Indonesia
NovelToon NovelToon

Nama Author: WANA SEBAYA

Sang Leluhur Langit

5.0 |

Nama Author: WANA SEBAYA

Ye Tian Bertransmigrasi ke dunia seni bela diri, namun sistem yang seharusnya menuntunnya Tidak Berfungsi,. Tanpa roh bela diri, ia dianggap sampah dan hanya bisa hidup sebagai manusia biasa.
Namun, siapa sangka rumah sederhana tempat ia tinggal ternyata penuh dengan benda-benda suci, dan air mandinya sendiri adalah mata air spiritual.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Leluhur Langit
Noveltoon Downloade Noveltoon Downloade
Pendahuluan | Episodes
Updated 600 Episodes
Naik
  |  
Turun
1
Sistem Pergi, Panahku Tetap Mematikan
2
Selembar Lukisan Bisa Bikin Terobosan?
3
Bab 3 :Kesalahpahaman yang Berbahaya
4
Terobosan yang Mengubah Segalanya
5
Bab 5: Ahli Bumi yang Mengerikan
6
Bab 6; Rumah yang Membuat Ketua Sekte Lemas
7
Bab 7: Batu Uji Jiwa yang Diam Membisu
8
Bab 8: Ayah dan Anak yang Sama-sama Salah Paham
9
Bab 9: Tulang Sisa yang Mengubah Nasib
10
Bab 10: Roh Tua yang Ketakutan
11
Bab 11: Kesempatan yang Tak Terduga
12
Bab 12: Batu Uji yang Diam Lagi
13
Bab 13: Penguasa Lembah Istana Ungu
14
Bab 14: Pangeran Naga yang Menyamar Jadi Kuda Kurus
15
Bab 15: Puisi yang Membuat Usus Pecah
16
Bab 16: Kuda Kabur, Semut Mengejar
17
Bab 17: Kuda yang Hanya Boleh Makan Rumput
18
Bab 18: Cangkul yang Menyelamatkan Nyawa
19
Bab 19: Iblis atau Dokter Hewan?
20
Bab 20: Kuda yang Terlahir untuk Membajak
21
Bab 21: Api Ajaib dan Golok Bertuah
22
Bab 22: Menumis Sayur, Menumis Dao
23
Bab 23: Aku Hanya Seekor Kelinci Kecil yang Lucu dan Baik Hati
24
Bab 24: Kotoran Naga yang Diperebutkan
25
Bab 25: Kedua Pria Tua Ini Mulai Terlalu Angkuh
26
Bab 26: Adik Baru Kelinci Giok
27
Bab 27: Persaingan Antar Hewan Peliharaan
28
Bab 28: Pelajaran Akting dari Daudau
29
Bab 29: Salah Merasuki Kambing
30
Bab 30: Kambing Sialan, Terima Aku!
31
Bab 31: Golok Penebas Dunia
32
Bab 32: Putri Kerajaan Pun Tidak Layak
33
Bab 33: Shen Jue Diculik
34
Bab 34: Semua Sudah Dikendalikan Guru
35
Bab 35: Namaku Kakak Shan
36
Bab 36: Menjadi Manusia Biasa Itu Berat
37
Bab 37: Dua Gadis Baik Hati
38
Bab 38: Kain Aneh dari Peti Harta Karun
39
Bab 39: Kode Rahasia Lewat Hadiah
40
Bab 40: Rapat Introspeksi Dadakan
41
Bab 41: Vonis untuk Xiao Ruyan
42
Bab 42: Perang Dingin Antar Hewan Peliharaan
43
Bab 43: Kuas Ajaib dan Bintang Wenqu
44
Bab 44: Kuda Kurus Sekarat
45
Bab 45: Petuah dari "Nenek"
46
Bab 46: Lagu Penjual Lukisan
47
Bab 47: Putri Kita Sudah Gila?
48
Bab 48: Rencana Kaisar Menemui Guru
49
Bab 49: Lukisan yang Mengguncang Jalan Pedang
50
Bab 50: Sepuluh Keping Emas untuk Sang Kaisar Lukis
51
Bab 51: Anak Ayam yang Disalahartikan Jadi Wahyu Langit
52
Bab 52: Ternyata Aku Diperalat Penipu?
53
Bab 53: Salah Tangkap yang Berujung Berkah
54
Bab 54: Kandang Anjing yang Membuat Semua Iri
55
Bab 55: Golok dari Langit yang Mengguncang Sekte Bintang Sembilan
56
Bab 56: Anjing Penjaga yang Menggigit Kaisar
57
Bab 57: Teh Ajaib dan Gaji Tiga Ribu Lima Ratus Koin
58
Bab 58: Putri yang Menangis Karena Orang Tuanya Sendiri
59
Bab 59: Kaisar Menukar Takhta dengan Sebuah Sabit
60
Bab 60: Memotong Rumput demi Kultivasi Tersembunyi
61
Bab 61: Guru Sudah Lama Mengetahui Segalanya
62
Bab 62: Kau Kira Aku Tak Tahu Kenapa Kau Datang?
63
Bab 63: Ruyan, Kenapa Kau Menghindariku?
64
Bab 64: Bercocok Tanam pun Jadi Kesempatan Emas
65
Bab 65: Hormat untuk Sang Nyonya
66
Bab 66: Guru Pasti Menyukainya, Tak Perlu Ragu Lagi
67
Bab 67: Sudahkah Kau Benar-Benar Paham Makna Mendalam Sang Guru?
68
Bab 68: Aku Tidak Boleh Membuat Guru Menunggu Lama
69
Bab 69: Dunia Akan Berubah
70
Bab 70: Sampai Kapan Kesalahpahaman Ini Berlanjut?
71
Bab 71: Tangan Tak Terlihat yang Mengendalikan Takdirku
72
Bab 72: Pembunuhan Tegas, Sikap Sejati Sang Guru
73
Bab 73: Mewarisi Wasiat Sang Tuan
74
Bab 74: Sekalipun Gadis Misterius dari Surga Kesembilan, Tetap Hanya Bidak Catur
75
Bab 75: Bunga Ajaib dan Kesalahpahaman Sang Pohon Tua
76
Bab 76: Bilah Pedang yang Diasah Sepuluh Tahun
77
Bab 77: Kudeta Berakhir Singkat, Bola Ajaib Berhasil Direbut
78
Bab 78: Yan'er, Guru Sangat Kecewa Padamu
79
Bab 79: Rupanya, Aku Tetap Hanya Bidak Catur yang Terlupakan
80
Bab 80: Hati Ruyan yang Terluka
81
Bab 81: Cuma Klan Naga? Apa Hebatnya?
82
Bab 82: Kuda Kurus yang Licik
83
Bab 83: Kau Sedang dalam Bahaya Besar, Tahu Tidak?
84
Bab 84: Membandingkan Diri Hanya Mendatangkan Kekesalan
85
Bab 85: Memangnya Ada yang Menyatakan Cinta Pakai Penyiram Tanaman?
86
Bab 86: Adakah Makna Tersembunyi di Balik Kata-Kata Sang Guru Hari Itu?
87
Bab 87: Renungkan Tiga Kali Sehari, Pahami Maksud Mendalam Sang Guru
88
Bab 88: Sesama Bidak Catur, Kenapa Kau Bisa Sehebat Ini?
89
Bab 89: Sang Guru Bersin, Ribuan Pasukan Tergetar
90
Bab 90: Status Istimewa Kepulauan Laut Timur
91
Bab 91: Benar, Kau Memang Monyet Sialan
92
Bab 92: Tak Perlu Membangkitkan Leluhur Tua, Aku Akan Melampauinya
93
Bab 93: Energi Pedang Tiga Puluh Ribu Mil, Cahaya Satu Bilah Membekukan Sembilan
94
Bab 94: Aku Belum Cukup Menjaga Maoqiu
95
Bab 95: Rela Mengebiri Diri Demi Restu
96
Bab 96: Makhluk di Yuntian Memang Beda dari Bumi
97
Bab 97: Guru Mengetahui Segalanya di Dunia Ini
98
Bab 98: Sekuat Diriku Hanya Bidak yang Dibuang Guru
99
Bab 99: Guru, Anda Serius?
100
Bab 100: Lagu yang Menghancurkan Hati, di Mana Bisa Kutemukan Jiwa yang Sejiwa?
101
Bab 101: Ususku Rusak, Hatiku Terbelah
102
Bab 102: Semua yang Kau Lihat Cuma Ilusi
103
Bab 103: Coba Jelaskan Ini, Leluhur Tua
104
Bab 104: Bintang Gembala Sapi dan Gadis Penenun
105
Bab 105: Siapa yang Tidak Mau Kerja Keras?
106
Bab 106: Terlalu Cepat Kalau Mau Rebut Posisi Utama
107
Bab 107: Tempat Mengerikan Apa Ini Sebenarnya?
108
Bab 108: Long Jinyu, Kau Serius?
109
Bab 109: Kura-Kura yang Mengerti Bola
110
Bab 110: Raja Bela Diri Berusia Delapan Tahun Kembali dengan Kekuatan Penuh
111
Bab 111: Cari Teman? Sayang, Kesempatannya Sudah Habis
112
Bab 112: Sebenarnya Guru Sedang Memancing Apa?
113
Bab 113: Bai Xinghe Bertemu Lawan yang Sulit Ditaklukkan
114
Bab 114: Bertemu Senjata Kaisar—Kecapi Iblis Langit
115
Bab 115: Kecapi Iblis Langit Menyerahkan Diri
116
Bab 116: Xiao Ruyan Turun, Klan Naga Ditaklukkan dengan Mudah
117
Bab 117: Mungkinkah Dia Guru Penyendiri yang Legendaris?
118
Bab 118: Ternyata Anak Ini Sama Sepertiku
119
Bab 119: Nak, Aktingmu Agak Berlebihan
120
Bab 120: Shen Jue, Bagaimana Bisa Kau Jatuh Serendah Ini?
121
Bab 121: Puisi yang Menyimpan Semangat Kepahlawanan
122
Bab 122: Inilah Akibat Membuat Guru Marah
123
Bab 123: Terapi yang Terpaksa
124
Bab 124: Guru, Anda Bercanda?
125
Bab 125: Senjata Kekaisaran Dipakai Jadi Pengorek Api
126
Bab 126: Diagnosis Berbahaya: Guru Kita Gila?
