Masa lalu dari kedua orang tuanya membuat seorang pemuda berusia dua puluh tahun harus mengalami banyak kejadian buruk dalam hidupnya, dialah Kaivalya Rajasa Danendra yang merupakan putra dari Rajasa Danendra.
"Aku inginkan jadi putra Sagara Danendra"
"Kamu tepatlah putra Rajasa nak..."
"Aku tidak ingin darahnya, darahnya membuatku tak bisa menjadi keturunan murni Sagara, aku hanya terus di sebut sebagai keturunan darah mati!"
Keturunan darah mati, itulah julukan Kaivalya dari para mahluk halus yang dia temui. mampukah dia melepaskan bayangan Rajasa dari dalam darahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di rasuki Rajasa
"Sejak kamu memainkan rambut Esmeralda" jawab Zaki ketus
"Kebiasaan Om, kami ini kan kakak adik" ucap Hamka tersenyum manis.
"Pulang sana, anak istri kamu pasti khawatir dengan kamu yang keluyuran terus" ucap Zaki
"Mereka ada di rumah Daddy Langit Om, kami menginap di sana" jawab Hamka
"Pantas saja kamu santai" sinis Esmeralda memeluk Zaki agar tidak kesal lagi.
Di ruang makan, Zeeshan terus menatap Kaivalya yang sedang makan dengan lahap, Zeeshan melihat sesuatu yang aneh dari diri Kaivalya, dia makan seperti seseorang yang sudah lama tidak makan, bahkan matanya terlihat berbeda dari biasanya, terlihat berbinar dan lapar.
"Om, enak tidak tempuranya?" tanya Zeeshan menepuk bahu Kaivalya
"Enak, masakan Alda memang selalu enak, Opa suka" jawab Kaivalya yang sekarang suaranya berubah menggema di ruang makan itu membuat Zeeshan takut, bahkan Hamka yang merasakan bahaya juga langsung ke tempat Zeeshan dan Kaivalya berada.
"Siapa kamu!" bentak Hamka tanpa basa basi langsung menarik tangan Zeeshan agar menjauh dari Kaivalya.
"Aku hanya ingin menjaga anakku saja! apa itu tidak boleh?" tanya Kaivalya menyeringai
"Kapan dia masuk ke dalam tubuh Kai, kenapa aku tidak bisa menyadarinya tadi" gumam Hamka
"Shan panggil Opa Sagara" bisik Hamka dan Zeeshan segera berlari ke arah depan rumahnya.
"Lepaskan dia, dia anak yang tidak berdosa atas apa yang telah kamu lakukan dulu, lagipula kamu hanya sesosok qorin sekarang!" Perintah Hamka
Zaki dan Esmeralda mengernyitkan alis mereka karena bingung dengan maksud dari ucapan Hamka yang mengatakan kalau Kaivalya tidak ada hubungannya dengan perbuatan sosok itu, dan sosok itu mengatakan kalau Kaivalya adalah anaknya.
Kebingungan semakin memenuhi kepala Zaki dan Esmeralda saat Sagara sudah datang dengan wajah marah, bahkan Sagara dengan jelas mengatakan kalau Kaivalya adalah anaknya pada sosok yang ternyata adalah jin Rajasa.
"Pergi Rajasa atau aku akan membuatmu kembali terbakar dan kamu tidak akan bisa menipu banyak manusia lagi!" Bentak Sagara segera melempar garam ke wajah Kaivalya yang sekarang berubah merah dengan bola mata yang putih sempurna.
"Hahaha... Aku akan membuat anak ini membencimu Sagara, aku sudah mendampingi Rajasa sejak lama, jadi aku bisa dengan mudah menghasut anak ini" ledek jin itu
Kaivalya duduk di atas meja dengan banyak makanan itu, dia tetap memakan makanan itu dengan lahap, bahkan dia tidak mempedulikan Sagara yang terus berjalan mendekat dan bersiap mengusir qorin Rajasa yang ada di tubuh Kaivalya.
"Daddy...."
Suara Kaivalya terdengar ketika dia berhenti makan dan meraih pisau di dekat mangkuk buah.
"Tenang nak, Daddy akan menolong kamu, jangan dengarkan semua bisikan itu, dia berbohong, dia hanya ingin kamu pergi dari Daddy dan mommy, ingat mommy kamu pasti akan sedih kalau kamu pergi" bujuk Sagara
Srak.
Pisau itu di ayunkan pada Sagara tapi dia berhasil menghindar, Zaki dan Hamka terlihat khawatir karena sepertinya sosok qorin Rajasa itu sudah di penuhi aura negatif dari Rajasa yang dia ikuti selama hidupnya. Zaki bahkan sudah tidak peduli dengan racauan Kaivalya yang mengatakan kalau Rajasa adalah ayahnya.
