Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata.
(SERI KE 6 DARI UNIVERSE NOVEL TIRAKAT)
Perjalanan hidup seorang lelaki bernama Zaki tak semulus dan semudah kelihatannya. Semenjak kematian kedua orang tua kandungnya, Zaki menjalani kehidupan yang cukup berat. Dirinya haru melanjutkan hidup sebagai seorang lelaki yang normal. Namun di sisi lain, dirinya juga hidup dalam TIRAKAT yang tak biasa. Sampai akhirnya takdir membawanya berjumpa dengan tambatan sejati hatinya.
Bagaimana kisah hidup Zaki?
Dan siapakah tambatan hati Zaki yang sejati itu?
SELAMAT MEMBACA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
.
.
.
DISCLAIMER‼️
Apabila ada kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, ritual, budaya, dan laku tirakat tertentu dengan para pembaca sekalian, harap dimaklumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 HANCUR
Ribuan pasang mata itu memaku pergerakan Nisa. Tatapan mereka tak lagi kosong, melainkan tajam, menguliti, dan terasa menusuk langsung ke dasar batinnya.
Seketika, tubuh Nisa bergetar hebat.
Jantungnya bergemuruh liar menghantam tulang rusuk, diiringi deru napas yang mendadak memburu dan sesak.
Kepalanya memutar ke kanan dan ke kiri dengan kalap. Kemelut kepanikan meledak di dalam kepalanya.
"Da... Da... Dayang... P-P-Putriii..." panggilnya lirih. Suaranya bergetar hebat, nyaris tercekat di tenggorokan.
"Dayang Putri... Jangan tinggalkan aku...." ratapnya, air mata ketakutan mulai menggenang di pelupuk matanya.
Lalu, insting bertahan hidupnya mengambil alih.
Otaknya menjeritkan satu perintah mutlak: Lari!
Tanpa membuang sedetik pun, kedua kaki Nisa menuruti perintah itu. Ia nekat menerobos maju, berusaha membelah kepungan ribuan lelembut tersebut.
Nisa berlari membabi buta, menabrak beberapa sosok padat yang mencoba menghalangi jalannya. Setiap kali bahunya berbenturan dengan mereka, aroma busuk yang luar biasa menyengat—seperti perpaduan daging busuk dan amis darah—langsung merangsek masuk ke rongga hidungnya.
Akan tetapi...
Tiba-tiba...
BRUKKK!!!
Tubuh Nisa terpelanting dan jatuh tersungkur dengan keras menghantam jalanan tanah. Pergelangan kakinya seolah ditarik paksa oleh sesuatu yang tak kasat mata saat ia sedang berlari kencang.
Belum sempat ia merintih kesakitan, Nisa yang posisinya masih tengkurap itu mendongakkan wajah.
Pemandangan berikutnya sukses menghentikan aliran darahnya.
Kaki-kaki pucat pasi milik ribuan lelembut di sekelilingnya itu... kini mulai melangkah serempak, merayap mendekat ke arahnya!
Nisa refleks membalikkan badannya menjadi telentang, meski posisinya masih terjatuh di atas tanah. Dan benar saja, ia melihat gerombolan itu semakin mendekat!
Kini dengan sangat jelas, Nisa bisa melihat bagaimana wujud orang-orang pasar itu mulai membusuk dan hancur.
Wajah-wajah yang tadinya menyerupai manusia normal kini berubah pucat pasi bak mayat, berlumuran darah segar, dengan sepasang bola mata yang memutih seluruhnya tanpa sisa pupil hitam.
Nisa merangkak mundur dengan panik. Telapak tangan dan kakinya menggesek tanah dengan kasar.
"Dayang Putriii... Tolong akuuu!!! Huuu... huuu..." jerit Nisa pecah. Air matanya tumpah ruah. Batinnya benar-benar telah remuk dihantam teror keputusasaan yang amat hebat.
Namun, semakin Nisa merangkak menjauh, langkah para lelembut itu justru semakin cepat merangsek maju, mengepungnya dari segala penjuru!