127
Bab 127: Kompetisi Diet Dadakan Klan Naga
128
Bab 128: Ujian Kedipan Mata untuk Wei Tua
129
Bab 129:Ujian Kedipan Mata untuk Wei Tua
130
Bab 130:Coca-Cola: Racun Paling Nikmat di Dunia
131
Bab 131: Siapa Saja Boleh Meragukan Sang Guru, Kecuali Kau
132
Bab 132: Darah Qilin Dianggap Minuman Ringan
133
Bab 133: Ujian yang Gagal Total
134
Bab 134: Kunjungan Tamu Tak Diundang
135
Bab 135: Obat Nyamuk Misterius yang Bikin Panik
136
Bab 136: Nasib Malang Raja Racun
137
Bab 137: Sepasang Kakak Beradik yang Tidak Tahu Diri
138
Bab 138: Kekalahan yang Membuka Mata
139
Bab 139: Puisi yang Mengungkap Kekaguman
140
Bab 140: Salah Paham yang Berujung Kacau
141
Bab 141: Petunjuk Tersembunyi di Balik Puisi
142
Bab 142: Kodok Bermata Empat yang Sial
143
Bab 143: Anak Buah Baru yang Tidak Bisa Ditolak
144
Bab 144: Semut yang Tidak Tahu Diri
145
Bab 145: Rapat Besar di Rumah Gunung
146
Bab 146: Nama Besar untuk Desa Kecil
147
Bab 147: Batu yang Membuka Gerbang Alam Suci
148
Empat Binatang Suci Bersujud, Ye Tian Menanti Tepuk Tangan
149
Bab 149;Golok Sombong, Berakhir Ditangkap
150
Bab 150; Kawan Lama yang Membuat Malu
151
Bab 151 :Salah Paham yang Berujung Pedang Patah
152
Bab 152 :Aku Curiga Sang Guru Menyukaimu
153
Bab 153: Kecurigaan Xiao Zhentian yang Berbahaya
154
Bab 154: Kitab Rahasia untuk Manusia Biasa
155
Bab 155: Dikira Sang Guru
156
Bab 156: Salah Paham Bertumpuk
157
Bab 157: Lu Jianhe Tertangkap Lagi
158
Bab 158: Nama Sang Guru Menyeberang Lautan
159
Bab 159: Satu Kalimat Sang Guru Membungkam Kehendak Langit
160
Bab 160: Ucapan Sang Guru Mengubah Langit dan Bumi
161
Bab 161: Irisan Daun Bawang, Teknik Memotong yang Rapi
162
Bab 162: Makan Hot Pot, Perjuangan Tersembunyi
163
Bab 163: Tidak Ada Masalah yang Tak Bisa Diselesaikan dengan Hot Pot
164
Bab 164: Guru, Mohon Jaga Citra Anda
165
Bab 165: Kecanduan Berpura-pura Jadi Ahli Bela Diri
166
Bab 166: Semua Karena Terlalu Menghayati Peran
167
Bab 167: 'Ye' dari Anggur Tua, 'Tian' dari Manusia Biasa
168
Bab 168: Ya Tuhan, Sambar Saja Aku dengan Petir!
169
Bab 169: Sudahkah Anda Mempelajari Setiap Kata dan Tindakan Sang Guru?
170
Bab 170: Membujuk Sang Permaisuri
171
Bab 171: Korek Api Menumbangkan Api Surgawi
172
Bab 172: Jepit Rambut dari Besi Para Dewa
173
Bab 173: Isyarat yang Salah Paham
174
Bab 174: Panen Sekali, Kekayaan Sepuluh Tahun
175
Bab 175: Ketika Semua Orang Meninggalkan Sang Permaisuri
176
Bab 176: Salah Sangka yang Berbahaya
177
Bab 177: Nona Zhenger dan Kesalahpahaman yang Sempurna
178
Bab 178: Perlakuan Istimewa yang Sulit Dipahami
179
Bab 179: Kegelisahan di Desa Bumi
180
Bab 180: Rahasia di Ruang Belajar
181
Bab 181: Godaan yang Berbahaya
182
Bab 182: Kartu As Sang Guru
183
Bab 183: Salah Sangka yang Berujung Lucu
184
Bab 184: Rencana Turun Gunung
185
Bab 185: Rahasia yang Tak Pernah Jadi Rahasia
186
Bab 186: Kepergian yang Membingungkan
187
Bab 187: Lahirnya Dinasti Tian
188
Bab 188: Mimpi yang Membingungkan
189
Bab 189: Kado yang Salah Sasaran
190
Bab 190: Salah Paham yang Kelewat Jauh
191
Bab 191: Dua Wanita, Satu Julukan "Kakak
192
Bab 192: Nyanyian di Tepi Laut yang Merusak Suasana
193
Bab 193: Bulan Terbit, Iblis Terdiam
194
Bab 194: Bertarung Sampai ke Ujung Dunia
195
Bab 195: Manusia Fana Melawan Alam Suci
196
Bab 196: Salah Sangka yang Menyelamatkan Nyawa
197
Bab 197: Sebongkah Batu, Satu Nyawa Melayang
198
Bab 198: Salah Paham yang Berbuah Manis
199
Bab 199: Bukan Sekadar Pion Catur
200
Bab 200: Sekali Makan, Level Melonjak
201
Bab 201 :Rahasia yang Salah Sasaran
202
Bab 202: Cerita yang Berbalik Menikam
203
Bab 203: Dilindungi Sang Guru, Aku Tak Gentar
204
Bab 204: Wajar Saja Punya Ribuan Selir
205
Bab 205: Sisi Guru yang Tak Disangka-Sangka
206
Bab 206: Melawan Diri Sendiri, Bagaimana Cara Menang?
207
Bab 207: Keindahan yang Tiada Tara di Utara
208
Bab 208: Jangan-Jangan Yang Mulia Salah Minum Obat?
209
Bab 209: Mimpi yang Jadi Kenyataan
210
Bab 210: Menjadi Raja Laut Tanpa Diminta
211
Bab 211: Kenapa Harus Murong Ningxue, Bukan Aku?
212
Bab 212: Guru Terlalu Berat Sebelah
213
Bab 213: Pendekar Tampan, Pisau Terbang Zhao Danru
214
Bab 214: Guru Tak Pernah Bertoleransi
215
Bab 215: Ruyan, Kenapa Kau Bisa Semanja Ini?
216
Bab 216: Satu di Bawah, Ribuan di Atas
217
Bab 217: Lima Pakar Alam Suci Turun Gunung
218
Bab 218: Ciuman Pertama
219
Bab 219: Menaklukkan Hati dengan Kebajikan
220
Bab 220: Aku Tuanmu, Bukan Ayahmu
221
Bab 221: Kesengsaraan Orang Suci yang Paling Tak Bermartabat di Dunia
222
Bab 222: Menantang Dao Surgawi
223
Bab 223: Dunia yang Luas, Mari Kita Jelajahi Berdua
224
Bab 224: Apa-apaan Ini? Rasanya Mengerikan
225
Bab 225: Adu Masak Melawan Ahli Bela Diri, Sedikit Panik
226
Bab 226: Satu Butir Telur Menentukan Segalanya
227
Bab 227: Langkah Pertama Memasuki Dunia Seni Bela Diri
228
Bab 228: Air Mandi atau Cairan Mustika?
229
Bab 229: Ya Tuhan, Terlalu Baik Kau Padaku
230
Bab 230: Titanic, Adegan Penuh Haru
231
Bab 231: Nasib Malang Para Tetua Ras Iblis
232
Bab 232: Klon yang Rela Mati Menggantikan Xiao Ruyan
233
Bab 233: Berlutut Lagi, Sialan!
234
Bab 234: Setetes Keringat Kaki Setara Raja Obat
235
Bab 235: Sadar dari Mimpi
236
Bab 236: Ketakutan yang Berujung Penyimpangan Qi
237
Bab 237: Patung Raksasa yang Mirip Wajahku Sendiri
238
Bab 238: Kekuatan Tak Terduga di Balik Patung
239
Bab 239: Bertemu Nona Muda di Paviliun Xuanyuan
240
Bab 240: Tawar-Menawar Paling Aneh yang Pernah Kulihat
241
Bab 241: Standar "Urusan Kecil" Nona Muda Ini Ternyata Cukup Tinggi
242
Bab 242: Kabur Ketakutan di Detik Terakhir
243
Bab 243: Kejutan Ulang Tahun untuk Ruyan
244
Bab 244: Rahasia di Balik Gelang Bulu Hantu
245
Bab 245: Bahaya Mengintai Cucu Kesayangan Keluarga Tan
246
Bab 246: Berpura-pura Jadi Ahli Bela Diri Demi Menyelamatkan Nyawa
247
Bab 247: Kerja Sama yang Sempurna
248
Bab 248: Pertemuan Tak Terduga dengan Wei Tua
249
Bab 249: Sandiwara di Tepi Danau Terlarang
250
Bab 250: Kaisar Agung yang Bersembunyi Ketakutan di Peti Mati
251
Bab 251: Kode Rahasia Sang Guru yang Terlalu Berlebihan
252
Bab 252: Terjebak dalam Pertentangan Yin dan Yang
253
Bab 253: Permisi, Maaf Sudah Mengganggu
254
Bab 254: Berinisiatif Membantu Sang Tuan Memperluas Harem
255
Bab 255: Usaha Keras Sang Kakak Tidak Boleh Sia-sia
256
Bab 256: Selir Dadakan yang Datang Begitu Saja
257
Bab 257: Ujian Sebenarnya Baru Dimulai
258
Bab 258: Anggur Berkelas Terbuang Sia-sia ke Lubang Kotoran
259
Bab 259: Aku Memang Benar-Benar Manusia Biasa
260
Bab 260: Serangan Gelombang Suara yang Mematikan
261
Bab 261: Senyum Bangga di Dunia Persilatan, Satu Lagu Satu Kehidupan
262
Bab 262: Nona Muda, Kau Telah Menyesatkanku
263
Bab 263: Ketakutan Akan Keheningan yang Tiba-tiba
264
Bab 264: Kalian Semua Orang-orang Aneh
265
Bab 265: Ye Tian Keringat Dingin
266
Bab 266: Terlalu Agresif... Sebuah Serangan Mendadak
267
Bab 267 : Logika Aneh dari Benua Xuantian
268
Bab 268: Kembalinya Sang Anjing Kedua
269
Bab 269: Bangga Jadi Hewan Peliharaan
270
Bab 270: Pispot Ajaib yang Dicuri
271
Bab 271: Bibir Bengkak karena Meniup
272
Bab 272: Meneteskan Darah demi Mengklaim Pispot
273