"Hati hati Opa" ucap Hamka
Zeeshan juga terlihat khawatir, dia ingin membantu tapi dia tidak tahu dengan cara apa, sampai satu bisikan menyadarkan Zeeshan kalau sirih yang di tanam Kaivalya itu adalah sirih gaib, dan punya khasiat bisa mengusir jin dan memusnahkan nya.
"Ambil tiga lembar, campurkan dengan air garam di gelas mu, siramkan pada wajah Kaivalya" bisik Barma
"Tapi bukankah daunnya harus kering dan di campur garam?" tanya Zeeshan dalam batinnya .
"Ini darurat, daun itu basah dan garam dalam gelas itu juga basah, bisa di gunakan, untuk ke depannya, baru keringkan daun sirih itu" jawab Barma yang entah sejak kapan bisa bersama Zeeshan, Bahkan Hamka juga menyadari keberadaan Barma di sana.
"Pa...."
"Coba saja, mungkin berhasil" ucap Hamka mengerti.
Zeeshan mulai berlari keluar rumah Sagara, dia menuju ke halaman depan untuk memetik daun sirih merah itu, dia sempat terkejut karena ternyata daun sirih merah itu sudah tumbuh subur di halaman rumah Sagara, bahkan daunnya juga begitu banyak dan hanya Kaivalya dan Zeeshan yang bisa memetik daun itu.
"Bismillahirrahmanirrahim"
Zeeshan mengambil tiga lembar daun yang paling besar dan membersihkan daun itu terlebih dahulu, setelahnya dia membacakan tiga kul dan ayat kursi ke dalam gelas yang sudah dia masukkan garam dan daun sirih itu, kemudian ditutup dengan alfatihah.
"Ini pa" ucap Zeeshan menyodorkan gelas itu
Sagara masih menghindari serangan dari Kaivalya, dia berusaha memegang tangannya, dan untungnya berhasil setelah Sagara menggunakan energinya untuk membuat Kaivalya terjatuh.
"Lepaskan! Aku ingin bersama anakku! Kaivalya Rajasa Danendra adalah anak dari Rajasa Danendra penjaga pohon keramat setatus tahun yang lalu!" teriak Kaivalya tapi suaranya begitu mirip Rajasa.
"Istighfar Kai, dengarkan Daddy, Istighfar" bisik Sagara di telinga kanan Kaivalya
"A... As... Atag.. Astagfirullah... Astagfirullahaladzim Astagfirullahaladzim Astagfirullahaladzim"
Kaivalya berhasil mengucap istighfar dengan lancar.
"Aakhhhh... Tidak Kaivalya, kamu tidak bisa membuang ku dalam darahmu! Aku adalah ayah kandungmu!" teriak Rajasa
"Opa, pakai air ini untuk mengusir sosok itu" ucap Hamka
Sagara mengambil air yang terlihat ada titik kecil berwarna biru di dalamnya, warna biru yang sama dengan energi milik Zeeshan. Dia lalu menuangkan air itu ke telapak tangannya, dia tepuk ke atas ubun ubun kepala Kaivalya setelah membaca alfatihah, Sagara juga mengusapkan air itu dari kening Kaivalya sampai ke perutnya sebanyak tiga kali, dan terakhir, meski dengan susah payah, Sagara meminumkan sisa air itu pada Kaivalya sampai habis.
"Akhhh.. Daddy, panas dad" pekik Kaivalya
"Tahan nak, sosok itu sedang terbakar dalam dirimu, genggam tangan Daddy" bujuk Sagara menggenggam tangan Kaivalya sambil membacakan surah Ar Rahman, surah yang di sukai Kaivalya.
"Tidakkk.... Anakku Kaivalya, jangan buang Daddy..." lirih sosok Rajasa mulai berubah jadi asap.
Zeeshan bisa melihat perlahan tubuh Kaivalya mulai berkeringat, tapi dalam keringat itu juga Zeeshan, Hamka dan Sagara bisa melihat aura hitam dan merah yang mulai keluar dan menghilang secara perlahan, di gantikan dengan aura putih milik Kaivalya.
"Alhamdulillah, terus baca surah itu sampai selesai nak, setelah itu Daddy akan bawa kamu pulang" ucap Sagara memeluk Kaivalya yang terlihat lemah
"Zeeshan, bersihkan sisa aura jahat itu dengan energi milikmu, kamu di lindungi Badra sekarang" ucap Sagara
"Tapi Shan tidak tahu caranya Opa" jawab Zeeshan
"Hanya tinggal baca bismillah, dan arahkan tanganmu ke depan, dan semua energi negatif yang ada di ruangan ini akan terserap dan hilang" jawab Sagara
"Bismillahirrahmanirrahim"
Zeeshan mengarahkan tangannya ke depan dan tiba tiba saja ada sapuan angin berwarna biru keluar dari tangannya dan menghisap semua energi merah dan hitam yang masih tersisa sedikit di ruangan itu.
"Masya Allah pi, mi, Shan jadi sakti" kaget Zeeshan justru membuat mereka terkekeh.