😄 Alhamdulillah sudah bisa mengungkapkan
Maysuri
patmu ini ibu kandungnya bang sante kah....
Tanti
Bang...mbok yoo diajak kluar dr toilet dl...mosok ngomong kyk gitu didlm toilet🤭
Tanti: Bang Dante emang lain drpd yg lain😂
total 2 replies
dyah EkaPratiwi
semangat bian
Bojone_Batman: Semangaaat
total 1 replies
Maysuri
y sallam.....ya enggak kuatlah kalau dekatam istri y bang,pasti lah curi " kesempatan😁😁semangat 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!