Bab 273: Kepala Klan Qilin Nyaris Ambruk
274
Bab 274: Sang Kaisar Iblis Belum Mati
275
Bab 275: Jurus Rahasia Sang Permaisuri
276
Bab 276: Betapa Mengerikannya Seorang Ahli Alam Kaisar
277
Bab 277: Era Ini Terlalu Berbahaya
278
Bab 278: Xiaorou, Roh Ilahi Sang Kecapi Iblis Surgawi
279
Bab 279: Kaisar Iblis Kena Tipu
280
Bab 280: Tunggu Aku Kembali Membawa Senjata Kaisar
281
Bab 281: Wanita Seperti Itu Tidak Pantas Disakiti
282
Bab 282: Aku Bukan Ayahmu
283
Bab 283: Ayah Pelit Ini, Sudah Diputuskan
284
Bab 284: Mulut Kenabian
285
Bab 285: Ketika Artefak Kaisar Jatuh ke Tangan Anak Kecil
286
Bab 286: Artefak Kaisar yang Dibongkar
287
Bab 287: Perang Kartu di Atas Awan
288
Bab 288: Dalam Perang, Segala Cara di Lakukan
289
Bab 289: Bayang-Bayang Ancaman di Istana Wangxian
290
Bab 290: Nyawa Taruhannya, Tetap Harus Diselamatkan
291
Bab 291: Kekeraskepalaan Terakhir Sang Santa
292
Bab 292: Meski Manusia Biasa, Tetap Punya Harga Diri
293
Bab 293: Ucapan Besar Harus Dibuktikan dengan Perbuatan
294
Bab 294: Perubahan Hati Sang Santa
295
Bab 295: Papan Catur Baru
296
Bab 296: Xiao Ruyan, Tolong Jangan Berlebihan
297
Bab 297: Ini Bukan Salahku, Sungguh
298
Bab 298: Namaku Ye Tian, Julukanku Dewa Catur
299
Bab 299: Sang Santo Catur Melawan Dewa Catur
300
Bab 300: Kalah Catur, Kehilangan Segalanya
301
Bab 301: Guru Catur Musiman
302
Bab 302: Selir yang Ternyata Nomor Dua
303
Bab 303: Balasan untuk yang Tidak Tahu Berterima Kasih
304
Bab 304: Suara Guntur yang Dianggap Kentut
305
Bab 305: Satu Dengusan Menggetarkan Provinsi Tengah
306
Bab 306: Tiga Tahanan yang Berharap pada Sang Guru
307
Bab 307: Gulungan yang Mengejutkan
308
Bab 308: Istana Surgawi
309
Bab 309: Gelombang Kesembilan Puluh Sembilan
310
Bab 310: Sasaran Sebenarnya
311
Bab 311: Meninggalkan Mereka di Belakang
312
Bab 312: Rencana Diam-Diam
313
Bab 313: Barisan Para Kecantikan
314
Bab 314: Sambutan yang Berlebihan
315
Bab 315: Awal Sebuah Kekacauan
316
Bab 316: Satu Utang Budi
317
Bab 317: Segalanya Mengandung "Listrik"
318
Bab 318: Salah Paham Besar
319
Bab 319: Rencana Licik Xiao Rou
320
Bab 320: Rahasia di Balik Nama "Ibu"
321
Bab 321: Kesombongan yang Runtuh
322
Bab 322: Hanya Pantas Bermain dengan Kotoran Sapi
323
Bab 323: Pingsan Kena Bola Basket
324
Bab 324: Saudara Angkat Beda Klan
325
Bab 325: Hati yang Mulai Goyah
326
Bab 326: Berbohong demi Gengsi
327
Bab 327: Kalau Suka Akting, Ayo Kita Main Bersama
328
Bab 328: Bakat Akting Alami
329
Bab 329: Riak-Riak Persaingan yang Mulai Terlihat
330
Bab 330: Adu Kekuatan Diam-Diam
331
Bab 331: Salah Bicara Soal Keluarga
332
Bab 332: Kaisar Wanita yang Kesepian di Puncak Kekuasaan
333
Bab 333: Shen Yao, Ini Aku, Gurumu
334
Bab 334: "Ponsel" di Benua Xuantian
335
Bab 335: Dugaan Buruk di Tanah Suci Tianling
336
Bab 336: Aktris Sejati
337
Bab 337: Ponsel Bukan Makanan
338
Bab 338: Rahasia yang Tak Boleh Diketahui Siapa Pun
339
Bab 339: Aku Bukan Tongtian, Aku Yuanshi
340
Bab 340: Kebohongan yang Harus Dijadikan Kenyataan
341
Bab 341: Percikan Kebahagiaan
342
Bab 342: Mencari Ciri Khas
343
Bab 343: Bukan Santa Biasa, tapi Ratu Malam
344
Bab 344: Terobosan Menjadi Kaisar dalam Semalam
345
Bab 345: Kesengsaraan Kaisar Mengguncang Seluruh Benua
346
Bab 346: Tianling Mencari Sekutu
347
Bab 347: Dua Senjata Kaisar Beradu
348
Bab 348: Senjata Kaisar Tertinggi
349
Bab 349: Murid yang Sulit Diajar
350
Bab 350: Kemunculan Kaisar Agung Pencuri Surga
351
Bab 351: Tamu Tak Diundang dengan Nama yang Tak Tertahankan
352
Bab 352: Rahasia Kaisar Semu dari Zaman Kuno
353
Bab 353: Enam Kekuatan Kuno Mencari Bantuan
354
Bab 354: Menatap Bumi dari Kejauhan
355
Bab 355: Wajah Asli Shen Yao
356
Bab 356: Salah Paham yang Berbahaya
357
Bab 357: Formasi yang Menekan Seorang Kaisar
358
Bab 358: Perbandingan yang Menyakitkan
359
Bab 359: Adik yang Terlupakan
360
Bab 360: Pujian yang Tak Tanggung-Tanggung
361
Bab 361: Ilusi yang Runtuh
362
Bab 362: Ucapan Sang Guru Selalu Penuh Rahasia
363
Bab 363: Kabar Baik dari Xiao Ruyan
364
Bab 364: Kesengsaraan Kedua
365
Bab 365: Kesengsaraan Kaisar Kedua
366
Bab 366: Kegemparan di Gunung Abadi
367
Bab 367: Awal Perebutan Pengaruh di Harem
368
Bab 368: Es yang Mulai Mencair
369
Bab 369; Rahasia yang Berbalik Jadi Bumerang
370
Bab 370: Panggilan Video
371
Bab 371 Aku Menyelamatkan Galaksi di Kehidupan Lampauku
372
Bab 372 Kepuasan Tertinggi dari Kesombongan
373
Bab 373 Kaisar Yin Abadi yang Perkasa
374
Bab 374 Percaya pada Sains
375
Bab 375 Wajah Seorang Pakar Tingkat Kaisar
376
Bab 376 Permaisuri Surgawi Xiao Ruyan
377
Bab 377 Sembilan Zona Maut: Menghidupkan Kembali Mayat
378
Bab 378 Gunung Batu Hitam yang Berhantu
379
Bab 379 Ye Tian Dikira Hantu
380
Bab 380 Takdir
381
Bab 381 Perubahan Aneh di Kota Nanlin
382
Bab 382 Sifat Guru yang Beragam
383
Bab 383 Kebenaran di Balik Bukti Dao Kaisar Azure
384
Bab 384 Kekuatan Permaisuri yang Mengerikan
385
Bab 385 Persiapan Menuruni Gunung
386
Bab 386 Tata Letak Permaisuri
387
Bab 387: Kuda Kesayangan dan Dua Hati yang Bersaing
388
Bab 388: Dua Wanita di Balik Layar
389
Bab 389: Dua Pendatang dari Alam Lain
390
Bab 390: Persaingan Dua Wanita
391
Bab 391: Dua Sosok Misterius dari Gunung Tulang Putih
392
Bab 392: Gertakan Sang Guru
393
Bab 393: Gertakan Terakhir Sang Guru
394
Bab 394: Kesalahpahaman yang Berbuah Manis
395
Bab 395: Percakapan Tengah Malam
396
Bab 396: Kaisar Iblis Ditaklukkan Senjatanya Sendiri
397
Bab 397: Aliansi Terpaksa Lu Qinger
398
Bab 398: Permintaan Kecil di Balik Selimut
399
Bab 399: Kedatangan Permaisuri Rubah Ekor Sembilan
400
Bab 400: Jebakan di Aliran Jernih Kecil
401
Bab 401: Sandiwara Berlapis Sandiwara
402
Bab 402: Sampah yang Berpengaruh
403
Bab 403: Cermin yang Terjatuh
404
Bab 404: Rahasia dari Dunia Lain
405
Bab 405: Guru dari Bumi
406
Bab 406: Menunggu yang Sia-sia
407
Bab 407: Tabib Tanpa Jiwa Bela Diri
408
Bab 408: Penyatuan Dunia
409
Bab 409: Bahaya dari Luar Benua
410
Bab 410: Kedok Kaisar Agung Tongtian
411
Bab 411: Undangan yang Mencurigakan
412
Bab 412: Kalau Bukan Aku, Siapa Lagi?
413
Bab 413: Ledakan di Lorong Ruang-Waktu
414
Bab 414: Tersesat di Dunia Asing
415
Bab 415: Peri Berhati Hangat
416
Bab 416: Nafsu Makan Peri yang Mengejutkan
417
Bab 417: Dituduh Amnesia
418
Bab 418: Terdampar di Benua Lingwu
419
Bab 419: Insiden di Jurang
420
Bab 420: Hanya Aku yang Boleh Menindasmu
421
Bab 421: Ahli Tersembunyi di Balik Wajah Manusia Biasa
422
Bab 422: Sosok yang Tak Terbayangkan
423
Bab 423: Ambisi yang Mengejutkan
424
Bab 424: Menantang Seisi Keluarga Chu
425
Bab 425: Pukulan Manusia Biasa yang Mengguncang Keluarga Chu
426
Bab 426: Perebutan Kekuasaan di Keluarga Chu
427
Bab 427: Tenang di Tengah Badai
428
Bab 428: Ketenangan yang Mengejutkan
429
Bab 429: Lelucon Paling Lucu Sepanjang Hidupnya
430
Bab 430: Tugas Pertama yang Sukses Total
431
Bab 431: Peta Kekuasaan Benua Lingwu
432
Bab 432: Mutiara Naga yang Ternyata Telur Naga
433
Bab 433: Kesempatan Emas untuk Menunjukkan Bakat
434
Bab 434: Sisi Lain Sang Penguasa
435
Bab 435: Naga Kecil yang Tergila-gila pada Aroma Tubuh Ye Tian
436
Bab 436: Lalu Bagaimana?
