Indonesia
NovelToon NovelToon
TIRAKAT 6

TIRAKAT 6

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata.

(SERI KE 6 DARI UNIVERSE NOVEL TIRAKAT)

Perjalanan hidup seorang lelaki bernama Zaki tak semulus dan semudah kelihatannya. Semenjak kematian kedua orang tua kandungnya, Zaki menjalani kehidupan yang cukup berat. Dirinya haru melanjutkan hidup sebagai seorang lelaki yang normal. Namun di sisi lain, dirinya juga hidup dalam TIRAKAT yang tak biasa. Sampai akhirnya takdir membawanya berjumpa dengan tambatan sejati hatinya.

Bagaimana kisah hidup Zaki?
Dan siapakah tambatan hati Zaki yang sejati itu?

SELAMAT MEMBACA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
.
.
.
DISCLAIMER‼️

Apabila ada kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, ritual, budaya, dan laku tirakat tertentu dengan para pembaca sekalian, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 HANCUR

Ribuan pasang mata itu memaku pergerakan Nisa. Tatapan mereka tak lagi kosong, melainkan tajam, menguliti, dan terasa menusuk langsung ke dasar batinnya.

Seketika, tubuh Nisa bergetar hebat.

Jantungnya bergemuruh liar menghantam tulang rusuk, diiringi deru napas yang mendadak memburu dan sesak.

Kepalanya memutar ke kanan dan ke kiri dengan kalap. Kemelut kepanikan meledak di dalam kepalanya.

"Da... Da... Dayang... P-P-Putriii..." panggilnya lirih. Suaranya bergetar hebat, nyaris tercekat di tenggorokan.

"Dayang Putri... Jangan tinggalkan aku...." ratapnya, air mata ketakutan mulai menggenang di pelupuk matanya.

Lalu, insting bertahan hidupnya mengambil alih.

Otaknya menjeritkan satu perintah mutlak: Lari!

Tanpa membuang sedetik pun, kedua kaki Nisa menuruti perintah itu. Ia nekat menerobos maju, berusaha membelah kepungan ribuan lelembut tersebut.

Nisa berlari membabi buta, menabrak beberapa sosok padat yang mencoba menghalangi jalannya. Setiap kali bahunya berbenturan dengan mereka, aroma busuk yang luar biasa menyengat—seperti perpaduan daging busuk dan amis darah—langsung merangsek masuk ke rongga hidungnya.

Akan tetapi...

Tiba-tiba...

BRUKKK!!!

Tubuh Nisa terpelanting dan jatuh tersungkur dengan keras menghantam jalanan tanah. Pergelangan kakinya seolah ditarik paksa oleh sesuatu yang tak kasat mata saat ia sedang berlari kencang.

Belum sempat ia merintih kesakitan, Nisa yang posisinya masih tengkurap itu mendongakkan wajah.

Pemandangan berikutnya sukses menghentikan aliran darahnya.

Kaki-kaki pucat pasi milik ribuan lelembut di sekelilingnya itu... kini mulai melangkah serempak, merayap mendekat ke arahnya!

Nisa refleks membalikkan badannya menjadi telentang, meski posisinya masih terjatuh di atas tanah. Dan benar saja, ia melihat gerombolan itu semakin mendekat!

Kini dengan sangat jelas, Nisa bisa melihat bagaimana wujud orang-orang pasar itu mulai membusuk dan hancur.

Wajah-wajah yang tadinya menyerupai manusia normal kini berubah pucat pasi bak mayat, berlumuran darah segar, dengan sepasang bola mata yang memutih seluruhnya tanpa sisa pupil hitam.

Nisa merangkak mundur dengan panik. Telapak tangan dan kakinya menggesek tanah dengan kasar.

"Dayang Putriii... Tolong akuuu!!! Huuu... huuu..." jerit Nisa pecah. Air matanya tumpah ruah. Batinnya benar-benar telah remuk dihantam teror keputusasaan yang amat hebat.

Namun, semakin Nisa merangkak menjauh, langkah para lelembut itu justru semakin cepat merangsek maju, mengepungnya dari segala penjuru!

"Dayang Putriii...!!! Tolooong...!!!" Nisa berteriak lagi, memecahkan pita suaranya di sela-sela isak tangis yang bergetar.

Mereka semakin dekat... semakin dekat... dan....

"AAAAAAAAAAAA!!!!!!"