"Dayang Putriii...!!! Tolooong...!!!" Nisa berteriak lagi, memecahkan pita suaranya di sela-sela isak tangis yang bergetar.
Mereka semakin dekat... semakin dekat... dan....
"AAAAAAAAAAAA!!!!!!"
Jeritan melengking keluar dari tenggorokan Nisa saat puluhan tangan pucat nan dingin itu mulai mencengkeram tubuhnya!
Wajah-wajah iblis yang hancur itu kini menunduk, berada tepat beberapa jengkal di atas wajah Nisa.
Kemudian, layaknya sekawanan predator kelaparan yang baru saja menemukan hidangan terlezat, lelembut-lelembut itu mulai berpesta!
Mereka berebut memangsa tubuh Nisa hidup-hidup!
Nisa menjerit histeris saat melihat tangan kanannya mulai ditarik paksa dan dicabik-cabik oleh gigi-gigi tajam mereka.
Tangan kirinya tak luput dari siksaan; ia bahkan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana jari-jarinya terputus dan dikunyah mentah-mentah!
Kedua kakinya terkoyak brutal, daging-dagingnya menganga lebar hingga memperlihatkan susunan tulang putihnya yang gemeretak dipatahkan.
Jalanan tanah di bawah tubuh Nisa seketika berubah menjadi kubangan darah segar!
"AAAAAAAAAAAAA!!!!!!"
Nisa hanya bisa melolong kesakitan, terperangkap dalam siksaan visual yang menghancurkan kewarasannya saat melihat tubuhnya sendiri dimutilasi dan dilahap tanpa sisa.
Sampai akhirnya, dari kerumunan itu, muncul satu sosok raksasa...
Sosok berbulu hitam lebat, dengan wajah luar biasa menyeramkan dan sepasang gigi taring yang menjuntai panjang hingga ke dada.
Entitas mengerikan itu menerjang dan menindih tubuh Nisa dengan bobot yang meremukkan tulang rusuk.
Lalu... CRAAASSHH!
Kedua tangannya yang berkuku hitam dan tajam menancap kuat, lalu merobek paksa perut Nisa!
Darah segar muncrat seketika, menyembur dari rongga perutnya yang robek menganga.
Saat mulut Nisa terbuka lebar untuk memuntahkan jeritan rasa sakit yang tak tertahankan, tiba-tiba... sebuah sosok lain dengan wajah hancur bernanah merunduk tepat di atas wajah Nisa.
Dan... HUUUAAK!
Makhluk itu memuntahkan gumpalan darah kental berwarna merah kehitaman langsung ke wajah dan ke dalam mulut Nisa yang terbuka!
Nisa meronta tersedak.
Ia tercekik oleh cairan berbau bangkai di wajahnya.
Kesadarannya merekam kengerian pamungkas: wajahnya berlumuran muntahan darah hitam, perutnya menganga lebar menumpahkan seluruh isi organ tubuhnya, sementara sisa-sisa dagingnya terus dikunyah habis oleh kerumunan iblis itu.
Lalu...
Pertahanan batin Nisa akhirnya hancur lebur.
Pandangan matanya memudar cepat.
Suaranya raib tertelan di tenggorokan.
Suara dengingan yang sangat tajam dan nyaring menusuk kedua telinganya.
Dan segalanya menjadi gelap.
Sangat, sangat gelap.
Zaky ke jakarta bwt menghapus trauma masa lalu.
Dan Yuli ke kota udang bwt memupuk dendam.
aku yg tau kota itu, msh suka kaget klo ngomong sama orang sana, intonasi nya tinggi trs klo ngomong
Jangan jangan Yuli turun mobil nya di terminal harjamukti.
Selamat Datang di Cirebon Yuli.
semangat yul💪💪
seperti itu ya orang klo udah ketutup dendam. sumpah serapah nya ngerii
yuli juga jngn terlalu menjudge zaky biar gimana pun zaky juga yg paling sangat terluka dan trauma, Zaky udah kna Karma nya. jangan ditambah lgi dgn saksi kmu yull
( duhh aku komen apa sihh) next aja ya