437
Bab 437: Menguasai Seluruh Kota Baju Zirah Besi
438
Bab 438: Naga Bersujud, Takdir Terwujud
439
Bab 439: Kekuatan Baru, Pasukan Baru
440
Bab 440: Peta Penaklukan
441
Bab 441: Panggil Saya Ahli Strategi
442
Bab 442: Kesombongan yang Menumpang Nama Besar
443
Bab 443: Manusia Biasa yang Mencuri Sorotan
444
Bab 444: Menetapkan Nama Tianwu
445
Bab 445: Kekuasaan Tertinggi di Tangan Manusia Biasa
446
Bab 446: Menyusun Jenderal, Membagi Tugas
447
Bab 447: Kalau Berani, Kemarilah
448
Bab 448: Bersiap Unjuk Kemampuan
449
Bab 449: Menyusun Tim
450
Bab 450: Mohon Petunjuk, Penasihat Militer
451
Bab 451: Formasi Mata Panah
452
Bab 452: Formasi yang Diremehkan
453
Bab 453: Panah yang Menembus Segalanya
454
Bab 454: Kehormatan yang Tak Terduga
455
Bab 455: Merancang Bendera dan Pedang
456
Bab 456: Nona Muda yang Patuh
457
Bab 457: Membangun Fondasi Kekuatan
458
Bab 458: Jenderal yang Waspada
459
Bab 459: Sembilan Naga dan Pedang Tak Bernama
460
Bab 460: Musuh Mulai Bergerak
461
Bab 461: Pasukan yang Kubangun dengan Tanganku Sendiri
462
Bab 462: Dua Pasukan Berhadapan
463
Bab 463: Formasi Sayap Bangau
464
Bab 464: Ide Aneh dari Nona Muda
465
Bab 465: Ekspedisi Dimulai
466
Bab 466: Rencana Cerdik dari Kota Fengming
467
Bab 467: Penyerahan Diri yang Mencurigakan
468
Bab 468: Penyerahan Diri yang Berubah Sungguhan
469
Bab 469: Penasihat Militer yang Ternyata Manusia Biasa
470
Bab 470: Mengabdikan Diri Sampai Titik Darah Penghabisan
471
Bab 471: Menaklukkan Hati Tao Yuchen
472
Bab 472: Munculnya Pakar Peringkat Suci
473
Bab 473: Hadiah Sepanci Sup yang Bikin Geger
474
Bab 474: Rahasia di Balik Semangkuk Sup Tulang
475
Bab 475: Awan Gelap Menindih Kota, Ancaman Kehancuran
476
Bab 476: Semua yang di Bawah Peringkat Suci Hanyalah Semut
477
Bab 477: Memperlakukan Prajurit Seperti Anak Sendiri
478
Bab 478: Strategi Pura-Pura Lemah
479
Bab 479: Sang Penguasa yang Tak Terbatas Kemampuannya
480
Bab 480: Sepuluh Ahli Puncak Peringkat Surga
481
Bab 481: Tawaran Terakhir untuk Jenderal Gu
482
Bab 482: Sang Penyusup yang Terjebak
483
Bab 483: Maksud Tersembunyi Sang Penasihat Militer
484
Bab 484: Kesalahpahaman yang Berbahaya
485
Bab 485: Apakah Sang Guru memakan bubuk mesiu?
486
Bab 486: Penasihat Militer Sebenarnya Tidak Marah
487
Bab 487: Tamu Tak Diundang
488
Bab 488: Sebuah Kebetulan yang Mengejutkan
489
Bab 489: Dendam yang Membara
490
Bab 490: Keadilan yang Berat Sebelah
491
Bab 491: Pertaruhan Terakhir Sang Ahli Tingkat Suci
492
Bab 492: Terjebak dalam Kata-katanya Sendiri
493
Bab 493: Sulit Jadi Pria yang Peduli
494
Bab 494: Kotak Sarapan yang Misterius
495
Bab 495: Pasukan Tianfeng Bergerak Lagi
496
Bab 496: Ulah Sendiri, Tanggung Sendiri
497
Bab 497: Kabur dalam Ketakutan, Lagi
498
Bab 498: Sungguh-sungguh Membunuh
499
Bab 499: Rencana Perjodohan Berbahaya
500
Bab 500: Ambisi Besar Lebih Dulu daripada Rumah Tangga
501
Bab 501: Aura Tak Terkalahkan
502
Bab 502: Mustahil, Benar-benar Mustahil
503
Bab 503: Aku Sangat Ingin Menjadikan Ye Tian Menantuku
504
Bab 504: Xie Qingyu Bergabung dengan Pasukan
505
Bab 505: Jangan-jangan Dia Delusi?
506
Bab 506: Sebenarnya Ada Apa Ini?
507
Bab 507: Ketertarikan Khusus pada Pembunuh Wanita
508
Bab 508: Manfaatkan Kesempatan Selagi Ada
509
Bab 509: Sang Ahli Strategi Ini Kejam — Bermain-main dengan Maut!
510
Bab 510: Pedang Lembut — Yun Xueqing
511
Bab 511: Beli Satu Gratis Satu
512
Bab 512: Sudah Saatnya Kau Berkeluarga
513
Bab 513: Tak Ada yang Bicara Etika Bela Diri di Sini
514
Bab 514: Yang Tidak Kejam Tak Akan Bisa Berdiri Teguh
515
Bab 515: Kau Beruntung Punya Aku
516
Ye Tian Mendesak Yun Xueqing untuk Menyerah
517
Bab 517 :Ye Tian Menaklukkan Hati Yun Xueqing dengan Pil Ajaib
518
Bab 518: Langkah Terakhir
519
Bab 519: Bakat yang Terbuang Sia-sia
520
Bab 520: Semua Menurut Kehendak Xie Qingyu
521
Bab 521: Titik Puncak Kesabaran
522
Bab 522: Sang Dewa Strategi, Julukan yang Pantas Disandang
523
Bab 523: Tidak Ada yang Mudah Ditaklukkan
524
Bab 524: Janji yang Diingkari
525
Bab 525: Perubahan Tak Terduga
526
Bab 526: Sang Ahli Strategi Punya Rencana Cerdik Sendiri
527
Bab 527: Gagasan Membangun Ibu Kota Kekaisaran
528
Bab 528: Kenapa Mereka Memperlakukan Kami Seperti Orang Bodoh?
529
Bab 529: Rupanya Keduanya Masih Belum Paham
530
Bab 530: Dua Orang yang Kecewa
531
Bab 531: Semuanya Hanya Boneka
532
Bab 532: Apakah Kau Seorang Kasim?
533
Bab 533: Memperlakukan Musuh sebagai Penyelamat
534
Bab 534: Korban yang Tak Terduga
535
Bab 535: Zhang Laosan yang Tak Terlupakan
536
Bab 536: Aku Benar-Benar Buta Dulu
537
Bab 537: Semua Berada dalam Kendali Sang Ahli Strategi
538
Bab 538: Hati Sang Ahli Strategi Seluas Lautan
539
Bab 539: Kedatangan Kaisar Jian Kui
540
Bab 540: Ada Apa Sebenarnya?
541
Bab 541: Kaisar Jian Kui Ketakutan dan Melarikan Diri
542
Bab 542: Ide Brilian yang Belum Terpikirkan
543
Bab 543: Meriam Qi Sejati
544
Bab 544: Ibu Kota Selesai Dibangun
545
Bab 545: Sungguh Sebuah Keberuntungan!
546
Bab 546: Persiapan Menyambut Perang
547
Bab 547: Naik Takhta — Guru Kekaisaran dan Bupati
548
Bab 548: Pakaian Serasi
549
Bab 549: Ibu Suri yang Licik
550
Bab 550: Satu Orang Melawan Seribu Pasukan
551
Bab 551: Senjata Aneh dari Pasukan Harimau Putih
552
Bab 552: Hujan Peluru dan Api yang Menghanguskan
553
Bab 553: Tujuh Ahli Kaisar Mengepung Formasi
554
Bab 554: Meriam Kejatuhan Kaisar
555
Bab 555: Kemenangan Gemilang
556
Bab 556: Ambisi Terselubung Xie Qingyu
557
Bab 557: Siapa Sebenarnya yang Sedang Mengalami Cobaan Petir?
558
Bab 558: Identitas Sang Tuan yang Sulit Disembunyikan
559
Bab 559: Apakah Aku Benar-Benar Manusia Tak Tertandingi?
560
Bab 560: Bukan Amnesia, Hanya Sandiwara
561
Bab 561: Kekuasaan Memang Bisa Membutakan Siapa Saja
562
Bab 562: Senjata yang Belum Pernah Terlihat Sebelumnya
563
Bab 563: Tebakan Sang Kaisar
564
Bab 564: Kekuatan Pertahanan Sesungguhnya Ibu Kota
565
Bab 565: Senjata Emas Edisi Khusus
566
Bab 566: Satu Tembakan, Satu Ahli Kaisar
567
Bab 567: Siapa Sebenarnya Pria Tua Ini?
568
Bab 568: Ye Tian, Antara Beruntung dan Tragis
569
Bab 569;Kaisar yang Berlutut di Hadapan Kekuatan Sejati
570
Bab 570: Kaisar yang Menyerahkan Takhta
571
Bab 571: Naik ke Alam Dewa
572
Bab 572: Untuk Apa Keabadian Semacam Itu?
573
Bab 573: Alam Ilahi Tidak Sesederhana Bayangan
574
Bab 574: Hierarki Tujuh Tingkatan
575
Bab 575: Kekejaman Dunia Para Dewa
576
Bab 576: Uji Lubang Ilahi
577
Bab 577: Lubang Ilahi Tingkat Enam, Istriku Ternyata Terlalu Kuat
578
Bab 578: Tanpa Lubang Ilahi
579
Bab 579: Jangan-Jangan Bibimu Bernama Gadis Naga Kecil?
580
Bab 580: Kesatuan Segala Jalan, Lubang Ilahi Tingkat Sepuluh
581
Bab 581: Teknik Tubuh Penguasa Purba
582
Bab 582: Mungkinkah Ada yang Salah dengan Kultivasiku?