Jeritan melengking keluar dari tenggorokan Nisa saat puluhan tangan pucat nan dingin itu mulai mencengkeram tubuhnya!

Wajah-wajah iblis yang hancur itu kini menunduk, berada tepat beberapa jengkal di atas wajah Nisa.

Kemudian, layaknya sekawanan predator kelaparan yang baru saja menemukan hidangan terlezat, lelembut-lelembut itu mulai berpesta!

Mereka berebut memangsa tubuh Nisa hidup-hidup!

Nisa menjerit histeris saat melihat tangan kanannya mulai ditarik paksa dan dicabik-cabik oleh gigi-gigi tajam mereka.

Tangan kirinya tak luput dari siksaan; ia bahkan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana jari-jarinya terputus dan dikunyah mentah-mentah!

Kedua kakinya terkoyak brutal, daging-dagingnya menganga lebar hingga memperlihatkan susunan tulang putihnya yang gemeretak dipatahkan.

Jalanan tanah di bawah tubuh Nisa seketika berubah menjadi kubangan darah segar!

"AAAAAAAAAAAAA!!!!!!"

Nisa hanya bisa melolong kesakitan, terperangkap dalam siksaan visual yang menghancurkan kewarasannya saat melihat tubuhnya sendiri dimutilasi dan dilahap tanpa sisa.

Sampai akhirnya, dari kerumunan itu, muncul satu sosok raksasa...

Sosok berbulu hitam lebat, dengan wajah luar biasa menyeramkan dan sepasang gigi taring yang menjuntai panjang hingga ke dada.

Entitas mengerikan itu menerjang dan menindih tubuh Nisa dengan bobot yang meremukkan tulang rusuk.

Lalu... CRAAASSHH!

Kedua tangannya yang berkuku hitam dan tajam menancap kuat, lalu merobek paksa perut Nisa!

Darah segar muncrat seketika, menyembur dari rongga perutnya yang robek menganga.

Saat mulut Nisa terbuka lebar untuk memuntahkan jeritan rasa sakit yang tak tertahankan, tiba-tiba... sebuah sosok lain dengan wajah hancur bernanah merunduk tepat di atas wajah Nisa.

Dan... HUUUAAK!

Makhluk itu memuntahkan gumpalan darah kental berwarna merah kehitaman langsung ke wajah dan ke dalam mulut Nisa yang terbuka!

Nisa meronta tersedak.

Ia tercekik oleh cairan berbau bangkai di wajahnya.

Kesadarannya merekam kengerian pamungkas: wajahnya berlumuran muntahan darah hitam, perutnya menganga lebar menumpahkan seluruh isi organ tubuhnya, sementara sisa-sisa dagingnya terus dikunyah habis oleh kerumunan iblis itu.

Lalu...

Pertahanan batin Nisa akhirnya hancur lebur.

Pandangan matanya memudar cepat.

Suaranya raib tertelan di tenggorokan.

Suara dengingan yang sangat tajam dan nyaring menusuk kedua telinganya.

Dan segalanya menjadi gelap.

Sangat, sangat gelap.

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
yang sekelas Nisa punya 2 perewangan 3 sama punya haruma saja perjuangan melawan santet kiriman yuli apalagi yg orang biasa ya
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Ada pepatah yang terkenal dari dulu, Kak:

"Semakin tinggi pohon kelapa, semakin kencang angin yang menerpa."

Mungkin itu pepatah yang sesuai sama kondisi kebatinan dan kemampuan Nisa yang sekarang. Kalau di awal-awal seri, Nisa kan cuma menghadapi bangsa lelembut kelas rendah (sosok Gilang misalnya). Nah, sekarang yang dihadapi adalah rasa dendam dari manusia yang bersekutu dengan iblis.
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Ohh seperti itu ya serem juga ya dua santet kutukan tsb
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ: klo nggak baca karya ini aku mana tau yg namanya santet
total 2 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
6 tahun di waktu yg sama

Zaky ke jakarta bwt menghapus trauma masa lalu.
Dan Yuli ke kota udang bwt memupuk dendam.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Berburuk sangka pada manusia saja tidak dianjurkan, apalagi berburuk sangka pada Tuhan, yulll.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
astaga yullll barbar skali, udah kek preman cewek
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
wkwkwk asyuuu wong cerbon


aku yg tau kota itu, msh suka kaget klo ngomong sama orang sana, intonasi nya tinggi trs klo ngomong
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: 🤭🤭🤭

Makanya saya juga nulis dialognya natural aja, Kak... Wkwkwk... Biar terasa semirip mungkin sama kondisi nyatanya...
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Cirebon kota yang biasa disebut sebagai kota udang, kota nya sunan gunung jati.