583
Bab 583: Kekesalan Qin Beichen
584
Bab 584: Hadiah Kematian dari Sang Guru
585
Bab 585: Ternyata Aku Cukup Jago Berkelahi
586
Bab 586: Ketenaran Instan
587
Bab 587: Guru yang Tak Tidak Layak
588
Bab 588: 1 Versus 100
589
Bab 589: Chu Xinyue Keluar dari Pengasingan
590
Bab 590: Terobosan, Dewa Semu Bintang Empat
591
Bab 591: Laut Petir Kesengsaraan
592
Bab 592: Kesurupan? Balik Dikuasai
593
Bab 593: Celah Ilahi Tingkat Sepuluh Menentang Langit
594
Bab 594: Semua Orang Meragukan Ye Tian
595
Bab 595: Kejutan bagi Semua Orang
596
Bab 596: Payah dalam Bertarung
597
Bab 597: Kemenangan Satu Tebasan
598
Bab 598: Sang Pemilik Apertur Tingkat Enam
599
Bab 599: Tetua Qin, Sang Penipu Ulung
600
Bab 600: Ye Tian Turun Tangan
600
Bab 600: Ye Tian Turun Tangan
599
Bab 599: Tetua Qin, Sang Penipu Ulung
598
Bab 598: Sang Pemilik Apertur Tingkat Enam
597
Bab 597: Kemenangan Satu Tebasan
596
Bab 596: Payah dalam Bertarung
595
Bab 595: Kejutan bagi Semua Orang
594
Bab 594: Semua Orang Meragukan Ye Tian
593
Bab 593: Celah Ilahi Tingkat Sepuluh Menentang Langit
592
Bab 592: Kesurupan? Balik Dikuasai
591
Bab 591: Laut Petir Kesengsaraan
590
Bab 590: Terobosan, Dewa Semu Bintang Empat
589
Bab 589: Chu Xinyue Keluar dari Pengasingan
588
Bab 588: 1 Versus 100
587
Bab 587: Guru yang Tak Tidak Layak
586
Bab 586: Ketenaran Instan
585
Bab 585: Ternyata Aku Cukup Jago Berkelahi
584
Bab 584: Hadiah Kematian dari Sang Guru
583
Bab 583: Kekesalan Qin Beichen
582
Bab 582: Mungkinkah Ada yang Salah dengan Kultivasiku?
581
Bab 581: Teknik Tubuh Penguasa Purba
580
Bab 580: Kesatuan Segala Jalan, Lubang Ilahi Tingkat Sepuluh
579
Bab 579: Jangan-Jangan Bibimu Bernama Gadis Naga Kecil?
578
Bab 578: Tanpa Lubang Ilahi
577
Bab 577: Lubang Ilahi Tingkat Enam, Istriku Ternyata Terlalu Kuat
576
Bab 576: Uji Lubang Ilahi
575
Bab 575: Kekejaman Dunia Para Dewa
574
Bab 574: Hierarki Tujuh Tingkatan
573
Bab 573: Alam Ilahi Tidak Sesederhana Bayangan
572
Bab 572: Untuk Apa Keabadian Semacam Itu?
571
Bab 571: Naik ke Alam Dewa
570
Bab 570: Kaisar yang Menyerahkan Takhta
569
Bab 569;Kaisar yang Berlutut di Hadapan Kekuatan Sejati
568
Bab 568: Ye Tian, Antara Beruntung dan Tragis
567
Bab 567: Siapa Sebenarnya Pria Tua Ini?
566
Bab 566: Satu Tembakan, Satu Ahli Kaisar
565
Bab 565: Senjata Emas Edisi Khusus
564
Bab 564: Kekuatan Pertahanan Sesungguhnya Ibu Kota
563
Bab 563: Tebakan Sang Kaisar
562
Bab 562: Senjata yang Belum Pernah Terlihat Sebelumnya
561
Bab 561: Kekuasaan Memang Bisa Membutakan Siapa Saja
560
Bab 560: Bukan Amnesia, Hanya Sandiwara
559
Bab 559: Apakah Aku Benar-Benar Manusia Tak Tertandingi?
558
Bab 558: Identitas Sang Tuan yang Sulit Disembunyikan
557
Bab 557: Siapa Sebenarnya yang Sedang Mengalami Cobaan Petir?
556
Bab 556: Ambisi Terselubung Xie Qingyu
555
Bab 555: Kemenangan Gemilang
554
Bab 554: Meriam Kejatuhan Kaisar
553
Bab 553: Tujuh Ahli Kaisar Mengepung Formasi
552
Bab 552: Hujan Peluru dan Api yang Menghanguskan
551
Bab 551: Senjata Aneh dari Pasukan Harimau Putih
550
Bab 550: Satu Orang Melawan Seribu Pasukan
549
Bab 549: Ibu Suri yang Licik
548
Bab 548: Pakaian Serasi
547
Bab 547: Naik Takhta — Guru Kekaisaran dan Bupati
546
Bab 546: Persiapan Menyambut Perang
545
Bab 545: Sungguh Sebuah Keberuntungan!
544
Bab 544: Ibu Kota Selesai Dibangun
543
Bab 543: Meriam Qi Sejati
542
Bab 542: Ide Brilian yang Belum Terpikirkan
541
Bab 541: Kaisar Jian Kui Ketakutan dan Melarikan Diri
540
Bab 540: Ada Apa Sebenarnya?
539
Bab 539: Kedatangan Kaisar Jian Kui
538
Bab 538: Hati Sang Ahli Strategi Seluas Lautan
537
Bab 537: Semua Berada dalam Kendali Sang Ahli Strategi
536
Bab 536: Aku Benar-Benar Buta Dulu
535
Bab 535: Zhang Laosan yang Tak Terlupakan
534
Bab 534: Korban yang Tak Terduga
533
Bab 533: Memperlakukan Musuh sebagai Penyelamat
532
Bab 532: Apakah Kau Seorang Kasim?
531
Bab 531: Semuanya Hanya Boneka
530
Bab 530: Dua Orang yang Kecewa
529
Bab 529: Rupanya Keduanya Masih Belum Paham
528
Bab 528: Kenapa Mereka Memperlakukan Kami Seperti Orang Bodoh?
527
Bab 527: Gagasan Membangun Ibu Kota Kekaisaran
526
Bab 526: Sang Ahli Strategi Punya Rencana Cerdik Sendiri
525
Bab 525: Perubahan Tak Terduga
524
Bab 524: Janji yang Diingkari
523
Bab 523: Tidak Ada yang Mudah Ditaklukkan
522
Bab 522: Sang Dewa Strategi, Julukan yang Pantas Disandang
521
Bab 521: Titik Puncak Kesabaran
520
Bab 520: Semua Menurut Kehendak Xie Qingyu
519
Bab 519: Bakat yang Terbuang Sia-sia
518
Bab 518: Langkah Terakhir
517
Bab 517 :Ye Tian Menaklukkan Hati Yun Xueqing dengan Pil Ajaib
516
Ye Tian Mendesak Yun Xueqing untuk Menyerah
515
Bab 515: Kau Beruntung Punya Aku
514
Bab 514: Yang Tidak Kejam Tak Akan Bisa Berdiri Teguh
513
Bab 513: Tak Ada yang Bicara Etika Bela Diri di Sini
512
Bab 512: Sudah Saatnya Kau Berkeluarga
511
Bab 511: Beli Satu Gratis Satu
510
Bab 510: Pedang Lembut — Yun Xueqing
509
Bab 509: Sang Ahli Strategi Ini Kejam — Bermain-main dengan Maut!
508
Bab 508: Manfaatkan Kesempatan Selagi Ada
507
Bab 507: Ketertarikan Khusus pada Pembunuh Wanita
506
Bab 506: Sebenarnya Ada Apa Ini?
505
Bab 505: Jangan-jangan Dia Delusi?
504
Bab 504: Xie Qingyu Bergabung dengan Pasukan
503
Bab 503: Aku Sangat Ingin Menjadikan Ye Tian Menantuku
502
Bab 502: Mustahil, Benar-benar Mustahil
501
Bab 501: Aura Tak Terkalahkan
500
Bab 500: Ambisi Besar Lebih Dulu daripada Rumah Tangga
499
Bab 499: Rencana Perjodohan Berbahaya
498
Bab 498: Sungguh-sungguh Membunuh
497
Bab 497: Kabur dalam Ketakutan, Lagi
496
Bab 496: Ulah Sendiri, Tanggung Sendiri
495
Bab 495: Pasukan Tianfeng Bergerak Lagi
494
Bab 494: Kotak Sarapan yang Misterius
493
Bab 493: Sulit Jadi Pria yang Peduli
492
Bab 492: Terjebak dalam Kata-katanya Sendiri
491
Bab 491: Pertaruhan Terakhir Sang Ahli Tingkat Suci
490
Bab 490: Keadilan yang Berat Sebelah
489
Bab 489: Dendam yang Membara
488
Bab 488: Sebuah Kebetulan yang Mengejutkan
487
Bab 487: Tamu Tak Diundang
486
Bab 486: Penasihat Militer Sebenarnya Tidak Marah
485
Bab 485: Apakah Sang Guru memakan bubuk mesiu?
484
Bab 484: Kesalahpahaman yang Berbahaya
483
Bab 483: Maksud Tersembunyi Sang Penasihat Militer
482
Bab 482: Sang Penyusup yang Terjebak
481
Bab 481: Tawaran Terakhir untuk Jenderal Gu
480
Bab 480: Sepuluh Ahli Puncak Peringkat Surga
479
Bab 479: Sang Penguasa yang Tak Terbatas Kemampuannya
478
Bab 478: Strategi Pura-Pura Lemah
477
Bab 477: Memperlakukan Prajurit Seperti Anak Sendiri
476
Bab 476: Semua yang di Bawah Peringkat Suci Hanyalah Semut
475
Bab 475: Awan Gelap Menindih Kota, Ancaman Kehancuran
474
Bab 474: Rahasia di Balik Semangkuk Sup Tulang
473
Bab 473: Hadiah Sepanci Sup yang Bikin Geger
472
Bab 472: Munculnya Pakar Peringkat Suci
471
Bab 471: Menaklukkan Hati Tao Yuchen
470
Bab 470: Mengabdikan Diri Sampai Titik Darah Penghabisan
469
Bab 469: Penasihat Militer yang Ternyata Manusia Biasa
468
Bab 468: Penyerahan Diri yang Berubah Sungguhan
467
Bab 467: Penyerahan Diri yang Mencurigakan
466
Bab 466: Rencana Cerdik dari Kota Fengming
465
Bab 465: Ekspedisi Dimulai
464
Bab 464: Ide Aneh dari Nona Muda
463
Bab 463: Formasi Sayap Bangau
462
Bab 462: Dua Pasukan Berhadapan
461
Bab 461: Pasukan yang Kubangun dengan Tanganku Sendiri
460
Bab 460: Musuh Mulai Bergerak
459
Bab 459: Sembilan Naga dan Pedang Tak Bernama
458
Bab 458: Jenderal yang Waspada
457
Bab 457: Membangun Fondasi Kekuatan
456
Bab 456: Nona Muda yang Patuh
455
Bab 455: Merancang Bendera dan Pedang
454
Bab 454: Kehormatan yang Tak Terduga
453
Bab 453: Panah yang Menembus Segalanya
452
Bab 452: Formasi yang Diremehkan
451
Bab 451: Formasi Mata Panah
450
Bab 450: Mohon Petunjuk, Penasihat Militer
449
Bab 449: Menyusun Tim
448
Bab 448: Bersiap Unjuk Kemampuan
447
Bab 447: Kalau Berani, Kemarilah
446
Bab 446: Menyusun Jenderal, Membagi Tugas
445
Bab 445: Kekuasaan Tertinggi di Tangan Manusia Biasa
444
Bab 444: Menetapkan Nama Tianwu
443
Bab 443: Manusia Biasa yang Mencuri Sorotan
442
Bab 442: Kesombongan yang Menumpang Nama Besar
441
Bab 441: Panggil Saya Ahli Strategi
440
Bab 440: Peta Penaklukan
439
Bab 439: Kekuatan Baru, Pasukan Baru
438
Bab 438: Naga Bersujud, Takdir Terwujud
437
Bab 437: Menguasai Seluruh Kota Baju Zirah Besi
436
Bab 436: Lalu Bagaimana?
435
Bab 435: Naga Kecil yang Tergila-gila pada Aroma Tubuh Ye Tian
434
Bab 434: Sisi Lain Sang Penguasa
433
Bab 433: Kesempatan Emas untuk Menunjukkan Bakat
432
Bab 432: Mutiara Naga yang Ternyata Telur Naga
431
Bab 431: Peta Kekuasaan Benua Lingwu
430
Bab 430: Tugas Pertama yang Sukses Total
429
Bab 429: Lelucon Paling Lucu Sepanjang Hidupnya
428
Bab 428: Ketenangan yang Mengejutkan
427
Bab 427: Tenang di Tengah Badai
426
Bab 426: Perebutan Kekuasaan di Keluarga Chu
425
Bab 425: Pukulan Manusia Biasa yang Mengguncang Keluarga Chu
424
Bab 424: Menantang Seisi Keluarga Chu
423
Bab 423: Ambisi yang Mengejutkan
422
Bab 422: Sosok yang Tak Terbayangkan
421
Bab 421: Ahli Tersembunyi di Balik Wajah Manusia Biasa
420
Bab 420: Hanya Aku yang Boleh Menindasmu
419
Bab 419: Insiden di Jurang
418
Bab 418: Terdampar di Benua Lingwu
417
Bab 417: Dituduh Amnesia
416
Bab 416: Nafsu Makan Peri yang Mengejutkan
415
Bab 415: Peri Berhati Hangat
414
Bab 414: Tersesat di Dunia Asing
413
Bab 413: Ledakan di Lorong Ruang-Waktu
412
Bab 412: Kalau Bukan Aku, Siapa Lagi?
411
Bab 411: Undangan yang Mencurigakan
410
Bab 410: Kedok Kaisar Agung Tongtian
409
Bab 409: Bahaya dari Luar Benua
408
Bab 408: Penyatuan Dunia
407
Bab 407: Tabib Tanpa Jiwa Bela Diri
406
Bab 406: Menunggu yang Sia-sia
405
Bab 405: Guru dari Bumi
404
Bab 404: Rahasia dari Dunia Lain
403
Bab 403: Cermin yang Terjatuh
402
Bab 402: Sampah yang Berpengaruh
401
Bab 401: Sandiwara Berlapis Sandiwara
400
Bab 400: Jebakan di Aliran Jernih Kecil
399
Bab 399: Kedatangan Permaisuri Rubah Ekor Sembilan
398
Bab 398: Permintaan Kecil di Balik Selimut
397
Bab 397: Aliansi Terpaksa Lu Qinger
396
Bab 396: Kaisar Iblis Ditaklukkan Senjatanya Sendiri
395
Bab 395: Percakapan Tengah Malam
394
Bab 394: Kesalahpahaman yang Berbuah Manis
393
Bab 393: Gertakan Terakhir Sang Guru
392
Bab 392: Gertakan Sang Guru
391
Bab 391: Dua Sosok Misterius dari Gunung Tulang Putih
390
Bab 390: Persaingan Dua Wanita
389
Bab 389: Dua Pendatang dari Alam Lain
388
Bab 388: Dua Wanita di Balik Layar
387
Bab 387: Kuda Kesayangan dan Dua Hati yang Bersaing
386
Bab 386 Tata Letak Permaisuri
385
Bab 385 Persiapan Menuruni Gunung
384
Bab 384 Kekuatan Permaisuri yang Mengerikan
383
Bab 383 Kebenaran di Balik Bukti Dao Kaisar Azure
382
Bab 382 Sifat Guru yang Beragam
381
Bab 381 Perubahan Aneh di Kota Nanlin
380
Bab 380 Takdir
379
Bab 379 Ye Tian Dikira Hantu
378
Bab 378 Gunung Batu Hitam yang Berhantu
377
Bab 377 Sembilan Zona Maut: Menghidupkan Kembali Mayat
376
Bab 376 Permaisuri Surgawi Xiao Ruyan
375
Bab 375 Wajah Seorang Pakar Tingkat Kaisar
374
Bab 374 Percaya pada Sains
373
Bab 373 Kaisar Yin Abadi yang Perkasa
372
Bab 372 Kepuasan Tertinggi dari Kesombongan
371
Bab 371 Aku Menyelamatkan Galaksi di Kehidupan Lampauku
370
Bab 370: Panggilan Video
369
Bab 369; Rahasia yang Berbalik Jadi Bumerang
368
Bab 368: Es yang Mulai Mencair
367
Bab 367: Awal Perebutan Pengaruh di Harem
366
Bab 366: Kegemparan di Gunung Abadi
365
Bab 365: Kesengsaraan Kaisar Kedua
364
Bab 364: Kesengsaraan Kedua
363
Bab 363: Kabar Baik dari Xiao Ruyan
362
Bab 362: Ucapan Sang Guru Selalu Penuh Rahasia
361
Bab 361: Ilusi yang Runtuh
360
Bab 360: Pujian yang Tak Tanggung-Tanggung
359
Bab 359: Adik yang Terlupakan
358
Bab 358: Perbandingan yang Menyakitkan
357
Bab 357: Formasi yang Menekan Seorang Kaisar
356
Bab 356: Salah Paham yang Berbahaya
355
Bab 355: Wajah Asli Shen Yao
354
Bab 354: Menatap Bumi dari Kejauhan
353
Bab 353: Enam Kekuatan Kuno Mencari Bantuan
352
Bab 352: Rahasia Kaisar Semu dari Zaman Kuno
351
Bab 351: Tamu Tak Diundang dengan Nama yang Tak Tertahankan
350
Bab 350: Kemunculan Kaisar Agung Pencuri Surga
349
Bab 349: Murid yang Sulit Diajar
348
Bab 348: Senjata Kaisar Tertinggi
347
Bab 347: Dua Senjata Kaisar Beradu
346
Bab 346: Tianling Mencari Sekutu
345
Bab 345: Kesengsaraan Kaisar Mengguncang Seluruh Benua
344
Bab 344: Terobosan Menjadi Kaisar dalam Semalam
343
Bab 343: Bukan Santa Biasa, tapi Ratu Malam
342
Bab 342: Mencari Ciri Khas
341
Bab 341: Percikan Kebahagiaan
340
Bab 340: Kebohongan yang Harus Dijadikan Kenyataan
339
Bab 339: Aku Bukan Tongtian, Aku Yuanshi
338
Bab 338: Rahasia yang Tak Boleh Diketahui Siapa Pun
337
Bab 337: Ponsel Bukan Makanan
336
Bab 336: Aktris Sejati
335
Bab 335: Dugaan Buruk di Tanah Suci Tianling
334
Bab 334: "Ponsel" di Benua Xuantian
333
Bab 333: Shen Yao, Ini Aku, Gurumu
332
Bab 332: Kaisar Wanita yang Kesepian di Puncak Kekuasaan
331
Bab 331: Salah Bicara Soal Keluarga
330
Bab 330: Adu Kekuatan Diam-Diam
329
Bab 329: Riak-Riak Persaingan yang Mulai Terlihat
328
Bab 328: Bakat Akting Alami
327
Bab 327: Kalau Suka Akting, Ayo Kita Main Bersama
326
Bab 326: Berbohong demi Gengsi
325
Bab 325: Hati yang Mulai Goyah
324
Bab 324: Saudara Angkat Beda Klan
323
Bab 323: Pingsan Kena Bola Basket
322
Bab 322: Hanya Pantas Bermain dengan Kotoran Sapi
321
Bab 321: Kesombongan yang Runtuh
320
Bab 320: Rahasia di Balik Nama "Ibu"
319
Bab 319: Rencana Licik Xiao Rou
318
Bab 318: Salah Paham Besar
317
Bab 317: Segalanya Mengandung "Listrik"
316
Bab 316: Satu Utang Budi
315
Bab 315: Awal Sebuah Kekacauan
314
Bab 314: Sambutan yang Berlebihan
313
Bab 313: Barisan Para Kecantikan
312
Bab 312: Rencana Diam-Diam
311
Bab 311: Meninggalkan Mereka di Belakang
310
Bab 310: Sasaran Sebenarnya
309
Bab 309: Gelombang Kesembilan Puluh Sembilan
308
Bab 308: Istana Surgawi
307
Bab 307: Gulungan yang Mengejutkan
306
Bab 306: Tiga Tahanan yang Berharap pada Sang Guru
305
Bab 305: Satu Dengusan Menggetarkan Provinsi Tengah
304
Bab 304: Suara Guntur yang Dianggap Kentut
303
Bab 303: Balasan untuk yang Tidak Tahu Berterima Kasih
302
Bab 302: Selir yang Ternyata Nomor Dua
301
Bab 301: Guru Catur Musiman
300
Bab 300: Kalah Catur, Kehilangan Segalanya
299
Bab 299: Sang Santo Catur Melawan Dewa Catur
298
Bab 298: Namaku Ye Tian, Julukanku Dewa Catur
297
Bab 297: Ini Bukan Salahku, Sungguh
296
Bab 296: Xiao Ruyan, Tolong Jangan Berlebihan
295
Bab 295: Papan Catur Baru
294
Bab 294: Perubahan Hati Sang Santa
293
Bab 293: Ucapan Besar Harus Dibuktikan dengan Perbuatan
292
Bab 292: Meski Manusia Biasa, Tetap Punya Harga Diri
291
Bab 291: Kekeraskepalaan Terakhir Sang Santa
290
Bab 290: Nyawa Taruhannya, Tetap Harus Diselamatkan
289
Bab 289: Bayang-Bayang Ancaman di Istana Wangxian
288
Bab 288: Dalam Perang, Segala Cara di Lakukan
287
Bab 287: Perang Kartu di Atas Awan
286
Bab 286: Artefak Kaisar yang Dibongkar
285
Bab 285: Ketika Artefak Kaisar Jatuh ke Tangan Anak Kecil
284
Bab 284: Mulut Kenabian
283
Bab 283: Ayah Pelit Ini, Sudah Diputuskan
282
Bab 282: Aku Bukan Ayahmu
281
Bab 281: Wanita Seperti Itu Tidak Pantas Disakiti
280
Bab 280: Tunggu Aku Kembali Membawa Senjata Kaisar
279
Bab 279: Kaisar Iblis Kena Tipu
278
Bab 278: Xiaorou, Roh Ilahi Sang Kecapi Iblis Surgawi
277
Bab 277: Era Ini Terlalu Berbahaya
276
Bab 276: Betapa Mengerikannya Seorang Ahli Alam Kaisar
275
Bab 275: Jurus Rahasia Sang Permaisuri
274
Bab 274: Sang Kaisar Iblis Belum Mati
273
Bab 273: Kepala Klan Qilin Nyaris Ambruk
272
Bab 272: Meneteskan Darah demi Mengklaim Pispot