Jangan jangan Yuli turun mobil nya di terminal harjamukti.

Selamat Datang di Cirebon Yuli.
Irman
kesedihan yang datang berturut-turut untuk Yuli...😢
semangat yul💪💪
Irman: rasanya sakit hati ini, ka othor sukses buat pembaca serasa masuk dalam cerita... 👍👍👍
total 2 replies
Irman
aku juga pasti sedih jika d posisi keluarga Wiwi,,,😢
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya, Kak Irman...

Saya juga pas menulis naskah BAB ini, benar-benar meresapi bagaimana rasanya kalau saya yang jadi Yuli... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Waduhhh sadissss

seperti itu ya orang klo udah ketutup dendam. sumpah serapah nya ngerii
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya, Kak...

Sebenarnya, dari semua seri TIRAKAT yang aku tulis, TIRAKAT 6 ini yang akan paling banyak pesan moralnya buat para pembaca, buat saya juga...

Pesan moral tentang rasa cinta, pengorbanan, dendam, amarah, kasih sayang, dan keluarga... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
nggak cinta Zaky ke Wiwi tulus... itu knpa dia mengabaikan omongan mbah joyoo

yuli juga jngn terlalu menjudge zaky biar gimana pun zaky juga yg paling sangat terluka dan trauma, Zaky udah kna Karma nya. jangan ditambah lgi dgn saksi kmu yull
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Siap, Kaaak... 🥰🥰🥰

Semoga nggak bosen-bosen ya Kak bacanya... hehehe...

Insya Allah, rencana saya buat TIRAKAT ini, The Last Chapternya ada di TIRAKAT 9.
total 3 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Waduhhh Zakk ada yg nangis darah kna keegoisan kmu
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Ohh si mbok juga jadi korban ya? pantes Yuli dendam.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya, Kak... Karena Si Mbok pas hari dimana tragedi itu terjadi, beliau juga ada di dapur yang sama dengan Dek Wiwi... Hanya saja tidak banyak diekspos keberadaan Si Mbok, fokusnya memang ke Zaki dan Dek Wiwi saja...

Bahkan Yuli, Kakaknya Dek Wiwi pun, dari awal kisah pertemuan Zaki-Dek Wiwi, dirinya sama sekali nggak muncul satu dialogpun.

Sengaja baru dimunculkan sekarang... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Waduhhh dendam kna mungkin mikir gara-gara zaky ngeyel dek wiwi jadi korban kali ya
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: TEPAT!!! 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Setiap orang ada ujian nya masing-masing Zak... ada nya ujian itu kna kita mampu melewati nya. Ujian kamu, ujian Nisa berbeda kna kekuatan N kemampuan kalian juga berbeda, yg terpenting jngn lupa tetap bersyukur N bersabar ya Zakk

( duhh aku komen apa sihh) next aja ya
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: 🥰🥰🥰

Komen Kakak bisa jadi Quote of The Night, nih... Mwehehehe...
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Aku lupa Sekar Arum masa lalu nya. klo Dayang putri sama sekarang mayang aku inget masa lalu mereka. perewangan Haruma ini ada pernah di bhs di Tirakat sblom nya kah
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ: ohh itu iya iya aku inget terimakasih udah diingatkan kak
total 7 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Seperti Tirakat nya, Cinta Nisa ke Zaky juga nggak kaleng kaleng. 6 tahun menunggu, bukan mencari tapi menunggu tanpa berburuk sangka. klo jaman sekarang ada kah Seperti Nisa?
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Mungkin ada... Tapi... Sejuta banding satu kayaknya, Kak... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Tirakat nya Nisa nggak kaleng kaleng Zakk... bukan waktu yg sebentar tapi waktu yang lama, wajar klo nisa bisa seperti itu.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Nggak kebayang gimana kalau seandainya saya beneran jadi Zaki, terus lihat istri sendiri kayak begitu...

Wah... 🤨🤨🤨
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Semangat sembuh Zakk, tenang obat yang sesungguhnya udah kamu miliki
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Nisa ketempelan sekarang mayang kek nya wkwkwk jadi nggak pasif
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!