271
Bab 271: Bibir Bengkak karena Meniup
270
Bab 270: Pispot Ajaib yang Dicuri
269
Bab 269: Bangga Jadi Hewan Peliharaan
268
Bab 268: Kembalinya Sang Anjing Kedua
267
Bab 267 : Logika Aneh dari Benua Xuantian
266
Bab 266: Terlalu Agresif... Sebuah Serangan Mendadak
265
Bab 265: Ye Tian Keringat Dingin
264
Bab 264: Kalian Semua Orang-orang Aneh
263
Bab 263: Ketakutan Akan Keheningan yang Tiba-tiba
262
Bab 262: Nona Muda, Kau Telah Menyesatkanku
261
Bab 261: Senyum Bangga di Dunia Persilatan, Satu Lagu Satu Kehidupan
260
Bab 260: Serangan Gelombang Suara yang Mematikan
259
Bab 259: Aku Memang Benar-Benar Manusia Biasa
258
Bab 258: Anggur Berkelas Terbuang Sia-sia ke Lubang Kotoran
257
Bab 257: Ujian Sebenarnya Baru Dimulai
256
Bab 256: Selir Dadakan yang Datang Begitu Saja
255
Bab 255: Usaha Keras Sang Kakak Tidak Boleh Sia-sia
254
Bab 254: Berinisiatif Membantu Sang Tuan Memperluas Harem
253
Bab 253: Permisi, Maaf Sudah Mengganggu
252
Bab 252: Terjebak dalam Pertentangan Yin dan Yang
251
Bab 251: Kode Rahasia Sang Guru yang Terlalu Berlebihan
250
Bab 250: Kaisar Agung yang Bersembunyi Ketakutan di Peti Mati
249
Bab 249: Sandiwara di Tepi Danau Terlarang
248
Bab 248: Pertemuan Tak Terduga dengan Wei Tua
247
Bab 247: Kerja Sama yang Sempurna
246
Bab 246: Berpura-pura Jadi Ahli Bela Diri Demi Menyelamatkan Nyawa
245
Bab 245: Bahaya Mengintai Cucu Kesayangan Keluarga Tan
244
Bab 244: Rahasia di Balik Gelang Bulu Hantu
243
Bab 243: Kejutan Ulang Tahun untuk Ruyan
242
Bab 242: Kabur Ketakutan di Detik Terakhir
241
Bab 241: Standar "Urusan Kecil" Nona Muda Ini Ternyata Cukup Tinggi
240
Bab 240: Tawar-Menawar Paling Aneh yang Pernah Kulihat
239
Bab 239: Bertemu Nona Muda di Paviliun Xuanyuan
238
Bab 238: Kekuatan Tak Terduga di Balik Patung
237
Bab 237: Patung Raksasa yang Mirip Wajahku Sendiri
236
Bab 236: Ketakutan yang Berujung Penyimpangan Qi
235
Bab 235: Sadar dari Mimpi
234
Bab 234: Setetes Keringat Kaki Setara Raja Obat
233
Bab 233: Berlutut Lagi, Sialan!
232
Bab 232: Klon yang Rela Mati Menggantikan Xiao Ruyan
231
Bab 231: Nasib Malang Para Tetua Ras Iblis
230
Bab 230: Titanic, Adegan Penuh Haru
229
Bab 229: Ya Tuhan, Terlalu Baik Kau Padaku
228
Bab 228: Air Mandi atau Cairan Mustika?
227
Bab 227: Langkah Pertama Memasuki Dunia Seni Bela Diri
226
Bab 226: Satu Butir Telur Menentukan Segalanya
225
Bab 225: Adu Masak Melawan Ahli Bela Diri, Sedikit Panik
224
Bab 224: Apa-apaan Ini? Rasanya Mengerikan
223
Bab 223: Dunia yang Luas, Mari Kita Jelajahi Berdua
222
Bab 222: Menantang Dao Surgawi
221
Bab 221: Kesengsaraan Orang Suci yang Paling Tak Bermartabat di Dunia
220
Bab 220: Aku Tuanmu, Bukan Ayahmu
219
Bab 219: Menaklukkan Hati dengan Kebajikan
218
Bab 218: Ciuman Pertama
217
Bab 217: Lima Pakar Alam Suci Turun Gunung
216
Bab 216: Satu di Bawah, Ribuan di Atas
215
Bab 215: Ruyan, Kenapa Kau Bisa Semanja Ini?
214
Bab 214: Guru Tak Pernah Bertoleransi
213
Bab 213: Pendekar Tampan, Pisau Terbang Zhao Danru
212
Bab 212: Guru Terlalu Berat Sebelah
211
Bab 211: Kenapa Harus Murong Ningxue, Bukan Aku?
210
Bab 210: Menjadi Raja Laut Tanpa Diminta
209
Bab 209: Mimpi yang Jadi Kenyataan
208
Bab 208: Jangan-Jangan Yang Mulia Salah Minum Obat?
207
Bab 207: Keindahan yang Tiada Tara di Utara
206
Bab 206: Melawan Diri Sendiri, Bagaimana Cara Menang?
205
Bab 205: Sisi Guru yang Tak Disangka-Sangka
204
Bab 204: Wajar Saja Punya Ribuan Selir
203
Bab 203: Dilindungi Sang Guru, Aku Tak Gentar
202
Bab 202: Cerita yang Berbalik Menikam
201
Bab 201 :Rahasia yang Salah Sasaran
200
Bab 200: Sekali Makan, Level Melonjak
199
Bab 199: Bukan Sekadar Pion Catur
198
Bab 198: Salah Paham yang Berbuah Manis
197
Bab 197: Sebongkah Batu, Satu Nyawa Melayang
196
Bab 196: Salah Sangka yang Menyelamatkan Nyawa
195
Bab 195: Manusia Fana Melawan Alam Suci
194
Bab 194: Bertarung Sampai ke Ujung Dunia
193
Bab 193: Bulan Terbit, Iblis Terdiam
192
Bab 192: Nyanyian di Tepi Laut yang Merusak Suasana
191
Bab 191: Dua Wanita, Satu Julukan "Kakak
190
Bab 190: Salah Paham yang Kelewat Jauh
189
Bab 189: Kado yang Salah Sasaran
188
Bab 188: Mimpi yang Membingungkan
187
Bab 187: Lahirnya Dinasti Tian
186
Bab 186: Kepergian yang Membingungkan
185
Bab 185: Rahasia yang Tak Pernah Jadi Rahasia
184
Bab 184: Rencana Turun Gunung
183
Bab 183: Salah Sangka yang Berujung Lucu
182
Bab 182: Kartu As Sang Guru
181
Bab 181: Godaan yang Berbahaya
180
Bab 180: Rahasia di Ruang Belajar
179
Bab 179: Kegelisahan di Desa Bumi
178
Bab 178: Perlakuan Istimewa yang Sulit Dipahami
177
Bab 177: Nona Zhenger dan Kesalahpahaman yang Sempurna
176
Bab 176: Salah Sangka yang Berbahaya
175
Bab 175: Ketika Semua Orang Meninggalkan Sang Permaisuri
174
Bab 174: Panen Sekali, Kekayaan Sepuluh Tahun
173
Bab 173: Isyarat yang Salah Paham
172
Bab 172: Jepit Rambut dari Besi Para Dewa
171
Bab 171: Korek Api Menumbangkan Api Surgawi
170
Bab 170: Membujuk Sang Permaisuri
169
Bab 169: Sudahkah Anda Mempelajari Setiap Kata dan Tindakan Sang Guru?
168
Bab 168: Ya Tuhan, Sambar Saja Aku dengan Petir!
167
Bab 167: 'Ye' dari Anggur Tua, 'Tian' dari Manusia Biasa
166
Bab 166: Semua Karena Terlalu Menghayati Peran
165
Bab 165: Kecanduan Berpura-pura Jadi Ahli Bela Diri
164
Bab 164: Guru, Mohon Jaga Citra Anda
163
Bab 163: Tidak Ada Masalah yang Tak Bisa Diselesaikan dengan Hot Pot
162
Bab 162: Makan Hot Pot, Perjuangan Tersembunyi
161
Bab 161: Irisan Daun Bawang, Teknik Memotong yang Rapi
160
Bab 160: Ucapan Sang Guru Mengubah Langit dan Bumi
159
Bab 159: Satu Kalimat Sang Guru Membungkam Kehendak Langit
158
Bab 158: Nama Sang Guru Menyeberang Lautan
157
Bab 157: Lu Jianhe Tertangkap Lagi
156
Bab 156: Salah Paham Bertumpuk
155
Bab 155: Dikira Sang Guru
154
Bab 154: Kitab Rahasia untuk Manusia Biasa
153
Bab 153: Kecurigaan Xiao Zhentian yang Berbahaya
152
Bab 152 :Aku Curiga Sang Guru Menyukaimu
151
Bab 151 :Salah Paham yang Berujung Pedang Patah
150
Bab 150; Kawan Lama yang Membuat Malu
149
Bab 149;Golok Sombong, Berakhir Ditangkap
148
Empat Binatang Suci Bersujud, Ye Tian Menanti Tepuk Tangan
147
Bab 147: Batu yang Membuka Gerbang Alam Suci
146
Bab 146: Nama Besar untuk Desa Kecil
145
Bab 145: Rapat Besar di Rumah Gunung
144
Bab 144: Semut yang Tidak Tahu Diri
143
Bab 143: Anak Buah Baru yang Tidak Bisa Ditolak
142
Bab 142: Kodok Bermata Empat yang Sial
141
Bab 141: Petunjuk Tersembunyi di Balik Puisi
140
Bab 140: Salah Paham yang Berujung Kacau
139
Bab 139: Puisi yang Mengungkap Kekaguman
138
Bab 138: Kekalahan yang Membuka Mata
137
Bab 137: Sepasang Kakak Beradik yang Tidak Tahu Diri
136
Bab 136: Nasib Malang Raja Racun
135
Bab 135: Obat Nyamuk Misterius yang Bikin Panik
134
Bab 134: Kunjungan Tamu Tak Diundang
133
Bab 133: Ujian yang Gagal Total
132
Bab 132: Darah Qilin Dianggap Minuman Ringan
131
Bab 131: Siapa Saja Boleh Meragukan Sang Guru, Kecuali Kau
130
Bab 130:Coca-Cola: Racun Paling Nikmat di Dunia
129
Bab 129:Ujian Kedipan Mata untuk Wei Tua
128
Bab 128: Ujian Kedipan Mata untuk Wei Tua
127
Bab 127: Kompetisi Diet Dadakan Klan Naga
126
Bab 126: Diagnosis Berbahaya: Guru Kita Gila?
125
Bab 125: Senjata Kekaisaran Dipakai Jadi Pengorek Api
124
Bab 124: Guru, Anda Bercanda?
123
Bab 123: Terapi yang Terpaksa
122
Bab 122: Inilah Akibat Membuat Guru Marah
121
Bab 121: Puisi yang Menyimpan Semangat Kepahlawanan
120
Bab 120: Shen Jue, Bagaimana Bisa Kau Jatuh Serendah Ini?
119
Bab 119: Nak, Aktingmu Agak Berlebihan
118
Bab 118: Ternyata Anak Ini Sama Sepertiku
117
Bab 117: Mungkinkah Dia Guru Penyendiri yang Legendaris?
116
Bab 116: Xiao Ruyan Turun, Klan Naga Ditaklukkan dengan Mudah
115
Bab 115: Kecapi Iblis Langit Menyerahkan Diri
114
Bab 114: Bertemu Senjata Kaisar—Kecapi Iblis Langit
113
Bab 113: Bai Xinghe Bertemu Lawan yang Sulit Ditaklukkan
112
Bab 112: Sebenarnya Guru Sedang Memancing Apa?
111
Bab 111: Cari Teman? Sayang, Kesempatannya Sudah Habis
110
Bab 110: Raja Bela Diri Berusia Delapan Tahun Kembali dengan Kekuatan Penuh
109
Bab 109: Kura-Kura yang Mengerti Bola
108
Bab 108: Long Jinyu, Kau Serius?
107
Bab 107: Tempat Mengerikan Apa Ini Sebenarnya?
106
Bab 106: Terlalu Cepat Kalau Mau Rebut Posisi Utama
105
Bab 105: Siapa yang Tidak Mau Kerja Keras?
104
Bab 104: Bintang Gembala Sapi dan Gadis Penenun
103
Bab 103: Coba Jelaskan Ini, Leluhur Tua
102
Bab 102: Semua yang Kau Lihat Cuma Ilusi
101
Bab 101: Ususku Rusak, Hatiku Terbelah
100
Bab 100: Lagu yang Menghancurkan Hati, di Mana Bisa Kutemukan Jiwa yang Sejiwa?
99
Bab 99: Guru, Anda Serius?
98
Bab 98: Sekuat Diriku Hanya Bidak yang Dibuang Guru
97
Bab 97: Guru Mengetahui Segalanya di Dunia Ini
96
Bab 96: Makhluk di Yuntian Memang Beda dari Bumi
95
Bab 95: Rela Mengebiri Diri Demi Restu
94
Bab 94: Aku Belum Cukup Menjaga Maoqiu
93
Bab 93: Energi Pedang Tiga Puluh Ribu Mil, Cahaya Satu Bilah Membekukan Sembilan
92
Bab 92: Tak Perlu Membangkitkan Leluhur Tua, Aku Akan Melampauinya
91
Bab 91: Benar, Kau Memang Monyet Sialan
90
Bab 90: Status Istimewa Kepulauan Laut Timur
89
Bab 89: Sang Guru Bersin, Ribuan Pasukan Tergetar
88
Bab 88: Sesama Bidak Catur, Kenapa Kau Bisa Sehebat Ini?
87
Bab 87: Renungkan Tiga Kali Sehari, Pahami Maksud Mendalam Sang Guru
86
Bab 86: Adakah Makna Tersembunyi di Balik Kata-Kata Sang Guru Hari Itu?
85
Bab 85: Memangnya Ada yang Menyatakan Cinta Pakai Penyiram Tanaman?
84
Bab 84: Membandingkan Diri Hanya Mendatangkan Kekesalan
83
Bab 83: Kau Sedang dalam Bahaya Besar, Tahu Tidak?
82
Bab 82: Kuda Kurus yang Licik
81
Bab 81: Cuma Klan Naga? Apa Hebatnya?
80
Bab 80: Hati Ruyan yang Terluka
79
Bab 79: Rupanya, Aku Tetap Hanya Bidak Catur yang Terlupakan
78
Bab 78: Yan'er, Guru Sangat Kecewa Padamu
77
Bab 77: Kudeta Berakhir Singkat, Bola Ajaib Berhasil Direbut
76
Bab 76: Bilah Pedang yang Diasah Sepuluh Tahun
75
Bab 75: Bunga Ajaib dan Kesalahpahaman Sang Pohon Tua
74
Bab 74: Sekalipun Gadis Misterius dari Surga Kesembilan, Tetap Hanya Bidak Catur
73
Bab 73: Mewarisi Wasiat Sang Tuan
72
Bab 72: Pembunuhan Tegas, Sikap Sejati Sang Guru
71
Bab 71: Tangan Tak Terlihat yang Mengendalikan Takdirku
70
Bab 70: Sampai Kapan Kesalahpahaman Ini Berlanjut?
69
Bab 69: Dunia Akan Berubah
68
Bab 68: Aku Tidak Boleh Membuat Guru Menunggu Lama
67
Bab 67: Sudahkah Kau Benar-Benar Paham Makna Mendalam Sang Guru?
66
Bab 66: Guru Pasti Menyukainya, Tak Perlu Ragu Lagi
65
Bab 65: Hormat untuk Sang Nyonya
64
Bab 64: Bercocok Tanam pun Jadi Kesempatan Emas
63
Bab 63: Ruyan, Kenapa Kau Menghindariku?
62
Bab 62: Kau Kira Aku Tak Tahu Kenapa Kau Datang?
61
Bab 61: Guru Sudah Lama Mengetahui Segalanya
60
Bab 60: Memotong Rumput demi Kultivasi Tersembunyi
59
Bab 59: Kaisar Menukar Takhta dengan Sebuah Sabit
58
Bab 58: Putri yang Menangis Karena Orang Tuanya Sendiri
57
Bab 57: Teh Ajaib dan Gaji Tiga Ribu Lima Ratus Koin
56
Bab 56: Anjing Penjaga yang Menggigit Kaisar
55
Bab 55: Golok dari Langit yang Mengguncang Sekte Bintang Sembilan
54
Bab 54: Kandang Anjing yang Membuat Semua Iri
53
Bab 53: Salah Tangkap yang Berujung Berkah
52
Bab 52: Ternyata Aku Diperalat Penipu?
51
Bab 51: Anak Ayam yang Disalahartikan Jadi Wahyu Langit
50
Bab 50: Sepuluh Keping Emas untuk Sang Kaisar Lukis
49
Bab 49: Lukisan yang Mengguncang Jalan Pedang
48
Bab 48: Rencana Kaisar Menemui Guru
47
Bab 47: Putri Kita Sudah Gila?
46
Bab 46: Lagu Penjual Lukisan
45
Bab 45: Petuah dari "Nenek"
44
Bab 44: Kuda Kurus Sekarat
43
Bab 43: Kuas Ajaib dan Bintang Wenqu
42
Bab 42: Perang Dingin Antar Hewan Peliharaan
41
Bab 41: Vonis untuk Xiao Ruyan
40
Bab 40: Rapat Introspeksi Dadakan
39
Bab 39: Kode Rahasia Lewat Hadiah
38
Bab 38: Kain Aneh dari Peti Harta Karun
37
Bab 37: Dua Gadis Baik Hati
36
Bab 36: Menjadi Manusia Biasa Itu Berat
35
Bab 35: Namaku Kakak Shan
34
Bab 34: Semua Sudah Dikendalikan Guru
33
Bab 33: Shen Jue Diculik
32
Bab 32: Putri Kerajaan Pun Tidak Layak
31
Bab 31: Golok Penebas Dunia
30
Bab 30: Kambing Sialan, Terima Aku!
29
Bab 29: Salah Merasuki Kambing
28
Bab 28: Pelajaran Akting dari Daudau
27
Bab 27: Persaingan Antar Hewan Peliharaan
26
Bab 26: Adik Baru Kelinci Giok
25
Bab 25: Kedua Pria Tua Ini Mulai Terlalu Angkuh
24
Bab 24: Kotoran Naga yang Diperebutkan
23
Bab 23: Aku Hanya Seekor Kelinci Kecil yang Lucu dan Baik Hati
22
Bab 22: Menumis Sayur, Menumis Dao
21
Bab 21: Api Ajaib dan Golok Bertuah
20
Bab 20: Kuda yang Terlahir untuk Membajak
19
Bab 19: Iblis atau Dokter Hewan?
18
Bab 18: Cangkul yang Menyelamatkan Nyawa
17
Bab 17: Kuda yang Hanya Boleh Makan Rumput
16
Bab 16: Kuda Kabur, Semut Mengejar
15
Bab 15: Puisi yang Membuat Usus Pecah
14
Bab 14: Pangeran Naga yang Menyamar Jadi Kuda Kurus
13
Bab 13: Penguasa Lembah Istana Ungu
12
Bab 12: Batu Uji yang Diam Lagi
11
Bab 11: Kesempatan yang Tak Terduga
10
Bab 10: Roh Tua yang Ketakutan
9
Bab 9: Tulang Sisa yang Mengubah Nasib
8
Bab 8: Ayah dan Anak yang Sama-sama Salah Paham
7
Bab 7: Batu Uji Jiwa yang Diam Membisu
6
Bab 6; Rumah yang Membuat Ketua Sekte Lemas
5
Bab 5: Ahli Bumi yang Mengerikan
4
Terobosan yang Mengubah Segalanya
3
Bab 3 :Kesalahpahaman yang Berbahaya
2
Selembar Lukisan Bisa Bikin Terobosan?
1
Sistem Pergi, Panahku Tetap Mematikan
Lihat Semua
Descarga Sang Leluhur Langit PDF
Lapor karya ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!